4/03/2018

SINOPSIS My Mister Episode 3 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 3 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 4 Part 1

Direktur Park benar-benar terkejut, sekaligus marah.. karena ketika bangun, dia berada di hotel namun tak tahu apa yg terjadi semalam.


Dia bergegas pergi keluar sambil memaki para petugas, “Jangan sentuh CCTV atau apapun. Kalau kalian pegang-pegang itu, mati kalian semua!” teriaknya


Tapi baru juga melaju sebentar.. tiba-tiba, dia terlibat insiden karena bertabrakan dengan mobil tamu yg baru datang~


Alasan Direkktur Park buru-buru pergi, adalah karena dia harus menghadiri rapat penting dengan klien dari China.


Pegawai lainnya berusaha untuk mengambil-alih.. tapi klien tersebut, telah menunggu terlalu lama dan hal itu membuat mereka benar-benar kesal, hingga memutuskan untuk pergi saja.


Berita mengenai insiden tabrak-lari yg menimpa Direktur Park, langsung menyebar dan menjadi pemberitaan panas di kantor.

Apalagi, banyak reporter yg menelpon untuk memastikan informasi.. karena tahu, bahwa sekarang direktur Park tengah diinterogasi di kantor polisi.


Direktur Yoon sangat girang dan menganggap insiden ini sebagai berkah dari Tuhan. Namun tiba-tiba, Joon-young menerima telpon dari Ji-an, yg menyuruhnya untuk segera menyiapkan uang 10 juta won, sesuai perjanjian..


Di lobby, Dong-hoon berpapasan dengan Jon-young.. awalnya mereka hanya lewat begitu saja.. namun tiba-tiba, Dong-hoon berhenti untuk bertanya: “Apa aku selanjutnya?”
“Kenapa?”


“Menurutku aku tidak melakukan apa pun yang bisa mempengaruhimu. Aku tidak pernah kentara menunjukkan aku tidak menyukaimu”


“Kenapa pula aku harus menyingkirkanmu? Memang aku ingin menyingkirkan Direktur Park karena rencananya. Karena dia itu musuh. Tapi, buat apa aku menyingkirkanmu, Sunbaenim?”


Ki-hoon bertemu dengan seniornya di industri film.. dia diminta menjadi asisten sutradara, tapi dia menolak.. karena dia ingin menuangkan idenya.

“Aku tidak mengerti idemu”

“Kenapa tidak mengerti? Itu 'kan pakai bahasa Korea”

“Ceritanya tak menarik. Mengertilah sedikit. Jadi kau mau jadi asisten sutradara atau tidak?”


Merasa kesal, Ki-hoon lalu berkata: “Hyung, kita tak usah bertemu lagi. Kurasa kau hanya terus mengatakan itu dan aku akan terus menemuimu lagi. Jadi biarkan aku memukulmu sekali saja. aku pekerja yang lebih baik dari siapa pun, jadi kau pasti akan meneleponku lagi. Meskipun aku dihina aku akan membutuhkan uang dan aku akan berakhir di sini, jadi jangan seperti itu. Hyung! Jadi, biarkan aku memukulmu sekali saja. Mari kita akhiri hubungan kita di sini di hidup ini, ya? Di kehidupan selanjutnya, aku akan membunuhmu. Pastikan kau menghindariku....”


Tak sekedaar kata-kata, karena apada akhirnya Ki-hoon benar-benar menghajar seniornya itu..


Pergi dari tempat tu, Ki-hoon berbicara dengan sobatnya yg lain..  

“Kau selalu mengatakan itu selama 10 tahun. Terus bagaimana kau  cari uang?”

“Aku hidup selama 20 tahun dengan 5 juta won setahun. Kau pikir aku tidak bisa cari uang segitu di tempat lain?”

“Tak satu pun dari kita terjebak dalam industri ini untuk mencari uang”


Tiba-tiba, mobil pembersih datang.. dan kali ini bukan sekedar berbelok tajam bahkan sampai mobilnya terguling.


Hal yg agak mengejutkan, adalah karena mobil itu dikemudikan oleh Dong-hoon,

“Adapa apa ini? Kenapa?” tanya Ki-hoon


“Istri Jae Chul ingin buka restoran babi. Walau mereka gagal, mereka ingin melakukannya. Jadi mobil ini, diberikan padaku. Aku setuju membayarnya menyicilnya per bulan...” jelasnya, yg kemudian mengajak Ki-hoon untuk menjalankan bisnis ini bersama dengannya..


Ki-hoon setuju.. maka bersama-sama, mereka memulai bisnisnya dan mengganti nama peusahaannya jadi ‘Kakak-beradik Cleaning’


Malam hari, Dong-hoon berkunjung ke rumah ibunya. Disana dia diam, mendengarkan.. keluh kesah sang ibu, yg merasa bahagia karena akhirnya kedua anak yg lain punya kerja, namun sedih karena pekerjaannya hanyalah sebagai tuang bersih-bersih.


Tiba-tiba, Dong-hoo menerima sms dari Ji-an: ‘Keluarlah. Traktir aku makan’


Sebelum mendatangi tempat makan, Dong-hoon lebih dulu mengambil uang dari rekeningnya..


Dia berikan uang berjumlah 1 juta kepada Ji-an, sambil berkata: “Aku tidak bisa memberimu 10 juta won sekaligus. Aku akan memberimu satu juta sebulan. Jadi, kita harus berhenti makan bersama”

“Kenapa? Kau takut akan pendapat orang?”

“Tidak nyaman makan sembunyi-sembunyi”

“Padahal kukira kau merasa senang. Apa karena kau khawatir kau mungkin akan menyukaiku?”


Dong-hoon mengambil kembali uangnya, sambil berkata: “Sebaiknya kau beri tahu saja kau membuang 50 juta won itu. Menuruti anak sepertimu pada usia segini agak... Pokoknya, Bilang saja ke mereka kau membuangnya. Aku juga bisa bilang kalau aku tak ada niat menyimpan uang itu..”


Saat Dong-hoon berjalan pulang.. Ji-an terus mengikutinya. Hingga tiba-tiba, JI-an berhasil menyusulnya.. dan pada kesmpatan yg tepat, dia mencoba untuk menciumnya.


Dong-hoon mengindar, “Jangan lakukan itu! Kau tak mengerti perkataanku?” tegasnya

Ji-an tak mengatakan apa pun.. responnya bahkan sangat datar dan dia langsung berjalan pergi, begitu saja..


Mungkin.. perkataan Dong-hoon kepada Sang-hoon, yg menadi alasan Ji-an bertingkah ‘nekad’ seperti basusan. Waktu itu, Dong-hoon berkata: “Karena aku punya banyak tekad makanya kau mengira aku tak kena masalah? Itu karena tak ada godaan saja. Jadi, aku tidak pernah tahu. Aku tidak tahu apa aku punya tekad kuat atau tidak...”


Atau mungkin, Ji-an melakukannya karena alasan lain (?) Karena ternyata, dia sengaja menyuruh Ki-bum untuk memotretnya ketika dia melakukan aksinya barusan~
Advertisement


EmoticonEmoticon