4/01/2018

SINOPSIS My Mister Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 1 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 2 Part 2

Pagi sekali, Ji-an mendatangi gedung tempat kantor si rentenir berada.


Gwang-il belum datang, maka Ji-an memberikan uang sebsar 18 juta kepada pegawai yg kerja disana.


Bilangnya mau membuatkan minuman, padahal pria itu diam-diam menelpon Gwang-il, “Dimana kau? Dia pasti sangat tidak ingin melihatmu lagi. Karena dia datang menemuiku pagi-pagi. Dia membawa uang tunai. Haruskah aku menerimanya atau tidak?”

“Memang berapa yang dia bawa?”

“18 juta”


“Terima saja untuk sekarang ini. Uang itu hasil curian. Terimalah, terus laporkan itu sebagai uang hasil curian dan jebloskan dia ke penjara. Terus, naikkan tingkat bunga saat dia sudah masuk penjara. Maka wanita itu akan tamat sudah. Jangan suruh dia pulang dulu. Aku sebentar lagi sampai...”


“Kwang Il menyuruhku menerima uang ini”

“Ini kutambah dua juta lagi. Mana nota-ku?”

“Kenapa buru-buru amat? Minum kopi dulu baru pergi, karena habis ini kita takkan bertemu lagi. Padahal aku ingin mengakhiri segalanya di sini..  tapi sepertinya Gwang Il tidak setuju. Sepertinya tujuan utamanya itu menjebloskanmu ke penjara. makanya dia tak mau melewatkan kesempatan ini!”

Pra itu berhasil merebut amplop dalam tas iI-an, yg didepannta tertulis nama ‘Park Dong-hoon’


Ji-an menatap benda-benda di sekelililingnya, hingga membuat pria itu berkata: “Apa, kau mau memukuliku? Yang mana yang kau suka? Baiklah kalau begitu. Mari kita tambahkan tuduhan atas penyerangan juga”


Tak mau ribut, Ji-an malah buru-buru berjalan pergi. Dan tak lama kemudian, datanglah Gwang-il..


Ji-an bersembunyi dibalik dinding.. dia melirik kebawah, dimana tedapat sebuah mobil angkut barang terparkir, tepat disamping sedan putih.


Secara diam-diam.. dengan sengaja, Ji-an menghancurkan kaca depan sedan tersebut, hingga membuat klaksonnya berbunyi sangat kencang.


Ternyata, sedan putih itu milik si pria temannya Gwang-il. Mendengar keributan, mereka pun langsung turun dan memeriksanya kebawah.


Disaat sobatnya sibuk memarahi sopir truk angkut yg dia anggap bersalah atas insiden ini, Gwang-il hanya diam.. kemudian dia menyadari, ada sesuatu yg janggal.


Bergegas dia kembali ke kantornya.. dan dugaan dia memang benar. Kini, amplop uang milik Ji-an telah raib.. diambil oleh Ji-an sendiri.


Sambil melarikan diri, Ji-an menelpon KI-bum dan menyuruhnya untuk segera memindahkan nenek ke rumahnya.


Pada saat itulah, Dong-hoon didatangi oleh tim audit yg langsung membawanya pergi ke ruang interogasi.


Ji-an baru sampai di kantor, makanya dia berpapsan dengan Dong-hoon. Tapi sengaja, dia berjalan melwatinya begitu saja.. bahkan tanpa meliriknya sekali pun, meski Dong-hoon terus berteriak memanggilnya.


Barang-barang serta berkas di meja Dong-hoon disita. Ji-an yg melihatnya, nampak acuh dan tak pduli sedikit pun akan hal itu~


Dong-hoon sangat kegingungan.. dia berniat menelpon istrinya, namun petugas datang dan langsung menyita  ponselnya.


Ketika suana kantor tengah sibuk, diam-diam.. Ji-an menaruh amplop milik Dong-hoon di tumpukan koran, kemudian membawanya pergi bersamanya..


Petugas bertanya pada Dong-hoon: “Dari perusahaan mana? Siapa yang mengirim paket itu ke Anda?”

“Aku juga penasaran. Aku penasaran ini ulah siapa!”

“Berapa semuanya? Katanya 50 juta, tunai. Dimana uang itu sekarang?”

Dong-hon diam, dia tak bisa menjawabnya karena dia memang tak tahu jawabannya.


Ji-an menemui ahjussi  yg membantunya tadi malam. Entah apa hubungan mereka, tapi si ahjussi sepertinya sangat memahami kondisi Ji-an, 

“Orang yang ingin menjebloskanmu ke penjara pasti akan mencari tahu kau kerja dimana, dan pada akhirnya dia akan menemukan Park Dong Hoon juga!”

“Malah bagus sebenarnya kalau dia menemukan Park Dong Hoon”

“Tapi kalau ada salah-salah dan malah menemukan Park Dong Woon, tamatlah sudah kau..”

Ahjussi itu, kemudian menyuruh Ji-an menaruh setumpukan koran itu dalam wadah sampah~


Setelahnya, ahjussi itu memberikan amplop tersebut pada seorang petugas keamanan, dengan alasan bahwa dia menemukannya terbuang begitu saja.


Direktur Park, tengah sibuk memeriksa CCTV yg merekam keberadaan Dong-hoon tadi malam.

“Dia pulang kerja jam 7 malam. Terus balik kantor lagi pukul 23:40. Terus, dia mengecek ruang keamanan... Kenapa dia bertingkah seperti itu? Habis itu, dia pergi lagi.”

“Terus kenapa ada pemadaman listrik?”

“Katanya ada salah penanganan saat memeriksa lift”

“Jadi, tidak ada cara lagi buat mengetahui siapa pengirimnya?”

“Tidak ada untuk saat ini”

“Coba lihat siapa tahu ada kurir yang masuk”

“Memang ada. Kurir yang datang kemarin sekitar jam 4 sore...”

“Tanyakan pada kurir itu, siapa yang menyuruh dia mengirim paket itu. Jika dia cari-cari alasan, bilang saja kita akan lapor polisi”


Setelah diccoba ditelpon, ternyata nomornya sudah tak aktif lagi,

“Jadi, mereka memang merencanakan semua ini. Menurutmu si kurir yang merahasiakan ini atau si penerima?”

“Mungkin dua-duanya?”

“Karena si kurir atau penerima tidak tertangkap. Apa si penerima meminta uang itu sendiri, atau... ada orang lain yang sengaja kasih uang ke dia?”


Tiba-tiba, masuklah seorang petugas yg memberikan amplop dari si ahjussi, “Tukang bersih-bersih bilang menemukan ini di tempat sampah” jelasnya”

“Berarti, ada seseorang yang berusaha membuatnya menerima suap, bukan? Sebelum kita tahu siapa yang mengirim ini, dan menangkap orang itu..., rahasiakan soal pesan ini...” ujar Direktur PArk
Advertisement


EmoticonEmoticon