4/15/2018

SINOPSIS Live Episode 9 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 2

Sang Soo yang datang sambil membawakan sepeda untuk Jung Oh malah harus melihat wanita yang disukainya dicium oleh pria lain.

“Aku... seharusnya memberitahumu dulu kalau aku menyukaimu. Ya kan?” kata Myung Ho setekah mencium pipi Jung Oh. Jung Oh bertanya apakah Myung Ho mau jalan-jalan. “Baiklah.” Myung Ho lalu meniup gelembung sabunnya ke arah Jung Oh, lalu mereka bercanda bersama.


Sang Soo memutar balik sepedanya.


Tapi di depannya ternyata ada Hye Ri yang juga melihat kejadian itu. “Kasihan,” kata Hye Ri.


Hye Ri melihat rekan-rekannya datang ke arahnya. Ia menyuruh mereka kembali dan mengatakan bahwa Myung Ho dan Jung Oh sedang berciuman. “Serius?”


Sang Soo berpikir sejenak dan memutar kembali sepedanya. “Jung Oh, ayo main sepeda! Jung Oh, ayo main sepeda bersamaku! Jung Oh, jawab aku! Ayo main sepeda!”


Hye Ri dan yang lainnya sampai ikut menoleh, karena suara Sang Soo sangat keras.


Jung Oh dan Myung Ho pun sampai terkejut dibuatnya.


Ternyata dari kejauhan,para senior pun ikut melihat ciuman itu. Mereka tertawa, tapi menggerutu karena Sang Soo sudah merusak suasana. Han Sol bilang Sang Soo memang berbeda, karena ingin menghadapi situasi, bukan menghindarinya. Menurutnya Sang Soo adalah pria sejati dan dituasi itu sama menegangkannya seperti menangkap seorang kriminal kasus kekerasan.


“Bravo! Bravo!” kata Jong Min sambil bertepuk tangan. “Choi Myung Ho, kau akhirnya bisa melupakan Hyun Soo.”


“Dasar si gila itu,” gerutu Yang Chon.


“Jung Oh, ayo main sepeda bersamaku!” kata Sang Soo tidak menyerah.


Walau Jung Oh akhirnya bersedia bermain sepeda bersama, Sang Soo masih saja sedih. Sedangkan Jung Oh malah tersenyum sendiri mengingat saat Myung Ho mencium pipinya. Ia lalu menyuruh Sang Soo mengayuh sepedanya lebih cepat.


Sang Soo akhirnya malah meninggalkan Jung Oh jauh di belakang, sampai Jung Oh memilih menghentikan sepedanya. Sang Soo menoleh dan memutar balik sepedanya, untuk kembali lagi ke samping Jung Oh.


Sang Soo turun dari sepeda dan memberikan mimun untuk Jung Oh. “Jung Oh menepuk pipi Sang Soo pelan dan berkata, “Kau baik sekali.”


Sang Soo melihat tali sepatu Jung Oh yang terlepas . Ia langsung berjongkok dan mengikatkannya . Kali Ini Jung Oh mengusap kepalanya, “Kau baik sekali.” Sang Soo menyingkirkan tangan Jung Oh dari kepalanya dan tanpa berkata apa-apa, dia mengayuh sepedanya lagi. “Hei, Yeom Sang Soo!” panggil Jung Oh llau ikut mengayuh sepedanya.


Jung Oh bertanya pada Hye Ri kenapa sikap Sang Soo aneh padanya. Ia bahkan tidak mengerti saat Hye Ri mengatakan bahwa Sang Soo pasti terluka dan patah hati. Hye Ri akhirnya memberitahu bahwa Sang Soo melihat Jung Oh dicium oleh Myung Ho dan itu pasti membuat Sang Soo yang menyukai Jung Oh menjadi kesal.


“Sang Soo tidak menyukaiku,” kata Jung Oh. Hye Ri hanya menatapnya saja. “Petugas senior Choi dan aku... siapa saja yang melihat kami. Sepertinya kau melihat kami juga.” Hye Ri bilang mungkin semua orang melihatnya. “Semua orang? Semua orang di divisi kita?”


Myung Ho lewat dan menyapanya dengan mengangkat tangannya yang berada dalam saku. Jung Oh tersenyum.


Senyum Jung Oh hilang ketika melihat Yang Chon yang berjalan di belakang Myung Ho melihat ke arahnya.


Sang Soo yang sejak tadi minum sendirian, melihat Myung Ho dengan sinis.


Kyung Mo: “Myung Ho, kau tidak lupa soal besok kan?”
Myung Ho: “Ya, aku ingat.”
Yang Chon; “Ada apa?”
Kyung Mo; “Kau tidak perlu tahu.”


Yang Chon bertanya apa yang mereka rencanakan. “Kyung Mo bilang kau tidak perlu tahu,” kata Han Sol. Yang Chon bilang ia juga tidak ingin tahu, karena ada hal lain yang lebih ia khawatirkan.


