4/15/2018

SINOPSIS Misty Episode 16 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 16 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 15 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 16 Part 2

Tae Wook mengakui pada Hye Ran kalau dia yang membunuh Kevin Lee. Hye Ran terus berusaha menyangkal kalau Tae Wook tidak mungkin melakukannya. Tae Wook mengatakan saat itu semuanya gelap, dia tidak melihat apapun dan tidak mendengar apapun. Pikirannya sudah dibutakan karena sakit hati.

Tae Wook mengingat kembali bagaimana awal mula peristiwa itu. Malam itu Tae Wook sedang mengemudikan mobilnya dan melihat Kevin Lee berada di hadapannya, lalu mobil itu berjalan melewati mobil Tae Wook begitu saja. Tae Wook jadi teringat saat bertemu Kevin Lee di dalam lift kantor Hwanil Steel, dan pada saat itu lah Tae Wook tahu Hye Ran akan pergi ke Thailand bersama Kevin Lee. Dan pada saat di Thailand pun Tae Wook mencium sesuatu mengenai hubungan Kevin Lee dan Hye Ran. Pada saat itu Kevin Lee memberikan bros milik Hye Ran dan meminta Tae Wook untuk mengembalikan. Selain itu, dia kembali terbayang kemarahan Hye Ran yang berusaha memberitahu Tae Wook kalau dia tidak pernah tidur dengan Kevin Lee, tapi Tae Wook sulit mempercayainya. 


Semua ingatan itu membuat Tae Wook memutar balik mobilnya ke arah Kevin Lee pergi. Mobil mereka berdua beriringan dan saat berhenti di lampu merah, keduanya saling memandang dengan tajam. Kevin Lee lalu lebih dulu pergi, memacu mobilnya meninggalkan Tae Wook di belakang. Tapi kemudian Tae Wook mengikuti kemana dia pergi.


Mereka berdua berhenti di sebuah tempat yang gelap. Saling berbicara berhadapan. Kevin Lee meremehkan permintaan Tae Wook untuk tidak menemui Hye Ran lagi karena dia sekarang sudah menjadi istrinya.

“Sebelum itu, dia milikku. Ya, kamu benar. Dia istrimu. Tapi menurutmu kenapa dia tidak bisa melupakan itu dan kembali kepadaku? Suami baik. Mertua kaya. Jadi, dia lebih memilihmu, tapi tidak puas. Yang sangat dia inginkan adalah cinta. Orang yang dia rindukan, yang dia ingin dekat dengannya, dan yang dia inginkan. Istrimu? Keluargamu? Kamu bisa menganggap pernikahan kalian bisnis.”

Tae Wook meminta Kevin Lee berhenti bicara, tapi dia terus saja merendahkan Tae Wook.
“Jika tercatat bahwa kalian suami istri, lantas dia milikmu? Kamu tidak pernah mendengar dia berkata dia mencintaimu. ‘Istriku’? Konyol.” Wajahnya mengejek Tae Wook.


Kevin Lee akan pergi begitu saja, tapi Tae Wook memegang tangannya. Kevin Lee meminta Tae Wook melepaskan tangannya. Tapi yang terjadi adalah Tae Wook mendorong Kevin Lee hingga kepalanya membentur dinding.


Tae Wook sudah akan pergi, tapi dia menyadari Kevin Lee tidak sadarkan diri dan jatuh tergeletak ke tanah.


Dengan ketakutan, tubuhnya gemetar, dan berurai air mata Tae Wook membawa mobil Kevin Lee dengan tubuh Kevin Lee di kursi belakang. Dia pergi tanpa arah, lalu berhenti di sebuah jalan turunan di saping rel kereta.


Di jalan itu Tae Wook seperti menemukan ide, lalu memacu mobil itu dengan kecepatan tinggi. Mobil Kevin Lee akhirnya menabrak sebuah tiang di depan terowongan.


Selama beberapa saat Tae Wook tidak sadarkan diri, bros Hye Ran yang dibawanya jatuh begitu saja. 


Tae Wook membuka matanya, dengan bersusah payah dia keluar dari mobil karena mengalami benturan di perutnya. Dia membawa tubuh Kevin Lee dari kursi penumpang ke kursi pengemudi.


Tae Wook meletakkan Kevin Lee seolah-olah dia sedang mengemudi. Sebelum pergi Tae Wook menghilangkan sidik jarinya dengan mengelap setir dan pintu mobil. Setelah itu dia berjalan di kegelapan meninggalkan Kevin Lee berada di dalam mobilnya.


