4/01/2018

SINOPSIS Misty Episode 13 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 13 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 14 Part 1

Persidangan lanjutan telah digelar. Kali ini giliran Kang Tae Wook bertanya pada saksi Oh Min Cheol.
“Oh Min Cheol, Anda yakin melihat korban dibunuh dengan mata kepala Anda sendiri?”
“Ya, saya yakin.”
“Anda bersaksi bahwa pembunuh menerima amplop berisi uang dari seorang wanita. Anda yakin orang itu adalah Go Hye Ran?”
“Ya, saya yakin. Dia Go Hye Ran.”
Tae Wook lalu menunjukkan foto lokasi konstruksi pada siang hari, dia lalu meminta Oh Min Cheol menunjukkan di mana posisi dia berdiri saat melihat kejadian itu, di mana dua pria itu berkelahi, dan di mana mobil Go Hye Ran diparkir. Dia menunjukkan posisi mobil Hye Ran dengan sedikit ragu karena tidak mengingat dengan baik detailnya.
“Saat itu bersalju, jadi, saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Tapi Anda menyaksikan pembunuhan itu dengan jelas. Anda juga menyaksikan wajahnya. Tapi Anda tidak bisa melihat tempat mobil itu diparkir karena salju?”
“Bukannya saya tidak bisa melihat, tapi saya hanya tidak bisa mengingatnya dengan jelas.”


Tae Wook lalu menunjukkan sebuah foto lagi. Itu adalah foto lokasi konstruksi yang diambil pada pukul 03.00.
“Anda mengenali tempat ini? Itu area konstruksi yang satu lokasi dengan pembunuhan itu. Itu diambil di waktu yang sama saat Anda menyaksikan pembunuhan itu. Sekarang, biarkan saya menanyai Anda lagi. Di mana tepatnya kedua orang itu bercekcok? Dan di mana mobil Go Hye Ran diparkir?”
“Seperti yang saya katakan, mereka bercekcok di sekitar pilar besi itu.”
“Bisakah Anda melihat pilar besinya?”
“Meski tidak terlihat di gambar itu, saya melihatnya dengan...”
“Tidak. Anda tidak melihat apa pun. Anda tidak bisa... Saat itu, area konstruksi itu sedang dalam masalah hak gadai. Itu sebabnya hanya dua lampu di dekat pintu masuk yang menyala. Saat itu malam gelap. Cuaca bahkan bersalju. Artinya, cuacanya sangat buruk. Tapi Anda bersaksi Anda melihat dua orang itu di bawah cahaya. Itu tidak masuk akal. Karena lingkaran cahaya yang disebabkan lampu, dia tidak mungkin menyaksikan wajah mereka ataupun pembunuhan itu dari tempat dia berdiri.”
Jaksa Byun keberatan tapi hakim tidak menerimanya karena ini adalah pernyataan penting. Saksi sudah mulai gugup, dia sepertinya merasa Tae Wook menuduhnya berbohong.
“Itulah yang ingin saya tanyakan. Kenapa Anda memberi kesaksian palsu? Anda pensiun sebagai kepala sekolah SMA Daewoon, bukan? Saya mengetahui SMA Daewoon dari acara berita Go Hye Ran yang sebelumnya, News Nine. Saya ingat SMA itu terlibat dalam korupsi tes masuk perguruan tinggi. Benarkah itu? Benarkah itu?”
Oh Min Cheol sudah tersudut dan salah tingkah, dia akhirnya mengatakan kalau kasus SMA Daewoon adalah konspirasi untuk mengada-ada liputan berita, lalu dia dijebak. Tae Wook memanfaatkan situasi ini dengan bertanya alasan Oh Min Cheol memberikan kesaksian palsu adalah untuk membalas dendam pada Hye Ran.
“Dia melebih-lebihkan masalah sepele menjadi korupsi dan membuang saya. Dia yang pertama memulai ini. Dia yang pertama membuat liputan berita palsu. Kesaksian saya benar. Saya hanya bersaksi sesuatu dengan yang saya lihat.”


