4/10/2018

SINOPSIS Live Episode 8 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 8 Part 3

Jung Oh pergi ke Kantor Polisi Mahyeon dan membantu Jang Mi mengobati luka di punggungnya, akibat menangkap penjahat tadi. Jang Mi terlihat menahan sakit.


Jang Mi mengingat saat dulu dia menangani kasus aborsi ilegal.


Dan sedang menyisir lokasi, Jang Mi menemukan seorang pelajar duduk ketakutan. Dan nama yang tertera di seragamnya adalah Han Jung Oh.


“Selain wanita tadi, ada tiga korban lagi di lantai tiga, dimana para tersangka tadi berada. Brigadir Kang Nam Il dan yang lain akan mengurusnya, jadi kau bisa pulang. Jika kau lelah, istirahatlah disini sebentar. Bilang pada atasanmu, aku yang menyuruhmu,” kata Jang Mi.


Jung Oh yang sudah selesai memasangkan plester, mempersilakan Jang Mi memakai kembali bajunya. Jang Mi memperbolehkan Jung Oh pergi, jika tidak mau beristirahat disana. Jang Mi lalu memberi salam dan pergi.


Jang Mi: “Larimu cepat juga. Seru juga satu tim denganmu. Sampai ketemu lagi.”
Jung Oh: “Anda rupanya masih sama saja. Padahal waktu sudah lama berlalu.”
Jang Mi: “Kau salah. Itu karena aku sudah tua. Pergilah. ”


Jang Mi membersihkan luka di wajahnya.


Myung Ho berkata pada Jung Oh bahwa ia akan bolos kerja dan meminta Han Pyo menggantikannya. Ia bertanya apakah Jung Oh akan bolos juga. Jung Oh mengangguk. Myung Ho lalu mengajaknya pergi.


Myung Ho menyalakan musik di ponselnya dan duduk bersama Jung Oh. Ia meminta Jung Oh tidak memikirkan kenapa banyak penjahat di dunia ini. Jung Oh bilang ia hanya akan memikirkan bahwa ia sudah menangkap penjahat itu dan menolon para korban. “Kerja bagus, Jung Oh,” puji Myung Ho.


Won Woo mendapat protes dari beberapa ibu yang bertanya kenapa mereka ditangkap. Won Woo bilang mereka akan membahas itu di Kantor Polisi. “Si Choi itu yang seharusnya masuk ke mobil!” kata seorang diantaranya. “Dia mencuri semua uang kami dan membeli mobil mewah!” Won Woo bilang tapi ibu-ibu itu sudah menyerang orang lain bahkan memukul Polisi.


Min Seok membawa seorang pria dan menyuruh Won Woo segera membawa ibu-ibu itu ke Kantor Polisi untuk diselidiki siapa yang bersalah. Pria yang dibawa Min Seok juga mengatakan bahwa yang bersalah adalah orang yang mereka pukul karena sudah mencuri 2 milyar won dari penjual miskin di daerah itu.


Nam Il datang ke lokasi dan melihat seorang pria tua sedang menangis karena uang yang ditabungnya seumur hidup sebanyak 300 juta won dicuri. Pria pertama tetap menolak ikut jika Choi tidak dibawa.


Seung Jae meyakinkannya bahwa Choi juga akan dibawa ke Kantor Polisi. Ia juga mengatakan bahwa kaki Choi patah, sehingga tidak bisa kemana-mana. Pria tua yang dibawa Seung Jae juga menolak untuk dibawa.


Jong Min menegur Nam Il yang seharusnya datang lebih cepat dan menyebutnya pemalas. Ia mengatakan bahwa korban pemukulan tidak mengaku bahwa dia adalah penipu dan KTP-nya ada di lantai bawah. Jong Min berkata ia akan mencari latarbelakang orang itu sebelum 119 datang. Nam Il menghela napas menahan kesal.


Nam Il masuk ke TKP, tapi tidak menemukan siapapun. Ia melihat ada suara di jendela. Dan ketika diperiksa, ia menemukan Choi tengah menggantung dan menjatuhkan dirinya. Nam Il memanggil Jong Min, tapi tidak terdengar. Choi kemudian berusaha berlari dengan menahan sakit di kakinya.


