4/24/2018

SINOPSIS My Mister Episode 8 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 8 Part 4

Setelah Ji-an pulang ke rumah malam itu, Gwang-il berdiri di luar pintunya, tetapi dia memutuskan untuk diam saja dan tak merangsak masuk. 


Di dalam, Ji-an mendengar suara aneh melalui rekaman suara Dong-hoon... yg ternyata, tengah menangis di tengah jalan...


Dong-hoon terengah-engah, kemudian menyemangati dirinya sendiri dengan bilang, "Fighting ..."


Yoo-ra pergi ikut casting, tetapi ekspresinya benar-benar datar, aktingnya sangat kacau..


Secara pribadi, Sutradara mengatakan kepada Yoo-ra bahwa dia benar-benar menginginkannya untuk proyek ini, dan dia bertanya apakah hari ini ... Belum sempat menyelesaikan pertanyaannya, Yoo-ra malah menangis. 


Sesaat kemudian, Yoo-ra langsung pergi ke kantornya Dng-hoon. Namun tak ada siapa pun disana..


Gwang-il membicarakan tentang Ji-an dan Dong-hoon pada sobatnya, dengan asumsi bahwa Dong-hoon adalah pria yang memberi Ji-an uang selama ini. Sobatnya bertanya apakah mereka terlihat seperti sedang berkencan, dan Gwang-il mengatakan bahwa keliahtannya.. hubungann mereka bukan hubungan semacam itu.


Karena tidak bisa menemukan jawabannya, jadi Gwang-il menemui Ki-bum, di warnet. Dia langsung menghajarnya, ketika Ki-bum menolak mengatakan apa-apa. 


Sesaat kemudian, Ki-bum menelepon Ji-an untuk memberitahunya bahwa Gwang-il bertanya kepadanya tentang Dong-hoon. Dia mengatakan padanya untuk berhenti bekerja di perusahaan Dong-hoon sekarang karena Gwang-il tahu tentang itu.


Di bar, Yoo-ra minum banyak, kemudian mengumumkan fakta bahwa ibunya adalah istri ketiga. Dia mengatakan pada Jung-hee bahwa dia memanjakan ibu tirinya, yang meninggal ketika dia di sekolah menengah. Dia mengatakan dia tidak pernah peduli apa yang dipikirkan orang tentangnya, dan bahwa dia selalu bahagia, setidaknya sampai sepuluh tahun yang lalu...


Orang-orang menjadi tidak nyaman dan bergumam bahwa mereka harus pergi, tapi Yoo-ra, tiba-tiba duduk diantara mereka dan berteriak memerintahkan Ki-hoon untuk mengembalikannya seperti semula, karena dia yang membuatnya seperti ini. 


Yoo-ra mengatakan bahwa setiap kali dia pergi ke audisi, dia takut bahwa dia akan berteriak dan merasa ingin mati, tetapi dia benar-benar ingin berakting lagi.


Dia mulai menangis, memohon pada Ki-hoon untuk memperbaiki hidupnya!


Saat dalam perjalanan pulang, seseorang menabrak Dong-hoon dan hampir membuatnya menjatuhkan makanan yang dia bawa untuk Yoon-hee yg tengah terbaring sakit dirumahnya. 


Ji-an mendengar suaranya, dan menyadari bahwa pria barusan adalah Gwang-il..


Dong-hoon tidak menyadari sampai pagi berikutnya bahwa dompetnya hilang. 


Gwang-il mencurinya ketika dia menabraknya, dan dia menghabiskan waktu lama melihat isinya. 


Dia menelpon Ji-an ke tempat kerjanya, membanting telepon ketika dia tidak ada di sana.


Sengaja, Ji-an mendatangi kantornya Gwang-il. Ji-an mengatakan dia datang menemuinya sebelum dia muncul di tempat kerjanya. Ji-an menegaskan, bahwa dia membayar utang-nya secara teratur, jadi dia ingin tahu mengapa Gwang-il repot-repot mencaritau segala hal tentangnya?!


Gwang-il mengatakan bahwa dia penasaran bagaimana Ji-an bisa menghasilkan begitu banyak uang. Dia bertanya apakah Dong-hoon adalah pria yg waktu itu ji-an sebutkan, dan karena Dong-hoon tidak tampak kaya, dia menganggap mereka bekerja bersama untuk menggelapkan uang dari perusahaan.


Ji-an hanya diam, maka Gwang-il lanjut bertanya apakah Dong-hoon tahu dia adalah seorang pembunuh. 

Ji-an menatapnya tajam, bertanya: "Apakah kau tahu, kalau aku ini seorang pembunuh?" 


Gwang-il berjalan mundur, tak bisa komentar apa pun. Apalagi, ketika Ji-an mengatakan bahwa Gwang-il tidak akan bisa membunuhnya, tetapi Ji-an bisa membunuh Gwang-il....

Ji-an memaparkan, bahwa dia bekerja di dua tempat untuk bisa membayarnya kembali sehingga dia tidak perlu membunuhnya, tetapi jika dia kehilangan pekerjaannya karena dia, maka dia tidak akan punya pilihan. 
Advertisement


EmoticonEmoticon