4/07/2018

SINOPSIS My Mister Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 3 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 4 Part 2

Setibanya di kantor, Dong-hoon langsung berjalan menghampiri meja Ji-an, untuk berkata: “Lee Ji An-ssi... Hari ini hari terakhirmu. Besok, kamu tak perlu datang kemari untuk bekerja lagi....”


Hal tersebut, membaut Ji-an termasuk pegawai lain, terkejut sekaligus keheranan. Karena Dong-hoon tak memberikan penjelasan pasti, mengapa dia bersikap seperti itu.


Direksi mengadakan rapat terkait insiden tabrak-lari yg menjerat Direktur Park. Direktur Park, tak bisa melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri. maka dia hanya mendengar ocehan serta makian dari yg lainnya sambil menahan emosi.

Untuk urusan pers, Joon-young memerintahkan bagian humas untuk mengatkan kalau direktur Park masih dirawat di Rumah Sakit, dan untuk urusan kerjasama dengan China, dia akan mengurusnya sendiri secara langsung.


Seusai rapat, direktur Park berbicara dengan Direktur Eksekutif Wang. Dia menjelaskan kondisinya tadi malam, yg benar-benar tak sadarkan diri dan anehnya tak mengingat apa pun. Padahal, biasanya.. semabuk apa pun dirinya, pasati ada sesuatu yg dia ingat.

Fakta tersebut, memperkuat asumsi bahwa ada orang yg sengaja menjebaknya dan ingin menyingkirkannya dari posisinya sekarang.


Ketika sendirian dalam ruangannya, ada sms masuk ke ponsel rahasia milik Joon-young. Kali ini bukan dari Yeon-hee.. namun dari Ji-an, yg minta upahnya untuk segera dibayarkan.


Dong-hoon menemui direktur Yoon, dan memintanya untuk memecat Ji-an. tapi hal itu, menjadi bahawan tertawaan, apalagi ketika ditanya alasannya.. Dong-hoon hanya menjawab kalau Ji-an memiliki sikap yg buruk...

“Memang.. ada orang yg sifatnya baik sempurna..” tukas direktur Yoon


Dong-hoon menghampiri meje kerjanya Ji-an. Dia mengajaknya berbicara empat-mata, dalam ruang rapat. Sadar bahwa semua mata orang memandang kearahnya, maka sengaja Dong-hoon membuka tirai dalam ruangan rapat, hingga semua orang bisa melihatnya.. namun tak bisa mendengar apa yg mereka bicarakan.


“Apa kau meremehkanku? Setelah melihatku panik saat aku menerima suap, kaupikir aku akan mengikutimu seperti anak anjing karena kau menyelamatkanku satu kali? Apa kau pikir aku akan bahagia dan selamanya berterima kasih padamu, jika kau mendekatiku duluan? Kau senang? Mempermainkan pria setengah baya, apa menyenangkan bagimu? Menyenangkan?” cecar Dong-hoon


Tapi dengan tenangnya, Ji-an menjawab: “Aku hanya.. aku sudah lama tak mencium sorang pria, maka aku mencoba mencium-mu. Karena kau kelihatannya sama jenuhnya denganku. Aku penasaran kenapa ada orang kelihatan jenuh sekali, padahal gajinya lima juta won sebulan? Kau pun begitu, walau kau sadar kau akan dipecat oleh  junior yang posisinya lebih tinggi darimu. Kesungguhan dan kesetiaanmu itulah seperti hukuman seumur hidupmu. Sepertinya hidupmu menyebalkan seperti hidupku, tapi akulah orang yang paling menderita di sini. Jika aku mencoba menciummu, aku penasaran apa rasa jenuhku akan berkurang. Aku mencoba menciummu karena aku ingin tahu apa menyenangkan atau tidak. Tapi aku masih jenuh, dan itu sama sekali tidak menyenangkan. Perasaan Ahjussi sendiri, bagaimana?”

