4/17/2018

SINOPSIS Live Episode 9 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 1

Yang Chon melihat alarm kebakaran, padahal di lantai sebelumnya tidak ada. Sang Soo dengan hati-hati melepaskan alarm itu.


“Itu kamera tersembunyi,” kata Jung Oh setelah Sang Soo membuka alarm palsu itu. Sang Soo bilang Nam Il sedang berjaga di gerbang belakang.


Yang Chon merusak handle pintu dengan palu, lalu mendobrak pintunya. “Jangan bergerak!” kata Yang Chon ketika melihat seorang pria sedang berusaha memperkosa penghuni kamar.


Korban yang sudah terluka di bagian wajahnya, dengan lemas berusaha melepaskan dirinya.


Terlihat ada log monitor di kaki pelaku. “Berdiri,” kata Yang Chon. Sang Soo lalu memborgolnya. “Anda ditangkap karena menyelinap masuk, memperkosa atau upaya pemerkosaan.” Yang Chon meminta Jung Oh memeriksa korban.


“Kami Polisi,” kata Jung Oh sambil memakaikan selimut pada korban. Jung Oh lalu menghubungi 119.


“Kalian seharusnya datang beberapa menit lagi,” kata si pelaku yang sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Jung Oh menembakkan pistol kejut listriknya ke kaki pelaku yang langsung pingsan. Nam Il datang dan kebingungan.


Jung Oh: “Dia sepertinya hendak menyerang korban. Itulah yang kulihat.”
Sang Soo: “Aku juga.”
Nam Il: “Aku tidak mengerti ada apa ini sebenarnya.”
Yang Chon: “Lihat apa kau? Kerjanya sudah bagus. Menurut penglihatanku, dia juga hendak menyerang korban.”


Nam Il membantu Yang Chon membawa pelaku. Sang Soo akan menunggu di luar pintu sampai 119 datang, sedangkan Jung Oh akan berkonsultasi dengan korban.


Jung Oh melihat foto korban bersama seorang pria. “Tidak ada yang terjadi. Anda tahu, kan? Karena kami sudah sampai kesini dengan cepat,” kata Jung Oh memastikan, karena korban masih menangis.


Korban: “Tunanganku jangan sampai tahu soal hari ini. Padahal kami akan segera menikah. Pasti dia mengira aku wanita hina.”
Jung Oh: “Menurut UU tentang Perlindungan Saksi dan Korban, kami dilarang memberitahu siapapun tentang kasus ini. Keluarga Anda pun tidak akan tahu. Jika Anda mau, kejadian ini tidak pernah terjadi”


Jung Oh menggenggam tangan korban dan melarangnya bicara, karena korban pasti sangat lelah. Ia bilang ambulance akan segera datang.


Sam Bo sedang berjalan sendirian dan akan menjawab telepon dari ‘anak bimbing terakhirku’. Tapi kemudian sebuah motor mendekatinya dan memukul Sam Bo hingga terjatuh. Ponselnya pun terlempar.


Melihat Sam Bo berusaha bangkit, motor itu mendekati Sam Bo dengan kecepatan tinggi.


Sang Soo membawakan ramen untuk Yang Chon dan Nam Il, lalu keluar sambil membawa dua botol minuman. Yang Chon bertanya pada Nam Il apa yang sedang dilakukan tim lain. “Aku tidak tahu apa-apa,” kata Nam Il yang malah membuat Yang Chon semakin curiga. “Jam kerja kita sudah habis, bukan? Kita tidak akan menerima laporan lagi sekarang.”


Di dalam mobil, Jung Oh mengatakan bahwa dia tidak suka wanita korban kekerasan suaminya siang tadi karena menolak bantuan padahal jelas dia sedang membutuhkannya. Ia bilang anak-anaknya saja tidak mau masuk rumah, karena ayahnya ada di rumah. Ia bilang ia pernah seperti itu, tapi saat itu ia sangat mengkhawatirkan ibunya sampai tidak bisa berbuat apa-apa.


Jung Oh juga mengatakan bahwa korban percobaan pemerkosaan tadi tidak mengkhawatirkan dirinya, tapi malah mengkhawatirkan pendapat tunangannya. Menurutnya, itu sangat menyedihkan. Sang Soo akhirnya setuju dengan pendapat Jung Oh.


Sang Soo menatap Jung Oh, lalu tersenyum sendiri. Dia merasa malu karena sebelumnya berpikir kalau Jung Oh adalah wanita yang menyukai orang karena uang dan latar belakangnya. “Aku tadinya akan melupakanmu. Tapi sepertinya tidak bisa. Kau orang yang baik. Kau sangat bijaksana. Aku akan terus menyukaimu,” kata Sang Soo lalu keluar dan masuk ke mobil patrolinya sendiri.