Tae Wook lalu mengajukan Pak Jang sebagai saksi. Dia bertanya tentang Oh Min Cheol.
“Saya mengingat dia sebagai kepala sekolah SMA Daewoon, yang terlibat dalam korupsi ujian masuk empat tahun lalu. Setahu saya, dia mengundurkan diri setelah Go Hye Ran meliput berita itu. Dia juga mengajukan gugatan kepada ruang berita.”
“Dia mengajukan gugatan? Siapa pengacaranya saat itu?”
“Firma Hukum Kangyool. Cukup sulit untuk menangani artikel beritanya. Kami nyaris kehilangan ruang berita kami. Tentu saja gugatannya dikalahkan. Oh Min Cheol kalah. Pewarta Go Hye Ran menyampaikan fakta dan dia tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan hukum. Setelah dia kalah, kami menerima surat tulisan tangan. Suratnya sangat mengancam. “Go Hye Ran. Aku akan membunuhmu. Kamu juga harus kehilangan segalanya. Aku akan menyiksamu sampai mati.”
“Anda masih mengingatnya dengan jelas rupanya.”
“Saya membaca surat itu lagi pagi ini sebelum datang kemari. Jika Anda mau, saya akan menyerahkannya sebagai bukti. Itu bukan hal yang saya yakini. Dua jam setelah berita soal Perusahaan Kanghae tersebar, Pewarta Go Hye Ran ditahan tanpa bukti. Serta, saat skandal seks Jung Dae Han diliput, persidangannya dimajukan tanpa alasan yang jelas. Dan kini tiba-tiba ada seorang saksi. Dia juga berkaitan dengan berita yang Go Hye Ran liput. Penahanan tanpa surat perintah. Persidangan yang dimajukan. Dan munculnya seorang saksi. Apakah semua itu hanya kebetulan? Bagaimana jika ada seseorang yang secara matang merencanakan semua ini? Artinya, semua tindakan yang dilakukan di dalam persidangan ini benar-benar menekan dan membunuh pers. Maka ruang berita kami meyakini ini sangat disayangkan. Dan berdasarkan hasil persidangan ini, kami akan mengambil tindakan tegas.”


Hakim memberikan kesempatan pada Jaksa Byun untuk bertanya pada saksi, tapi Jaksa Byun hanya diam mengingat apa yang dikatakan Pak Jung di telepon.
“Apa keputusan Anda? Kamu mau disalahkan atas segalanya atau mengikuti rencanaku?”
“Ini ancaman?”
“Tentu saja bukan. Mana mungkin kepala ruang berita mengancam seorang jaksa? Anggap saja aku mengontrolmu. Itulah yang kita lakukan.”
“Kamu mengontrolku?”
“Kamu membuat yang tidak benar menjadi benar. Kita tidak bisa melaporkan bahwa itu benar. Kita tidak lagi hidup di era itu, Jaksa Byeon. Jadi, maukah kamu mengikuti rencanaku?”
Jaksa Byun lalu mengatakan dia tidak mempunyai pertanyaan untuk saksi.


Saat waktu istirahat, Jaksa Byun masuk ke kantornya bersama Oh Min Cheol. Dia sangat marah hingga melempar berkas yang dipegangnya. Oh Min Cheol kebingungan apa yang akan terjadi kemudian. Jaksa Byun menumpahkan kemarahannya.
“Kenapa kamu tidak memberitahuku?! Kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu terlibat dalam korupsi tes masuk! Dan bahwa Go Hye Ran meliputnya di berita! Kenapa kamu berbohong kepadaku?!”
“Aku tidak pernah berbohong. CEO Kangyool...”
“Diam! Tutup mulutmu. Kamu sudah gila?!”
Jaksa Byun lalu menutup pintu ruangannya. Saat itu Kwak Ki Suk sedang merekam pembicaraan mereka dari balik jendela.
“Kamu pikir kamu di mana?! Beraninya kamu menyebutkan Kangyool. Kamu sungguh ingin mengakhiri hidupmu?!”


Hye Ran memandang Tae Wook dengan wajah sendu, dia mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan Tae Wook sampai saat ini. Hye Ran kemudian memeluk Tae Wook.
Tae Wook: “Hasilnya belum keluar. Kita tidak bisa bersantai sebelum hasilnya keluar.”
Hye Ran: “Aku tidak khawatir. Segalanya akan baik-baik saja.”
Tae Wook: “Ya. Seharusnya begitu.”


Detektif Kang mendapat laporan dari juniornya yang sedang berada di pool taksi. Seorang sopir taksi mengatakan kalau dia mengantar seorang pria di pagi buta, dia tidak ingat tanggal jelasnya tapi dia ingat saat itu cuaca sangat bersalju.


Detektif Kang mendengarkan ciri-ciri pria yang menumpang taksi pada hari itu, secara kebetulan Kang Tae Wook lewat di hadapannya lalu dia mengamatinya dengan seksama.
“Dia tidak tampak seperti pekerja kantoran yang normal. Dia mengenakan pakaian yang terlihat mahal dengan rapi. Kejadiannya sudah lebih dari dua bulan yang lalu.”
Advertisement

1 komentar:

Terima kasih. Tetap semangat nulisnya ya. Ditunggu kelanjutanya segera biar gak penasaran ^_^


EmoticonEmoticon