4/01/2018

SINOPSIS Misty Episode 13 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 13 Part 3

Jaksa Byun menyatakan bahwa Eun Joo telah mengetahui kalau Go Hye Ran dan Kevin Lee adalah mantan kekasih yang hidup bersama 10 tahun (mereka berdua menikah siri). Jaksa Byun menekan Hye Ran untuk mengakui hal itu, tapi Hye Ran hanya diam saja.


Tae Wook mengajukan keberatan atas pertanyaan Jaksa Byun, tapi hakim tidak menerimanya karena alasan Jaksa Byun yang menurutnya hubungan Kevin Lee dan Hye Ran adalah hal yang penting dalam kasus ini.


Jaksa Byun terus mendesak Hye Ran untuk menjawabnya, akhirnya Hye Ran hanya mengatakan kalau mereka berdua saling mengenal cukup lama. Saat Jaksa Byun mengatakan bahwa perselingkuhan mereka terjadi setelah bertemu lagi di News Nine, Hye Ran secara tegas menyangkalnya.

“Lalu Anda ditawari posisi juru bicara Rumah Biru, bukan?”
“Yang benar hanya saya ditawari pekerjaan dari Rumah Biru.”
“Lalu Anda ingin segera mengakhiri hubungan dengan Kevin Lee?”
“Itu tidak benar.
“Tapi Kevin Lee menolak. Apa dia mengancam Anda akan membongkar perselingkuhan ini?”
Tae Wook mengajukan keberatannya lagi, dengan alasan Jaksa memojokkan terdakwa dengan cerita palsu. Jaksa Byun terus menyudutkan Hye Ran dengan menyatakan kalau situasi Hye Ran terpojok setelah menerima tawaran itu. Hye Ran kembali menyagkalnya.
“Lalu kenapa Anda berhati-hati menggunakan telepon umum?” pertanyaan Jaksa Byun memukul Hye Ran sekali lagi. Hye Ran teringat saat dia menelepon Kevin Lee dan mengancam akan membunuhnya karena mengirimkan foto skandal mereka di Tahiland. Ternyata saat itu Hye Ran tertangkap CCTV sedang menelepon dari telepon umum.


Jaksa Byun melanjutkan, dia mengatakan terdakwa pasti menganggap Kevin Lee beban dan hal itu membuat Kevin Lee semakin bertekad. Hal itu pula yang memperkuat tekad Hye Ran untuk menyingkirkan Kevin Lee diam-diam.
“Jawab saya. Anda kira Anda bisa ke Rumah Biru jika Kevin Lee disingkirkan?”
“Itu tidak benar.”
“Terdakwa akan melakukan segala cara sampai menyingkirkan Kevin Lee yang pernah hidup dengannya 10 tahun demi menjaga reputasinya sebagai pewarta. Perselingkuhan mereka berawal setelah bertemu kembali dan meningkat saat syuting di Thailand. Lalu karena dia menerima tawaran dari Rumah Biru, hubungan mereka pun menjauh. Akhirnya, dia membunuh Kevin Lee.”
Tae Wook beranjak dari kursinya untuk menyatakan keberatan karena Jaksa menutupi permasalahan dengan bukti yang tidak objektif. Jaksa Byun terus mempergunakan situasi ini untuk menyudutkan Tae Wook juga.
“Itu yang ingin Anda yakini, Pengacara Kang Tae Wook. Sebagai suami selain pengacara terdakwa, ini terlalu sulit untuk diterima, bukan? Anda tidak bisa membela terdakwa dengan suasana hati seperti itu.”
Hakim menegur Jaksa Byun karena ucapannya kepada Tae Wook.


Jaksa Byun sudah menyelesaikan pertanyaannya, hakim bertanya pada Tae Wook apakah dia mempunyai pertanyaan untuk terdakwa. Tae Wook dan Hye Ran hanya saling memandang dengan perasaan yang terluka. Tae Wook tidak mampu berkata-kata, Hye Ran mengangguk sedikit untuk memastikan dia baik-baik saja dan siap dengan pertanyaan Tae Wook. Tapi Tae Wook mengatakan dia tidak mempunyai pertanyaan untuk terdakwa. Sidang pun ditutup, sidang berikutnya akan dilaksanakan tiga hari lagi.


