4/15/2018

SINOPSIS Live Episode 9 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 3

Kyung Mo mulai menjalankan rencananya untuk bertemu dengan Joo Yeong. Ia memuji mobil Joo Yeong yang sangat bagus. Joo Yeong bilang itu mobil kakaknya yang diberikan untuknya.


Saat Joo Yeong sedang memesan minuman, Kyung Mo diam-diam mengambil foto mobil Joo Yeong. Ia lalu mengirimkan foto itu kepada Jang Mi dan rekannya yang lain.


Saat akan meminum kopinya, Joo Yeong melihat ada telepon masuk dari Jang Mi untuk Kyung Mo. Ia tampak agak gugup dan Kyung Mo menyadari itu. “Ya, Kapten Ahn. Choi Myung Ho penanggung jawab kasus prostitusi ilegal. Kau tanya dia saja. Aku tidak bisa bicara sekarang, karena aku sedang bersama teman,” kata Kyung Mo.


Jang Mi menebak Kyung Mo sedang bersama joo Yeong dan foto mobil tadi adalah miliknya. Ia mengerti, lalu menutup ponselnya. Jang Mi sedang berada di kaki gunung yang menjadi TKP.


Detektif Jang yang sudah ada disana menjelaskan bahwa kasusnya sama dnegan yang terjadi bulan lalu di dekat Gunung Baekun. Ia bilang pelaku menggunakan kondom, bedanya sekarang pelaku membawa tikar. Ia mengatakan bahwa saat itu ada pejalan kaki yang tersesat dan melihat pelaku memperkosa korban, lalu berteriak minta tolong.


Detektif Jang menduga korban akan berangkat sekolah, karena ada SMP di dekat sana dan pelaku mungkin adalah pemerkosa berantai. Ia bilang kondisi korban yang berumur 14 tahun itu parah dan sudah dibawa ke Sunflower Center.


Kyung Mo menghubungi Jang Mi dengan loadspeaker dan mengatakan bahwa Joo Yeong memang menanyakan penyelidikan kasus prostitusi ilegal itu. Mereka menduga Joo Yeong akan mengkambinghitamkan tunawisma sebagai CEO prostitusi ilegal dan nantinya pemimpin jaringan yang sebenarnya tetap bebas berkeliaran.


Myung Ho datang dan menunjukkan informasi yang ia dapatkan dari informannya bahwa yang membeli mobil itu adalah Joo Yeong. Mobil itu dibeli 2 bulan lalu dengan uang tunai dan diatasnamakan kakak Joo Yeong.


Jang Mi meminta Myung Ho memeriksa video yang dikirimkan ke emailnya.


“Dia masih berjudi?” tanya Han Sol yang juga melihat rekaman itu. “12 tahun lalu dia dihukum karena terlibat perjudian. Jang Mi bilang ia sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya dan selama satu bulan terakhir, Joo Yeong dan beberapa orang lainnya berkumpul disana 11 kali.


Han Sol bertanya di wilayah hukum siapa itu. “Jangdong, distrik delapan, di belakang Pasar Wonho,” kata Jang Mi yang sedang dalam perjalanan masuk ke rumah sakit. Kyung Mo menduga bahwa ada petugas lain yang sudah berkomplot bersama Joo Yeong.


Jang Mi bilang ia akan menyuruh Detektif Jang dan Cho untuk menyelidiki kasus itu. Ia meminta Divisi Patroli Hongil untuk ikut membantu, karena ia juga ada kasus lain yang harus dipecahkan. Myung Ho agak ragu, karena itu adalah wilayah hukum kantor lain.


Yang Chon masuk dan bertanya apa yang mereka lakukan disana. Kyung Mo langsung menonaktifkan loadspeakernya dan bicara secara pribadi di ponselnya, “Tapi kita takkan dapat kesempatan kedua. Kita hanya punya satu kesempatan untuk menangkap basah mereka. Ah, frustasi aku jadinya. Kami sedang waspada karena meningkatnya pencurian dan penculikan. Baiklah, aku akan memastikan orang yang kau sukai tidak tahu!”


