4/10/2018

SINOPSIS Misty Episode 15 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 15 Part 2

Tae Wook sudah berada di jalan raya, saat berhenti di lampu merah dia melihat rambu-rambu lalu lintas dan teringat surat tilang yang tertinggal di rumah.


Hye Ran sampai bergetar tangannya membaca surat tilang Tae Wook karena melebihi batas kecepatan pada tanggal 18 Januari 2018, pukul 1.45 di persimpangan Hannam.


Hye Ran terkejut mendengar suara Tae Wook yang memanggilnya sampai menjatuhkan pisau di ruang kerja Tae Wook. Tae Wook rupanya juga terkejut mendengar suara itu karena dia tidak mengira Hye Ran ada di ruang kerjanya lalu segera menuju ke sana.


Mereka berdua bertemu di ambang pintu. Dengan gugup Hye Ran beralasan ingin membaca buku karena tidak tahu harus melakukan apa. Tae Wook mengatakan dia pulang karena ada yang tertinggal.


Hye Ran lalu duduk sambil berpura-pura membaca buku, sedangkan Tae Wook mengamatinya dari belakang selama beberapa saat. Dia juga melihat ada setumpuk surat di meja di hadapan Hye Ran.


Di dalam kantornya, Tae Wook terkejut melihat surat tilang sudah tidak berada di tempatnya. Dia ingat betul meletakkan surat itu di dalam buku.


Sambil melihat Hye Ran dengan wajah curiga, dia meletakkan pisau itu di samping Hye Ran, dia tahu Hye Ran sedang membutuhkan benda itu. Hye Ran pun berterima kasih Tae Wook memberikan pisau itu, dia menunjukkan ekspresi senang. Tae Wook mengajak Hye Ran makan malam bersama, tapi Hye Ran menolak. Dia beralasan ingin beristirahat, membaca buku dan mendengarkan musik. Tae Wook berjanji akan segera pulang setelah pekerjaannya selesai.


Setelah Tae Wook pergi, Hye Ran kembali merasa terguncang karena surat tilang yang dibacanya.


Myung Woo mendatangi Eun Joo yang sedang duduk di stasiun, dia meminta Eun Joo berhenti melakukan aksi demonya karena pengadilan sudah memutuskan Kevin Lee meninggal karena kecelakaan. Eun Joo tidak mau menerima putusan itu begitu saja.
“Kamu tidak tahu bagaimana kehidupanku selama sepuluh tahun terakhir. Kamu tidak tahu penderitaan apa yang kulalui, penghinaan apa yang kuhadapi, dan bagaimana aku dan Jae Young bertahan selama ini. Dia tewas karena kecelakaan? Jangan membuatku tertawa. Dia bukan tipe orang yang akan mati semudah itu. Hye Ran diputuskan tidak bersalah, tapi aku tidak bisa menerima itu. Aku tidak akan menerima hasil putusan pengadilan.”
Myung Woo bertanya apa yang akan Eun Joo lakukan, karena apapun itu tidak akan bisa mengubah apa pun. Eun Joo berusaha menghancurkan Hye Ran dengan caranya.
“Seluruh dunia mungkin tertipu oleh Hye Ran, tapi aku tidak. Seluruh dunia mungkin memaafkannya, tapi aku tidak.”
Myung Woo berusaha meyakinnya kalau Hye Ran tidak bersalah, tapi Eun Joo malah mengatai Myung Woo bodoh karena tidar sadar dimanfaatkan oleh Hye Ran sehingga masa mudanya terbuang sia-sia karena Hye Ran.


Eun Joo beranjak pergi, tapi Myung Woo menghalangi jalannya dan merebut papan yang dibawa Eun Joo lalu menghancurkannya. Dia masih berupaya menghentikan Eun Joo yang masih berniat menghancurkan Hye Ran.
“Kamu mau apa jika aku enggan dan tidak bisa berhenti? Kamu akan membunuhku atau  apa?” Myung Woo hanya diam, Eun Joo tersadar kalau Myung Woo akan mengha bisinya “Maksudmu, kamu akan melakukan itu?”
Myung Woo hanya menjawab singkat “Mungkin.”
“Apa maksudmu? Dong Hyun... Apa kamu yang membunuhnya? Apa kamu, Myung Woo?”
“Kali pertama selalu sulit. Tidak akan sulit saat mengulanginya, Eun Joo. Jadi, berhentilah sekarang juga.” Myung Woo meninggalkan Eun Joo yang meneriakinya dari belakang.
“Bedebah gila. Ha Myung Woo, kamu bedebah gila!”


Hye Ran kembali ke ruang kerja Tae Wook dan melihat surat itu sudah tidak ada di laci. Lalu dia teringat alasan Tae Wook kembali ke rumah karena meninggalkan sesuatu di rumah. Hye Ran berusaha keras meyakinkan dirinya kalau semua itu hanya kebetulan saja. Tae Wook kebetulan melewati jalan itu pada hari dan jam yang sama dengan waktu kematian Kevin Lee.


Kang Tae Wook sedang membayarkan denda tilangnya.


Hye Ran sedang membereskan lemari pakaian. Dia melihat sebuah mantel baru milim Tae Wook yang masih tergantung labelnya. Saat membereskan sepatu, Hye Ran juga melihat Tae Wook memiliki sepasang sepatu baru.


Hye Ran mendapat telepon dari kejaksaan yang memanggilnya untuk datang.


Detektif Kang sedang mengamati video saat dirinya menginterogasi Kang Tae Wook sebagai saksi dalam kasus Kevin Lee. Dia mengajukan pertanyaan berapa lama Tae Wook menikah dengan Hye Ran, dia menjawab 7 tahun. Lalu bertanya bagaimana hubungan pernikahan keduanya. Detektif Kang bertanya apakah benar pada hari kecelakaan itu Tae Wook menemui Hye Ran di kantor stasiun tv dan pada pukul berapa.
“Aku menemui dia begitu acaranya selesai. Jadi, pasti sudah lewat pukul 22.00.”
“Lalu, apa Anda bersamanya?” detektif Kang juga bertanya jam berapa Hye Ran pulang, dia mengatakan tidak tahu karena Tae Wook harus mengerjakan sesuatu di kantornya, hingga bermalam di sana.


Flashback. Saat itu dengan ketus Hye Ran beralasan harus segera menghadiri rapat, dan meninggalkan Tae Wook begitu saja.


Detektif Kang juga mendapatkan informasi dari Pak Jung kalau Tae Wook malam itu menginap di kantor.
“Ya, dia di sana saat aku tiba di kantor. Jika sedang banyak pekerjaan, terkadang, dia menginap di kantor.”
“Tepatnya pukul berapa kamu tiba di kantor?”
“Itu... Berita pagi sedang membahas kasus Kevin Lee saat aku sampai. Jadi, pasti pukul 7.00 lewat.” Pak Jang menjawab dengan gugup dan menunjukkan sikap tidak senang terhadap Detektif Kang.
Advertisement


EmoticonEmoticon