4/20/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 15 Part 2

Seol Ok yang masih berduka, tetap kembali ke TKP dan menyusuri jejak ban mobil. MC Jay lalu menghampirinya.


MC Jay bilang ia dengar dari Tim Forensik bahwa mereka menemukan sehelai rambut, jejak kaki, dan noda darah di ilalang. Seol Ok sempat terdiam, tapi kemudian dia berterima kasih. MC Jay juga memberikan kertas catatannya pada Seol Ok.


“Dia diturunkan dari mobil disini,” duga Seol Ok sambil memperhatikan jejak bannya lagi.


Mobil Joo Seok yang berplat nomor 52N 2693 terlihat berada di pinggir padang ilalang. Ia lalu menurunkan Mi Joo yang tidak sadarkan diri dari dalam bagasi. 


“Sepertinya dia diseret disini saat sedang tidak sadarkan diri,” duga Seol Ok.


“Kemudian dia sadar dan berjuang untuk tetap hidup.”


“Ini pasti tempatnya, Mi Joo. Tempat terakhirmu,” isak Seol Ok yang menangis lagi. “Mi Joo pasti diculik dari tempat lain saat sedang tidak sadarkan diri.” Detektif Ha mengingatkan bekas gesekan semen di tubuh Mi Joo. “Kalau begitu, itu pasti Joongjin-dong. Dia ada janji temu disana, di hari dia menghilang.”
Flashback..


Seol Ok menemui teman Mi Joo dan bertanya kapan terakhir kali mendengar kabar dari Mi Joo.


“2 minggu lalu. Dia kadang terlambat, tapi dia bukan tipe orang yang tidak akan datang. Aku tidak bisa menghubunginya sejak hari itu,” kata teman Mi Joo sedih.


Detektif Ha menghubungi Kopral Kong dan menanyakan tentang hasil analisa dari kamera CCTV.


Kopral Kong bilang tidak ada CCTV di sekitar tempat yang diduga menjadi TKP awal, tapi ia menemukan sebuah mobil biru dari CCTV terdekat. Detektif Ha memintanya agar mengecek jalan Joongjin 6-dong terlebih dulu.


Seol Ok dan Detektif Ha lalu pergi ke jalan sekitar Joongjin 6-dong yang dekat dengan rumah teman Mi Joo. Detektif Ha bilang tempat itu terlihat berbahaya karena ada banyak gang. Ia kemudian menerima telepon dari Kopral Kong yang menginformasikan bahwa dia sudah mendapatkan plat nomor mobil biru itu.


Detektif Ha dan Kopral Kong lalu menangkap Joo Seok atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan. Kopral Kong mengambil tas Joo Seok, lalu memborgol tangannya. Joo Seok pasrah saja.


“Pemilik mobil ini adalah pelakunya,” kata Profesor Hwang setelah memeriksa bagian dalam mobil Joo Seok. Kyung Mi bertanya apakah Profesor Hwang menemukan darah atau sidik jari korban. “Tidak. Ini terlalu bersih.”


Kyung Mi: “Oh, itu berarti dia sudah membersihkan sidik jarinya.”
Prof. Hwang: “Aku tidak bisa menemukan bukti sedikitpun. Ini dilakukan oleh profesional.”


Sung Woo merasa Detektif Ha sudah menangkap orang yang salah. Detektif Ha bilang mereka akan mengetahuinya setelah interogasi dilakukan.


Detektif Ha bertanya kenapa Joo Seok melakukan pekerjaan relawan di Polsek Joongjin setelah mayat Mi Joo ditemukan. “Benarkah? Itu menarik,” kata Joo Seok tenang. Detektif Ha bilang pelaku biasanya penasaran tentang perkembangan kasusnya. “Apa maksudmu? Itu tidak ada hubungannya denganku.”


Det. Ha: “Bukankah pria menjadi tidak tertarik jika wanita menolak mereka?”
Joo Seok: “Lebih menyenangkan jika si wanita menolak? Tidak menyenangkan jika si wanita selalu menurut.”
Det. Ha: Kenapa pelaku membunuhnya, jika wanita itu menyenangkan?” 


“Karena membunuh lebih menyenangkan, mungkin?” kata Joo Seok. Detektif Ha bertanya apakah itu alasan Joo Seok membunuh. “Maksudku.. pelakunya akan berpikir begitu. Haha..” Detektif Ha menduga Joo Seok sangat memahami apa yang ada di pikiran pelaku, karena Joo Seok sekolah hukum. “Tidak, itu hanya tebakan.”


Profesor Hwang memberikan dokumen analisis dari identiifikasi TKP kedua. Ia bilang rambut dan darah itu adalah milik orang yang sama, tapi jejak sepatunya adalah sepatu biasa yang dapat dibeli di pasar dengan mudah. Ia bilang sepatunya sudah usang, jadi sudah dipakai untuk waktu yang sangat lama.


Dua hari sebelumnya


Joo Seok datang mencari Sung Woo dan berkata bahwa dia mungkin bisa membantu penyelidikan. Ia bilang ia tahu sesuatu tentang mayat wanita yang ditemukan di padang ilalang.


Sung Woo: “Kau ada di lokasi tempat mayat Yoon Mi Joo ditemukan?”
Joo Seok: “Ya. Aku melewati area itu dengan mobilku. Dari kejauhan, aku melihat seorang pria memukul seorang wanita.”


Joo Seok mengarang cerita bahwa dia melihat Si Hwan memukul Mi Joo dan mengejarnya karena Mi Joo tidak mau bertemu dengannya lagi.


