4/10/2018

SINOPSIS Misty Episode 15 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 16 Part 1

Reporter Yoon merasa aneh, kenapa Kang Tae Wook mengahapus rekaman itu. Menurut Eun Joo, Tae Wook menghawatirkan jika videonya menyebar akan menjadi bukti jelas bahwa Hye Ran dan suaminya berselingkuh. Reporter Yoon berpikir kalau Tae Wook seharusnya bisa membersihkan nama Hye Ran, Eun Joo tidak memahami perkatannya.
“Go Hye Ran bilang kepada Kevin Lee bahwa dia ingin mengenang suamimu sebagai cintanya. Kevin Lee begitu berarti baginya, jadi, untuk apa dia membunuhnya?”
Eun Joo berkomentar kalau Hye Ran mengatakan itu hanya untuk menenangkan suaminya dengan kebohongan. Dengan begitu, Hye Ran ingin mengakhiri hubungannya dengan Kevin Lee diam-diam tanpa memicu banyak masalah.
“Jika begitu, video kamera dasbor itu mungkin menguntungkan bagi Go Hye Ran. Pengacara Kang pasti menyadarinya. Kenapa dia menghapusnya? Kamu tidak berpikir itu aneh?” Reporter Yoon berusaha keras memahami situasi ini.


Hye Ran sangat terpukul, tubuhnya bergetar dia juga berusaha menahan air matanya. Eun Joo berbicara dengan sinis kalau dia pikir Kang Tae Wook adalah pelaku sebenarnya yang tidak akan bisa berbuat apa-apa jika videonya tersebar. Lebih penting bagi Kang Tae Wook untuk menutupi rasa malunya daripada membersihkan nama istrinya.
“Tidak. Dia bukan orang seperti itu.”
“Itulah yang ingin kamu yakini. Aku memahami perasaan itu. Tapi pada akhirnya, dia pria yang penuh kecemburuan. Dia hanya ingin memperindahnya dengan cara yang lembut, bukan?”
“Kamu... Kamu begitu ingin menyiksaku? Siksalah aku sesukamu. Tapi jangan Kang Tae Wook. Jangan coba-coba mengarang cerita tentang dia. Jangan membuat cerita fiktif. Dia... Dia... Dia satu-satunya orang yang bisa menghadapi orang seperti diriku. Dia lebih memahamiku dan mendukungku daripada diriku sendiri. Kamu mengerti? Jangan coba-coba menggunjingnya. Dia bukanlah orang yang bisa kamu gunjing. Jangan coba-coba menggunjingnya.”
“Begitukah? Dia memang pernah seperti itu, tapi kamu telah mengubahnya menjadi seorang pembunuh lagi. Seperti yang kamu lakukan kepada Myung Woo 19 tahun lalu, kamu juga melakukannya kepada suamimu. Bukan begitu?”
Eun Joo lalu membuang papan yang dibawanya, dia mengatakan tidak perlu berdemo lagi, karena Hye Ran sudah terlihat cukup menderita. Dia mengatakan satu hal lagi, Hye Ran keliru soal Reporter Yoon yang berencana menemuinya.


Saat akan meninggalkan cafe, Eun Joo tidak sengaja mendengar perkacapan via telepon Reporter Yoon dengan Kang Tae Wook. Mereka berdua membuat janji untuk bertemu.


Eun Joo lalu mengatakan pada Hye Ran, jika dia ingin tahu yang terjadi kepada Yoon Song Yi maka tanyakan saja kepada suaminya.


Tae Wook sedang berada di biro perjalanan. Dia ingin pergi ke sebuah tempat untuk beristirahat. Petugas memintanya untuk menentukan tanggal keberangkatan, Tae Wook meminta tanggal yang tercepat lalu petugas memeriksa di layar komputer.


Flashback. Tae Wook mengajak Hye Ran berlibur karena mereka belum berlibur selama tujuh tahun sejak menikah. Hye Ran ingin ke tempat yang hangat untuk beristirahat tanpa memikirkan apa pun dan bisa mendengar laut. Tae Wook menyukai idenya untuk pergi ke tempat seperti itu.


Ucapan petugas menyadarkan lamunan Tae Wook.
“Anda bisa berangkat akhir pekan ini. Tapi waktu Anda tinggal empat hari. Anda tidak masalah dengan itu? Anda ingin aku memesan hotel dan tiket pesawatnya?”
“Ya, tolong.”


Hye Ran pergi ke toko obat untuk membeli obat pereda sakit kepala, saat akan membayar dia membuka tasnya dan melihat bros pemberian Tae Wook.