Tae Wook berdiri menunggu bis di dekat halte, dia berdiri di bawah pohon untuk menghindari perhatian dari orang-orang.


Bis datang saat bertepatan dengan suara sirine dari kejauhan. Awalnya Tae Wook ragu tapi akhirnya dia masuk ke dalam bis.


Tae Wook seperti menghindari melihat ke arah ambulance dan mobil polisi yang beriringan menuju ke arah datangnya Tae Wook. Dia duduk kedinginan di dalam bis sambil merasakan perutnya yang sakit.


Tae Wook memberitahu Hye Ran kalau kejadian itu berlalu begitu cepat. Pada saat itu Tae Wook ternyata ingin mati bersama Kevin Lee di kecelakaan yang dibuatnya sendiri, tapi ternyata situasi tidak berjalan sesuai yang diinginkannya.
“Semuanya tertutup begitu saja seakan-akan itu kebohongan.”
Hye Ran bersusah payah berbicara karena dia menangis histeris “Kenapa kamu tidak memberitahuku?! Kenapa kamu merahasiakannya sampai sekarang?! Apa kamu sungguh hendak menjebakku?! Kamu begitu ingin melihatku dikritik orang?!”
“Tidak, aku menderita. Aku juga menderita karena tidak tahu harus melakukan apa.”
“Seharusnya kamu memberitahuku, Tae Wook. Kamu memiliki banyak kesempatan untuk memberitahuku, tapi memilih diam. Jika aku tidak bertanya hari ini, kamu akan terus berbohong dan bersikap munafik.”
“Aku tidak ingin ini diketahui. Aku ingin menutupinya jika bisa agar tidak ada yang tahu. Aku berharap begitu dan kukira aku bisa melakukannya.”
“Kenapa... Kenapa kamu tidak membunuhku saja?! Kamu seharusnya membunuhku, bukan Lee Jae Young!”


Hye Ran keluar dari rumahnya, lalu menangis sejadinya di dalam mobil. Sedangkan Tae Wook berdiri mematung melihat ke arah Hye Ran pergi. dalam hatinya Tae Wook berkata “Aku tidak bisa berkata apa-apa kepadamu karena kamu hanya akan menganggap semua perkataanku sebagai alasan. Tapi Hye Ran... Jika semua tampak seperti alasan dan kemunafikan, itulah kebenarannya. Aku mencintaimu.”


Hye Ran datang ke rumah sakit untuk menjenguk Reporter Yoon tapi ternyata dia masih belum sadarkan diri.


Saat Hye Ran keluar dari kamar rumah sakir, Eun Joo berjalan ke arahnya lalu mereka bicara di kursi lorong rumah sakit. Hye Ran hanya diam mendengarkan Eun Joo berbicara.
“Saat kamu mengelak dan berharap itu tidak benar, setidaknya ada harapan. Saat harapanmu pupus, tidak ada yang tersisa. Itu sangat kejam. Kamu hanya memiliki rasa hampa. Aku akan meninggalkan negara ini pekan depan. Aku akan terus hidup tanpa mengetahui di mana akhirnya dan ke mana aku pergi. Sebenarnya, saat kami kembali ke Korea, suamiku memintaku untuk mampir ke Hawaii selama sepekan. Kami berdua pasangan sah, tapi tidak pernah berbulan madu. Tapi aku bersikeras ingin segera kembali ke Korea. Aku bersikeras dan kami naik pesawat itu. Mungkin seharusnya aku tidak memaksa. Jika tidak naik pesawat itu, kami tidak perlu bertemu denganmu di bandara hari itu. Dia juga tidak akan mati. Sekarang kamu puas? Ini semua karena kamu, Hye Ran. Suamiku dan aku. Ha Myung Woo dan suamimu. Kami semua berakhir seperti ini karena kamu. Puas kamu?”


Hye Ran tidak berkata sepatah katapun, dia lalu beranjak dan berjalan pergi tapi Eun Joo bertanya lagi padanya.
“Kamu bahagia sekarang? Aku sangat ingin menanyakan apa kamu bahagia dengan kejadian ini.”
Hye Ran menoleh dan hanya mengucapkan selamat tinggal pada Eun Joo, dia berharap mereka tidak akan pernah bertemu lagi.


Sementara itu Tae Wook duduk termenung hingga pagi hari.
Advertisement


EmoticonEmoticon