Yang Chon: “Ada apa? Apa ada masalah? Kalian pagi-pagi langsung berkumpul disini.”
Kyung Mo: “Kenapa kau mau tahu urusan atasanmu?!Kau itu bawahan kami, jadi fokuslah bekerja sana!”
Han Sol: “Dia sedang tidak mood, jadi maklumilah. Pergilah.”


Yang Chon menutup pintunya. “Jika Yang Chon tahu kalau Joo Yeong terlibat dalam perdagagan seks, dia pasti akan hilang kendali dan menghajar Joo Yeong habis-habisan. Sepertinya dia yang membuat pangkat Yang Chon diturunkan, dan dia malah mendapat posisi di Subdit Kriminal Umum agar dia bisa menerima uang dari pedagang seks tanpa masalah,” kata Han Sol.


Myung Ho mengerti. Ia akan meminta rekan-rekannya untuk merahasiakan kasus itu dari Yang Chon. Ia lalu pergi.


Han Sol berkata pada Kyung Mo bahwa gaji mereka sedikit, jadi untuk apa mempertahankan reputasi mereka di Kepolisian. Apalagi Polisi bobrok seperti Joo Yeong menghancurkan usaha mereka. Ia bilang akan membunuh mereka semua, tapi kemudian dia mengeluhkan perutnya yang sakit. Kyung Mo menyuruhnya berhenti minum.


Petugas Sunflower Center mengatakan bahwa korban sedang menjalani operasi dan kemungkinan ada robekan besar di leher rahimnya. Tidak lama kemudian, korban keluar dari ruang operasi.


Di ruang makan, Hye Ri bertanya apakah Sang Soo mau dijodohkan dengan wanita lain. “Boleh,” jawab Sang Soo acuh tak acuh. Hye Ri bertanya apakah Sang Soo tidak akan mendekati Jung Oh lagi. “Memangnya aku gila? Dia menyelingkuhiku dengan Myung Ho. Jadi kenapa aku harus mempertahankan dia? Aku juga akan menyelingkuhinya.”


Hye Ri bilang Jung Oh tidak selingkuh, tapi Snag Soo yang menggodanya. Sang Soo bilang ia tidak menggoda, tetapi menyukai Jung Oh. Dia bilang Jung Oh berhak tidak menyukainya, dan dia berhak menyukai Jung Oh.


Jong Min datang dan meminta Sang Soo tidak mempersulit Myung Ho. Ia bilang Myung Ho sudah sangat lama tidak pacaran, dan meminta Sang Soo tidak menjadi kotoran dalam air. Hye Ri kesal, karena Jong Min menyebut Sang Soo kotoran. Min Seok datang dan memberitahu Hye Ri bahwa Sam Bo mencarinya.


Min Seok: “Sang Soo.. kami sangat menyukai Myung Ho. Dia pria yang baik.”
Jong Min: “Myung Ho dulu punya pacar.”
Min Seok: “Kenapa bahas itu?”
Jong Min: “Kenapa tetap merahasiakannya padahal nanti dia juga tahu sendiri? Malah lebih aneh kalau begitu.”


“Pacar Myung Ho dulunya satu angkatan dengan kami. Dia meninggal saat mencoba menyelamatkan seseorang di TKP. Jadi setelah kejadian itu, Myung Ho mengambil cuti. Dia belum lama ini bertugas lagi. Itu sebabnya pangkat dia masih dibawah kami,” kata Jong Min.


Min Seok bilang walaupun ia tahu itu membuat Sang Soo sedih, mereka akan tetap mendukung Myung Ho. Ia meminta maaf. Ia juga bilang kalau Sang Soo masih muda dan menyuruhnya mencari wanita lain saja.


Nam Il yang datang bersama Myung Ho, lalu berterima kasih karena Jong Min yang akan menerima hukumannya. Suasana di antara mereka akhirnya cair dan tertawa bersama. Nam Il meminta maaf dan bahkan akan menganggap Jong Min sebagai hyung-nya. “Aku tidak punya adik sepertimu,” kata Jong Min. Mereka lalu pergi.


Myung Ho: “Sang Soo, Jung Oh dan aku...”
Sang Soo: “Aku dan yang lain melihatmu menciumnya. Kau tidak perlu menjelaskannya padaku.”
Myung Ho: “Aku minta maaf.”


