4/10/2018

SINOPSIS Live Episode 8 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 8 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 1

Yang Chon mengingat saat Kyung Meo memberi hadiah pada Jang Mi dan berkata, “Selamat ulang tahun. Selamat juga karena telah menceraikan Oh Yang Chon.”


Itu membuat Yang Chon berlari kencan dan berteriak sampai berhasil menyusul Kyung Mo dan menyerahkan tongkat estafetnya lebih dulu.


Min Seok berhasil mendahului Jong Min.


Sambil beristirahat minum, Yang Chon berkata bahwa Kyung Mo tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. “Kuharap kau dan Jang Mi sunbae bisa bahagia,” kata Kyung Mo dan membuat Yang Chon heran. “Hari saat aku mau melamar Jang Mi sunbae, kau berlutut dan menangis.” Ia lalu menirukan kata=kata Yang Chon dulu, “Kyung Mo, relakanlah dia. Aku yang akan membuat dia jadi wanita paling bahagia sedunia.”


Kyung Mo: “Tapi kalian malah bercerai?”
Yang Chon: “Jadi maksudmu kau merelakan Jang Mi karena aku memohon padamu? Jujur saja. Itu karena keluargamu yang sok. Merka tidak suka padanya?”


Kyung Mo bilang ia merelakan Jang Mi karena mengira Yang Chon adalah pria yang baik, sebagai rekan kerja dan sebagai pria. Tapi sekarang ia tidak berpikir seperti itu lagi.


Sang Soo bersiap-siap menerima tongkat dan berlari melawan Myung Ho.


“Jung Oh, lihatlah aku akan menang!” teriak Sang Soo.


Myung Ho bersorak dan menyanyi, “Yeom Sang Soo dan Han Jung Oh duduk di pohon sedang ciuman. Pertama cinta, lalu pernikahan, kemudian punya anak.”


“Pemenangnya akan menjadi pria terhebatku!” teriak Jung Oh.


Nam Il merasa sedih melihat Jong Min yang akrab dengan Min Seok, padahal tadinya bertengkar.


Sang Soo menang dan menggendong serta memutar Jung Oh. Myung Ho juga ikut bertepuk tangan atas kemenangan Sang Soo.


“Kalian terlalu dekat,” protes Han Sol. Sang Soo lalu mengajak mereka bermain voli kaki antara mentor dan anak bimbing.


Nam Il menerima pesan dari Seung Jae.


Kyung Mo protes karena ada dua perempuan di timnya. “Hei, tim kami ada 2 orang yang sudah tua,” kata Han Sol. Hye Ri berkata bahwa dia akan mengalahkan Sam Bo. Jung Oh juga bilang kalau dia jago.


Kyung Mo akan membunuh anggota timnya jika kalah dari yang Chon. Ia bilang jika mereka menang, uangnya akan dibagi rata dan ia akan mentraktir mereka minum.


Han Sol juga akan membunuh anggota timnya, karena memalukan jika mereka kalah dari anak bimbing. Sam Bo meminta agar bolanya juga dioper padanya, karena dia belum terlalu tua. Yang Chon berpesan agar Nam Il, Jong Min, dan Min Seok tidak bertengkar karena mereka satu tim.


Kyung Mo terus menyemangati timnya sampai Han Sol menutup telinganya. “Berisik kau,” gerutu Han Sol.


Permaianan terus berlanjut dan pergantian pemain juga dilakukan.


Tendangan Kyung Mo mengenai tepat di wajah Yang Chon hingga hidungnya berdarah. Tim Kyung Mo bersorak karena berhasil meraih poin.


Jung Oh menatap Myung Ho yang berhasil mencetak poin.


Kedua tim sama-sama meraih poin 29, dan 1 lagi untuk meraih kemenangan, karena tidak akan ada nilai seri. Han Sol menyemangati timnya bahwa jika mereka kalah maka mereka akan diremehkan oleh anak bimbing. Ia bahkan merasa akan dihantui dalam mimpi. Ia juga bilang mereka harus berjuang seperti meraih kemerdekaan demi negara.


“Minumlah,” kata Kyung Mo sambil menyodorkan air karena kasihan melihat Han Sol berteriak-teriak.


