4/10/2018

SINOPSIS Misty Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 15 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 15 Part 3

Detektif Kang berusaha keras menghubungkan informasi yang diterimanya.
“Perkiraan waktu kecelakaan. Antara pukul 3.00 sampai 4.00. Manajer kantor melihat dia setelah pukul 7.00 pagi. Pak, aku ditelepon Kantor Kejaksaan Pusat.”
Juniornya datang untuk mengatakan sesuatu, tapi perhatiannya teralihkan pada video yang sedang diputar Detektif Kang. Dia bersimpati pada seniornya itu dan memintanya untuk meluoakan saja kasus itu. Karena pengadilan juga sudah menyatakan Kevin Lee meninggal karena kecelakaan.
“Seorang pria meninggalkan lokasi naik bus pertama pada dini hari. Tidak ada yang tahu itu Kang Tae Wook atau orang lain. Karena itu, kita harus memastikan itu Kang Tae Wook atau orang lain.”
“Anda ditelepon Kejaksaan.”
“Baik! Aku ke sana sekarang!” Detektif Kang menjawab dengan kesal.


Kejaksaan memanggil Hye Ran untuk mengembalikan brosnya yang dijadikan barang bukti.


Hye Ran tidak sengaja berpapasan dengan Detektif Kang, walaupun dia tidak menghiraukannya tapi Detektif Kang memanggilnya untuk bertanya satu hal. 
“Boleh aku bertanya untuk kali terakhir? Bros itu. Menurutmu kenapa itu ada di mobil Kevin Lee? Aku sudah mengaitkan semuanya, kecuali bagian itu.” Detektif Kang memperhatikan bros yang dibawa Hye Ran.
“Kamu masih mencurigaiku?”
“Jujur saja, alasan utamaku mencurigaimu adalah bros itu. Kenapa bros itu ada di mobil Kevin Lee? Kamu pernah memikirkannya?”
“Tidak.”
“Kamu ingat menghilangkannya dalam perjalanan pulang?”
“Tidak. Seingatku, tidak.”
“Berarti kamu memakainya sampai rumah. Kamu yakin tidak ada orang lain di rumah selain kamu?”
“Aku sudah memberitahumu saat memberikan kesaksian. Malam itu, aku di rumah sendirian. Tidak ada orang lain.”
“Begitu rupanya.”
“Detektif Kang Ki Joon. Kamu sudah mendapatkan dua kesempatan. Selama aku ditahan tanpa surat, dan saat kamu membuatku diadili, kamu tidak menemukan bukti di kedua kesempatan itu.”
“Karena aku mengira kamu tersangka utamanya. Itu alasan terbesar gagalnya penyelidikan ini. Jadi, kami kehilangan pelaku sebenarnya.”
“Apa maksudmu? Pelaku sebenarnya?”
“Orang yang membuatmu terlihat seperti tersangka utama dan menjadikanmu tameng. Orang yang cukup dekat untuk mencuri brosmu itu. Pelaku sebenarnya mungkin lebih dekat daripada yang kita kira.”


Tae Wook sampai di rumah dengan membawa makanan, tapi dia melihat rumahnya kosong. Dia lalu menelepon Hye Ran, tapi terkejut karena yang menerima teleponnya adalah reporter Yoon Song Yi. Saat itu Hye Ran dan rekan-rekannya di News Nine sedang minum bersama karena Hye Ran yang mentraktir. Reporter Yoon menawarkan Tae Wook untuk berbicara dengan Hye Ran, tapi dia menolak agar tidak mengganggu dan hanya mengatakan agar memberitahu Hye Ran agar menelepon jika sudah selesai karena Tae Wook akan menjemputnya.


Reporter Yoon memberitahu Hye Ran kalau Tae Wook meneleponnya.
“Kamu beruntung. Tadi itu suamimu. Hubungi dia jika sudah selesai. Dia akan menjemputmu. Aku tidak iri dengan hal lain yang kamu miliki. Tapi aku iri soal Kang Tae Wook.”
Teman-teman Hye Ran bersorak mendengarnya karena setuju dengan ucapan Reporter Yoon.


