4/09/2018

SINOPSIS Misty Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 3

Hye Ran bangun dan menyadari Tae Wook sudah pergi. Meja makan dia melihat sarapan yang sudah disipakan Tae Wook. Ada sebuah kartu yang diselipkan di seikat bunga. Hye Ran membacanya sambil tersenyum.
“Tidurmu nyenyak? Kamu tidur sangat nyenyak, jadi, aku pergi tanpa membangunkanmu. Kuharap kamu menikmati hari barumu. Aku mencintaimu.”


Tae Wook membaca pesan dari Hye Ran yang mengucapkan terima kasih untuk sarapannya, saat dia sedang bersama Detektif Kang. Detektif Kang datang untuk memberitahu jasad Baek Dong Hyun ditemukan di Sungai Han.
“Lantas?” Tae Wook seperti tidak tertarik dengan berita itu.
“Bukannya kasus orang hilang, ini menjadi kasus pembunuhan.”
“Lalu apa?”
“Kevin Lee belum lama tewas. Manajernya Baek Dong Hyun tiba-tiba ditemukan tewas, jadi, aku harus menyelidikinya.”
“Setelah manajer Kevin Lee tewas, dia kehilangan adik perempuannya. Aku tahu dia banyak utang karena berjudi. Bukankah bisa saja dia bunuh diri karena pesimis?”
“Anda tahu banyak tentang Baek Dong Hyun.”
“Dia mengancam istriku. Karena itu aku mencari tahu tentang dirinya.”
“Hari Baek Dong Hyun tewas tampaknya itu antara tanggal 19 dan 22. Bisa beri tahu apa yang Anda lakukan saat itu?”
“Tanggal 19, istriku menjalani sidang pertama. Aku jatuh dari tangga dan masuk IGD. Selain itu, aku di pengadilan atau di antara kantor dan rumah. Aku bersiap untuk persidangan. Ada pertanyaan lagi?”
“Tidak. Itu saja. Kalau begitu, permisi.”

Saat Detektif Kang akan pergi, Tae Wook berbicara lagi kepadanya.
“Kuharap Anda tidak kembali tentang apa pun yang terkait dengan Kevin Lee. Pengadilan membebaskan Hye Ran dan menyatakan dia tidak bersalah. Kini kita tidak ada urusan lagi.”
“Kita? Bukan Go Hye Ran. Tapi kita?”
“Ya, kita.”
“Aku ada satu pertanyaan lagi. Saat menginterogasi saksi di pengadilan. Kenapa kamu bilang "jasad"? Saksi tidak pernah berkata bahwa dia melihat jasad.”
“Pria itu menghantamkan kepala Kevin Lee ke tembok. Dia tidak bergerak. Itu karena aku tahu Kevin Lee sudah tidak bernyawa. Aku mengatakannya secara tidak sadar.”
“Secara tidak sadar? Bukankah kamu meyakini Kevin Lee tewas karena kecelakaan? Selain itu, Anda tahu saksi berbohong. Anda masih tidak sadar menyebutkan kata "jasad". Apa maksudnya itu?”
“Anda ingin membahas psikologi kriminal denganku?”
“Psikologi kriminal? Makin menarik saja. Maksud Anda, Anda tidak sadar menggunakan istilah "jasad" itu ada hubungannya dengan psikologi kriminal?”
“Maaf, aku ada pekerjaan.”
“Tentu. Aku menikmati percakapan kita.”


Setelah Detektif Kang pergi, dengan gelisah Tae Wook berulangkali menelepon Myung Woo tapi tidak mendapat jawaban.


Hye Ran datang ke kantor dan mendapat sambutan dari rekan-rekan kerjanya yang mengucapkan selamat datang kembali. Dae Woong juga tampak senang melihat Hye Ran kembali ke kantor.
“Kamu kembali. Kukira kamu akan rehat beberapa hari.”
“Kenapa? Kamu senang aku tidak ada saat persidangan. Sekarang kamu muak karena aku sudah kembali?”
“Ayolah, jangan begitu. Aku tidak bisa menyukaimu sekeras apa pun aku berusaha.”
“Wanita tidak dilahirkan untuk disukai oleh pria.”
“Astaga, sudahlah. Kamu benar. Kamu selalu benar, bukan?”


Dae Woong lalu meletakkan sekotak susu kedelai di meja Hye Ran.
“Ini susu kedelai, bukan tahu. Aku membelinya. Kupikir kamu tidak akan mau makan tahu.”
“Apa aku kembali dari penjara? Apa ini?”
“Berhentilah bertanya dan minum saja. Kita yang bekerja untuk berita. Kita hidup dengan tugas menghadirkan kebenaran. Karena itu kita rela mempertaruhkan nyawa. Tapi tetap saja, mereka terlalu jahat. Hanya karena kita menyiarkan berita yang tidak mereka sukai, mereka tidak berhak menghancurkan seseorang. Teganya mereka, ya. Bukannya aku khawatir atau peduli kepadamu.”
“Jadi, kamu mau bilang apa?”
“Bagus, Hye Ran.” Dae Woong yang salah tingkah lalu beralasan akan pergi ke toilet.