Nam Il berhasil meraih poin kemenangan dan timnya bersorak bahagia. Sedangkan Kyung Mo dan timnya kecewa.


Beberapa anggota berkaraoke bersama.


Han Sol bilang Nam Il sudah pulang setelah pertandingan, seperti di kegiatan mereka sebelumnya. Ia juga bilang bahwa Nam Il bersedia bertanggung jawab, tapi tidak tahu alasannya. Sam Bo bertanya apakah Yang Chon membenci Kyung Mo.


“Hyungnim, apa menurutmu dia dan Jang Mi akan bahagia jika mereka menikah?” tanya Yang Chon. Sam Bo menjawab iya. Han Sol juga setuju. Sam Bo dan Han Sol masuk ke dalam untuk berkaraoke, sedangkan Myung Ho keluar.


Melihat Myung Ho keluar, Sang Soo menoleh mencari-cari Jung Oh.


Seung Jae yang tahu kalau Nam Il yang akan menerima hukuman terlihat khawatir.


Nam Il sedang membuat pizza di kedainya. Ia mengingat saat Seung Jae memberikannya pesan saat di pinggir lapangan.


“Menurutku tidak adil jika Min Seok yang bertanggung jawab. Anda dan Brigadir Ban-lah yang gagal menangkap tersangka yang kabur itu. Brigadir Ban dengan sukarela mau menerima hukuman, tapi aku tidak mengerti kenapa Anda tidak melakukan hal yang sama juga. Setiap kali tim Anda terancam, Brigadir Ban dan Won Woo Hyung, serta Min Seok dan aku selalu berusaha melindungi tim Anda. Sementara semua rekan berusaha membantu Anda, Anda kemana?  ,” tulis Seung Jae di pesannya.


Sambil mengemas pizza-nya, Ia mengingat pesan Seung Jae yang memberitahu bahwa ibu Min Seok baru saja menjalani operasi kanker dengan biaya tagihan rumah sakit mahal, dan jika gajinya dipotong maka Min Seok akan kesulitan.


Di akhir suratnya, Seung Jae juga meminta maaf karena sudah lancing. Seung Jae bilang ia hanya ingin memberitahukan keadaan Min Seok pada Nam Il.


Istri Nam Il yang sedang hamil anak ketiga bertanya bagaimana pesanannya. Nam Il bilang mereka menerima banyak pesanan. Istrinya bilang uang tabungan mereka sudah habis untuk membeli rumah di toko itu dan menanyakan tentang hukuman. Nam Il bilang sepertinya ia yang akan menerima hukuman itu.


Istri: “Apa? Bagaimana dengan Jong Min dan Min Seok?”
Nam Il: “Keadaan mereka tidak lebih baik dari kita. Yang satu akan punya anak dan yang satunya lagi akan menikah dan membiayai pengobatan ibunya. Mereka juag tidka punya rumah sendiri.”


Istri Nam Il bilang harusnya suaminya juga memberitahu rekan-rekannya bahwa ia akan punya anak lagi. “Apa gunanya memberitahu mereka?! Memangnya kami sedang taruhan, hidup siapa yang lebih menyedihkan?! Aku juga ingin hidup normal. Polisi macam apa yang selalu kasih surat tilang,” kata Nam Il lalu pergi untuk mengantarkan pesanan.


Jung Oh berjalan-jalan sambil mendengarkan music melalui earphone.


Jung Oh kemudian dikejutkan oleh gelembung sabun yang ternyata dimainkan oleh Myung Ho. Ia melepaskan earphone-nya. “Ada yang jual gelembung sabun ini saat aku kesini. Gelembung sabun ini mengingatkanku pada masa kecil,” kata Myung Ho lalu meniupkan gelembungnya lagi. “Kau sedang apa?”


Jung Oh bilang ia hanya sedang jalan-jalan, karena pemandangannya indah. Jung Oh juga mencoba meniup gelembungnya dan berjata kalau dia sudah lama tidak memainkannya.


Myung Ho menatap Jung Oh dan tersenyum sendiri. Mereka kemudian melanjutkan bermain gelembung sabunnya.


Tiba-tiba, Myung Ho mengecup pipi Jung Oh.


Jung Oh terkejut.


Sang Soo yang berdiri tidak jauh dari sana, melihat kejadian itu.


Advertisement


EmoticonEmoticon