Sambil membayangkan apa yang dilakukannya di malam kejadian itu, Hye Ran juga terngiang ucapan Detektif Kang.
“Bros itu. Kenapa itu tertinggal di mobil Kevin Lee? Kamu yakin tidak ada orang di rumah selain kamu?”
Malam itu Hye Ran pulang dengan gemetaran, dia mengabaikan telepon dari Eun Joo lalu berbaring di kursi hingga tertidur pulas.


Tae Wook keluar dari ruang kerjanya lalu memandangi Hye Ran yang sedang tidur, wajahnya menunjukkan kebencian dan sakit hati.


Tae Wook melihat bros pemberiannya tergeletak di meja masih menempel di baju Hye Ran. Dia mengambil baju itu dan melepas bros dengan kasar. Tae Wook mengamati bros itu dengan penuh kesedihan.


Tae Wook ingat dia membeli bros itu karena Hye Ran sedang mengandung, tapi karena terpilih menjadi penyiar utama News Nine, Hye Ran harus menggugurkan kandungannya.
“Aku tidak bisa menghadiri audisi karena rasa mual dari kehamilanku. Tidak ada yang mau mempekerjakan pewarta yang sedang hamil.”


Bros itu juga pernah berada di tangan Lee Jae Young saat mereka berada di Tahiland.
“Dia menjatuhkannya saat kami bersama. Kami berdua sibuk.” Ucap Lee Jae Yong sambil meletakkan bros agar tae Wook memberikannya kembali pada Hye Ran.


Sakit hati Tae Wook belum selesai, dia masih harus merasakan pukulan saat melihat Kevin Lee masuk ke dalam mobil Hye Ran di tempat yang tersembunyi.


Dari bros, Tae Wook beralih mengamati Hye Ran yang masih tertidur di sofa. Wajahnya penuh dendam dan amarah. Ternyata itu semua adalah gambaran Hye Ran yang berusaha melihat kembali kejadian di malam itu.


Hye Ran menggambarkan malam itu melihat Tae Wook masuk lagi ke ruang kerjanya dan segera keluar sambil tergesa-gesa memakai mantel lalu pergi dari rumah. Di pintu depan, Hye Ran melihat Tae Wook masih memakai sepatu lamanya.


Hye Ran segera membuka lemari untuk melihat lagi pakaian Tae Wook. Mantel Tae Wook yang dipakai malam itu, menjadi baru lagi bahkan label harganya masih tergantung. Sepatu Tae Wook juga masih baru, bagian solnya bahkan masih sangat bersih.


Hye Ran lalu masuk ke kamar dan mencari surat di tumpukan amplop. Dia membaca tagihan kartu kredit dengan daftar pembelian pakaian dan sepatu dengan merk yang sama yang ditemukannya barusan.


Hye Ran kembali membayangkan Tae Wook membuang pakaian lamanya dan pergi ke departement store untuk membeli mantel dan sepatu baru dengan model yang sama persis.


Hye Ran menyadari rangakaian kejadian ini tapi masih terus berusaha menyangkal apa yang dipikirkannya.


Tae Wook pulang dan mencari Hye Ran, dia menemukan Hye Ran berada di kamar Tae Wook. Tae Wook melihat mantel dan sepatu barunya, serta Hye Ran yang berdiri tampak terpukul sambil memegang tagihan kartu kredit. Dengan suara bergetar karena menahan tangis, Hye Ran berusaha memberanikan diri bertanya apakah Tae Wook yang melakukannya.
“Kamu pelakunya? Katakan itu bukan kamu. Kumohon. Tidak mungkin kamu. Kamu tidak mungkin melakukannya. Katakan. Kamu tidak melakukannya, bukan?”


Pada malam kejadian itu, Tae Wook yang sedang berhenti di lampu merah tidak sengaja berhadapan dengan mobil Kevin Lee. Saat lampu sudah berwarna hijau, mobil Kevin Lee melaju di sampingnya menuju arah berlawanan dengan Tae Wook. Awalnya Tae Wook berjalan ke arah tujuannya tapi tiba-tiba memutar mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah Kevin Lee pergi, dan peristiwa itu terekam kamera pengawas.


Tae Wook masuk ke kamar, tapi Hye Ran mundur berusaha menghindarinya.
“Ayo kita berlibur, Hye Ran. Ke tempat tanpa siapa pun yang mengenal kita.”
“Lee Jae Young. Kamu membunuhnya?”
“Hye Ran.”
“Katakan. Kamu membunuh Lee Jae Young? Aku mau kamu memberitahuku! Katakan! Kamu membunuh Lee Jae Young?”
“Ya.” Tae Wook menjawab dengan ekspresi datar.
“Tae Wook. Apa... Apa yang telah kamu lakukan kepadaku?” 
Advertisement


EmoticonEmoticon