4/01/2018

SINOPSIS My Mister Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 2 Part 4

Setelah mencari ke berbagai tempat, namun tak menemukan Ji-an.. maka Donghoon menemui dua sarudaranya yg masih berada di stasiun.

“Ayo kita ke kantor polisi sekarang. Ayo kita kesana dan laporkan ini...” ujar Ki-hoon

“Tapi, yg hilang adalah uang suap..” tukas Dong-hoon


Tiba-tiba, lewatlah mobil Direktur Yoon, yg lansgung berteriak, bertanya pada Dong-hon: “Darimana saja kau? Kenapa sangat sulit untuk dihubungi?”

Direktur Yoon mengajak Dong-hoon ke sebuah ruang VIP dalam bar yg cukup mewah. Tak seperti biasanya, kali ini dia bersikap sangat baik padanya, bahkan sampai bertanya hal-hal kecil seperti, apakah Dong-hoon seudah makan dan sebagainya..


Setelah alkoholnya datang, Direktur Yoon bahkan sampai menuangkan minuman untuk Dong-hoon, 

“Aku tahu kau bukan tipe orang yang menerima suap. Aku tahu kau bukan tipe orang yang menerima suap. Semua orang meragukanmu, tapi aku percaya padamu. Aku memasukkanmu ke timku karena aku tahu kau berbakat. Aku yakin kau pasti berat menerima kenyataan juniormu sudah menjadi CEO-mu. Aku tahu itu... Apa pikirmu cuma kau yang berat menerima kenyataan itu? Itu juga pasti tidak nyaman bagi CEO menjadi atasanmu. Tapi tetap saja, dia sangat peduli padamu. Tapi karena nasi sudah menjadi bubur..., kau harus berhenti atas keinginanmu sendiri. Akan kucarikan pekerjaan hebat buatmu. Tulislah surat pengunduran dirimu dan berhentilah diam-diam. Tidak perlu membesarkan masalah. Aku juga pusing...” papar Direktur Yoon

Dong-hoon sendiri, tak berkomentar apa pun.. bahkan sepertinya, alkohol itu membuatnya mabuk berat, hingga tak bisa mendengar perkataan diretur Yoon dengan jelas~


Joon-young menemui Yoon-hee yg sepertinya agak kesal, karena sikapnya yg dia anggak sangat kejam,

“Kenapa kau mempermainkan orang seperti itu? Sudah kubilang, aku akan menceraikannya”

“Walau kalian berdua bercerai, bekerja di perusahaan yang sama... akan membuatku seorang pria yang berkencan dengan istri bawahannya. Bagaimana jika nanti Dong Hoon Sunbae tahu tentang kita, dan ingin membalas dendam? Bercerailah dengan Dong Hoon Sunbae setelah dia dipecat. Itulah yang perlu dilakukan..”

“Bukan hanya dia bercerai, tapi dia dipecat. Itu terlalu kejam!”


“Memangnya ada cara lain? Kita ini jadi orang jahat sekarang!” tegas Joon-young


Keesokan harinya, Dong-hoon masih berusaha keras untuk mendapat kesempatan berbicara dengan Ji-an.


Sambi berjalan dia bertanya: “Kau tinggal dimana? Ada kenalanku yang polisi, tapi tak ada orang... bernama Lee Ji An yang tinggal di Ganak-gu. Padahal aku melihatmu di kompleks itu. Jadi sebenarnya, kau tinggal dimana?”

Tak mendapatkan respon, maka Dong-hoon melanjutkan ‘ancamannya’, “Karena sepertinya aku akan dipecat, maka aku akan melakukan semuanya. Aku akan memberi tahu kalau taruh uang itu di mejaku, terus uangnya hilang. Tapi ada seseorang yang kucurigai. Dan aku akan meminta pihak berwenang memeriksa rekaman CCTV..”

“Kau juga takkan bisa pakai uangnya, karena itu uang curian!” tukas Ji-an

“Kau tahu itu? Jadi sebaiknya kauserahkan uang itu sebelum kau tertangkap. Dan pasti kau bakal susah cari kerja kalau kau ada riwayat kriminal!”