Sang Soo bilang itu tidak perlu, tapi ia juga tidak akan mendoakan Myung Ho agar berhasil. Ia bilang mereka tidak boleh kelihatan canggung, karena akan membuat Jung Oh tidak nyaman. Snag Soo lalu menyebutkan panggilan resmi Myung Ho.


Myung Ho: “Aku lebih suka kau memanggilku Myung Ho Sunbaenim.”
Sang Soo: “Aku tidak mau memanggilmu seperti itu lagi, Petugas Senior Choi Myung Ho.”


Sang Soo keluar dan Jung Oh masuk dengan terburu-buru. “Hari ini, kau cantik,” sapa Myung Ho. Jung Oh hanya tersenyum, lalu meletakkan barang belanjaannya di lemari.


Min Seok menyampaikan laporan dari seseorang bernama Lee Myung Ho bahwa ada seseorang yang diam-diam merekam video menggunakan drone. Nam Il lalu meminta Jung Oh datang ke mobil patroli.


Yang Chon dan Sang Soo menuju lokasi laporan adanya musik keras dari basement.


Sedangkan Sam Bo dan Hye Ri menuju mini market dimana ada laporan bahwa seorang pria tunawisma membeli rokok untuk anak-anak sekolah.


Setelah itu Yang Chon akan menuju laporan terjadinya KDRT dimana suami mabuk memukul istrinya. Ia heran karena Jung Oh dan Nam Il juga akan kesana, padahal sedang menangani kasus serangan sepeda motor.


Nam Il: “Kami kehilangan jejaknya. Dia kabur saat kami tiba di TKP.”
Yang Chon: “Si Myung Ho dan Jong Min sedang apa, sampai kalian harus menangani itu?”
Nam Il: “Ini perintah langsung dari Kadiv dan Kapten. Hari ini, Anda, Sam Bo Hyungnim, dan aku harus menerima semua laporan.”


Yang Chon bilang Sang Soo tidak banyak bicara dan bertanya apa dia sedang marah karena Jung Oh. Sang Soo bilang ia memang bukan tipe orang yang banyak bicara. Ia mengaku bahwa masalah Jung Oh membuatnya kesal, tapi yang benar-benar membuatnya kesal adalah karena kenapa dia yang selalu mengalami masalah seperti itu.


“Wanita tidak menyukaiku. Aku miskin, tidak berpendidikan. Aku tinggal bersama ibu tunggalku, tidak punya rumah. Aku tidak terlalu tampan. Aku mengira profesiku ini sudah hebat, tapi orang lain menganggap profesi Polisi itu biasa-biasa saja,” kata Sang Soo. Ia juga bilang bahwa jika dia wanita, maka dia akan memilih Myung Ho yang tampan, kaya dan giat bekerja.


Yang Chon bilang jika Jung Oh menyukai Myung Ho karena latar belakangnya, maka sang Soo juga harus berusaha agar bisa seperti itu dan jika tidak bisa, maka Sang Soo tidak usah berharap pada Jung Oh.


“Kenapa kau mau sama orang yang lebih mementingkan uang? Dasar bodoh kau,” kata yang Chon yang kemudian melihat Myung Ho dan lainnya sedang berkumpul di salah satu jalan. Ia merasa semakin curiga.


Kasir mini market menunjukkan rekaman CCTV dimana pria tunawisma membeli rokok, lalu diberikan kepada pelajar. Ia bilang sudah mengancam akan melaporkannya, tapi pria itu tidak mau berhenti. Ia bertanya apa yang akan terjadi jika ada orang yang melaporkan toko mereka.


Hye Ri bilang kasir dan pemilik toko akan dihukum karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Kasir itu terlihat khawatir. Ia kemudian pergi ke kassa untuk melayani pembeli yang baru datang.


Pria tunawisma itu datang dan membeli rokok. Setelah melayani, kasir itu mengatakan bahwa pria itulah yang ia maksud. Hye Ri mengajak Sam Bo mengikuti pria itu.


“Sepertinya dia akan membayar denda lebih besar daripada uang yang diberikan oleh anak-anak itu,” gumam Sam Bo prihatin.
Advertisement


EmoticonEmoticon