4/17/2018

SINOPSIS Live Episode 9 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 4

Kakek itu menyerahkan rokoknya, lalu seorang pelajar memberinya uang dan sebatang rokok. Kakek itu langsung menghitung uangnya.


“Keluarkan rokok kalian!” kata Hye Ri sambil mengambil gambar. Sam Bo yang ada di belakang Hye RI juga menyuruh hal yang sama. Ia menegur pria tunawisma itu karena mencari uang denan membeli rokok untuk anak dibawah umur. Ia lalu mengumpulkan rokoknya.


Seorang pelajar melempar rokoknya ke lantai dengan marah. “Sial, aku kesal sekali. Biarkan saja kali ini. Ayahku bisa membunuhku jika dia tahu. Aku tidak akan merokok lagi, jadi tolong abaikan masalah ini,” katanya.


Seorang pelajar laki-laki lain mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia merokok. “Aku juga. Aku tidak ingin merokok, tapi Man Yong memaksaku,” kata pelajar perempuan yang berdiri di sebelahnya. Man Yong bertambah kesal.


“Kau memaksa mereka merokok?!” tanya Hye Ri. Bukannya menjawab, Man Yong malah meludah ke wajah Hye Ri. Sam Bo memarahinya karena berani meludahi seorang Polisi.


Kau Man Yong, kan?  Anak Ketua Yu. Preman SMA Yangho. Kau takut pada ayahmu, bukan? Maka hari ini, kau akan dimarahi habis-habisan oleh ayahmu,” kata Sam Bo. Perhatian Sam Bo lalu teralihkan pada radio panggilnya. Man Yong yang kebingungan, kemudian memukul perut Sam Bo dan mendorongnya.


Hye Ri berhasil menangkapnya. “Jangan bergerak jika kalian tidak ingin ditahan!” kata Hye Ri kepada pelajar yang ingin melarikan diri. “Anda baik-baik saja?” Sam Bo bilang ia baik-baik saja, walaupun masih kesakitan. Sam Bo meminta rekannya di kantor Polisi untuk memberitahu ayah Man Yong agar datang ke Kantir Polisi.


“Tidak! Biarkan aku sekali ini saja. Ayahku akan membunuhku. Jangan telepon dia. Aku menyesali perbuatanku,” pinta Man Yong lalu memukul-mukulkan kepalanya ke lantai.


“Jangan seperti itu,” kata Sam Bo lalu meletakkan sepatunya di bawah kepala Man Yong. Ia lalu melepas jaketnya dan meletakkannya di bawah kepala Man Yong.


Nam Il dan Sang Soo menangkap seorang suami mabuk. Pria itu minta dilepaskan, karena istrinya tidak akan menuntutnya. Ia bilang mereka tidak berhak terlibat dalam pertengkaran suami istri. Sang Soo lalu menarik pria itu dan memasukkannya ke dalam mobil patroli.


Istri dari pria mabuk tadi tetap tidak mau menuntut suaminya, walaupun tadi dia membuat laporan meminta pertolongan. Jung Oh lalu mengajak Yang Chon pergi saja. Yang Chon tidak mau pergi dan berkata bahwa kejadian itu bisa semakin berbahaya. Sang Soo datang dan mengatakan bahwa hal itu bisa berbahaya bagi anak-anaknya.


Wanita itu bilang anak-anaknya aman, karena ia akan melindungi mereka. “Mana mungkin mereka aman, padahal ibunya sendiri tidak aman?” kata Jung Oh kesal. Wanita itu bilang jika dia menuntut suaminya, maka ia harus menceraikan suaminya juga. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak-anaknya nanti, karena dia sendiri tidak punya penghasilan.


Karena Jung Oh akan marah lagi, Yang Chon menyuruhnya keluar. Yang Chon ingin menyuruh Sang Soo membawa wanita itu, tapi Sang Soo bilang ia akan memberikan dokumen informasi tentang korban dan bantuan KDRT.


Sang Soo pergi untuk mengambil dokumennya, sedangkan Yang Chon membantu korban merapikan rumahnya.


Sang Soo berkata bahwa korban menolak menuntut, tapi ia tetap memberikan dokumen bantuan KDRT padanya. Ia juga bilang bahwa Yang Chon akan berpatroli di daerah tersebut selama 10 menit karena khawatir pelaku akan memukuli korban lagi. Ia juga mengingatkan Jung oh agar tidak terbawa kesal.


Nam Il memutuskan akan ikut berpatroli juga. Mereka kemudian melihat kedua anak korban pulang dari sekolah. Kedua anaknya itu tidak masuk ke rumah dan malah menunggu di luar.