Tapi Dong-hoon tak mendapatkan respon yg lebih pasti, apalagi Ji-an keburu melewati portal yg hanya bisa terbuka dengan kartu pegawai.

Dong-hoon menemui resepsionis untuk minta izin masuk, dengan alasan ada barangnya yg tertinggal di atas.


Setelah mendapat izin, maka dia pun.. akhirnya bisa masuk.


Ji-an menemui si kakek tukang bersih-bersih dan bertanya: “Sepertinya dia tidak tahu uang itu ada dimana. Apa ajusshi kebetulan mengambilnya?”

“Biarkan saja. Kau mungkin yang malah akhirnya dipecat bukan dia. Aku juga yakin atasan pasti akan menganggap kalau dia yang terima uang itu. Mungkin Manajer Park ada salah sama atasan...”


Sirektur Park, tengah mengobrol dengan salah seorang petugas keamanan, terkait perkembangan pencarian identitas pengim e-mail yg menuduhnya menerima suap. Tapi tiba-tiba, datanglah Direktur yoon yg mengajaknya berbicara empat-mata.


Direktur Yoon menjealskan, bahwa Dong-hoon telah mengakui kesalahan yg menerima uang suap, “Aku agak memaksanya, lalu dia mengaku semuanya. Manajer Park pasti juga  merasa berat hati. Dia harus tunduk pada salah satu juniornya waktu kuliah... dan dia dipindahkan ke Tim Inspeksi Keselamatan. Tentu dia pasti tak kesal...”

“Terus, uangnya sekarang ada dimana? Dia bilang dia apakan 50 juta won itu?”

“Jika kau jadi dia..., kau pikir kau akan menyerahkan uang itu, kalau kau akan dipecat? Tentu aku yakin dia pasti akan membawa lari uang itu...”


Direktur Park keluar sebenatar, kemudian kembali dengan membawa amplop uang yg sebelumnya dia pertanyakan,

“Tukang bersih-bersih yg memberikan ini pada kami..., dan memberi tahu kami, ini ketemu di tempat sampah. Park Dong Hoon membuangnya. Dia harus tahu siapa pengirimnya biar uangnya bisa dia kembalikan, tapi dia tidak tahu pengirimnya. Makanya dia pasti membuangnya karena dia takut diselidiki. Ini ditemukan di tempat sampah pada keesokan paginya setelah dikirim... jadi dia membuangnya pada hari dia menerima paket ini. Tapi, kenapa kau sangat putus asa sekali biar Park Dong Hoon dipecat? Pasti kau tidak sendirian merencanakan ini. Kenapa Do Joon Young melakukannya?”

“Jaga mulutmu!”

“Kita memanggil nama presiden negara ini pakai namanya, tapi aku tidak boleh memanggil orang yang lebih muda dariku pakai nama dia? Pasti ini bukan hanya tentang pemilihan ulang. Presdir, yang tidak punya anak, sering sakit, dan sering mengunjungi rumah sakit... jadi bocah itu pasti berusaha mendapatkan saham Presdir supaya menjadi pemegang saham utama. Tapi ada banyak orang yang menghalanginya, 'kan? Makanya, dia berencana menyingkirkan musuh-musuhnya, satu per satu. Tapi semuanya tidak berjalan lancar ada kendala. Sepertinya kalian berdua berencana memecat Park Dong Hoon dan membiarkan semua ini menjadi-jadi. Tapi itu tidak akan terjadi! Jadi, kenapa kau memihak bocah itu? Kenapa? Apa Do Joon Young janji dia akan menjadikanmu CEO kalau dia menjadi Presdir?”


“Terus kau sendiri, apa Direktur Eksekutif Wang janji dia akan menjadikanmu CEO... kalau dia menjadi presdir?”

“Ya. Dan satu hal lagi. Dia akan membuatku jadi penerusnya! Mau betapa baiknya seseorang... ada satu hal yang tidak bisa dimaafkan. Yaitu melihat orang yang harusnya ada  di bawahmu malah sudah di atasmu duluan. Itulah orang yang membuat kesal. Sangat kesal sampai tidak bisa tidur!”

