4/03/2018

SINOPSIS My Mister Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 2 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 3 Part 2

Dong-hoon bertanya pada Ji-an, “Bagaimana kau bisa tahu? Kalau aku menerima suap?”

“Mana mungkin aku tidak tahu? Kita sering saling menatap mata. Kau duduk diam dan menjaga mejamu. Jadi mana mungkin aku tidak tahu?”


Turun dari subway, mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan berjalan kaki. Sebelum berpisah, Dong-hoon meminta Ji-an untuk merahasiakan segalanya terkait hal ini, “50 juta won yang kau buang... Mereka kira aku membuangnya”

“Traktir aku makan malam selama sebulan, Minuman juga...”

“Bisakah aku... memberimu uang saja? Nanti ada rumor tak enak, kalau aku makan dengan seorang karyawan wanita”

“Ahjussi. Pasti kau mengira dirimu itu sangat menawan!”

“Tetap saja, orang-orang akan bergosip”

“Berapa banyak yang akan kau berikan padaku?”

“Berapa banyak yang kau inginkan?”

“10 juta won...”

Mendengarnya, Dong-hoon tak bisa berkomentar dan memutuskan untuk berjalan pergi..


Joon-young menelpon Yoon-hee, untuk menceritakan tentang uang suap yg ditemukan di tempat sampah. Yeon-hee heran dan bertanya, “Kok bisa?”

“Dia membuangnya”

“Siapa?” 

“Siapa lagi? Ya, Dong Hoon Sunbae...”

“Tapi kata dia, uangnya hilang. Apa Direktur Yoon yang menemukannya? Uang itu kan cukup banyak dan kalian salah orang menargetkan uang itu”

“Jika Direktur Yoon menemukannya, kenapa uang itu bisa ketemu di tempat sampah?”

“Ya, makanya kenapa bisa ditemukan disitu? Padahal suamiku bilang, uang itu hilang”

“Mungkin dia tak sengaja menjatuhkan uangnya disitu”


“Orang bodoh apa yang menjatuhkan 50 juta won di tempat sampah? Pasti ada yang tak beres, ya 'kan? Aku terus memikirkannya, kurasa sebaiknya aku harus jujur padanya”

“Serius kau sanggup memberitahunya? ... 'Aku jatuh cinta pada Do Joon Young. Jadi ceraikanlah aku. Juga, mengundurkan dirilah kau diam-diam dari pekerjaanmu sekarang'... Kau sanggup bilang begitu padanya?”

“Pria bisa hancur dibilang begitu. Kau tak usah lakukan apa-apa, aku saja yang urus”

“Jadi apa rencanamu?”


Bersamaan dengan itu, terlihat Dong-hoon yg tengah berjalan pulang.. namun tanpa dia sadari, Ji-an terus mengikutinya dari belakang.


Setelah melihat Dong-hoon masuk lift, Ji-an memperhatikan lantai tempatnya berhenti, yakni lantai 11. Setelah itu, dia memeriksa seluruh surat yg ditujukan untuk penghuni di lantai tersebut, kemudian mengambil seluruh surat yg ditujukan untuk Yoon-hee, yakni istrinya Dong-hoon.


Setelah berganti pakaian, Dong-hoon pergi ke dapur.. mengambil soju, serta makanan camilan dari kulkan. Yoon-hee yg tengah duduk sambil minum kopi, bertanya padanya: “”Uang itu gimana?”

“Sudah ketemu”

“Kau ketemu dimana?”

“Aku menemukannya”

“Dimana? Kau menemukannya dimana?”

“Tukang bersih-bersih membawakannya padaku. Dia menemukannya di tong sampah”

“Tapi kenapa, kata orang-orang, kau membuangnya?”

“Siapa yang bilang begitu? Siapa yang bilang aku membuangnya?”

“Aku menelepon Joon Young”

“Kenapa kau meneleponnya?”

“Nomormu tak bisa dihubungi. Jadi aku harus tanya ke siapa, kalau bukan Joon Young?”

“Mata orang itu penuh dengan keserakahan. Tapi, dia berkeliling tersenyum seperti orang suci. Pikirnya, aku tidak tahu, apa!”


Dong-hoon membuka kresek cemilan dengan cara merobeknya.. tiba-tiba, hal itu membuat Yoon-hee sangat marah, “Jangan membukanya seperti itu. Kau mau membukanya, habis itu dimasukkan lagi? Berapa kali harus kubilang kalau seperti itu, nanti dagingnya mengering?!” ujarnya yg lansgung berjalan pergi masuk ke kamar


Dong-hoon tak memerahinya balik.. dia memilih untuk diam, dan memasukkan kembali cemilan itu kedalam kresek yg baru..