Hye Ran meminum susu kedelai dari Dae Woong saat sedang berada di ruangan Pak Jang.
“Proses pengadilan dimulai karena korupsi penawaran Kanghae. Karena kamu sudah dibebaskan, mereka mungkin akan berusaha menghindari tanggung jawab. Jika kamu tidak berhati-hati, persaingan ini akan berakhir bahkan sebelum kamu bersiap. Kamu dengar atau tidak?” Pak Jang heran melihat Hye Ran yang termenung sambil mimun susu kedelai.


Hye Ran lalu berbicara dengan tatapan menerawang.
“Aku selalu berpikir bahwa aku harus menatap ke depan untuk mencari jalan yang harus kuambil. Karena itu aku terus berlari tanpa henti tanpa melihat sekeliling. Tapi aku pasti melewati banyak hal karena itu. Karena itu, sekarang aku sadar.”
“Itu yang sekarang kamu pikirkan? Aku tidak pernah menyangka akan melihatmu membuat pernyataan itu. Benar, bukan? Apa kamu akan terus seperti itu?”
“Tidak. Aku harus sadar dan mengakhirinya sekarang. Firma Hukum Kangyool. Kamu yakin, bukan?”
“Berkat pondasi dari Anda, semuanya berjalan lancar.”
“Baiklah. Ayo! Ayo singkirkan mereka.”


Saat Hye Ran akan keluar dari ruangan Pak Jang, dia menoleh dan tersenyum. Hye Ran meminta Pak Jang bertahan di posisinya selama mungkin. Pak Jang pun tertawa mendengarnya.


Hye Ran sedang membicarakan materi liputan bersama Reporter Kwak dan Han Ji Won. Kwak Ki Suk melaporkan bahwa Oh Min Cheol terus berkeliaran di dekat Firma Hukum Kangyool, tapi dia belum melihat mereka bersama karena mereka hanya menjalin komunikasi lewat telepon. Lagi pula dia tidak dapat surat perintah untuk menyita catatan telepon Oh Min Cheol.
“Tampaknya orang-orang di Firma Hukum Kangyool sudah memutuskan hubungan dengan Jaksa Byun Woo Hyun. Kurasa asosiasi pengacara mengungkit masalah itu, tapi CEO Kangyool, Kang In Han, adalah ketua asosiasi itu. Jika kita tidak hati-hati, itu akan berakhir dengan hanya Byun Woo Hyun dipecat.” Han Ji Won sedang menyampaikan pendapatnya saat Lee Yeon Jung menginterupsi mereka.


Dengan kepal tertunduk, Lee Yeon Jung memberikan berkas laporan Investigasi 70 Menit.
“Ini... Ini tugas yang Pak Jang berikan kepadaku untuk laporan investigasi. Aku sudah meriset untuk artikel ini. Kupikir kamu mungkin membutuhkannya. Karena itu, aku membawanya.”
“Kurasa Jaksa Byun dibodohi oleh Kangyool.” Ucap Hye Ran setelah membuka-buka dokumen itu.


Sambil menahan air matanya, Lee Yeon Jung berbicara pada Hye Ran.
“Karena itu, bisakah kamu menolong suamiku sekali ini saja? Aku akan membawakan semua yang kamu butuh untuk sidang itu. Aku bahkan bisa mengatur wawancara dengannya jika kamu mau. Jika hal buruk menimpanya, aku tidak akan bisa hidup. Aku tidak takut dia meninggalkan kejaksaan. Dia bisa bekerja sebagai pengacara jika itu terjadi. Tapi dipecat karena diduga melakukan suap untuk sumpah palsu itu lain cerita. Meninggalkan kejaksaan tidak masalah. Dia akan dikucilkan.”
“Apa yang kini dilakukan Jaksa Byun? Bisakah aku bertemu dia sekarang?”


Jaksa Byun sedang menunggu untuk bertemu dengan CEO Kang. Tapi setelah menunggu lama, dia tidak juga dipersilahkan masuk. Lalu seorang wanita menghampirinya untuk memberitahu kalau CEO Kang sedang rapat hingga malam, dan Jaksa Byun diminta datang lagi lain waktu.


Dengan lesu Jaksa Byun kembali ke kantornya, di depan gedung dia meihat Lee Yeon Jung sedang menunggunya dan bertanya apa yang dilakukannya di sana.
“Kamu dari mana? Kamu tidak menjawab teleponku.”
“Kenapa kamu di sini? Apa yang terjadi?” Jaksa Byun terkejut melihat Hye Ran ada di belakang istrinya.


Lee Yeon Jung meminta Jaksa Byun untuk mengikuti saja apa yang dikatakan Hye Ran, dan memberitahu kejaksaan kalau Kangyool adalah dalang di balik semua ini, sedangkan dia tidak tahu apa-apa.
“Lalu apa untungnya buatku? Seorang jaksa yang bahkan tidak memeriksa apakah saksinya membuat kesaksian palsu atau tidak? Kamu mau aku mengakui itu?”
“Memangnya kenapa tidak bisa? Hidupmu sedang terancam. Kenapa kamu tidak bisa mengakuinya?”
“Lupakan saja. Minggir.” Jaksa Byun melewati istrinya begitu saja.
Advertisement


EmoticonEmoticon