Jung Oh: “Hei, kau nanti malah terluka karena menyukaiku! Aku tidak tanggung jawab kalau kau terluka, ya!”
Sang Soo: “Jangan khawatir. Aku tidak akan membebanimu. Aku juga akan berkencan dengan wanita lain.”


Yang Chon masuk ke dalam mobil dan Sang Soo masih berani bicara, “Dan kalau nanti aku jatuh cinta pada seseorang, ya biarlah terjadi. Sampai ketemu di kantor.”


Yang Chon bilang Sang Soo malah menggali kuburannya sendiri, karena seharusnya Sang Soo pergi saja. Sang Soo meminta Yang Chon agar tidak mencampuri urusannya.


Seorang pria keluar dari tempat yang bertuliskan ‘sauna’ dengan kesal. Detektif Jang dan Cho ada disana, tapi Kyung Mo meminta mereka membiarkan pria itu pergidan tetap waspada. Detektif Jang dan Cho melanjutkan patroli mereka di sekitar sauna.


Kyung Mo turun dari mobil dan memberikan arahan kepada Han Pyo dan Myung Ho yang baru saja datang. Mereka bertiga masuk ke sauna itu dengan hati-hati.  


Kyung Mo mengetuk pintu bagian dalam, tetapi tidak ada jawaban. Ia mengetuk lagi dan seorang pria di balik pintu bertanya ada keperluan apa. Kyung Mo berpura-pura meminta pria itu memindahkan mobil dengan nomor plat 3377. Pria itu bilang letak parkirnya, tetapi karena Kyung Mo tetap meminta mobil dipindahkan, dia terpaksa membuka pintunya.


Ketika pintu dibuka, Kyung Mo langsung menahan pria itu, sedangkan Myung Ho dan Han Pyo bergegas masuk ke ruangan itu.


Myung Ho masuk dan meminta semua orang angkat tangan. Han Pyo mulai mengambil gambar untuk bukti. Kyung Mo bilang mereka ditangkap karena perjudian. Myung Ho bertanya siapa pemilik sauna atau gedung itu.


Seorang pria dengan tersenyum lebar mengangkat tangannya. Ia berkata bahwa mereka hanya bersenang-senang saja, karena semua itu kurang dari 200.000 won. Kyung Mo meminta mereka menyerahkan KTP-nya.


Kyung Mo bilang ada banyak Polisi yang sudah berjaga. Ia tidak percaya jika mereka hanya bersenang-senang dan menanyakan dimana uang tunainya. Pria yang mengaku pemilik gedung bersedia ikut ke kantor Polisi, tapi Polisi akan salah jika tidak ada uang di mobilnya.


Kyung Mo bilang ada 4 tumpukan uang, tapi hanya ada 3 penjudi. Pria yang tadi membuka pintu mengaku bahwa dia penjudi, tapi Kyung Mo bilang dia hanya pelayan minuman, jadi tidak mungkin berjudi. Kyung Mo juga bilang bahwa awalnya ada 7 orang yang masuk ke gedung itu, dan mulai menggeledah.


“Baru saja ada 1 orang yang keluar, berarti tinggal 6. Tapi kalian hanya berempat sekarang,” kata Myung Ho. Kyung Mo lalu melihat pelayan minuman melirik ke salah satu pintu.


Myung Ho juga melihat ada darah di sepatu pelayan minuman itu.


Kyung Mo juga menyadari ada darah di kerah pemilik gedung.


Kyung Mo meneliti sekitar dan melihat pemukul baseball di sudut ruangan. Myung Ho bersiaga dengan pistolnya. Kyung Mo mengambil pemukul itu dan melihat bekas darah disana. “Firasatku.. dua orang itu pasti ada disini!” kata Kyung Mo lalu mengayunkan pemukul baseball itu ke handle pintu yang terkunci.


Mereka menemukan orang yang disekap dan pingsan di dalam ruangan itu. Myung Ho meminta mobil patroli dan 119 segera datang.


Kyung Mo juga menemukan sebuah tas berisi uang di ruangan itu. “Joo Yeong,” gumamnya.


“Keadaan korban sangat kritis. Lee Joo Yeong, dimana dia?!” tanya Kyung Mo marah.


“Lee Joo Yeong!” sebut Kyung Mo yang juga terdengar oleh Yang Chon, karena saluran radio panggil sedang terbuka untuk menerima laporan Myung Ho. “Lee Joo Yong!”


Sang Soo bilang itu Myung Ho dan Kyung Mo. “Joo Yeong! Joo Yeong!” Kyung Mo terus mencari Joo Yeong dan menyebut namanya, tanpa menyadari kalau Yang Chon mendengarnya. Yang Chon menarik kemudi Sang Soo ke pinggir jalan.


Ia menarik Sang Soo keluar, dan masuk ke kursi pengemudi. Sang Soo berhasil masuk kursi samping tepat waktu. Yang Chon lalu pergi ke TKP dengan kecepatan tinggi. 


Advertisement


EmoticonEmoticon