5/01/2018

SINOPSIS Live Episode 13 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 13 Part 4

Kyung Mo lalu merapikan pakaian Han Sol yang berantakan karena khawatir para tamu akan melihatnya. Mereka lalu membicarakan tentang Yang Chon yang tidak akan mengadakan pekamanan untuk ibunya. Kyung Mo bilang itu keputusan ayah Yang Chon dan mereka ingin melakukannya dengan tenang.


“Kenapa kau berkeringat sangat banyak?” tanya Kyung Mo heran dan mengeluarkan sapu tangannya. “Apa kau gugup dengan pernikahan putrimu? Tidak seperti biasanya.” Han Sol tertawa kecil dan bilang kalau dia sedikit gugup. “Kau terlihat keren. Ayo pergi.”


Han Sol lalu meminta maaf karena ia membawa mereka ke divisi mereka. “Setidaknya kau sadar akan hal itu,” kata Kyung Mo sambil tersenyum.


Jang Mi melihat Yang Chon sedang menyemir sepatunya dan bertanya apakah Yang Chon bisa tersenyum nanti. “Aku harus tersenyum. Aku tidak boleh merusak pernikahan orang lain,” kata Yang Chon.


Yang Chon sampai di gedung pernikahan dan dia tersenyum sangat lebar. “Aigoo, kau terlihat luar biasa. Siapa wanita cantik ini?” godanya. Rekan Han Sol lainnya juga mengatakan hal yang sama. “Apa dia malaikat atau semacamnya?”


Putri Han Sol tersipu dan mengucapkan terima kasih. Para tamu lalu bertepuk tangan untuknya.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Myung Ho khawatir. Yang Chon mengiyakan.


“Tentu saja! Dia mirip dengan kami. Kami berdua bekerja keras untuk mendapatkan putri yang cantik,” kata Han Sol yang membuat istrinya tersipu malu. Semua orang yang disana tertawa mendengarnya. “Putriku sangat terkenal nanti dia tidak punya waktu untuk berfoto. Semuanya mari berkumpul dan duduk. Yeobu, ayo duduk.”


Jung Oh memberikan selamat karena Myung Ho berhasil menangkap penjahatnya. “Kita harus minum,” ajak Myung Ho dan Jung Oh setuju. Sang Soo melihatnya dan menarik Jung Oh.


“Duduk!” kata Sang Soo. “Mereka menyuruh kita duduk.” Han Pyo memperhatikan mereka berdua.


Han Sol menggenggam tangan putriku. “Putriku. Kau harus hidup dengan baik, oke? Berbahagialah,” katanya.


Putrinya tertawa kecil dan berkata bahwa ayahnya sudah mengatakan hal itu lebih dari seratus kali minggu ini. Han Sol lalu mengajak mereka meneriakkan slogan mereka.


“Majulah Hongil!” lalu fotografer mengambil foto mereka.


Han Sol tampak menahan kesedihannya.


Yang Chon membantu ayahnya memakaikan dasi, walaupun ia sebenarnya tidak bisa melakukannya. Jang Mi lalu datang dan berkata, “Aku akan melakukannya”. Jang Mi lalu memakaikan dasi untuk ayah mertuanya dan berkata, “Ayah kau terlihat tampan saat mengucapkan selamat tinggal terakhir pada ibu. Kulihat kau mandi dan bercukur. Ibu bisa meninggalkan dunia ini dengan bahagia, setelah melihat ketampananmu.”


“Anggota tim kita ada disini,” kata Sang Soo yang tiba-tiba datang lalu memberi salam pada ayah Yang Chon. “Kami datang, Kapten Eun memberitahuku. Dia bilang aku harus tahu.” Yang Chon diam saja. “Aku harus tahu, kan? Aku harus tahu karena aku rekanmu.” Yang Chon lalu masuk lebih dulu. 


Jang Mi bilang dasinya sudah selesai dipasang dan menyebut ayah mertuanya sangat tampan. “Terima kasih untuk semuanya,” kata ayah lalu menyusul Yang Chon.


Dokter meminta mereka untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir pada pasien jika mereka sudah siap. Semua orang hanya terdiam dalam kesedihan. “Ayah, ucapkan selamat tinggal pada ibu,” kata Jang Mi.


Ayah bilang ia tidak pantas mengatakan apa-apa pada istrinya. Ia memangis. “Maafkan aku,” kata ayah sambil mengusap rambut istrinya lalu menggenggam tangannya. “Sampai jumpa lagi.” Ia menyuruh Yang Chon mengucapkan perpisahan pada ibunya dan keluar dari kamar rawat.


Yang Chon mendekati ibunya dan menangis. “Ibu, aku tahu kau sudah melalui banyak hal untuk membesarkan anak yang buruk sepertiku. Beristirahatlah dengan tenang.” Jang Mi meminta kedua anaknya agar berdoa untuk neneknya.


“Nenek, beristirahatlah dengan tenang,” kata Song Yi dan Dae Gwan yang sejak tadi sudah menangis.


Jang Mi menggenggam tangan ibu mertuanya. “Ibu, terima kasih untuk semuanya. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang.” Dokter lalu memberitahu bahwa mereka akan melepaskan alat pernafasan pasien.


Alat bantu pernafasan dilepas dan ibu menarik napas untuk terakhir kalinya. Mesin medis berbunyi menandakan denyut jantung ibu hilang. Dokter mengecek denyut nadinya. “Nyonya Geum Mi Ja sudah meninggal,” kata dokter.


Sam Bo lalu mengajak semua orang memberi hormat pada Ibu Yang Chon.


Yang Chon juga memberi hormat sambil menangis. Dokter lalu menutup wajah ibu Yang Chon dengan kain putih. Yang Chon berterima kasih pada dokter dan rekan-rekannya yang sudah datang. Han Sol datang kemudian.


“Kenapa kau datang di hari bahagiamu?” tanya yang Chon. Han Sol juga memberikan hormat kepada ibu Yang Chon dengan menahan tangis. Ia dan yang Chon kemudian berpelukan. “Usia tua membuatmu berubah menjadi lembut. Jangan menangis. Ini hari pernikahan putrimu. Jangan menangis,” kata Yang Chon.


Tapi Yang Chon juga menangis.


Ayah sudah pulang lebih dulu. Ia menatap langit, lalu melangkah menuju rumahnya.


Kyung Mo sedang melakukan kencan butanya. Ibunya bilang setelah Kyung Mo ujian, maka dia akan dipromosikan, jadi Kyung Mo akan meninggalkan Divisi Patroli dan masuk ke Badan Kepolisian Nasional. Ibunya juga bilang kalau kedua kakak Kyung Mo adalah hakim dan diplomat.


“Kurasa ada kesalahpahaman. Itu semua pekerjaan Polisi, dimanapun ia ditempatkan. Aku suka menjadi petugas. Bolehkah aku pergi?” kata Kyung Mo lalu pergi.


Di mobil, Kyung Mo mengirim pesan pada ibunya. ‘Ibu, aku harus pergi. Ada sesuatu yang terjadi’. Ia memakai sabuk pengamannya dan pergi.


Di rumah, Yang Chon menebarkan abu ibunya di depan rumah. Setelah itu, Jang Mi, Song Yi dan Dae Gwan yang melakukannya. Ayah Yang Chon hanya melihat lalu memilih untuk masuk ke dalam rumah.


Kyung Mo ternyata datang ke rumah ayah Yang Chon.


Di tempat abu jenazah ibunya dikubur, Yang Chon menanam sebuah pohon. Setelah selesai, Yang Chon tersenyum, tapi kemudian menangis tersedu-sedu.


Advertisement


EmoticonEmoticon