4/10/2018

SINOPSIS My Mister Episode 5 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 5 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 5 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 6 Part 1

Ji-an berjalan pulang sambil mendengarkan suara Dong-hoon, yg tak mengatakkan apa pun.. tapi bunyi nafasnya terdengar begitu berat..


Hingga tiba-tiba, tak terdengar suara apa pun.. dan malah muncul bunyi kereta api. Hal itu membuat Ji-an panik, dia pun berlari secepat yg dia bisa..


Namun ketika posisinya makin dekat, perasaannya kembali lega setelah mendengat Dong-hoon yg kembali bersuara,

“Aku... tidak boleh mati hari ini... Karena aku tidak memakai dalaman yang mahal..” ucap Dong-hoon denga suara yg lirih


Joon-young meminta Ji-an menemuinya di tempat biasa, untuk bicara empat-mata dengannya,

“Kau bahkan datang ke makan malam staf? Apa seru melihatku dalam keadaan seperti sekarang ini? Apa kau yakin Manajer Park Dong Hoon punya riwayat panggilanku?”

“Kau sudah dengar sendiri, dia bicara sama Direktur Park”

“Tapi kenapa Tim Pemeriksaan Internal tidak bisa menemukannya?”

“Lalu.. Kenapa kau mengencani wanita bersuami pada saat lagi genting-gentingnya hidupmu?”

“Kau urusi saja kerjamu!”


“Padahal ini semua akan berakhir kalau kau putus dengan wanita itu. Apa dia begitu karismatik sampai kau harus rela sejauh ini?”

“Kau pasti tak tahu..., tapi bagi pria, wanita yang paling aman dikencani adalah wanita yang sudah menikah. Seorang wanita yang pasti tidak akan mengekspos hubungan gelapnya sendiri. Dan, dalam situasi seperti ini, lebih aman bagiku untuk terus berkencan dengannya daripada putus dengannya. Pasti lebih merepotkan mencampakkan wanita, yang masih sangat menyukaiku...”


Di pagi hari, Dong-hoon duduk di meja makan, sementara Yeon-hee membuatkan kopi untuknya,

“Aku dapat telepon dari Ki Hoon. Dia bertanya padaku bagaimana cara mengajukan pendaftaran usaha bisnis. Apa dia mau buka perusahaan produksi?”

“Kau tahu usaha pembersihan keliling yang dulu dikelola Jae Chul? Dia mau usaha itu...”

“Jadi dia mau usaha itu sama si Hyung. Jadi, dia sudah tak mau kerja di dunia perfilman lagi?”

“Begitulah...”


“Bagus kalau begitu. Setidaknya Ibu bisa tenang sekarang. Bagaimana kalau kau buka usaha juga? Toh kau juga tak bisa selamanya kerja di perusahaan. Kau harus berhenti selagi  kau masih muda, dan mulai buka usaha, bukankah begitu?”

“Tak mudah buka usaha. Setidaknya butuh delapan karyawan berpengalaman agar usaha berhasil. Aku butuh uang untuk menggaji karyawan... dan membayar biaya fasilitas kantor, jadi setidaknya aku harus butuh modal 500 juta won. Dan jika usahanya tidak berhasil... maka tamatlah sudah, dan aku akan berutang 500 juta won”

“Kenapa kau malah berpikir kau bakal kena utang 500 juta won? Kau harusnya berpikir cara menghasilkan 500 juta!”


“Jika semudah itu buka usaha..., semua usaha juga pasti akan berhasil”

“Kau tak dengar apa kata Hyung? Walau gaji cuma satu juta won per bulan, lebih baik menjadi karyawan orang lain”

“Gila kalau cuma duduk diam saja, dan uang makin berkurang”

“Kau sendiri sudah lihat bagaimana si Hyung gagal, jadi teganya kau bilang begitu?”

“Lantas sampai kapan kau akan berangkat kerja tiap hari... seolah kau diseret ke rumah pemotongan hewan? Kau anggap ini hidup? Berhentilah saja! Aku akan membantumu!”


Enggan berdebat lebih panjang, Dong-hoon memilih untuk berangkat kerja~


Di rooftop, Katim Kim mengobrol dengan rekannya, “Soal aku ditampar sama perempuan itu kemarin. Tolong rahasiakan itu. Memalukan sekali!” pintanya

“Tapi, kenapa dia menamparmu?”

“Mana aku tahu? Awas saja nanti dia itu!”


Karena kejadian malam kemarin, Dong-hoon serta pegawainya, diharuskan untuk membuat surat permintaan maaf. Mereka melakukannya sesuai perintah, tanpa protes atau bahkan mendumel sedikit pun~


Disaat jam pulang kantor, Dong-hoon pulang bersama dengan pegwai lainnya. Tapi tiba-tiba, dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya dan menyuh yg lain untuk pulang duluan saja~


Sendirian, Dong-hoon mulai mencaritahu dan menganalisa nomor-nomor yg tertera dalam riwayat panggilan milik Joon-young..


Sang-hoon dan Ki-hoon tengah membereskan peralatannya. Hingga tiba-tiba, datanglah Yoo-ra dengan memabwa seroang pria bersamanya..


“Kau ingat aku? Aku asisten sutradaramu...”

“Tentu aku ingat. Kenapa pula aku tidak mengenalmu?”


“Aku tadi minum sama dia, terus aku cerita kalau aku ketemu Pak Sutradara. Dia bilang dia ingin menyapa Pak Sutradara” jellas Yoo-ra

“Lama sekali tak jumpa. Aku sungguh penasaran apa saja yang kaulakukan. Bagaimana kabarmu belakangan ini?”

“Pasti kau sudah dengar kabarku dari orang-orang!”

“Kapan-kapan kita harus minum bersama, Pak Sutradara!”


Setelah pria itu pergi, tinggallah Yoo-ra. Ki-hoon berkata: “Kau juga pulanglah! Karena Kita tak sedekat itu (untuk mengobrol berdua)”

Tapi sambil tersenyum, Yoo-ra malah bilang: “Hmmm.. Terima kasih... karena sudah gagal! Aku merasa aku akhirnya bisa hidup bebas sekarang. Terima kasih banyak!”


Setelah sebelumnya disuruh pulang, sesaat kemudian kita malah melihat Yoo-ra yg dibawa oleh mereka mengunjungi bar milik Jung-hee. Disana.. dengan bangga, Yoo-ra cerita: “Padahal dulu Sutradara Park ini lagi bersinar-bersinarnya. Lalu setelah orang pada tahu aku jadi  pemeran utama di film panjang garapannya... semua aktris lainnya pada sirik dan iri sama aku! Namun setelah bekerja dengan sutradara hanya selama tiga bulan... aku jadi makin bodoh. Setelah dimarahi terus-terusan, aku mulai melakukan segala macam hal yang bahkan menurutku hal bodoh. Kenapa aku bisa begitu bodoh sekali?”

“Tapi kenapa kau sangat senang?” tanya Jung-hee


“Karena orang ini jadi gagal total. Dia bahkan tidak bisa menyelesaikan satu film lengkap... dan meninggalkan industri film dengan tangan kosong. Jadi, yang bermasalah bukan aku, tapi dia. Selama ini... padahal kukira akulah masalahnya. Karirku hancur setelah aku bertemu orang ini. Dan saat itulah aku mulai minum-minum juga. Setiap kali aku mendengar tentang Sutradara Park, jantungku berdegup kencang. Jika hidup Pak Sutradara sukses, aku mungkin akan mati sengsara..” jelas Yoo-ra


“Kau benar-benar! Aku ini tadi sudah mau berhasil, tapi aku menahan diri!” ucap Ki-hoon

“Terima kasih. Karena kau sudah gagal...” ujar Yoo-ra

“Dasar gila! Karena kau-lah aku gagal!” tukas Ki-hoon


Setelah semalaman mencari informasi, Dong-hoon tak mendapatkan apa pun. Meski memang, ada satu nomor yg sangat mencurigakan karena hampir setiap hari bertelponan dengan Joon-young.. tapi ketika dia hubungi, nomor tersebut tak bisa dijangkau..


Saat bekerja esok harinya, Dong-hoon pun menayakan hal ini pada yang lainnya: “Aku mengerti ‘nomor tak dikenal’, dan 'panggilan yang sengaja diabaikan', tapi apa nomor yang 'tak terjangkau' ini?”

“Artinya mustahil menelepon nomor-nomor itu”

“Ya, makanya. Nomor seperti apa yang mustahil dihubungi?”


Ji-an kebetulan tengah membagikan surat. Dia mendengar pertanyaan Dong-hoon. Awalnya dia ingin diam saja, tapi kemudian dia menyebut: “Telpon umum”

“Telepon umum hanya bisa menelepon, tapi tak bisa menerima panggilan..” tambahnya


Tim audit masih terus memantau gerak-gerik Dong-hoon. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menggeledah meja Dong-hoon ‘lagi’


Namun bersamaan dengan itu, Dong-hoon berjalan kerluar sambil menelpon Direktur Park, untuk mengabari apa yg dia temukan..

“Sepertinya kita bisa menangkap basah dia. Ada telepon umum di riwayat panggilannya. Dia bicara dengan orang yang menelepon dari telepon umum sekali sehari. Lokasinya tidak jauh dari sini. Jika kita pergi ke sana, kita pasti bisa lihat siapa orang yang bicara dengannya...” jelasnya dengan penuh keyakinan


Sesaat kemudian, Dong-hoon tiba di depan box telpon umum, yg ternyata.. tepat berada di depan gedung tepat kantor istrinay bekerja~


Dia tak mengatakan apa pun.. tapi wajahnya menunjukkan raut kaget, sekaligus tak percaya. Bersamaan dengan itu, Ji-an pun berjalan melewatinya dan sempat meliriknya, sebelum kembali melanjutkan langkahnya~
Advertisement

1 komentar:

Makin seru,,,,lanjut dong min,,,gumawo


EmoticonEmoticon