Pak Jang sedang berbicara dengan Wakil Presidir mengenai kesaksiannya di pengadilan. Wakil Presdir meragukan kalau itu akan berhasil untuk membantu jaksa.
“Intinya, aku sudah mengatakan semua yang aku tahu.”
“Jujur saja, aku terkejut. Kukira kamu menyukai Hye Ran.”
“Aku menyukainya. Jika aku harus menyerahkan posisi kepala sekarang, dia kandidat yang paling cocok. Sebesar itulah bakatnya.”
Wakil Presdir lalu bertanya apa yang membuat Pak Jang tiba-tiba berubah pikiran untuk meyerang Hye Ran, apakah dia khawatir dengan junior yang sukses. Pak Jang mengatakan sambil tersenyum, dia akan senang dengan junior yang berbakat sukses bukannya takut. Wakil Presdir pun penasaran dengan apa yang disembunyikan Pak Jang dibalik senyumnya.
“Aku selalu memikirkan berita.”
“Ya, pasti ada alasan kamu berhasil mempertahankan posisi itu selama delapan tahun. Mari lihat Hye Ran hingga sidang terakhir. Kamu pasti tahu kita tidak bisa memecatnya hanya karena dia menjadi tersangka.”


Pak Jung melaporkan tentang lokasi konstruksi yang dikatakan oleh Oh Min Cheol sebagai lokasi terjadinya pembunuhan Kevin Lee. Konstruksi ini ditunda selama enam bulan karena digadai. Jadi, tempat itu sepi dan tidak ada pekerja dan tidak ada yang bisa menentang pernyataan saksi.
“Aku sudah mencari tahu soal Oh Min Cheol ini. Kehidupannya sangat lurus. Dia pensiunan kepala sekolah dan kini bekerja di kebun kecil. Reputasinya baik dan dia warga taat yang bahkan tidak pernah ditilang. Dia juga memiliki sebuah rumah besar di Provinsi Gyeonggi. Kurasa dia tidak dibayar melihat dia punya rumah besar.”
Mendengar hal itu, Tae Wook meminta Pak Jang ke lokasi itu lagi untuk mengambil foto yang diambil di waktu kejadian itu (pukul 03.00) dan dari sudut Oh Min Cheol berdiri. Sebelum pergi, Pak Jung memberikan surat tilang kepada Tae Wook. Tae Wook membuka surat tilang itu dan tampak sangat terkejut, bahkan tangannya pun bergetar. Dia menyembunyikan surat itu saat seseorang membuka pintu kantornya.


Hye Ran sedang berbicara dengan Reporter Yoon. Hye Ran tampak percaya diri, dia yakin semulus apa pun kebohongan tidak akan mengalahkan kebenaran. Reporter Yoon mempunyai sudut pandang lain, dia pikir Hye Ran mengalami banyak kerugian. Dan jika Hye Ran bisa menurunkan egonya sedikit, masalah ini tidak akan sampai dibawa ke pengadilan. Hye Ran juga tidak tahu kenapa dia ingin melihat akhir masalah ini dan pasti akan menyesal jika tidak melakukannya sekarang.
Menurut Reporter Yoon, bukan hanya Hye Ran saja yang menderita tapi juga Kang Tae Wook. Hye Ran berdalih sudah menyuruh Tae Wook pergi tapi dia bersikeras jadi tidak ada lagi yang bisa dilakukan Hye Ran.
“Intinya, Pengacara Kang itu pria hebat. Aku bukan hanya iri, kini aku juga menghormatinya.” “Aku tahu. Karena itu, ini semakin membebaniku. Kukira aku akan baik-baik saja, tapi aku merasa sangat bersalah karena dia.”
“Omong-omong, Pak Jang kenapa? Aku terkejut dan kecewa saat mendengar pernyataan jaksa.”


Pak Jang berusaha meyakinkan Hye Ran tidak akan menyesali keputusannya. Hye Ran dengan yakin mengatakan hanya ini keputusan yang bisa dibuatnya saat ini. Mereka berdua berbicara dengan santai tapi tanpa memandang satu sama lain.
Pak Jang: “Jika aku menginginkan sesuatu, aku rela memojokkan orang.”
Hye Ran: “Aku tahu. Karena itu, aku sudah mempersiapkan diri. Aku ingin menghadapi ini dengan lebih tulus dan serius.”
Pak Jang: “Kamu akan terluka jika terjadi masalah.”
Hye Ran: “Masalah tidak bisa dicegah sesuai kehendakku. Masalah akan menghampiriku untuk menjatuhkanku. Jika aku tunduk dan memohon belas kasih, mereka akan semakin beringas kepadaku. Aku atau mereka yang hancur. Kita harus berjuang sampai akhir dalam situasi seperti ini.


Pak Jang lalu melihat ke arah Hye Ran dan bertanya bagaimana jika dia menghianati Hye Ran demi mempertahankan posisinya. Hye Ran tersenyum kemudian berbicara.
“Tidak buruk jika Anda bisa tetap di sini dengan cara itu. Artinya, kita sudah separuh jalan. Jadi, jika Anda pikir aku tidak mempunyai harapan, jangan ragu, khianati aku. Aku akan menerima pengkhianatan Anda.”
Advertisement


EmoticonEmoticon