4/10/2018

SINOPSIS My Mister Episode 5 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 5 Part 4

Dong-hoon berjalan pulang, sambil mengembalikan trolley ke tempat belanja..


Esok paginya, Jae-chul yg tengah berada di ruko ‘brother cleaning’, melihat-lihat foto Yoo-ra, yakni wanita penghuni kamar 401, yg sangat sering muntah di tangga depan kamarnya, “Aku kenal dia! Jadi, dia orang yang terus muntah setiap hari?”

“Dia yang membuat Ki-hoon jadi seperti ini! Dia memainkan peran utama di film garapan Ki-hoon, tapi dia aktris yang tak jago akting, sampai film itu dipaksa harus diselesaikan, padahal syutingnya belum selesai. Dan setelah itu, hidupnya makin hancur. Adikku ini memilih dia memerankan pemeran utama, tapi, setelah bertemu dengannya, semuanya jadi tak beres” jelas Sang-hoon

“Tapi tetap saja, menurutku dia cukup sukses di saat tertentu. Bisa-bisanya dia menghilang begitu saja?” ujar Jae-chul

“Hidupnya benar-benar hancur setelah bertemu dengannya juga. Kalian punya kesamaan! Kalian berdua bertemu, dan hidup kalian hancur bersamaan...” tutur Sang-hoon


Sedaritadi hanya diam, akhirnya Ki-hoon angkat bicara: “Ini pertama kalinya aku bertemu dengan wanita yang sangat ingin kutinju. Bisa-bisanya aktris tak bisa akting?!” keluhnya kesal

“Bisa-bisanya kau ingin meninju orang secantik dia?”

“Aku malah ingin membunuhnya!”

“Bawa dia kesini kapan-kapan...”

“Kau sudah gila?”

“Tetap saja, dia itu artis. Aku ingin lihat wajahnya. Satu-satunya artis yang kulihat langsung cuma Lee Yong Shik...”

“Jangan bertemu dengannya. Hidupmu mungkin akan hancur juga kalau menemuinya!”

“Mana mungkin hidupku lebih hancur? Sekarang saja, aku sudah hancur”

“Hei, semangatlah bekerja!!!”


Setelah diam-diam memerhatikannya dari jauh, Yoo-ra kemudian berjalan menghampiri Ki-hoon. Dengan ceria, dia menyapanya, sambil memberikan sebungkus roti kacang merah yg sengaja dia beli sebelumnya,


Ki-hoon menanggapinya dengan sikap dingin, tapi Yoo-ra tetap tersenyum padanya. bahkan, ketika berjalan pergi, dia terus-terusan melirik kearahnya..

Sang-hoon bertanya pada Ki-hoon: “Dia sepertinya tidak selalu dimarahi olehmu. Apa dia menyukaimu?”

“Sedikit...”

“Tapi, kenapa dia bersembunyi?”

“Dia memang dari dulu aktris yang tak becus”


Di panty kantor, Ji-an merapikan beberapa bungkus kopi di laci. Dong-hoon yg tengah berada disana, bertanya padanya: “Kalau kau kerja... siapa yang jaga nenekmu?”

“Temanku”


“Nama ‘Ji’-mu pkai huruf Mandarin apa? Nama anakku Ji Seok...”

“Pokoknya 'Ji'-artinya 'cepat'...”

“Kalau 'An'?”

“...'Nyaman'...”

“Bagus... Nama yang bagus”


Tim audit, baru membuka e-mail yg berisi rekaman suara obrolan Dong-hoon dan menajer Park...


Malam ini, ada acara makan malam kantor.. dimana seluruh departemen akan datang. Saat semuanya berjalan pergi, Dong-hoon melirik Ji-an yg malah berjalan pulang.. dia pun menghampirinya, dan mengajaknya ikut bersama mereka~


Sesampainya di kedai, seluruh pegawai sibuk berinteraksi dengan pegawai lainnya. Namun Ji-an hanya diam sendirian.. Dong-hoon yg melihatnya, kemudian menyuruk Katim (Ketua Tim) Kim untuk memberikan semangkok daging ke meja tempat Ji-an berada..


“Manajer, ini terasa menyedihkan juga. Rasanya seperti orang buangan mencoba peduli sama orang buangan...” komennya


Ji-an duduk di hadapan si pegawai sinis, yg terus saja menyindirinya dengan kata-kata yg terdengar getir, “Sulit kupercaya aku harus panggang ini, di depan orang yang belum berpengalaman. Bisa kaubalikkan dagingnya?”