Detektif Jang sudah mengintai di lokasi, tapi Joo Yeong belum juga muncul. Myung Ho menyarankan agar mereka menunggu lebih lama lagi. Kyung Mo setuju.


Para orang tua menjemput anak-anaknya yang ketahuan merokok. Jong Min berpesan agar para orang tua tidak terlalu marah pada anaknya.


Sam Bo berpesan agar Man Yong tidak mengulangi perbuatannya. “Ayah Man Yong,memaksa pelajar lain melakukan hal buruk bisa menjadi masalah serius. Nasihatilah dia, agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Sam Bo. Ayah Man Yong tidak menjawab.


Di dalam mobil, ayahnya memukuli Man Yong. “Beraninya kau. Kenapa kau memaksa mereka seperti itu? Kau seharusnya belajar, ” kata Ketua Yu. Man Yong turun dari mobil lalu melarikan diri. Sam Bo dan Hye Ri merasa kasihan pada Man Y ong.


Seong Jae bertugas untuk membawa pria tunawisma itu. Min Seok bilang pria itu adalah pensiunan dari perusahaan terkenal. Sam Bo bilang dia juga akan pensiun sebentar lagi.


Min Seok lalu melihat Sam Bo yang berjalan dengan pincang. Ia bertanya apakah kakinya sakit. “Tidak sakit. Aku digaji untuk kerja, jadi ini tidak sakit,” kata Sam Bo.


“Pak Tua, matilah kau! Sudah kubilang jangan menelepon ayahku!” ancam Man Yong, lalu pergi.


Yang Chon menghubungi Han Sol dan bertanya apa yang terjadi. Jong Min bilang mereka sedang sibuk, jadi Yang Chon harus menangani kasusnya sendirian. “Makanya, kalian itu sebenarnya sedang sibuk apa?! Kami tadi sudah menangani dua kasus Code Zero dan tiga Code One. Tapi apa yang kau dan Myung Ho lakukan sampai kalian tidak datang kemari?”


Sam Bo bilang yang lain juga sedang sibuk. Yang Chon semakin marah dan bertanya apa sebenarnya perintah dari Kadiv dan Kaptennya itu. “Semua tahu, kecuali aku!” kata Yang Chon. Ia juga kesal karena Sang Soo harus bekerja keras padahal lukanya belum  sembuh benar.


Kyung Mo bingung. Yang Chon kemudian menyuruh Kyung Mo memecatnya saja daripada mengabaikannya. 


Sang Soo bilang Yang Chon sudah pergi. Han Sol bilang kerja keras Sang Soo akan dipertimbangkan dalam penilaian evaluasi kerjanya.


Myung Ho: “Yeom Sang Soo, kau sudah...”
Sang Soo: “Masa bodoh.”


Kemudian para pengintai melihat 7 orang termasuk Joo Yeong masuk ke tempat perjudian ilegal. Kyung Mo bilang dalam kasus perjudian ilegal, bukti adalah hal yang paling penting. Jadi mereka harus menunggu dulu sampai waktunya tiba. Ia memperkirakan bahwa jika mereka tidak keluar dalam waktu satu jam, maka mereka sedang berjudi.


Sang Soo meminta Yang Chon untuk memasangkan plester di punggungnya. Mereka kemudian menerima laporan kasus Code Zero lagi. “Seorang wanita melapor ada orang masuk pintu rumahnya dengan menekan kata sandi. Panggilannya berakhir saat dia berteriak setelah memberitahukan alamatnya.” Yang Chon dan Nam Il menerima laporan itu.


Yang Chon menghubungi Sam Bo dan menduga bahwa pelaku sudah mengintai korban karena tahu kata sandinya. Ia lalu meminta Sang Soo mematikan sirinenya.


Nam Il mengatakan bahwa di daerah tersebut ada seorang pelaku seks yang baru dibebaskan dan tinggal disana. Ia bilang Divisi Patroli tidak bisa mengakses log monitor di kakinya. Dia bilang ada enam kamar di kompleks tersebut. Ia bilang pelaku seks tinggal di lantai 3 sebelah kanan.


Sam Bo bilang dua pekan lalu dia datang kesana untuk menangani keluhan kebisingan dan ada seorang wanita lajang tinggal sendirian di lantai dua kamar sebelah kanan. Ia yakin itulah TKP-nya dan sekarang korban sedang diserang.


Yang Chon dan Jung Oh sampai dan berjaga di depan TKP.
Advertisement


EmoticonEmoticon