Nam Il turun ke lantai bawah sambil terus memanggil Jong Min. Saat melihatnya ia mengatakan bahwa korban sekaligus tersangka melarikan diri ke belakang gedung. Nam Il terus berlari dan Jong Min tepat di belakangnya.


Mereka merasa dibohong karena sebelumnya pelaku bilang kakinya patah. Jong Min yang baru saja memeriksa latar belakangnya, tidak menemukan riwayat kriminal apapun. Ia menduga KTP yang diambilnya adalah KTP kakak pelaku.


Dan pada akhirnya, Choi tidak tertangkap dan masuk dalam daftar buronan. Han Sol bilang tahun lalu pelaku mencuri sampai 14 milyar won dari pelaku usaha kecil. Ia bertanya siapa yang bertanggung jawab atas kaburnya pelaku.


Ketiga Polisi yang bertugas saat itu tidak ada satupun yang mau bertanggung jawab. Han So meminta mereka dikirim ke Divisi Pengawasan Internal, lalu pergi. Kyung Mo setuju dengan perkataan Han Sol karena para pengusaha kecil itu mengajukan keluhan kepada mereka bertiga.


Jika tidak, maka mereka harus memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab. Kyung Mo bilang gaji orang yang bertanggung jawab akan dipotong setidaknya selama tiga bulan. Jong Min lalu keluar lebih dulu dan Min Seok menyusulnya. Nam Il merasa itu tidak adil. “Bujuklah rekan-rekanmu! Bukan aku!” kata Kyung Mo.


Han Sol kembali ke ruang rapat dan memberitahu bahwa Penipu Choi baru saja ditangkap oleh Polres Anpo Hanhwa dan itu membuat Kyung Mo kecewa karena bukan Divisinya yang menangkap. Han Sol juga mengatakan bahwa Divisi mereka mendapat peringkat dua terakhir atas kinerja kuartal pertama di distrik mereka.


“Padahal biasanya kita selalu di peringkat pertama,” kata Kyung Mo. Han Sol lalu bertanya siapa yang akan dikirim ke Divisi Pengawasan Internal. “Entahlah. Jika mereka berdebat, pasti ada satu orang yang akhirnya menyerah.” Han Sol mengeluhkan banyaknya masalah di divisi mereka, lalu pergi.


Kyung Mo lalu menghubungi Jang Mi. “Ya. Han Jung Oh bilang kau terluka. Lukanya parah?” kata Kyung Mo.


Di ruang ganti pria, Nam Il berkata bahwa orang yang menerima laporanlah yang harus bertanggung jawab, sedangkan dia hanya membantu. Jong Min bilang Nam Il tidak pernah datang jika ditelepon karena sedang menulis surat tilang. Min Seok malah menyalahkan Jong Min, karena meninggalkan pelaku sendirian.


“Baik. Aku yang akan tanggung jawab,” kata Jong Min yang merupakan penerima laporan dan juga meninggalkan pelaku sendirian karena mengganggapnya sebagai korban. “Jujur saja.. dari awal.. sudah kuduga kalau aku yang akan dihukum. Karena apa? Karena kalian berdua tidak punya rasa kesetiakawanan. Waktu Dong Kyu dihukum dan dimutasi, apa yang kalian lakukan? Kalian hanya mengirimkan ucapan selamat tinggal lewat SMS.”


Jong Min akan pergi, tapi menoleh lagi dan berkata kalau dia akan menjadi seorang ayah, jadi apakah benar dia harus dihukum. Min Seok membanting pintu lokernya dan berkata, “Seumur hidupku, aku melajang! Kini akhirnya aku bertemu wanita pilihanku dan kami baru berkencan. Keluarganya tidak suka karena aku sudah tua, tidak punya rumah, dan aku seorang Polisi. Aku bilang pada mereka kalau aku akan mengikuti ujian dan menjadi Inspektur!” Min Seok pergi.


Jong Min menghampiri Nam Il dan berkata kalau dia harus bayar sewa rumah, sedangkan Nam Il 2 bulan sebelumnya berkata akan membeli apartemen. “Baik. Jalanilah hidupmu dan nikmati sendirian,” kata Jong Min lalu pergi.


Nam Il kemudian menjawab ponselnya sambil menahan tangis, “Hai. Aku sebentar lagi pulang. Nanti kubeli bahan makanannya. Jualannya lancar? Makanya.. Kenapa kau... berhenti pakai kondom dan malah hamil untuk ketiga kalinya?” Ia lalu menutup ponselnya dan bicara sendiri, “Ya, baiklah. Ini salahku, bukan salahmu. Aku yang salah. Aku yang salah.” Nam Il membanting pintu lokernya.


Yang Chon dan ayahnya sedang berada di apartemen Jang Mi. Ayahnya melihat keluar jendela.


Dae Gwan: “Kakek, kenapa kakek melihat keluar? Kakek menunggu ibu?”
Ayah YC: “Menunggu apanya? Kakek hanya melihat keluar saja.”
Dae Gwan: “Kaki kakek sakit?”


Ayah Yang Chon bilang kakinya tidak sakit. Dan ketika Dae Gwan bilang ingin menengok neneknya besok, kakeknya bilang tidak perlu, karena Dae Gwan pasti sibuk. “Aku rindu nenek,” kata Dae Gwan. Ayah Yang Chon pergi ke dapur, karena sedang memasak sup.


Yang Chon bangun dan bertanya kenapa Jang Mi belum juga pulang. Dae Gwan protes, karena harusnya yang memasak adalah ayahnya, bukan kakeknya. Yang Chon bilang di rumahnya, ayahnya biasa melakukan semuanya sendiri.


Song Yi keluar dari kamarnya dan ingin mengambil alih pekerjaan memasak kakeknya. Ayah Yang Chon bilang ia sudah memasak sup rumput laut untuk ulang tahun Jang Mi hari ini.


Yang Chon menegur Song Yi yang minum-minum sendirian selama. Song Yi bilang ia tidak sendirian, tetapi bersama pacarnya. Itu malah membuat yang Chon semakin kesal, karena putrinya pulang subuh dan bersama pria.


Dae Gwan bilang kakaknya sudah dewasa, tapi Yang Chon menyuruhnya diam. Yang Chon bertanya apakah pacar Song Yi pengangguran, karena dia malah menghabiskan waktu sampai jam 3 pagi bersama Song Yi.


Yang Chon melihat memar di tangan Song Yi dan menanyakan penyebabnya, tapi Song Yi melepaskan tangan ayahnya itu. Song Yi bilang ia hanya sedang bermain bersama temannya, tapi Yang Chon tidak percaya.


Song Yi masuk ke kamarnya dan Yang Chon akan menyusulnya.Tapi ayah Yang Chon melemparkan bantal kepadanya. “Ini ulang tahun Jang Mi setelah orang tuanya meninggal. Kau tenanglah sedikit,” kata ayah Yang Chon. Yang Chon lalu bertanya bagaimana perasaan Dae Gwan setelah orang tuanya bercerai.


Dae Gwan bilang ia tidak masalah dengan perceraian itu, tapi ia merasa kesal dan marah setiap kali Yang Chon berteriak kepada kakaknya. Yang Chon bilang itu karena ia khawatir pada Song Yi, tapi Dae Gwan tidak peduli.


Yang Chon menengok keluar jendela dan melihat Jang Mi yang baru datang diberi hadian oleh Kyung Mo. Ia terlihat marah dan mengambil ponselnya.


Dae Gwan menghampiri ayahnya dan berkata, “Sepertinya mereka hanya berteman. Jika ayah bereaksi berlebihan dan mengomentari ibu, ibu pasti akan membenci ayah. Itu hanya pendapatku.”


Dae Gwan lalu pamit pergi ke sekolah kepada kakeknya.
Advertisement


EmoticonEmoticon