4/01/2018

SINOPSIS Misty Episode 13 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 4

Detektif Kang datang ke kantor Kang Tae Wook, dengan berbasa basi dia mengatakan kalau Tae Wook tampak sedang sibuk mempersiapkan sidang. Tae Wook mengiyakan lalu menawari minuman, tapi Detektif Kang menolaknya dengan sopan. Dia datang untuk kasus Baek Dong Hyun yang menghilang dan ponselnya kehilangan sinyal di Cheongpa-dong (lokasi kantor Tae Wook). Tae Wook menanggapi seperti tidak tertarik, padahal dia ingat betul Baek Dong Hyun menyerangnya sebelum sidang. Dia menjawab tidak ingat dan tidak tahu kenapa harus mengingatnya, ketika Datektif Kang bertanya kapan terakhir kali melihatnya.
“Begitu rupanya. Kalau begitu, biarkan aku bertanya soal orang lainnya. Kapan kali terakhir kamu melihat Ha Myung Woo? Kamu masuk UGD sebelum sidang itu, bukan? Kenapa kamu mengalami cedera? Kenapa dia muncul di rumah sakit itu? Adakah yang kamu ketahui soal hal itu?”
“Aku jatuh dari tangga. Aku tidak bisa tidur nyenyak malam itu karena menyiapkan sidang. Aku tersandung dan mengalami cedera karena terlalu kelelahan. Kenapa dia muncul di rumah sakit itu? Aku tidak tahu soal itu.”
“Begitu rupanya. Jawabanmu sempurna.”
“Aku hanya mengatakan kebenarannya.”
“Kamu sangat pandai menjawab pertanyaanku untuk kabur dari ini.”
“Apa maksudmu?”
“Kami menyidik TKP lagi karena keterangan saksi. Di hari kecelakaan itu, aku tahu ada yang kabur dari TKP dengan bus pertama saat fajar. Keterangan saksi mengubah sudut pandang penyidikan ini. Bagian-bagian yang hilang akhirnya sudah lengkap. Kukira kamu seharusnya tahu. Kalau begitu, sampai jumpa.” Detektif Kang mengatakannya dengan tatapan menyelidik.


Flashback. Seorang pria dengan pakaian rapi berdiri di bawah pohon untuk berlindung dari salju. Sepertinya dia sengaja menghindari keramaian di halte dan memilih menunggu bis di bawah pohon.


Hye Ran pulang ke rumahnya, dia langsung menuju kamar dan segera membuka notebooknya lalu mengetik dengan cepat.


Lee Yeon Jung tidak sengaja melihat Hye Ran sedang berbicara dengan Han Ji Won, diam-diam dia lalu mengamati mereka.


Hye Ran memberikan sebuah dokumen pada Han Ji Won dan meminta pendapatnya. Han Ji Won sepertinya meragukan kebenaran dokumen itu, Hye Ran mengatakan itu tugas Han Ji Won untuk mengonfirmasinya.


“Kamu mau mencobanya?” Hye Ran bertanya pada Han Ji Won, tapi belum sempat menjawab Kwak Ki Suk datang lalu merebut dokumen itu. Setelah membacanya dia sangat antusias untuk melakukan menyangkut dokumen itu. Kwak Ki Suk kemudian menunjukkan wajah menyesal.
“Maaf, sunbae. Aku seharusnya menghapus dokumen itu lebih awal. Aku benar-benar lupa soal itu. Maaf telah melibatkanmu dalam masalah.”
“Tidak apa-apa. Meski dokumen itu tidak ada, mereka pasti akan membuat sesuatu untuk mempermalukanku karena itu kemauan mereka. Masalahnya... Mereka berlari terlalu jauh untuk menangkapku. Mereka mungkin sangat menyadari risiko yang mereka ambil. Mereka akan sangat berhati-hati. Saat ini terungkap, banyak yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Byun Woo Hyun bukanlah apa-apa. Tujuanku adalah memusnahkan mereka yang ada di belakangnya. Aku akan melakukan apa pun untuk menangkap mereka.”
Lee Yeon Jung masih menguping pembicaraan mereka dari balik dinding di belakang Han Ji Won.