“Kami akan menyingkirkan semua orang  yang tak tahu diri. Aku akan mengadukanmu ke CEO kalau kau bilang ini semua!”

“Silakan adukan saja. Dan itu juga berlaku buatmu!”


Joon-young buru-buru turun dari ruangannya, karena ada Presdir Jang yg berkunjung untuk ‘beli kopi’, katanya..

Namun dia hanya berunjung sebentar, dan orang yg menyambutnya duluan adalah Direktur Eksekutif Wang.


Presdir Jang mendengar kabar mengenai kasus Dong-hoon, yg membuatnya berkata: “Dia serius membuang 50 juta won? Sungguh orang yang baik. Berarti dia tidak menerimanya. Jadi kenapa dia harus dipecat?”

“Aku juga baru tahu kalau dia membuang uang itu. ”

“Kami akan mencari tahu siapa yang mengirim uangnya dan bicara dengannya”

“Orang itu sudah menghancurkan hidup orang baik. Siapa namanya tadi?”

“Manajer Park Dong Hoon. Dia baru-baru ini dipindahkan ke Tim Inspeksi Keselamatan.”

“Park Dong Hoon.... Aku tahu dia! Ada raut menyedihkan soal dia. Bilang ke dia, kalau aku akan mentraktirnya kapan-kapan..”


Ketika berjalan kembali ke ruangannya, Joon-young bertemu dengan Direktur Park, maka dia pun lansgung mengajaknya ke ruangannya, karena ada hal yg mesti dibicarakan.


Ketika berada dalam lift.. ponselnya terus berdering. Namun, Joon-young tak bisa mengangkatnya, karena itu addalah ponsel ‘rahasianya’

Tanpa perlu diperintah.. Ji-an menyelamatkan Joon-young, dengan diam-diam mengambil ponsel tersebut, kemudian bertingkah, seolah itu adalah ponselnya.


Direktur Park melaporkan hasil investigasi terkain kasusu Dong-hoon. Mereka berinteraksi, seolah tak terjadi apap pun, padahal satu sama-lain tahu ‘boroknya’ masing-masing,

“Janganlah pecat Manajer Park Dong Hoon..., dan aku akan mencari perusahaan yang mengirim uang itu”

“Baiklah..”


Joon-young henadk mengambil kembali ponselnya, namun Ji-an mengirimninya sebuah pesan: ‘Waktu sekretaris Anda nanti pulang, suruhlah aku beli sandwich buat Anda. Sangat sulit bagiku mengembalikan ini ke  Anda sekarang karena banyak orang melihat’


Joon-young menelpon Yoon-hee, “Jangan hubungi ponselku yang satunya. Dan jangan terima telepon dari nomor itu”

“Kenapa?”

“Pokoknya, jangan. Jangan mengirim SMS juga”

“Ada apa?”

“Nanti kuceritakan. Aku serius akan memberitahu semuanya”


Dong-hoon akhirnya memutuskan untuk mengakui semuanya dihadapan Direktur Park. Dia sempat berpapasan dengan Ji-an, yg hingga kini masih saja mengacuhkannya.


“Memang benar aku menerima uang itu. Tapi aku tidak menyimpannya...” ungkap Dong-hoon

“Sudah tahu aku. Tukang bersih-bersih mengambilnya. Kenapa kau membuangnya? Kau harusnya membawanya ke Tim Inspeksi dan bilang kalau kau menerimanya. Kau beruntung yang menemukannya si tukang bersih yang baik. Bagaimana kalau dia  mengambil uang itu? Kau membuang 50 juta tanpa mengkhawatirkan dampaknya? Presdir sudah mengurus semuanya. Dan kami akan berpura-pura kalau kau tidak pernah menerima ini. Kenapa kau tidak memberi tahu kami kau membuangnya?”

“Tapi siapa yang akan percaya?”

“Karena kau seperti ini makanya orang-orang seperti Direktur Yoon meremehkanmu. Dan aku yakin... Direktur Yoon juga merencanakan ini semua...”


Mendengar penjelasan itu, sontak membuat Dong-hoon emrasa bersalah karena telah meragukan apa yg dikatakan Ji-an kepadanya..
Advertisement


EmoticonEmoticon