4/03/2018

SINOPSIS Live Episode 6 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 6 Part 3

“Sang Soo menyuruhku menjagamu,” kata Hye Ri sambil membawa alas tidurnya. Kemudian, Sang Soo juga datang sambil membawa alas tidurnya dan meletakkannya tepat di luar kamar Jung Oh. “Kau ingin bertukar tempat?” goda Hye Ri, namun semuanya hanya terdiam. “Aku hanya bercanda.” Hye Ri lalu pergi ke kamar mandi.


Jung Oh berjalan dengan cepat dan akan pergi, tapi Sang Soo menahannya. “Kau mau kemana?” tanya Sang Soo dan Jung Oh bilang dia mau ke rumah sakit. “Oh Yang Chon sudah melarangmu kesana. Jika kau kesana, si suami itu….”


Jung Oh bilang dia tahu kalau si suami itu pasti  akan memakinya. Dia juga bilang akan menerima semua perlakuan si suami itu. Sang Soo bertanya apa kesalahannya. Jung Oh bilang yang dia butuhkan sekarang bukanlah perhatian dari Sang Soo, tetapi ia harus tahu bagaimana keadaan ibu dan bayinya. “Kalau begitu, kita kesana bersama-sama,” kata Sang Soo lalu mengambil jaketnya.


“Kalian mau kemana?! Hei!” panggil Hye Ri yang keluar dari kamar mandi.


Di rumah sakit, si suami tidak sengaja melihat Jung Oh dan langsung menyerangnya. “Polisi sialan itu! Beraninya kau datang! Beraninya kau!” kata suami itu. Ia memukul Jung Oh hingga terjatuh.


Sang Soo menahan si suami dan memintanya tenang. “Aku akan membunuhnya!” kata si suami sambil berusaha lepas dari pegangan Sang Soo. Myung Ho dan Min Seok datang dan berusaha menenangkan si suami. “Lepaskan!” Myung Ho memberitahunya bahwa istri dan bayinya baik-baik saja. “Kau! Ini salahmu! Karena kau, istri dan bayiku hampir mati! Lepaskan aku! Lepaskan!”


Jung Oh sangat sedih dan menangis. Sang Soo mengulangi kata-kata Myung Ho bahwa ibu dan bayinya baik-baik saja. Jung Oh mengangguk.


Sang Soo memegang tangan Jung Oh dan ikut sedih. 


Nam Il melihat kejadian itu. Ia kemudian menerima telepon, “Baiklah. Aku sedang di jalan sekarang. Aku datang untuk mengirimnya.”


Jong Min: “Nam Il itu tidak setia kawan. Teganya dia langsung pulang. Dia bertingkah seolah itu bukan masalahnya. Dia picik. Dimana Myung Ho?”
Kyung Mo: “Sepertinya dia menyukai Jung Oh.”
Sam Bo: “Lalu Hyun Soo bagaimana? Apa dia sudah melupakannya? Baguslah kalau begitu.”


“Benarkah?” tanya Jong Min tidak percaya. Kyung Mo bilang jika Myung Ho tidak menyukai Jung Oh untuk apa dia mengantar Jung OH pulang, padahal Sang Soo bisa melakukannya.


“Memangnya apa salahnya dia menyukai Jung Oh? Yang salah itu kau, yang masih saja mengejar istriku,” kata Yang Chon sambil mengunyah makanannya. Kyung Mo bilang maka dari itu Yang Chon harus membuatnya bahagia. Han Sol lalu datang dan menyuruh mereka membahas cinta segitiga mereka di tempat lain.


Han Sol bilang mereka tidak tertarik mendengarkan cerita cinta segitiga itu. Ia lalu mengeluh karena selalu mengeluarkan darah saat buang air besar. Min Seok menyuruhnya mengurangi minum, dan Jong Min menyuruhnya ke dokter atau melakukan operasi ambeien.


Min Seok menduga suami istri tadi sangat miskin dan bertanya apa yang harus kedua orang itu lakukan jika pasangan muda yang berkelahi dengannya menuntut. Ia bilang suaminya bisa dipenjara dan istrinya yang sedang hamil bisa didenda karena upaya penyerangan. “Mereka bahkan tidak bisa membayar tagihan ruang UGD. Yang Chon, aku, Kyung Mo, Myung Ho, dan yang lain yang malah patungan untuk membayarnya,” kata Sam Bo.


Kyung Mo dan Yang Chon masih bertatapan sengit. Sementara itu, Han Sol meminta Jong Min menunjukkan sesuatu. Jong Min mengeluarkan ponselnya.


“Rekaman CCTV ini menunjukan pasangan muda meninggalkan restoran setelah insiden pertama, mereka masuk ke mobil mewah mereka dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Kemudian pria itu menyadari ponselnya tertinggal.”


“Dia keluar lagi dari mobil dan masuk ke kedai,” lanjut Jong Min lalu menjentikkan jarinya. “Itulah kesalahannya. Woon Woo dan Seung Jae yang menemukan CCTV ini. Saat melihat ini, bajingan yang tadinya berteriak-teriak itu langsung mengubah nada bicaranya dan mengatakan bahwa ayahnya akan membunuhnya.”


Han Sol bilang ayah pemuda itu akan mengambil mobil mewah anaknya jika mengemudi saat mabuk, jadi ia meminta Jong Min membuat kesepakatan dengan suami kaya itu. Kesepakatannaya adalah mereka akan menutup mata atas kejadian dia menyetir saat mabuk, tapi dia tidak menuntut suami miskin itu.


Jong Min juga meminta suami kaya itu untuk berbelas kasihan pada istri yang hamil dan kepalanya terluka. Dan pemuda itu menyumbang lima juta won. Han Sol juga bilang bahwa suami kaya  menyadari bahwa terlukanya istri miskin adalah bagian dari kesalahannya. Jadi ia membuat surat permohonan. Mereka semua bertepuk tangan.


Kyung Mo bilang atasan dan bawahan sama saja, sama-sama suka membuat kesepakatan, padahal mereka harusnya mengikuti undang-undang. Mereka protes dan menyuruh Kyung Mo saja sendiri yang menjadi Polisi hebat dan mengikuti undang-undang. Kyung Mo hanya tersenyum, lalu bertanya apakah Nam Il dan Jung Oh akan baik-baik saja saat interogasi besok. Han Sol yakin Jung Oh tahu isi pedoman dan menanyakannya pada Yang Chon.


Yang Chon: “Aku buang air besar dulu.”
Jong Min: “Jorok sekali.”
Min Seok: “Padahal kita sedang makan.”
Han Sol: “Jorok sekali dia itu.” (Han Sol buang angin) “Padahal tadi aku sudah buang air besar.”


Min Seok: “Berhentilah minum.”
Kyung Mo: “Bau jadinya. Padahal kita sedang makan.”


Myung Ho terlihat terus menatap Jung Oh.


Hye Ri merapikan alat tidurnya dan membawanya kembali ke kamarnya sendiri. Ia bersyukur ibu dan anaknya baik-baik saja. Setelah itu, Hye Ri menghampiri Jung Oh dan menyuruhnya tersenyum, tapi tidak berhasil. Ia lalu masuk lagi ke kamarnya dan menutup pintunya.


Jung Oh membawakan kopi untuk Myung Ho dan Sang Soo. “Hei, kau tidak pulang?” tanya Myung Ho pada Sang Soo. Sang Soo lalu menunjuk alas tidurnya dengan matanya.


“Kopinya pas. Malam ini aku tidur disini. Ibuku sudah tidur soalnya. Kalau aku pulang ke rumah, nanti dia terbangun,” kata Sang Soo beralasan. Myung Ho tersenyum. “Aku boleh kan tidur di ruang tamu? Aku juga harus cuci muka.”


“Sunbaenim, kau juga akan segera pulang kan? Aku sudah capai dan mau tidur. Sampai jumpa,” kata Sang Soo lalu pergi ke kamar mandi. Lagi-lagi, Myung Ho hanya tersenyum.


Jung Oh meminta maaf, tapi Myung Ho bilang tidak akan ada orang yang jadi Polisi jika tidak ada masalah. Jung Oh bilang ia tidak tahu bagaimana ia bisa menjadi Polisi, tapi karena ia sudah menjadi Polisi, ia ingin menjadi Polisi yang mumpuni.


“Tidurlah.. Yang kau butuhkan sekarang adalah… tidur..” kata Myung Ho sambil mengacak-acak rambuat Jung Oh. Sang Soo keluar dari kamar mandi dan melihat kejadian itu.


“Kau barusan menyentuhnya. Dia itu bawahanmu. Kau tidak boleh begitu,” kata Sang Soo. Myung Ho tersenyum lagi dan berharap semoga interogasi Jung Oh berjalan lancer. Ia kemudian pergi dan Jung Oh juga masuk ke kamarnya.


Hye Ri membuka pintu kamarnya dan berkata, “Hei, kau menyukai Jung Oh, kan?” Sang Soo yang sedang mencuci gelas bekas kopi tidak menjawab. “Kau itu sudah kalah dari Myung Ho.” Hye Ri tertawa kecil, lalu masuk lagi ke kamarnya.


Yang Chon menghampiri ayahnya yang sedang bermain laying-layang. Ia merebut benangnya dan menerbangkan laying-layangnya. Ia mengatakan bahwa ia akan pergi ke pengadilan untuk mengurus perceraiannya dengan Jang Mi.


“Aku sebenarnya tidak mau, tapi dia tetap bersikukuh. Haruskah aku menolaknya? Aku bisa menang di pengadilan,” kata Yang Chon tapi ayahnya diam saja. “Katakanlah. Haruskah aku ke pengadilan?” Ayahnya bertanya hal baik apa yang Yang Chon sudah lakukan sebagai alasan menolak perceraian.


Yang Chon: “Ah, sial. Aigoo..Layangannya putus.”
Ayah: “Kau dan aku sama seperti laying-layang yang benangnya putus.”


Yang Chon mengembalikan benangnya pada ayahnya lalu pergi. Tapi ia berbalik lagi dan bertanya apakah ayahnya menyukai ibunya karena dulu selalu memukulnya. “Kau… kau masih punya kesempatan. Ini belum berakhir,” kata ayahnya.


“Jadi untuk ayah, itu sudah berakhir? Entah ibu mendengar atau tidak, tapi ayah harus meminta maaf setiap hari. Aku akan melihat apa ayah memang sudah bertoba,” kata Yang Chon lalu pergi.


Nam Il berpesan agar Jung Oh tetap mengatakan bahwa ia ingat tentang pedoman saat ditanya penyidik nanti. Ia kesal karena Jung Oh terus menyebabkan masalah. Nam Il bilang Jung Oh adalah perempuan , yang jika dipecat maka hanya karir Polisinya yang hancur, sedangkan dia memiliki istri dan anak.


Seorang penyidik datang dan menyuruh mereka masuk.


Nam Il bilang situasi yang dihadapi oleh Jung Oh adalah keadaan darurat dan kesaksian pemilik kedai dan rekaman CCTV bisa membuktikan itu.


Seorang penyidik menyodorkan gambar pada Jung Oh dan bertanya apakah Jung Oh mengingat rincian dari pedoman respon TKP, karena jika ingat harusnya Jung Oh menembak di lengan dan kaki. “Kenapa kau menembaknya di bahu? Petugas Han! Katakan sejujurnya. Kau pasti tidak tahu pedomannya kan?”


Jung Oh diam saja. Nam Il khawatir. Ia menyenggol lengan Jung Oh dan menyuruh Jung Oh menjawab. Penyidik mengulangi pertanyaannya dan Jung Oh masih diam saja.

Advertisement


EmoticonEmoticon