4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 Part 3

Polisi Lee datang membawakan daftar relawan yang pernah Detektif Ha dan Seol Ok minta untuk penyelidikan kasus orang mesum dengan jaket panjang. Seol Ok baru sadar bahwa kasus itu belum selesai.


Di ruang rapat, Polisi Lee membagikan daftar relawan itu kepada Tim 2. Dia bilang di daftar itu juga tertera para penerima bantuan dan alamatnya. Seol Ok membaca daftar itu dan menemukan 15 orang yang menerima bantuan di Joongjin 6-dong. Dia kemudian mencari nama nama relawan yang bertugas di gang dimana pelaku menghilang saat kasus Shim Ji Eun dan Kim Han Na.


“Hah? Sekolah Hukum Universitas S? Ada Woon Joo Seok,” baca Kopral Kong, lalu menyerahkan daftar itu pada Detektif Ha.


“Kita mungkin akan bisa menangkapnya,” kata Seol Ok yakin dan Kopral Kong sepakat. Inspektur Woo datang dan langsung memulai rapatnya karena seluruh anggota Tim 2 sudah hadir.


Inspektur Woo bilang dari korban orang mesum berjaket panjang yang sebelumnya ada 3, kini menjadi 4, karena ternyata korban ketiganya adalah Mi Joo. Ia bilang ditemukan bekas kuku di leher Mi Joo. Itu berarti saat itu pelaku belum memakai sarung tangan.


Mereka menyimpulkan bahwa pelaku baru memakai sarung tangan dan masker sejak pembunuhan Mi Joo. Inspektur Woo bilang itu adalah pembunuhan yang tidak direncakan. Dia bilang insting membunuh pelaku yang bangun secara tidak sengaja, tidak akan kembali tidur sampai pelaku mati.


“Bukankah terlalu dini untuk membuat kesimpulan?” tanya Detektif Ha. Insektur Woo bilang Detektif Ha yang menangani kasus narkoba pasti tahu bahwa penggunanya tidak akan berhenti dengan sendirinya. “Kecanduan.”Inspektur Woo membenarkan bahwapelaku ketagihan untuk membunuh.


Karena Kopral Kong bertanya apakah pelaku akan berubah menjadi pembunuh berantai, Na Ra mengatakan bahwa mereka harus segera menangkap pelakunya.


Inspektur Woo yakin pelaku akan segera melakukan pembunuhan berikutnya, karena pelaku sudah kehilangan mayat korban.Padahal mayat itu adalah sebuah kebanggaan bagi pelaku dan sangat berharga. “Kartu untuk menunjukkan kekuatannya hilang. Kegelisahannya pasti ada di level teratas sekarang. Dia akan segera berburu,” ujarnya.  


“Dia menjadi gelisah jika tidak membunuh? Dia benar-benar gila,” gerutu Detektif Ha marah. Semua orang juga merasakan hal yang sama. Tiba-tiba, Polisi Lee mengangkat tangannya.


Polisi Lee mengatakan bahwa ada saksi yang melihat orang mesum itudi gang di Joongjin 6-dong. Ia bertanya apakah mereka membutuhkan kesaksiaannya dan menemui saksinya sekarang juga. “Saksi lain?” tanya Seol Ok. Polisi Lee mengiyakan.


Korban menunjukkan tempat dimana Polisi Lee menemukannya, ketika pelaku mengejarnya. Sayangnya, korban tidak bisa melihat wajah pelaku yang tertutup masker dan sarung tangan. “Apakah kau berpikir bahwa dia Woon Joo Seok?” tanya Detektif Ha tapi Seol Ok tidak menjawab. Seol Ok meminta korban untuk menceritakan apa yang terjadi disana.


Korban berlari dan bersembunyi di balik kotak peralatan untuk membersihkan salju. Dan ketika pelaku hampir menemukannya, Polisi Lee datang dan menyelamatkannya.


Di tangan pelaku terlihat ada noda darah.


Kyung Mi memeriksa noda darah itu dan menemukan sidik jari disana. Ia bilang jika sidik jari itu dibandingkan bahwa hasilnya akan lebih cepat keluar dibanding jika dilakukan oleh Badan Forensik Nasional. Detektif Ha bilang mereka tidak bisa menangkap pelaku hanya dengan bukti itu.


“Jejak ban mobil Joo Seok dan jejak kakinya,” kata Seol Ok.


“Daging dan darahnya juga ditemukan di kuku Yoon Mi Joo,” kata Kyung Mi.


“Tapi dia berubah menjadi saksi atas kejadian itu,” kata Detektif Ha.


“Dia bersaksi bahwa dia melihat Mi Joo dan Si Hwan bertengkar,” kata Seol Ok. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Joo Seok menyeret Mi Joo, menyerangnya dan membunuhnya.