Dong-hoon mendatangi kamar  istrinya, tapi dia tak masuk dan hanya berdiri di depan pintu untuk mengatakan: “Uangnya sudah ketemu. Jadi semua sudah beres. Maaf. Ini tidak akan terulang lagi... Dan, Jangan lagi telepon Joon Young...”


Yoon-hee hanya diam, bahkan dia tak bisa melihat wajah Dong-hoon, karena ternyata.. dia tengah berusaha keras untuk menahan tangisnya~


Esok harinya, Dong-hoon berangkat kerja.. seskali, dia sempat melihat sekelilingnya, seakan tengah mencari seseorang..


Ji-an telah berada di kantor.. diam-diam, dia menyelipkan sebuah pulpen dalam tumpukan berkas yg kemudian dia bwa masuk ke ruangannya Direktur Park.


Dia menyimpan pulpen itu, kedalam wadah pulpen lainnya. Tapi bersamaan dengan itu, alarm keamanan lansgung berbunyi dengan sangat kencang.


Maka dia, bergegas mengambil kembali pulpen tersebut.. lalu menelpon Ki-bum...


Dalam perjalanan ke kantor, Dong-hoon berkirim sama dengan Sang-hoon,


SANG-HOON: ‘Untuk adikku tersayang... Di dunia ini, aku paling iri padamu. Manajer di perusahaan besar, Orang yang punya tujuan pergi pada pagi hari. Juga... ada karyawan wanita muda yang menyukaimu. Aku dipenuhi air mata kegembiraan. Karena itu, aku akhirnya bangun lebih cepat pagi ini. Jika aku terlahir kembali, aku ingin menjadi sepertimu’


DONG-HOON: ‘Jika kau tak ada kerjaan, tidurlah lagi’

SANG-HOON: ‘Dong Hoon, kau harus bertahan hidup. Semangat!!!’


Karena mesin fotocopy rusak, Ji-an mencoba memperbaikinya dengan cara terus-terusan menendangnya, hal itu, pembuat para pegwai terganggu.


Niatnya, Dong-hoon ingin membantu.. tapi ketika berdiri, tiba-tiba muncul Direkktur Park yg mengajaknya bicara berduaan saja.


Seperti orang yg kesal, melihat kepergian Dong-hoon membuat Ji-an langsung menendang mesin fotocopy dengan cara yg makin keras.


Direktur Park membawa Dong-hoon berbicara dalam toilet. Sebelumnya dia pun memastikan, bahwa tak ada orang lain yg berada di dalam sana.


“50 juta won itu sengaja diberikan padamu. Mereka ingin kau menerima suap itu dan memecat kau. Awalnya, kukira itu buatku. Karena kupikir nama kita mirip. Tapi aku tidak yakin juga uang itu buatku, jadi mungkin saja uang itu buatmu. Atau mereka mungkin menargetkan kita berdua...” ungkap Direktur Park 

“Siapa? Kenapa aku yang ditargetkan?”

“Hanya ada satu orang, yatiu Do Joon Young. Jelas kenapa dia ingin aku dipecat. Karena aku mencoba untuk menyingkirkan dia. Tapi, kenapa dia ingin kau dipecat? Dia sepertinya sangat ingin menyingkirkanmu. Kalau dipikir-pikir, dia memindahkanmu ke Tim Inspeksi Keamanan. Karena mungkin menurutnya canggung bekerja sama seniornya waktu kuliah. Karena hal ini sudah terjadi, kurasa bukan itu saja alasannya. Mereka berbohong, mengatakan kau mengaku menerima suap. Pasti ada yang tak beres. Apa kiranya kau tahu?”

“Tidak tahu”


“Apa ada sesuatu di antara kalian berdua yang tidak kuketahui?”

“Tidak ada. Kami saja jarang bicara.”

“Kenapa hubungan kalian berdua buruk?”

“Kenapa juga kami harus berhubungan?”

“Pokoknya, waspadalah. Kau membuang 50 juta won itu, jadi mereka juga berancang-ancang sekarang. Mereka akan segera beraksi lagi. Sebelum itu terjadi, kita perlu mencari tahu siapa yang mencoba menyuapmu. Kita harus menyingkirkan mereka semua dari sini...”


Tiba-tiba, masuk Direktur Yoon.. maka bergegas, Direktur Park berjalan keluar, semetnara Dong-hoon masuk kedalam salah satu ruangan toilet~
Advertisement


EmoticonEmoticon