4/09/2018

SINOPSIS My Mister Episode 4 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 4 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 5 Part 1

Di klenteng, Ibu duduk berdampingan dengan seroang biksu,

“Kabar anak-anak Anda baik?”

“Tak baik. Tidak satu pun. Malah menurutku kau lebih baik dari mereka bertiga. Di kehidupanku selanjutnya, akan kudidik anakku biar jadi biksu seperti kau” jawab ibu yg kemudian berjalan pulang


Ji-an tengah minum dalah salah satu minimarket. Kebetulan, Dong-hoon datang kesana untuk membeli rokok.


Petugas kasir menyuruh Ji-an keluar, karena dilarang minum didalam. Maka Ji-an pun pergi..

Dong-hoon berjalan melewatinya, dia melirik Ji-an sambil berkata: “Kalau sakit, minumlah obat”


Sendirian, Dong-hoon berdiri di pinggir jalan. Dia terus teringat kejadian malam kemarin.. dia tak mengataan apa pun dan hanya menggingit rokok-nya tanpa dia nyalakan.

Hingga pada sata titik dia memutuskan untuk membuang rokok-rokok yg belum dia nyalakan itu, ke tong sampah.. kemudian dia berjalan pergi.


Dalam perjalanan pulang, Sang-hoon dan Ki-hoon berpapasan dengan ibunya yg juga dalam perjalanan pulang. Dia pun mengajaknya naik, dan mereka pulang bersama.. meskip suasana, masik terasa kikuk~


Ji-an baru sempat mendengarkan rekaman permbicaraan Dong-hoon. Dia mendengar semuanya, dimulai dari pertengkaran kakak-beradik Park tempo hari.. hingga ketika siang tadi, Dong-hoon ternyata mendatangi si ajusshi gangster yg menyuruh kakaknya berlutut.


“Ada perlu apa?”

“Punya waktu sebentar? Aku ingin bicara”

“Soal apa?”

“Aku juga.... pernah berlutut sebelumnya. Aku juga pernah ditampar dan disumpahi. Tapi untungnya... keluargaku tidak tahu tentang itu”


“Aku pura-pura tak terjadi apa-apa, lalu pulang ke rumah, dan makan. Aku makan malam seolah tak ada yang terjadi...”


“Tak peduli aku tunduk  sama siapa... itu tidak jadi masalah asal keluargaku tidak tahu. Tapi kau tidak bisa... melakukan sesuatu seperti itu di depan keluarga seseorang. Jika kau melakukan itu di depan keluarga mereka, maka saat itu aku mungkin bisa membunuhmu”


Mendengar perkataan Dong-hoon, seketika membuat Ji-an termenung kaget..


Dia teringat momen, ketika dirinya membunuh rentenir (ayahnya Gwang-il) karena terus menyiksa nenek Bong-ae yg tak bisa memabayar utangnya.

Di kala itu, suasananya sangat hektik.. Jika Ji-an tak membunuh pria itu, mungkin dirinya atau nenek Bong-aae yg akan berakhir mati~


Si ajusshi gangster, datang ke rumah keluarga Park dan lansgung minta maaf dihadapan semua orang: “Aku minta maaf soal tempo hari. Kerjaanku tak lancar belakangan ini..., dan aku kebanyakan minum. Pokoknya, aku minta maaf..”

Ketika diminta untuk ikut makan bersama, dia menolak.. dan memilih untuk buru-buru pergi lagi.


Kenapa dia tiba-tiba, bersedia untuk meminta maaf?

Ternyata.. semua itu berkat paksaan sekaligus ancaman dari Dong-hoon...

“Terus kenapa? Kau mau apa?”

“Ibuku melihatnya. Jadi aku mampu melakukan apa saja padamu sekarang!”

“Kenapa aku harus bawa ini (parsel buah) dan minta maaf? Aku tidak tahu kalau ibumu itu melihatnya. Lagipula siapa juga yang menyuruhnya berlutut? Dia sendiri yang berlutut!”

“Jadi, kau tak mau minta maaf?!”


Dong-hoon mengeluarkan palu dari dalam tasnya.. lalu tanpa rasa takut, dia pukul semua tembok di dekatnya, sambil dia mengelilingi ruangan itu.

Sebagai seroang pekerja di bidang arsitektur, dia faha betul mengenai kondisi bangunan ini: “Apa kau hanya melakukan apa saja yang menguntungkan bagi dirimu? Orang-orang sepertimu inilah yang membuat bangunan runtuh!”

“Apa-apaan. Kau rupanya arsitek?”

“Aku insinyur struktural!”

“Hei, bicarakan tentang strukturmu itu di tepi pantai saja, dasar sialan!”

“Kau bajingan bodoh. Kau tak nonton "Prison Break"? Scofield itu insinyur struktural! Berapa banyak bangunan yang kaumiliki? Pasti semuanya seperti ini! Jadi setelah kau disuruh bayar denda dan merenovasi semuanya..., tamatlah sudah kau saat itu juga, dasar bajingan! Bawa keranjang buah itu. dan minta maaf sekarang juga!”


Pulang darisana.. Dong-hoon berjalan sambil terus menghela nafas panjang. Dia tak mengatakan apa pun.. hingga tiba-tiba, langkahnya terhenti di sebuah persimpangan jalan. Badannya terasa begitu lemas, hingga membuatnya tak mampu berdiri dengan tegap..


Ponselnya berdering, Sang-hoon menelpon: “Jung Hee ada di sini. Dia pulang dari Thailand hari ini. Cepatlah datang kesana!”


Entah siapa dan apa hubungan Jung-hee dengan mereka, namun sepertinya.. para ajusshi sangat gembira ketika bertemu dengannya..


Begitu pun Dong-hoon... dia bahkan, sempat menghampirinay dan mengajaknya berbicara. Namun karena Jung-hee terlalu mabuk, dia sepertinay tak mendengarkan apa yg dikatakan Dong-hoon kepadanya.


Dong-hoon berbicara pada KI-hoon: “Ada seseorang... yang tahu banyak tentangku. Dan aku juga... merasa kalau aku tahu banyak tentang dia”

“Jadi kau senang?”

“Aku sedih...”

“Kenapa?”

“Karena dia tahu banyak tentangku, makanya aku sedih...”


Advertisement

1 komentar:

Next eps mimin,,,,tambah penasaran ajja


EmoticonEmoticon