“Kalau kubalik, bagaimana hasilnya lebih enak dibanding kau yang membaliknya? Aku tahu kau cuma pura-pura peduli sama orang, biar kau disukai. Jadi jika aku harus merebut kesukaan orang terhadapmu, tidak ada lagi kualitas diri darimu...” jawab Ji-an dengan ketus


Tak lama kemudian, Joon-young beserta diretur Yoon tiba. Maka seluruh pegawai, wajib berdiri untuk menyapa mereka secara terhormat..


Namun tim Dong-hoon terlihat acuh, “Kalian harusnya menyapa. Kalian sudah mulai makan tadi, padahal atasan kalian belum datang? Manajer macam apa kau?!” bentak Direktur Yoon, yg kemudian menyuruh Dong-hoon untuk masuk ke ruangan tempat Joon-young berada


Melihat kondisi ini, membuat bawahan Dong-hoon merasa kesal, “Apa seorang senior harus menyapa juniornya?!”

“Tapi ini pekerjaan, bukan kuliahan”

“Meski begitu, Manajer Park kerja di  kantor kita duluan sebelum dia!”

“Tapi dia atasannya sekarang...”


Dihadapan petinggi lainnya, Dong-hoon menyapa Joon-young, bahkan sampai menuangkan soju ke gelasnya.. padahal, hal semacam itu, hanya dilakukan oleh junior kepada seniornya~


Tim aduit, melihat rekaman CCTV di ruangan Dong-hoon dan merka melihatnya measukkan sebuah amplop berkas kedalam laci. 

Mereka pun memeriksa laci itu, namun seprtinya mereka tak berhasil menemukan apa pun~


Hari makin larut, maka saatnya Joon-young beserta Direktur Yoon pergi meninggalkan kedai tersebut.


Tapi langkah Joon-young, dihadang oleh seorang bawahan Dong-hoon yg dalam kondisi mabuk mengajukan sebuah pertanyaan sekaligus protes terhadap sikapnya selama ini: “Katanya, CEO itu... juniornya Manajer Park kami saat kalian masih kuliah. Benar begitu? Kalau iya, tidak bisakah Anda juga memanggilnya 'Sunbaenim' di kantor? Jangan panggil dia Manajer Park!”


“Beraninya kau mabuk sambil mengatakan itu? Pikirmu ini kampus, apa?” bentak Direktur Yoon


Dong-hoon mencoba untuk menghentikan ulah pegawainya, yg malah lanjut berteriak: “Jujur, ini apa bedanya antara disini dan kampus? Kami harus jaga sikap di dekat atasan kami, dan mereka mengelompokkan orang-orang yang tidak mereka sukai, dan membuat mereka menjadi orang buangan! Memang yang kubilang itu salah?!”


Suasana makin memanas, Dong-hoon yg berniat melerai, malah terdorong hingga membuatnya terjatuh dihadpan seluruh pegawai yg melihatnya..


“Pastikan jangan sampai pimpinan eksekutif tahu tentang hari ini. Terutama Ketua!” tegas Joon-young dihadapan Direktur Yoon


Kembali masuk kedalam, Direktur Yoon berteriak pada seluruh pegawai: “Kalian semua! Ketua jangan sampai tahu soal hari ini! Jika Beliau tahu... dan kalian membuat CEO malu, kalian akan menyesalinya!”


Dong-hon mengajak pegawainya yg barusan membuat keributan, untuk bicara empat-mata diluar, “Hari ini... kau malah lebih membahayakanku daripada membantuku. Kau sadar itu?”

“Aku hanya... ingin mengatakan kalau ini tak adil”

“Sudahlah. Kau sudah mabuk berat..”


Dalam kedai, Ji-an kini duduk dihadapan Katim Kim, yg dalam kondisi mabuk.. dia terus mendumel sambil meludah di cangkir So-ju: “Matilah kita sekarang. Dasar bajingan dia itu! Manajer juga. Tidak bisakah dia itu mempertimbangkan kita, bawahannya... dan sedikit lebih patuh terhadap CEO? Atau tidak bisakah dia... tinggal berhenti saja? Apa dia tidak sadar betapa bawahannya sakit hati... melihat dia atasan kita diperlakukan seperti ini? Sebenarnya ini salah siapa? Apa ini salah Do Joon Young yang berkuasa atau salahnya manajer kita yang miskin? Inilah kenapa kita harus ambil hati orang yang berkuasa dari kita!”


Mendengar perkataannya, membuat Ji-an kesal. Dia pun menampar Katim Kim dengan sangat keras, sambil berkata sinis: “Dasar bedebah, bermulut sampah!” 

“Bedebah? Beraninya kau menyebutku begitu?! Maksudmu apa?!”


Enggan menjawabnya, Ji-an memilih untuk bergegas pergi~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon