4/09/2018

SINOPSIS Misty Episode 14 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 2

Hakim mempersilahkan Tae Wook untuk memberikan pernyataan terakhirnya. Sambil menatap Hye Ran, Tae Wook mengawali pernyataannya dengan menggambarkan Go Hye Ran adalah seorang wanita sukses dan jurnalis terpercaya. Tae Wook lalu beralih memandang ke peserta sidang.
“Tapi orang tidak tahu betapa rumit hidupnya demi meraih sejauh itu. Bagaikan rawa, dia dididik menjadi sangat rendah hati. Yang tidak memiliki masa depan hanya mempunyai dua pilihan. Menyerah, atau berjuang agar bisa mandiri. Terdakwa Go Hye Ran memilih yang kedua. Jadi, dengan gigih, dengan berani, dan terkadang tanpa ampun, dia mengejar impiannya untuk menjadi seorang jurnalis. Dua belas tahun setelah dia memulai sebagai reporter di kota kecil. Dia menjadi pewarta News Nine dan meraih reporter terbaik selama lima tahun berturut-turut. Sebagai seorang jurnalis dan sebagai istri, dia menjalani hidup dengan lebih semangat daripada yang lain. Tiba-tiba, Atlet Golf Kevin Lee yang melakukan wawancara ekslusif dengan News Nine, mengalami kecelakaan nahas. Meski hanya kecelakaan mobil, kecelakaan itu menjadi kasus hukum, kemudian semua mata tertuju kepada Go Hye Ran. Kejaksaan bahkan tidak tertarik dengan kecelakaan itu, tapi kenapa itu tiba-tiba menjadi kasus pembunuhan? Dari korupsi penawaran Konstruksi Kanghae hingga sumpah palsu saksi. Apa semua proses ini hanya kebetulan?”


Tae Wook lalu berbalik, dan berbicara menghabdap ke arah hakim. Tae Wook menyampaikan bahwa detektif yang melakukan penyelidikan dengan keyakinan bahwa Go Hye Ran pelakunya berdasarkan opini pribadinya. Media yang melaporkannya demi menarik perhatian publik tanpa memeriksa faktanya dahulu. Jaksa yang mengadili terdakwa tanpa bukti kuat atas tuduhan pembunuhan. Saksi yang ingin membalas dendam kepada terdakwa dengan membuat kesaksian palsu.

“Serta keluarga mendiang, yang menginginkan itu terjadi sebagai balasan atas penderitaan akibat kematian suaminya. Tidak ada yang peduli dengan kebenarannya. Demi membalas dendam, amarah, dan kepentingan pribadi, mereka mengkhianati nurani dan menutup mata mereka demi menutupi kebenaran dengan kebohongan. Benar atau salah, adil atau tidak adil. Ini pembunuhan karakter terhadap terdakwa saat nilai-nilai itu bertabrakan. Yang Mulia, sejak awal, Terdakwa Go Hye Ran membuat argumen konsisten tentang kasus ini. ‘Aku tidak membunuhnya’ ‘bukan aku’ Benar. Terdakwa Go Hye Ran tidak membunuh siapa pun. Itulah kebenaran dari kasus ini.”


Di suatu tempat, seorang pria sedang memancing dan menjadi ketakutan karena melihat sesosok mayat mengapung di sungai.


Saat hakim akan membacakan putusannya, Tae Wook menggenggam tangan Hye Ran yang terlihat tegang. Hakim menyampaikan bahwa bros milik terdakwa yang ditemukan di mobil korban tidak bisa dijadikan bukti langsung bahwa dia yang membunuh Kevin Lee. Begitupun juga kesaksian Oh Min Cheol yang menyatakan dia melihat terdakwa membunuh Kevin Lee ternyata pernyataannya berlawanan dengan situasi objektifnya.
“Karena tidak ada bukti yang mendukung pernyataan saksi, dan kurangnya barang bukti, terdakwa terbebas dari semua tuduhan. Saya putuskan terdakwa, Go Hye Ran, tidak bersalah.”


News Nine yang dibawakan Han Ji Won menayangkan berita tentang kejaksaan yang menuntut saksi Oh Min Cheol tanpa penahanan karena memberikan pernyataan palsu.


Di sebuah cafe, Kwak Ki Suk sedang memata-matai Oh Min Cheol yang tampak gelisah sambil melepon. Reporter Kwak mengarahkan kamera yang di pasang di tasnya ke arah Oh Min Cheol. Ternyata dia sedang berusaha menelepon CEO Kang tapi tidak mendapat jawaban. Setelah beberapa kali menelepon, akhirnya CEO Kang mengangkat teleponnya.
Oh Min Cheol menyampaikan maafknya karena menelepon di saat sibuk. Lalu dia menyampaikan kegundahannya karena hasil persidangannya di luar dugaan, dan dia tidak tahu harus berbuat apa karena Hye Ran menuntutnya karena kesaksian palsu. CEO Kang berbicara dengan dingin lalu menutup telepon.
“Ikuti cara kerjanya. Kita sudah menyusunnya saat membicarakan soal ini. Itu yang harus kamu lakukan.”


Eun Joo datang menemui Detektif Kang, dia bertanya apa yang terjadi pada Dong Hyun. Detektif Kang mengatakan kalau Eun Joo diminta datang untuk memastikan identitasnya. Tapi sebelum Detektif Kang selesai bicara, Eun Joo menerobos masuk ke kamar jenasah. Dari luar ruangan itu Detektif Kang mendengar Eun Joo menangis histeris.


Kang Tae Wook berada di ruang kerjanya sambil memandangi surat tilangnya. Saat ada telepon masuk, dia menyelipkan surat itu ke dalam sebuah buku di dalam laci. Tae Wook melihat ponselnya dan mengabaikan panggilan masuk dari Detektif Kang.


Saat Hye Ran baru saja selesai mandi, dia melihat Tae Wook sedang membuka botol wine. Jika Hye Ran tidak keberatan, Tae Wook ingin merayakan kemenangan mereka. Tentu saja Hye Ran menyetujuinya lalu mereka bersulang. Setelah meminum winenya, Hye Ran mengucapkan terima kasih pada Tae Wook. Tae Wook bilang Hye Ran sudah mengatakannya 23 kali termasuk yang ini.
“Aku tidak tahu kamu menghitung hal semacam itu.”
“Aku senang setiap mendengar kamu mengatakan itu.”
Sekali lagi dia berterima kasih pada Tae Wook. Tae Wook meminta Hye Ran untuk melupakan semuanya mulai hari ini, tapi Hye Ran ragu apakah bisa melakukannya.
“Aku bisa melupakan semuanya. Saat mentari esok terbit, aku akan melupakan semua yang terjadi hingga hari ini. Aku akan terus hidup seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Seolah-olah ini pertama kalinya aku bertemu denganmu. Seperti yang dikatakan anak muda zaman sekarang. Aku akan hidup seolah-olah ini hari pertama kita bersama. Besok, aku akan memulai dari awal.”


Hye Ran masih merasa kalau dia hanya membebani Tae Wook, tapi kenapa dia bisa sebaik ini kepada Hye Ran. “Aku apa bagimu?” ucap Hye Ran dengan wajah sedih.
“Kamu seseorang yang masih ingin aku miliki. Aku tetap ingin kamu menjadi milikku.” Ucap Tae Wook sambil membelai rambut Hye Ran.
“Aku sudah sering menyakitimu. Kamu terus tersakiti karena aku.”
“Aku tidak peduli. Kamu hanya perlu menjadi diri sendiri.”
Hye Ran bilang dia merasa bahagia tapi terus membuatnya takut, lalu Tae Wook memeluknya.
“Itu karena banyak yang kamu pikirkan. Hari ini, pikirkan diri kita berdua saja. Pikirkan diri kita berdua. Ayo lakukan itu.”


Detektif Kang masih terus menelepon Tae Wook tapi tidak mendapat jawaban.


Ketua Jaksa sangat marah setelah membaca berbagai berita tentang kesaksian palsu yang mencoreng kejaksaan. Dia menyalahkan Jaksa Byun karena telah mempermalukan pengandilan. Asosiasi jaksa menyimpulkan Jaksa Byun terlalu tergiur karena ingin menangkap pelaku sampai mengabaikan praduga tidak bersalah.
“Mereka ingin kita bertanggung jawab karena mempermalukan pengadilan dengan kebohongan. Kamu tahu apa artinya itu, bukan?”
Dengan wajah tertunduk, Jaksa Byun mengatakan dia  akan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan membahasnya bersama CEO Firma Hukum Kangyool. Ketua Jaksa menertawakan rencana Jaksa Byun dengan sinis.
“Kang In Han dari Firma Hukum Kangyool unggul dari segala sisi. Seluruh negeri melihat dan firma hukum terbesar di negara ini mengkritik kita. Kejaksaan kini menjadi lebih buruk daripada lingkungan rawan karena kamu.”
“Pasti ada kesalahpahaman.”
“Kesalahpahaman? Kesalahpahaman apa? Atasanmu termasuk aku dan wakil jaksa umum mungkin akan mundur satu persatu karena kamu. Paham kamu?”
Jaksa Byun meminta maaf, Ketua Jaksa memintanya untuk bertanggung jawab dengan cara mengundurkan diri dari posisi jaksa. Jaksa Byun meminta waktu satu hari lagi, karena dia teringat  rencana yang ditawarkan Pak Jang.
Advertisement


EmoticonEmoticon