Lee Yeon Jung menarik Han Ji Won masuk ke studio, dia menginterogasi Han Ji Won apa yang akan dilakukannya bersama Hye Ran. Han Ji Won tidak mau memberitahunya.
“Apa yang kamu rencanakan dengan bersekutu dengannya? Kamu berencana mengkhianati suamiku? Begitukah?”
“Hye Ran penuh dendam saat ini. Mereka menangkap orang yang tidak bersalah dan menyidangkan orang yang tidak ada kaitannya dengan insiden Kevin Lee. Dia dibalas atas insiden Perusahaan Baja Hwanil dan Jung Dae Han. Mereka benar-benar membunuh pers. Itulah yang dia yakini.”
“Dia sungguh tidak membunuh Kevin Lee??”
“Ya, dia tidak membunuhnya. Itu terjadi secara kebetulan yang sangat aneh. Seseorang dari pihak itu menggunakannya untuk menjatuhkannya. Aku juga tidak terima andai menjadi dia. Aku akan membunuh semua orang. Jaksa Byun sungguh tidak memberi tahu sesuatu kepadamu?”
“Dia tidak tahu apa-apa. Jika itu benar, dialah yang dimanipulasi.” Lee Yeon Jung pun menjadi panik mendengarnya.
“Apa rencanamu? Itu bukan yang Hye Ran pikirkan. Jika ini soal pembalasan dendam atas insiden Perusahaan Baja Hwanil, kita seharusnya tidak membiarkan ini terjadi sebagai jurnalis. Maaf, aku ada rapat mengenai News Nine. Aku harus pergi sekarang.”
Han Ji Won lalu meninggalkan Lee Yeon Jung yang masih kebingungan.


Lee Yeon Jung lalu menelepon Jaksa Byun dengan panik.
“Sayang, kamu sudah mengurus saksinya dengan baik? Kurasa kamu harus menyiapkan rencana cadangan. Hye Ran menghasut para junior. Kita harus bagaimana, Sayang? Kamu sudah mengoordinasikan ceritamu dengan Kangyool? Mereka bilang apa? Sudah kamu pastikan saksi tidak akan membuka mulut? Jangan terlalu memercayai mereka. Bagaimana jika mereka mengkhianatimu?”
Tanpa disadari, Hye Ran mendengarkan pembicaraan Lee Yeon Jung dari mikrophon yang berada di meja. Han Ji Won masuk ke ruang kontrol bergabung dengan Kwak Ki Suk dan Go Hye Ran. Mereka sudah mendapatkan satu bukti tentang saksi palsu itu.


Setelah mendapat telepon dari istrinya, Jaksa Byun memandang tajak Oh Min Cheol yang sedang duduk di dalam ruangannya.


Jaksa Byun teringat ucapan CEO Kang yang memintanya menangani kasus ini dan berjanji akan membantu Jaksa Byun. Selain itu, mantan Kepala Hakim juga menekannya.
“Kang Tae Wook mempermalukan jaksa secara terang-terangan di televisi. Setidaknya, dia harus dipenjara 10 tahun untuk dijadikan contoh. Aku bergantung padamu. Mengerti?”
Jaksa Byun juga masih ingat istrinya yang menghawatirkannya, dia meminta Jaksa Byun agar jangan terlalu memercayai mereka. Lee Yeon Jung cemas bagaimana jika mereka mengkhianati Jaksa Byun.


Pak Jang menelepon Jaksa Byun untuk mendiskusikan masalah mengenai Hye Ran.


Han Ji Won bertanya pada Kwak Ki Suk seberapa besar dia mempercayai Hye Ran, karena Han Ji Won merasa ragu Hye Ran berada di pihak mana. Kwak Ki Suk mengucapkan kembali apa yang dikatakan Hye Ran kepadanya saat dia baru saja bekerja sebagai reporter.
“Kamu akan mengalami berbagai hal saat menjadi reporter. Jangan kalah dengan minuman itu (soju). Jangan kalah dengan apa pun. Tidak kalah dengan apa pun adalah moto seorang reporter. Aku memercayai Hye Ran. Semua yang dia lakukan sejauh ini tidak selalu benar, tapi niatnya selalu baik dan benar.”
Han Ji Won pikir Kwak Ki Suk menyukai Hye Ran, tapi Kwak Ki Suk mengatakan dengan yakin kalau dia menghormati Hye Ran.
“Menghormati seseorang di hidupmu bukanlah sikap yang norak. Itu sikap untuk meyakinkan. Kamu paham, Ji Won?”


Han Ji Won mendatangi Hye Ran yang sedang merenung dengan memegang segelas kopi. Hye Ran bertanya apakah Han Ji Won sudah mengambil keputusan.
“Menghormati seseorang. Sejujurnya, aku tidak peduli dengan hal semacam itu. Tapi aku tahu satu hal. Kamu selalu menang. Aku akan membelamu.” Han Ji Won tersenyum dengan tulus dan Hye Ran membalas senyumannya.


Pak Jang berbicara dengan Jaksa Byun, dia bertanya apakah Jaksa Byun menyetujui ucapannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon