4/09/2018

SINOPSIS Live Episode 7 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 7 Part 4

Yang Chon datang dan bertanya dimana anggota lainnya. “Di ruang rapat,” jawab Won Woo malas-malasan. Yang Chon menyimpan jaketnya di kursinya, lalu berjalan menuju ruang rapat.


“Aku kembali. Seragamku kotor. Aku ganti baju dulu,” kata Yang Chon lalu akan pergi lagi. Tapi ia mendengar ada yang mengatakan bahwa ia selalu seenaknya. “Barusan kau bilang apa?”


Min Seok bilang seharunya Yang Chon meminta maaf dulu, karena datan terlambat. Myung Ho ingin berdiri dan menghampiri Yang Chon, tapi Min Seok menyuruhnya duduk. Sam Bo meminta Han Sol melanjutkan rapatnya. Yang Chon lalu membanting pintunya.


Han Sol meminta anggotanya segera menghubungi Divisi Anak dan Wanita jika berhasil menemukan para PSK itu. Ia juga mengatakan bahwa Manajer Keamanan di Klub Hacheong melaporkan kasus sebuah kasus pada mereka.


Kursi di meja makan utama sudah penuh, jadi Hye Ri berdiri untuk memberikan kursinya pada Yang Chon. Beberapa orang lain menyuruh Hye Ri duduk lagi, karena tidak masalah yang Chon duduk dimana.


Yang Chon lalu makan di meja terpisah.


Won Woo berhenti sebelum makanannya habis dan berkata bahwa dia sedang lelah dan tidak selera makan. Ia lalu pergi. Kyung Mo memberitahu Yang Chon bahwa ada laporan dari Klub Hacheong tentang perampokan berulang. Yang Chon meminta agar laporan ditindaklanjuti oleh Divisi umum. Kyung Mo menolak karena laporan itu diterima oleh divisi mereka.


Kyung Mo meminta Sam Bo, Hye Ri, Yang Chon, dan Sang Soo untuk pergi ke klub dan menjalankan misi rahasia. Yang Chon membanting sendoknya dan mengingatkan bahwa Sang Soo sedang terluka. Sam Bo setuju dan mengatakan bahwa tugas itu terlalu berat untuk Sang Soo.


Jong Min menyarankan agar mereka meminta bantuan Tim 2 dan 3, tapi Min Seok menolak krena mereka selalu meminta bantuan tim lain. Min Seok mengatakan bahwa anggota lain juga lembur dan terluka sepanjang waktu.


“Nam Il, Jung Oh, Myung Ho dan Han Pyo harus bekerja sama dengan Divisi Anak dan Wanita tentang kasus prostitusi. Aku, Won Woo, Min Seok dan Seung Jae kemarin sudah lembur. Hari ini kami harus membantu semuanya dan berpatroli memantau seluruh wilayah. Jadi apa kau ingin Kadiv Ki yang melakukan misi rahasia ini dan bukannya mengawasi seluruh divisi kita?” tanya Jong Min.


Sang Soo datang ke ruang makan.


Yang Chon: “Aku juga tidak akan santai-santai. Tapi dia ini terluka!”
Han Sol: “Salah siapa dia terluka?! Sialan!”
Jong Min: “Kami juga khawatir pada Sang Soo. Makanya kami mengirim SMS padanya dan bertanya apa dia sudah cukup sehat untuk turun lapang lagi!”
Min Seok: “Hei, sudahlah. Semakin banyak kita bicara, seolah kita yang salah. Ayo.”


Beberapa anggota pergi dari ruang makan. Han Sol bertanya kenapa Yang Chon membiarkan Sang Soo mengejar tersangka padahal identitasnya sudah diketahui. Sang Soo mengingat bahwa saat kejadian, Yang Chon sudah melarangnya untuk mengejar tersangka. Kyung Mo juga menyalahkannya karena dua orang tidak bersalah akhirnya ikut terluka juga.


Sang Soo ingin menjelaskan, tapi Han Sol berteriak dan menyuruhnya keluar. Hye Ri dan Sam Bo menariknya keluar, sehingga sekarang hanya ada Han Sol dan Yang Chon di ruang makan.


“Harus berapa banyak lagi rekanmu yang terluka sampai akhirnya kau sadar? Saat bekerja denganmu, perutku tertusuk dan Ho Cheol Hyungni meninggal. Aku mengerti mentor bukanlah tanggung jawabmu, melainkan anak bimbingmu! Penghargaan, medali dan menjadi terkenal sebagai legenda itu semua tidak penting kalau ada orang terluka dan mati dalam pengawasanmu! Dasar bodoh,” kata Han Sol lalu pergi.


Yang Chon mengatasi kesedihannya dengan melanjutkan makannya dengan terpaksa. Yang Chon lalu datang dan duduk di depannya.


Sang Soo: “Kenapa Anda tidak bilang apa-apa? Padahal Anda sudah mencoba mencegahku.Aku sudah bertindak sendiri...”
Yang Chon: “Kalau kukatakan, apa gunanya itu?”
Sang Soo:”Padahal aku mencoba melakukan hal yang benar, tapi aku malah mengacau lagi. Dua orang terluka karena aku.”


Yang Chon berkata bahwa kurir itu memang mengebut dan tidak ada di pedoman untuk tidak memikirkan menangkap tersangka. Ia meminta Sang Soo tidak terbawa perasaan. “Aku berutang budi pada Anda. Aku akan membalas...” perkataan Sang Soo terhenti, karena Yang Chon menyuruhnya pergi.


Yang Chon mengingat saat Han Sol berteriak menyuruhnya keluar karena keadaannya berbahaya dan tim bantuan dalam perjalanan.


Sayangnya, tersangka menusuk perut Han Sol.


Yang Chon lalu menggendong Han Sol dan berlari menuju rumah sakit. “Han Sol Hyungnim, bertahanlah!”
kata Yang Chon saat itu. “Han Sol Hyungnim jawab aku!”


Kejadian ini juga pernah diceritakan oleh Han Pyo kepada Sang Soo, Hye Ri, dan Jung Oh sebelumnya.


Yang Chon juga mengingat saat Ho Cheol meninggal, karena ingin menolongnya. Dan juga saat pendarahan di pelipis Sang Soo tidak mau berhenti.


Kata-kata Han Sol terngiang lagi di pikiran Yang Chon. “Harus berapa banyak lagi rekanmu yang terluka sampai kau sadar?” Ia berusaha keras agar tidak menangis dan melanjutkan makannya.


Han Pyo yang sedang berpatroli untuk menemukan bos prostitusi, kemudian mengajak Myung Ho untuk pergi ke Hongil 3-dong tempat hunian para warga asing. Ia juga menawarkan diri untuk menyetir, tapi Myung Ho menyuruhnya istirahat saja dulu karena waktu tugas mereka masih panjang.


Han Pyo bertanya apa artinya menjadi Polisi, karena setelah ditikam, mereka harus tetap bekera seharian. Ia lalu menyanyi dengan gaya konyol agar Myung Ho tersenyum. 


Myung Ho akhirnya tersenyum. Mereka kemudian mendapatkan laporan tentang mobil yang mencoba berhenti di area larang parkir dan menabrak sepeda di area itu.


Yang Chon menerima laporan itu dan bertanya pada Sang Soo apa aturan pada kasus seperti itu.


Sang Soo: “Jika tidak ada pihak yang terluka, berarti itu hanya masalah kerusakan properti. Kita harus memberitahu pengemudi untuk menghubungi perusahaan asuransinya.”
Yang Chon: “Sudah hampir waktunya kita ke klub. Saat kita sampai nanti, tidak perlu repot-repot meredakan situasi. Ikuti saja aturan dan langsung bereskan.”
Sang Soo: ”Baik.”


Nam Il dan Jung Oh sedang mengecek rekaman CCTV. Nam Il mengeluh matanya sudah sakit dan bertanya-tanya kapan mereka akan selesai menonton 80 rekaman CCTV itu. “Anda istirahat saja,” kata Jung Oh. Nam Il bilang itu tidak perlu, dia hanya merasa frustasi, karena semakin lama akan semakin banyak rekaman yang harus mereka tonton.


Jung Oh mencatat setiap temuannya dalam rekaman itu.


Kyung Mo meminta anggotanya tidak meremehkan kasus perampokan karena itu adalah gerbang utama menuju kejahatan yang lebih berat. Ia satu mobil dengan Sang Soo dan Hye Ri yang sudah memakai pakaian bebas, karena ini adalah misi rahasia. 


Yang Chon dan Sam Bo juga akan melakukan misi yang sama. Mereka mendengarkan Kyung Mo yang berkata bahwa kontak di ponsel yang dicuri menyebar dan menyebabkan terjadi penipuan, pelecehan pada wanita, bahkan sampai perdagangan manusia.


Kyung Mo mengatakan bahwa yang dicuri kemungkinan adalah uang, dompet, ponsel, dan KTP. Ia juga bilang bahwa Manajer Klub menduga bahwa itu dilakukan oleh orang dalam.


Sam Bo bilang itu berarti tidak aneh jika pelaku tidak terekam CCTV, karena dia sudah tahu semua letak CCTV-nya. Ia mengingatkan agar Hye Ri dan Sang Soo waspada, karena mereka tidak membawa senjata apapun.


“Sang Soo, Hye Ri, kalian tidak membawa tanda pengenal, bukan?” tanya Yang Chon mengingatkan.


Hye Ri dan Sang Soo mengeluarkan tanda pengenalnya dari kantong baju mereka. “Kalian bercana? Kenapa kalian membawa tanda pengenal?” tanya Kyung Mo kesal. Mereka meminta maaf dan menyerahkan tanda pengenalnya pada Kyung Mo. Yang Chon meminta Sang Soo dan Hye Ri tetap waspada agar identitas mereka tidak ketahuan.


Advertisement


EmoticonEmoticon