5/01/2018

SINOPSIS Live Episode 13 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 13 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 14 Part 1

Saat diantar keluar oleh Yang Chon, Kyung Mo bilang ia merasa iri karena melihat rekannya itu menangis. Ia bilang akhir-akhir ini ia khawatir jika ia tidak meneteskan air mata saat orang tuanya meninggal.


Yang Chon bertanya apakah keluarga Kyung Mo masih tidak suka dia menjadi Polisi. Kyung Mo bilang keluarganya hanya tidak suka karena dia berada di Divisi Patroli. Kyung Mo lalu pulang.


Yang Chon melihat ayahnya yang sudah tidur, lalu mematikan lampu kamarnya. Tapi setelah Yang Chon keluar, ternyata ayahnya masih belum tidur. Jang Mi mengajak Yang Chon minum.


Jang Mi; “Anak-anak memarahiku. Mereka ingin kita rujuk. Mereka khawatir dengan kakek mereka dna kau juga.”
Yang Chon: “Ayah suka tinggal di sini. Dan menginginkan kita rujuk hanya pembicaraan anak-anak saja. Jangan pedulikan mereka.”
Jang Mi: “Sejujurnya, aku suka dengan apa yang kita lakukan sekarang. Berpisah tapi tetap bersama. Tapi jika itu yang kau dan anak-anak inginkan..”


“Tidak, mari kita tetap berpisah,” kata Yang Chon. Jang Mi agak terkejut. “Aku harus dihukum sedikit lagi.” Saat menangis karena kehilangan ibunya, Yang Chon baru menyadari kemana dia saat kedua mertuanya meninggal dan saat Jang Mi keguguran karena terlalu banyak bekerja. Dia bilang dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat Jang Mi menangis. Ia juga menyadari bahwa Jang Mi selama ini membesarkan kedua anak mereka sendirian.


“Oh Yang Chon. Jangan bertindak terlalu jauh. Kehadiranmu dalam hidupku merupakan dukungan yang besar untukku. Jika aku kehilanganmu juga, kupikir aku akan sedih. Itulah maksudku,” kata Jang Mi sambil mengulurkan tangannya. Yang Chon lalu menggenggam tangan Jang Mi dan merasa sangat terharu. Ia bilang ia akan selalu berada di dekat Jang Mi, karena Jang Mi adalah satu-satunya wanita untuknya, karena ibunya sudah meninggal. Yang Chon menangis, begitu juga dengan Jang Mi.


Jang Mi memeluk Yang Chon. “Aku mencintaimu,” katanya. Lalu, Yang Chon juga mengatakan hal yang sama.


Jong Min dan Won Woo mendatangi sebuah mini market dan menanyakan letak kamera CCTV-nya. Kasir itu menunjukkannya. Lalu kedua Polisi itu menerima laporan bahwa ada seseorang yang memposting pemberitaan tentang kekerasan seksual yang akan terjadi di SMA Mahyeon melalui media sosial.


Han Sol yang menyampaikan laporan itu sambil menahan sakitnya. Kyung Mo melihat itu dan merasa aneh.


Kyung Mo merebut alat komunikasinya dan menyuruh Han Sol istirahat, karena keadaannya terlihat buruk. Han Sol mundur dan Kyung Mo melanjutkan menyampaikan laporannya kepada petugas yang ada di lapangan. 


Patroli 20 dan 24 menerima laporan itu dan menuju lokasi.


Jung Oh yang berada di Patroli 23 juga menerima laporan itu. “Sekolah adalah tempat yang kubenci,” kata Nam Il. Jung Oh merasa heran. “Sudah lama terjadi, tapi dulu di tempat sampah toilet perempuan, kami menemukan bayi dan siswa yang melahirkannya. Itu membuatku trauma. Ah, aku merinding saat memikirkan sekolah.”


Sang Soo kesal karena tidak bisa menangani kasus di SMA Mahyeon, karena harus mengecek toko Seol Tae, pelaku pemerkosaan berantai dan pembunuhan. Yang Chon bilang di SMA Mahyeon bukan sebuah kasus, melainkan sebuah peringatan. Di kaca toko terlihat banyak coretan.


“Kenapa kita harus melindungi keluarga tersangka pemerkosaan dan pembunuhan? Mereka dilecehkan tetangganya dan disuruh pergi. Mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri. Kenapa kita menggunakan uang wajib pajak untuk berpatroli did aerah sekitar rumah mereka?” keluh Sang Soo yang kemudian diminta diam oleh Yang Chon.