Seorang gadis mengatakan dia juga iri karena Pengacara Kang sangat seksi. Dae Woong juga tidak mau kalah, dia membuat kehebohan dengan membandingkan Kang Tae Wook dengan Kwak Ki Suk, siapa yang lebih seksi di antara keduanya. Gadis tadi jelas memilih Kang Tae Wook, sedangkan Kwak Ki Suk juga mengakui kalau Pengacara Kang lebih seksi dari dirinya.


Mereka semua bersenang senang dengan obrolan itu tapi Reporter Yoon memperhatikan Hye Ran yang hanya diam tampak bersedih.


Sementara itu Tae Wook hanya minum sendirian di rumahnya.


Reporter Yoon mengantarkan Hye Ran yang sedang mabuk, dia mengeluh karena harus menyetir jadi dia tidak bisa minum.
“Aku terlalu tua untuk mengantar orang yang sudah bersuami. Ada apa? Omong-omong, apa terjadi sesuatu antara kamu dan Tae Wook? Kamu sungguh tidak akan memberitahuku?”
“Aku hanya bingung. Aku tidak tahu siapa Kang Tae Wook.”
“Hye Ran, kamu pikun? Kenapa tiba-tiba bicara begitu? Kamu tidak tahu siapa Kang Tae Wook?”


Reporter Yoon memberi tahu Tae Wook kalau Hye Ran mabuk berat.
“Tiba-tiba dia menghubungi semua orang yang senggang malam ini. Dia bilang akan mentraktir kami semua. Tapi malah dia yang pertama mabuk.”
Saat Tae Wook akan membawa keluar Hye Ran dari mobil, Reporter Yoon bertanya apakah Tae Wook dan Hye Ran  baik-baik saja. Tae Wook tampak bingung mendengaranya lalu bertanya apa Hye Ran mengatakan sesuatu. Hye Ran tidak mengatakan apapun hanya Reporter Yoon saja yang merasa penasaran.


Tae Wook memapah Hye Ran menuju lift, tapi dengan sempoyongan Hye Ran berusaha lepas dari Tae Wook dan ingin jalan sendiri. Tae Wook tidak mau melepaskannya begitu saja, Hye Ran masih berusaha mau berjalan sendiri dan meyakinkan Tae Wook kalau dia baik-baik saja walaupun kesulitan berdiri dengan benar. Reporter Yoon bergumam apakah mereka berdua sedang bertengkar, padahal mereka berdua memenangkan persidangan.


Di dalam rumah, Hye Ran masih berusaha melepaskan tangan Tae Wook sampai akhirnya dia sedikit berteriak. Hye Ran menyadari ucapannya lalu meminta maaf, dan segera masuk ke kamar karena dia ingin sendirian.


Di dalam kamar, Hye Ran teringat ucapan Detektif Kang padanya siang tadi.
“Kamu yakin tidak ada orang lain di rumah selain kamu? Orang yang membuatmu terlihat seperti tersangka utama dan menjadikanmu tameng. Pelaku sebenarnya mungkin lebih dekat daripada yang kita kira.”
Hye Ran merasa sangat terpukul dengan fakta itu, dia menjatuhkan dirinya di temoat tidur lalu bergelung menahan kesedihannya.


Tae Wook hanya berdiri memandang pintu kamar Hye Ran dengan sedih.


Pak Jang akan masuk ke gedung JCB tapi dia melihat Eun Joo yang sedang berdemo dengan papan bertuliskan “Go Hye Ran membunuh suamiku. Dia bersalah. Tidak akan kumaafkan”. Pak Jang hanya melihat sekilas lalu masuk ke gedung.
Advertisement


EmoticonEmoticon