Yang Chon melihat foto profil di kontak Song Yi, lalu meneleponnya. Tapi Song Yi tidak menjawab.


Sang Soo melihat ada ambulance dan mobil patroli datang ke area rumahnya. Ia bertanya pada ayahnya apa yang terjadi.”Yeong Guk meninggal,” kata ayahnya. Yang Chon bertanya apakah Yeong Guk meninggal karena serangan jantung, karena sebelumnya sehat-sehat saja.


Yang Chon menghentikan ayahnya yang malah merusak tanaman yang sebelumnya ia tanam sendiri. Ayahnya bilang untuk apa ia menanam sesuatu yang tidak bisa ia panen. Yang Chon yakin ayahnya akan memanen, jika tidak harusnya sejak awal tidak digali. Ia lalu menuangkan makgeolli untuk ayahnya.


Tapi ayahnya malah membuangnya. Yang Chon lalu menuangkan air putih, tapi ayahnya juga tidak meminumnya. Yang Chon bertanya kenapa ayahnya tidak mau minum dan juga tidak mau mengobati kakinya. Ayahnya diam saja. “Terserah ayah sajalah. Memangnya kapan ayah mendengarkanku?” kata Yang Chon lalu berdiri. “Apa ayah hancur karena kematian Yeong Guk ahjussi?”


“Katanya dia membakar briket batu bara. Ada seorang pria bernama Chul Myung yang tinggal sendirian di atas bukit. Katanya, dia dan Yeong Guk ditemukan mati bersama dengan senyum terpasang di wajah mereka. Orang-orang yang melihat memberitahu ayah. Mereka tersneyum seolah-olah mereka pergi ke tempat yang bagus. Mereka kelihatan. Memang mereka mati di usia yang pantas. Tidak ada lagi yang perlu disesali,” kata ayahnya.


Yang Chon meminta ayahnya berhenti bicara omong kosong. Ia bilang semua orang mati jika sudha takdirnya bukan berdasarkan usianya. Ia bilang mereka merepotkan karena sudah membakar briket.


Yang Chon lalu menanam semua tanaman yang dihancurkan ayahnya. Ia bilang tanaman itu juga berhak hidup. Ayahnya hanya melamun saja.


Sang Soo sedang membersihkan lantai. Ibunya lalu menyuruhnya memberitahu yang lain bahwa 10 menit lagi makanannya siap.


“Sang Soo, kau memang yang terbaik!” kata Hye Ri saat Sang Soo datang sambil membersihkan lantai. “Semakin akumelihatmu, semakin aku menganggapmu menawan. Kita menikah sajalah.” Sang Soo setuju.


Jung Oh. “Baguslah. Kalian mungkin tidak menyadarinya, tapi kulihat kalian berdua sangat serasi. Kalian berdua lucu dan menggemaskan.”
Sang Soo: “Serasi darimananya?!”


Hye Ri bilang Jung Oh hanya bercanda, karena sebelumnya mereka juga bercanda.Ia meminta agar Sang Soo tidak marah. “Hye Ri, keluarlah,” kata Sang Soo. Hye RI bilang walau Sang Soo menyukai Jung Oh, bukan berarti Jung Oh harus membalas perasaannya. Dan kalau begitu, jika dia menyukai Sang Soo, maka Sang Soo juga harus balik menyukainya. “Memangnya kau menyukaiku?”


Hye Ri menyuruh Sang Soo menghentikan tingkahnya, karena itu bisa membuat persahabatan Sang Soo hancur. Ia lalu keluar lebih dulu ke lantai 1 sambil membawa makanan yang sudah mereka siapkan.


Saat Sang Soo akan pergi, Jung Oh bertanya apakah perasaan Sang Soo tulus padanya. “Aku sudah bilang menyukaimu dan mengajakmu pacaran. Aku bersungguh-sungguh,” kata Sang Soo. Jung Oh bilang ia tidak merasakan apa-apa, jadi apa yang harus ia lakukan. Menurutnya Sang Soo hanya teman yang lucu dan menyenankan. Sang Soo meletakkan vacum-nya dan


Sang Soo: “Aku tidak lebih dari seorang teman, kan?”
Jung Oh: “Ya.”
Sang Soo: “Kalau begitu, lakukanlah yang kau mau,dan aku akan melakukan yang kumau. Itu yang akan kita lakukan.”
Jung Oh: “Apa maksudmu?”


“Aku akan terus menyukaimu. Karir dan uangmu lebih penting daripada cinta. Kau bilang sendiri padaku, kalau kau tidak tertarik pacaran,” kata Sang Soo. Jung Oh memintanya agar tidak menyukainya lebih dari teman, karena Sang Soo akan terluka. “Memang kau siapa peduli perasaanku? Itu bukan urusanmu. Ayo kita makan saja.”


“Pokoknya aku sudah jelaskan kalau aku tidak tertarik,” gumam Jung Oh.
Advertisement


EmoticonEmoticon