“Sial,” kata Yang Chon ketika melihat dua anak tersangka sedang ada disana dan mengorek-ngorek sampah.  Ia juga melihat wajah kedua anak itu terluka dan yakin kalau itu perbuatan anak-anak tetangga. Ia lalu turun dari mobil.


Sang Soo bilang ia akan menyelesaikan patroli, lalu mereka akan pergi ke SMA Mahyeon. Di toko terlihat coretan ‘Pembunuh! Pergi atau kau akan menderita selamanya!’ Yang Chon menghampiri kedua anak itu dan melarang mereka memegang barang-barang yang kotor itu. Ia bertanya apa yang mereka cari.


“Ibu membuang boneka yang dibeli ayahku untukku,” kata si anak perempuan. Anak laki-lakinya bilang kalau robotnya juga dibuang. Yang Chon lalu membantu mencarinya.


Dua orang anak kecil datang dan melempari mereka sampai mengenai Yang Chon. “Ayah mereka seorang pembunuh! Dia orang jahat!” kata kedua anak itu lalu melarikan diri.


Sang Soo menghadang kedua anak itu, “Lakukan itu lagi dan aku akan menangkap kalian.” Kedua anak itu lalu berlari pergi.


Sang Soo berhasil menemukan robot dan barulah anak laki-laki itu mau masuk ke toko. Mereka lalu mulai mencari boneka si anak perempuan.


Jang Mi pamit pada Kepala Sekolah dan seorang guru mengantarnya keluar. “Tolonglah, para orang tua,” kata Kepala Sekolah pada para orang tua yang ribut sendiri karena merawa khawatir pada anak-anaknya..


Guru yang mengantarkan Jang Mi bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang, apalagi peringatan itu terjadi di hari pertemuan orang tua. Jang Mi memintanya menghitung semua siswa di kelasnya masing-masing dan guru yang tidak ada jadwal mengajar harus berkumpul di ruang guru.


Jang Mi kesal karena Detektif Jang bilang mereka tidak berhasil mendapatkan surat perintah untuk melacak alamat IP pengirim peringatan. Ia minta disambungkan dengan Jaksa Kim. “Dimana surat perintahku? Apa maksudmu itu tidak cukup? Apalagi yang kau butuhkan? Apa kau mau bukti yang pasti kalau seorang sisiwa diperkosa dan dibunuh? Karena inilah aku tidak bisa menerima kenyataan kalau hanya Jaksa yang punya hak mengeluarkan surat perintah. Jaksa Kim, kau baru dalam pekerjaanmu, jadi kau tidak tahu dengan baik. Lalu dengarkan aku. Beri aku surat perintah!”


Para petugas mengecek bagian dalam sekolah.


Mereka juga mengecek kendaraan dan orang-orang yang melintas di depan area sekolah.


Seorang guru melaporkan bahwa ia tidak bisa menemukan siswa bernama Park Eun Bi kelas 3, yang seharusnya ada di laboratorium.Guru itu menjelaskan ciri-ciri Park Eun Bi.


Jang Mi meneruskan laporan itu kepada para anggota.Jung Oh dan Nam Il segera keluar dari kelas, lalu mengecek bagian lain di dalam gedung sekolah. Para siswa terlihat cemas.


Ponsel Nam Il berdering. “Han Jung Oh, aku akan membantumu dari sini karena ini toilet wanita. Panggil aku jika kau melihat sesuatu,” kata Nam Il. Jung Oh mengerti. Nam Il lalu menjawab ponselnya, “Apalagi? Aku sedang sibuk, persingkat saja.”


Jung Oh mengecek bilik toilet satu persatu. Semuanya kosong, kecuali bilik terakhir yang dikunci dari dalam. Ia mengetuk pintunya, tapi tidak ada jawaban.


Jung Oh lalu mengintip ke bagian bawah pintu. Ia tampak khawatir, dan menggedor pintunya.


“Aku tahu kau ada disana! Jawab aku! Siapa disana!” kata Jung Oh sambil terus menggedor pintunya. “Sersan Kang Nam Il! Sersan Kang Nam Il!” Tapi, Nam Il tidak juga merespon. “Tolong buka!” Cepat buka!”


Advertisement

3 komentar

Lanjuttt ep 14 ny :) makasih ;) semangatttt!!!!

Kok nggak dilanjutin lagi kecewa :(


EmoticonEmoticon