Seol Ok: “Tapi jika darah Mi Joo ditemukan di gang ini...”
Det. Ha: “Joo Seok harus menjelaskan kenapa Mi Joo ada disini dan kenapa dia berdarah.”
Seol Ok: “Jika darah Mi Joo ditemukan di Joongjin-dong, padahal dia tinggal di Noryang-dong, tiu bisa menjadi bukti bahwa Mi Joo dipindahkan dengan mobil.”


“Butuh waktu yang sangat lama untuk mengidentifikasinya, karena wilayah ini sangat luas,” kata Kyung Mi. Kopral Kong lalu menunjukkan kemungkinan rute yang dilewati Joo Seok berdasarkan kesaksian korban. “Lalu?” Seol Ok memohon bantuannya. “Hei, aku hanya peserta pelatihan. Bagaimana aku bisa mengecek seluruh area ini untuk menemukan noda darahnya?”


Kopral Kong + Det. Ha: “Kyung Mi, fighting!”
Det. Ha: “Sampai jumpa!”
Kopral Kong: “Semangat!”
Kyung Mi: “Hei! Hei!”


Kyung Mi mulai menyelidiki gang tersebut satu persatu. Ia merasa punggungnya sakit dan terlalu tua untuk melakukan itu. Ia mengecek petanya, lalu mulai melanjutkan penyelidikan lagi.


Karena Si Hwan tidak juga ditemukan, Sung Woo meminta Detektif Yuk untuk memasukkan Si Hwan ke daftar buronan.


Joo Seok ada di rumah kakek yang pendengarannya memburuk dan menemaninya makan, ia bahkan bilang bahwa ia akan lebih sering datang.


Na Ra bertugas menjadi umpan dan ia berpura-pura mengikat sepatunya. Perlahan Joo Seok mulai mendekatinya. Na ra menyadari itu dan langsung berlari, tapi Joo Seok berhasil menangkapnya.


“Astaga.. Apa kau orang mesum?” sapa Kopral Kong yang sudah mengawasi Na Ra sejak tadi. Ia kemudian mendorong Joo Seok menjauh dari Na Ra. “Ayo, maju.” Tapi Joo Seok malah melarikan diri. Kopral Kong dan Na Ra mengejarnya.


Joo Seok masuk ke rumah kakek, sehingga Na Ra dan Kopral Kong kehilangan jejaknya. Mereka berpura-pura mengambil jalan yang lurus, tapi kemudian berbelok ke gang buntu.


Joo Seok menyimpan sarung tangannya di dalam lemari, sedangkan kakek itu sudah tertidur.


“Tuan Won Joo Seok,” kata Seol Ok sambil menyorotkan senter ke wajahnya. Joo Seok bertanya siapa Seol Ok. “Aku tahu bahwa rumah inilah tempatnya.”


Detektif Ha bilang Joo Seok menjadi seorang relawan yang rajin. Seol Ok menambahkan bahwa pendengaran kakek yang buruk membuatnya tidak akan terbangun dengan keributan itu. Detektif Ha bilang itu tempat yang baik untuk menyembunyikan bukti. Seol Ok mengecek lemari dan Joo Seok melarikan diri. “Si bodoh itu,” gerutu Detektif Ha. “Kopral Kong!”


“Ya!” jawab Kopral Kong lalu menjegal kaki Joo Seok dan Na Ra sudah siap menangkapnya. Na Ra bilang momen favoritnya adalah saat memasangkan borgol. “Hei, kau jadi ketagihan. Kau tidak akan bisa meninggalkan Unit Kejahatan dengan Kekerasan. Dan tagihan kartu kreditmu akan bertambah.” Na Ra bilang ia akan menggunakan kartu kredit ayahnya. “Aku harap aku bisa hidup sepertimu.”


Joo Seok memberontak dan berkata bahwa dia hanya menjadi saksi atas pertengkaran Mi Joo dan Si Hwan. “Bagaimana menurutmu tentang bukti ini?” tanya Seol Ok sambil menunjukkan sepasang sepatu. “Kami bisa menemukan jejak korban dengan ini.”


Kyung Mi datang mengeluhkan punggungnya yang sakit. Seol Ok bertanya apakah Kyung Mi berhasil. “Tentu saja,” kata Kyung Mi bangga sambil menunjukkan noda darah yang ia temukan. “Kita akan melakukan tes DNA. Kita belum tahu apakah ini darah Mi Joo. Itu bisa saja milik Go Yoo Ri, korban kelima.” Seol Ok bilang Kyung Mi sudah seperti petugas forensik sungguhan. “Benarkah?” tanya Kyung Mi senang.