Joo Seok turun dari mobil dan menghalau serangan Si Hwan sampai Si Hwan terjatuh. Ia juga menanyakan keadaan Mi Joo. Mi Joo bilang dia baik-baik saja, tapi dia mendorong Joo Seok dan menyuruhnya tidak ikut campur. Joo Seo bercerita bahwa setelah itu Mi Joo membantu Si Hwan yang terjatuh.


Joo Seok bilang dia tidak bisa tetap berada disana karena Mi Joo melarangnya ikut campur dan bahkan Mi Joo memukuli dan mencakarnya. Sung Woo tampaknya percaya dengan kebohongan Joo Seok.


Seol Ok sangat terkejut, ketika Detektif Ha memberitahu bahwa dari rambut dan noda darah yang ditemukan menunjukkan bahwa pelakunya adalah Si Hwan. Seol Ok lalu berusaha menghubungi Si Hwan.


“Dia sudah pergi,” kata Sung Woo ketika datang ke apartemen Si Hwan: “Kumpulkan bukti,” perintahnya pada Detektif Yuk.


“Tunggu dulu. Kenapa bukti-buktinya diletakkan dengan rapi? Ini seperti dia sengaja menunjukkannya pada kami. Mereka biasanya membawa laptop mereka walaupun melarikan diri dengan terburu-buru,” gumam Sung Woo.


Inspektur Woo menduga kalau Sekretaris Kim sudah bergerak yaitu dengan memanipulasi TKP. Ia mengatakan pada Hyun Soo bahwa mereka harus bergerak cepat.


“Kalau begitu, apa kita tim?” tanya Hyun Soo. Inspektur Woo setuju, tetapi ia bilang ia tidak terbiasa bekerja dengan orang lain. “Dengan satu syarat. Jangan bawa Wan Seung ke masalah ini. Sekretaris Kim berbahaya. Dan juga, jangan katakan bahwa Seo Hyun Soo masih hidup atau bahwa aku adalah Seo Hyun Soo.”


Inspektur Woo menanyakan alasannya. “Bukankah lebih baik baginya, jika dia berpikir aku sudah mati? Karena sekrang, aku berubah menjadi monster,” kata Hyun Soo. Inspektur Woo bertanya kenapa Hyun Soo seakan-akan tidak mau pergi.”Aku tidak bisa tidak melakukan itu. Jika aku bisa...”


“Aku tidak punya pilihan. Aku tidak bisa tidak melakukan itu. Ahjumma, katakan padaku kenapa aku tidak bisa melakukan itu?” kata Detektif Ha pada Seol Ok dulu.


Hyun Soo bilang ia tidak seharusnya membuka gerai keempat Genoise, jadi tidak akan ada kebakaran dan Detektif Ha tidak akan bertemu dengannya.


“Aku menjadi serakah sejak saat itu.”


“Aku bodoh.”


“Aku tidak mau membuat kesalahan lagi. Tolong berhenti mencari Seo Hyun Soo. Aku... akan hidup selamanya sebagai Jung Hee Yeon,” kata Hyun Soo.


Ins. Woo: “Baiklah. Katakan padaku sekarang. Siapa Sekretaris Kim? Dan dimana dia?”
Hyun Soo: “Di tempat yang sangat dekat.”


Detektif Ha sangat terkejut saat tahu bahwa kakaknya menjadi pengacara Joo Seok. Mereka saling menatap layaknya saingan. Mereka kemudian bicara di tempat yang lebih pribadi.


Detektif Ha berusaha bilang Joo Seok adalah orang gila. “Aku disini sebagai pengacara Won Joo Seok. Jadi jaga bicaramu,” kata Ji Seung.


Saat ke kantor Ji Seung, Joo Seok meminta Ji Seung menjadi pengacaranya karena ia merasa canggung jika harus menceritakan kebenarannya pada pengacara lain.


Det. Ha: “Dia akan membunuh lagi.”
Ji Seung: “Dia tidak pernah membunuh siapapun. Dia juga tidak akan melakukannya di masa depan.”
Det. Ha: “Apa ayahnya presiden negara ini atau apa? Kenapa Presdir Firma Ha & Jung membelanya?”


“Aku tidak bisa membayangkan hal buruk yang pernah Anda lakukan di masa lalu, karena Anda selalu terlihat baik seperti ini,” kata Joo Seok dengan maksud mengancam.


Ji Seung bilang jejak ban mobil Joo Seok hanya menunjukkan bahwa dia pergi ke TKP, bukan sebagai bukti dia seorang pembunuh. Dan DNA Joo Seok yang ditemukan di kuku Mi Joo menurutnya terjadi karena ia berusaha melerai pertengkaran Mi Joo.


Det. Ha: “Kau tahu dia pembunuhnya,bukan?”
Ji Seung: “Aku akan membawa Joo Seok keluar.”
Det. Ha: “Kenapa kau melakukan ini?”


“Aku melakukan yang terbaik untuk Firma Ha & Jung dan keluargaku,” kata Ji Seung. Detektif Ha bilang Ji Seung semakin mirip dengan ayah mereka. “Aku disini sebagai pengacaranya. Kau tidak bisa menahannya lebih lama tanpa surat penangkapan. Jadi, aku akan membawanya pergi bersamaku. Oh ya, mereka bilang pelakunya adalah mantan kekasih korban.”


Joo Seok mengajak Ji Seung makan bersama. Seol Ok melihat kepergian mereka dan memperhatikan Joo Seok. Seol Ok menghampirinya.


“Itu pasti dia,” gumam Detektif Ha. Seol Ok bertanya apakah itu tersangka pembunuh Mi Joo. Detektif Ha mengangguk, “Sudah pasti dia pelakunya.” Seol Ok heran karena Detektif Ha membiarkan tersangkanya pergi begitu saja. “Dia pasti akan segera kembali kesini.”
Advertisement


EmoticonEmoticon