“Apa orang tuamu tahu kelakuanmu seperti ini?”

“Apa orang tua Ahjussi juga tahu kalau kau nyatanya hidup seperti ini?”

“Jaga mulutmu! Jika kau melakukannya sekali lagi... Aku akan menceritakan semuanya pada orang-orang dan memecatmu!”


Direktur Park mengecek CCTV tempatnya berada malam kemarin, disana.. dia pun melihat seorang pria mencurigakan yg sempat mengambil ponsel miliknya. Ketika bertanya itu siapa, orang bilang.. pria itu adalah sopir bayaran.


Namun setelah dicari tahu, ternyata.. malam itu, dia dibawa oleh sopir yg biasa mengantar penumpang jarak-jauh karena dia minta dibwa ke pesisir Timur.


Direktur Park heran sekaligus bingung, karena orang yg tahu kalau dia ingin pergi ke Pesisir Timur, hanyalah Park Dong-hoon.


Lalu ketika masuk mobil, dia menemukan ponselnya dalam kondisi mati. Orang-orag bilang, ponselnya habis baterei, tapi ketika di charge, ternyata batrenya masih banyak dan itu membuktikan bahwa ada seseorang yg sengaja mematikan ponselnya.


Dia melaporkan seluruh temuannya pada Direktur Eksekutif Wang.. yang kemudian memberi sarang, supaya direktur Park mundur dari jawabatannya di pusatdan pindah ke Busan, untuk sementara waktu. Karena untuk sekarang,  posisi Joon-young terlalu kuat dan sulit untuk mereka hadapi, jika hanya bermodalkan nekat.


Direktur Eksekutif Wang menemui Presdir Jang, untuk minta izin memindahkan tempat kerja Direktur Park~


Joon-young menemui Ji-an yg sengaja menunggunya ditengah kerumunan turis asing. Sebelum memberikan uangnya, dia bertanya: “Kau tidak melakukannya seorang diri, 'kan? Ini bukan pertama kalinya bagimu, 'kan? Kau sebenarnya siapa?”


“Bayar saja aku dan pergilah!”

“Kenapa kau bertindak tanpa izinku dulu? Direktur Park tidak pernah melakukan kesalahan karena terlalu banyak minum. Jangan bertindak sembarangan. Kabari aku sebelum kau melakukan apa pun. Jangan mulai sebelum kau mengabariku, dan aku sudah memberi izin!”

“Tapi aku sudah memulai rencanaku terhadap Manajer Park...” 


Seorang pegawai wanita, dibuat kaget ketika melihat foto Ji-an yg tengah mencium Manajer Park di situs kantor. Pegawai lain lewat dan bertanya kenapa, tapi dia memilih untuk tak menceritakan foto yg barusan dilihatnya.


“Aku mengunggahnya di situs yang paling sering dikunjungi oleh karyawan... jadi gosip akan menyebar  dalam waktu singkat. Maka kau bisa memecatnya atas hubungan yang tidak pantas... dengan seorang karyawan wanita..” jelas Ji-an

“Jika kau secepat ini menargetkan dia, dia akan tahu kalau itu ulah kami. Kau harusnya menunggu dulu!” ujar Joon-young

“Aku sangat butuh uang!” tukas ian sambil berjalan pergi


Joon-young mengirim CV Ji-an ke e-mail Yeon-hee, “Caritahulah tentang dia..”

“Siapa dia?”

“Nanti kuceritakan”


Karena datang Direktur Eksekutif Wang, Joon-young memutus telponnya, mereka berbincang sejenak.. Wang menjelaskan soal mutasi direktur Park dan Joon-young setuju akan hal itu.


Bersamaan dengan itu, terlihat tim audit masuk kedalam ruangan direktur Park untuk membereskan seluruh barang-barangnya. Para pegawai lain, tercengang heran karenanya, mereka tak mengangka bahwa karir direktur Park, akan hancur secepat ini~


Advertisement


EmoticonEmoticon