Detektif Ha lalu mengajak mereka semua pergi, karena harus memeriksa para saksi lagi setelah pelaku ditangkap.


Dengan langkah gagah, Kopral Kong membawa Joo Seok ke dalam sel.


Sung Woo bertanya kenapa Tim 2 membawa kembali saksi kasus mereka. “Dia tertangkap basah. Dia tertangkap saat akan menculik Polisi Shin,” kata Detektif Ha. Sung Woo tidak percaya.


“Lipstickku ada di seluruh bagian sarung tangan ini,” kata Na Ra. Sung Woo lalu menjawab ponselnya yang membicarakan tentang Si Hwan. Detektif Ha berpesan agar Sung Woo tidak hanya memikirkan menangkap Si Hwan, tetapi bagaimana memperluas jalanya.


Sung Woo kesal. Tim 1 dan 2 saling menatap tajam.


Joo Seok bertanya kenapa dia ada disana lagi. Ji Seung bilang itulah yang ingin dia tanyan pada Joo Seok. Joo Seok malah merasa dia sudah dijebak, karena Sekretaris Kim tidak pernah membuat kesalahan. Ji Seung bertanya dengan marah apa yang Joo Seok lakukan di gang itu.


“Aku hanya berjalan-jalan untuk meredakan stres. Kapan Anda akan mengeluarkanku dari sini?” kata Joo Soek tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ji Seung bertanya apakah Joo Seok tidak sadar apa yang sudah dilakukannya dan bahwa itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk ditutupi. “Lalu bagaimana dengan apa yang sudah kau lakukan? Kau bisa menutupinya dengan sangat mudah.”


Ji Seung hampir putus asa mendengar ancaman itu lagi.


Detektif Ha menghadang kakaknya dan mengajaknya bicara. “Maaf, aku sibuk,” kata Ji Seung lemas. Detektif Ha bilang tidak ada gunanya bahwa Firma Ha & Jung walaupun membela Joo Seok. “Aku tidak pernah tahu kau khawatir dengan Ha & Jung.”


Ji Seung pergi dan Detektif Ha menahannya lagi. Detektif Ha bertanya apakah Joo Seok memiliki kelemahan Ji Seung. “Apakah itu alasan pengacara membela orang lain?” tanya Ji Seung. Detektif Ha bilang ia sungguh tidak memahami keputusan Ji Seung, padahal Joo Seok adalam pemerkosa dna pembunuh. “Bahkan penjahat paling mengerikan juga membutuhkan pengacara.”


Det. Ha: “Jadi Hyung tahu bahwa dia penjahat yang mengerikan?”
Ji Seung: “Itulah cara Polisi berbicara. Yang terpenting adalah dia melanggar hukum atau tidak!”
Det. Ha: “Jadi tidak apa-apa selama tidak ada bukti?”


Ji Seung: “Apa yang ingin kau katakan padaku?”
Det. Ha: “Apakah ada seseorang dibalik ini?”
Ji Seung: ”Apa?”
Det. Ha: “Seseorang yang merusak bukti.”


Ji Seung bertanya apa yang akan Sekretaris Kim lakukan untuk menutupi kejahatan Joo Seok. “Ini dan itu,” jawabnya. Ji Seung bertanya apakah dia akan menyalahkan orang lain. “Aku tidak akan melakukan itu. Aku hanya menutupi insiden ini. Aku tidak bisa bertindak sejauh itu dan menyalahkan orang lain.”


Pria bertopi rajut masuk ke sebuah mobil dan pergi.


Sekretaris Kim mengecek jam tangannya. Ji Seung bertanya apa yang akan terjadi pada Joo Seok. “Itu akan menjadi kasus yang tidak terpecahkan,” kata Sekretaris Kim. Ji Seung bertanya apakah Sekretaris Kim benar-benar tidak akan melakukan hal lain. “Jika aku menyalahkan orang lain, mereka tidak akan diam saja. Kenapa aku harus melakukan sesuatu yang rumit?”


Ji Seung: “Aku menjadi gugup karena Joo Seok. Rasanya seperti... dia akan melakukan sesuatu lagi.”
Sek. Kim: “Jangan khawatir. Aku akan mengurus semuanya. Presdir Ha, tetaplah berjalan di bawah cahaya. Jangan khawatir tentang kegelapan. Oke? Haha..”


“Sekretaris Kim, penjebakan sudah selesai,” lapor pria bertopi rajut melalui ponsel. “Diamungkin akan ditemukan oleh petugas kebersihan besok pagi. Mungkin antara jam 4.30 sampai jam 6 pagi”


Di dalam mobil itu ada Si Hwan yang tidak sadarkan diri


Briket batu bara juga ditemukan di dalamnya, sehingga Si Hwan terus menghirup asapnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon