4/03/2018

SINOPSIS Live Episode 5 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 5 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 5 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 6 Part 1

Anak kecil yang diabaikan ibunya itu baru tersenyum, ketika Sang Soo datang menyapanya. Sang Soo sekarang sudah terlihat ramah padanya. “Apa kau kedinginan?” tanya Sang Soo. Anak itu mengangguk, lalu melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain bola.


“Besok, ibuku akan datang menjemputku,” kata anak itu. Sang Soo berbohong bahwa itu adalah kabar bagus dan senang karena ibu anak itu akan datang. “Tapi, aku tidak mau pergi ke warnet lagi.” Sang Soo membuka tasnya dan memberikan hotdog pada anak kecil itu


Anak itu sangat menikmati rotinya. Sang Soo kemudian ikut makan bersamanya. “Kunyah sebanyak 50 kali,” kata Sang Soo. Anak kecil itu mengangguk gembira.


Yang Chon terkejut, karena Sang Soo memberikan kartu namanya pada anak kecil itu. Ia mengingatkan bahwa Sang Soo bukan Superman yang bisa datang kapan saja jika anak itu menghubunginya atau memberikan gajinya padanya. Yang Chon bertanya apa yang akan Sang Soo lakukan untuk anak itu.


“Aku tidak akan melakukan apa yang tidak bisa kulakukan. Aku akan melakukan apa yang aku bisa. Aku tidak bisa diam saja,” jawab Sang Soo. Yang Chon bilang ia tidak mengerti tentang hal itu lalu pergi.


Sang Soo menerima telepon dari Jang Mi dan menanyakan video yang ia buat tentang anak itu. Jang Mi bilang ia sudah menunjukkan video itu pada ibunya dan menyarankan agar anaknya dirawat oleh panti sosial dan ibunya sendiri akan ditangangi oleh profesional.


Ibu anak itu sudah dibebaskan, dna Jang Mi ada disana memperhatikannya.


Jang Mi bilang ia sudah mengancam akan membawanya pengadilan, tapi wanita itu memilih mati daripada menyerah atas anaknya. Ia bilang tidak ada gunanya menahan wanita itu disana, jadi mereka melepaskannya.


Sang Soo bilang wanita itu saja butuh bantuan atas kesehatannya, jadi bagaimana mungkin ia mengurus anaknya. Jang Mi menyuruhnya diam dan mengatakan bahwa tugas mereka sebagai Polisi sudah berakhir sekarang. Ia juga berpesan bahwa setelah telepon itu ditutup, maka Sang Soo harus melupakan tentang anak itu.


Seorang wanita dengan pakaian dan tubuh yang berdarah-darah tampak berlari ketakutan.


Seorang laki-laki keluar dari ruangan yang sama dan mengejarnya.


Wanita itu terisak dan berharap pintu lift-nya segera terbuka, karena pria itu semakin mednekat.


Pria itu terpaksa berhenti mengejar, karena ada seseorang yang membuka pintu dan melihat wanita itu. Pria itu bergegas kembali ke kamarnya dan menutup pintunya.


Dengan ketakutan, saksi melapor ke Polisi.


Korban berhasil masuk ke dalam lift dan menghubungi seseorang dengan ponselnya.


Kyung Mo memerintahkan agar bunyi sirine dimatikan, karena mereka sudah dekat TKP dan itu bisa membuat pelaku melarikan diri. Jung Oh lalu mematikan bunyi sirinenya. Nam Il juga menyuruhnya untuk menyalakan lampu kecil di bagian depan mobil. “Myung Ho, dimana kau?” tanya Nam Il melalui radio panggilnya.


Myung Ho sedang mengecek rekaman CCTV terdekat TKP. Ia dan Han Pyo kemudian akan pergi ke lokasi terakhir dimana korban terlihat, karena lokasi itu adalah titik buta, maka si wanita menghilang di daerah tersebut. Nam Il bilang mereka akan segera sampai dan itu 10 menit sejak laporan dilakukan. Myung Ho yakin wanita itu tidak pergi jauh.


Jang Mi dan seorang rekannya datang ke TKP dan melihat jejak kaki darah di lantai. Rekannya bilang Kyung Mo juga sudah datang. Kyung Mo sedang memerika kamar mandi. Kyung Mo bilang anggotanya sedang meminta keterangan saksi dan ia sendiri menemukan rambut di dalam bathtub. “Apa rambut itu milik beberapa orang?” tanya Jang MI.


“Sekilas, aku melihat rambut kuning, rambut keriting dan rambut hitam. Sepertinya ini prostitusi ilegal yang melibatkan wanita asing,” kata Kyung Mo. Ia juga mengatakan bahwa kaki korban berdarah yang mungkin diakibatkan oleh hantaman benda tertentu. Dan wanit itu tidak melapor karena takut ditangkap atas prostitusi ilegal.


Mereka mengambil kesimpulan jika korban dan tersangka tidak ditemukan, maka ini akan menjadi investigasi yang sangat panjang. Jang Mi bilang tim forensik akan segera datang. Kyung Mo lalu menerima telepon dari Myung Ho dan memberi kode agar Jang Mi mengikutinya keluar.


Saksi pelapor bilang bahwa ia tidak pernah melihat korban sebelumnya. Penjaga keamanan juga mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat wanita asia tenggara di apartemen itu.


Jung Oh sendiri sedang membaca berkas daftar penghuni apartemen dan mengecek rekaman CCTV-nya.


Di rekaman itu, Jung Oh merasa mencurigai seorang pria.


Myung Ho sudah menunggu kedatangan Jang Mi dan Kyung Mo. Ia melaporkan bahwa korban melewati jalur itu


Jang Mi masuk sendirian ke gedung itu dan melihat jejak darah yang sudah dipel, dan jejak itu berhenti di kamar 816. Jang Mi sampai di kamar itu dan mengetuknya.


Jung Oh juga menuju kamar yang sama dan Jang Mi terkejut. Begitu juga dengan Jung Oh. Mereka sejenak saling menatap dan Jung Oh melanjutkan langkahnya lalu berjaga di samping pintu.


Jang Mi mengetuk pintunya lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Jang Mi memperkenalkan dirinya dan bertanya apakah Jung Oh berasal dari Divisi Patroli Hongil. “Ya, Bu. Saya Petugas Han Jung Oh,” jawabnya. Jang Mi bertanya bagaimana Jung Oh menemukan tempat itu.


“Aku mengecek daftar penghuni. Dalam daftar itu, TKP adalah kamar 512 dan tempat ini 816.  Keduanya tercatat atas milik perusahaan. Yang satu bernama EM dan yang satunya CM. Walaupun namanya berbeda, nama CEO-nya sama. Jadi aku datang kesini untuk mengecek,” kata Jung Oh.


Jang Mi mengecek meteran air dan ternyata bergerak. Ia yakin ada orang disana, karena penghuni tidak bisa keluar lewat jendela dengan teralis. Jang Mi menggedor pintunya lagi dan kali ini dia mengatakan kalau dia adalah Polisi.


Myung Ho dan Kyung Mo mengawasi dari luar pintu darurat. Dan saat mendengar Jang Mi menyebutkan siapa dirinya mereka langsung berlari menuju Jang Mi.


Jang Mi bilang bahwa pintu akan didobrak, dan akhirnya pintu dibuka.


“Ada apa ini?” tanya seorang wanita. Jang Mi menunjukkan tanda pengenalnya. “Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku punya passport.” Jang Mi memaksa masuk. “Ada apa ini? Ada apa?!” Jung Oh ikut masuk dan meminta wanita itu agar tetap tenang.


“Jangan masuk!” kata Jang Mi kepada Kyung Mo dan Myung Ho. Mereka berhenti melangkah masuk.


Jang Mi menemukan seorang wanita di kamar mandi dan bekas darah di bathtubnya.


Jang Mi lalu melihat 3 wanita asing lagi yang terlihat ketakutan.


Kyung Mo: “Darah terlihat dicuci di kamar 816. Itu berarti korban mandi disana beberapa menit sebelumnya. Yang mengambil wanita itu berarti dekat dengan distrik kita.”
Nam Il: “Prostitusi ilegal di distrik kita? Kapten Ah akan sangat sibuk.”


Nam Il berkata bahwa tersangka dan korban belum ditemuka dan para wanita disana punya passport, kartu identitas pelajar dan dokumen resmi, jadi Polisi tidak bisa menangkap mereka. “Aku rasa akan terjadi sesuatu di distrik kita. Han Jung Oh, kau tidak terlihat bimbang hari ini. Apa kau tidak takut?” kata Kyung Mo. Jung Oh bilang walaupun dia takut, dia akan tetap melaksanakan tugasnya. “Jangan cari contoh terlalu jauh. Jadilah saja seperti Kapten An.”


Jung Oh mengambil ponselnya dan melihat-lihat foto dari rekaman CCTV tadi.


Jang Mi menerima pesan agar dia berhati-hati dari Kyung Mo. Setelah menyimpan ponselnya, ia tersenyum, “Han Jung Oh, kau tumbuh dengan baik. Kau berhasil.”


Yang Chon menghubungi Sam Bo dengan radio panggil dan menanyakan keadaannya. Dia sendiri sedang mengatur lalu lintas karena mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju TKP.


Sam Bo dan Hye Ri baru saja mengamankan pria dari TKP. Sam Bo bilang keadaannya sudah teratasi dan Yang Chon bisa mengurus masalahnya. Di luar, Sam Bo menyuruh Hye Ri melepaskan pria itu. Pacarnya menyusulnya. Pria itu akan masuk lagi karena marah dengan sesorang, tapi Jong Min menghalanginya.


Pria itu bilang dia sudah membayar semua kerusakan yang disebabkan oleh lawannya. Ia kesal karena lawannya itu sama sekali tidak berterima kasih padanya. Jadi ia ingin memukulnya dan bersedia membayar denda.


“Apa pantas kau bicara seperti itu di depan Polisi?!” tanya Hye Ri kesal. Sam Bo menarik Hye Ri dan menegurnya, karena ia sedang berusaha menenangkan pria itu, tapi sekarang ia harus menenangkan Hye Ri juga.


Pacar si pria menyebut Hye Ri babi. Ia bilang mereka kesana hanya karena tempat itu terkenal. Ia lalu mengajaknya pacarnya pergi. “Jangan minum dan menyetir!” pesan Jong Min. Tapi sepertinya mereka tidak peduli. “Siapa dia berani memaki pada yang lebih tua? Tidak tahu sopan santun. Sial,” gerutu Jong Min.


Jong Min memberitahu bahwa pria di dalam sudah tenang dan dia akan kembali ke Kantor Polisi. Ia merasa lelah karena bekerja dua shift. Jong Min lalu pergi lebih dulu.


Jung Oh lalu datang dan mengatakan bahwa ia tim cadangan mereka. Tapi karena macet, Jung Oh berjalan kaki dan Nam Il sedang mencari rute lain menuju tempat itu. Hye Ri lalu menerima kasus di radio panggil dan langsung menuju mobil. “Aku kelelahan. Kenapa kau menerima panggilan itu?” tanya Sam Bo. Hye RI bilang lokasinya searah dengan jalan pulang mereka, lalu masuk ke mobil. Sam Bo meminta Jung Oh untuk memastikan bahwa pria di dalam pulang ke rumah sesuai permintaan pemilik cafe.


Jung Oh menanyakan posisi Nam Il. Nam Il bilang ia melewati gang, namun jalannya juga penuh mobil, jadi dia akan mundur lagi. Ia berpesan agar Jung Oh tidak melakukan apapun sendirian dan selalu siaga jika pria itu masih mabuk.


Pemilik kedai keluar dan meminta Jung Oh masuk. Ia bilang pria itu terus meminta tambahan minuman keras dan itu membuatnya takut. Jung Oh lalu masuk bersamanya. Pemilik meminta Jung Oh disana ketika ia bersih-bersih.


Jung Oh berjaga di dekat pria itu, lalu seorang wanita datang. “Aku tidak percaya padamu,” kata wanita itu. Jung Oh bertanya apa hubungan wanita itu dengan pria yang ada disana. “Aku istrinya.”


Ia lalu menarik tangan suaminya dan mengajaknya pulang. Pria itu minta dilepaskan. “Tuan, istrimu sudah disini, kau harus pulang,” kata Jung Oh. Istrinya menarik tangannya lagi, tapi pria itu tetap menolak.


Pria yang berkelahi dengannya datang lagi dan berkata, “Untuk orang menyedihkan sepertimu, aku terkejut kau punya istri.” Ia mengambil ponselnya yang tertinggal di lantai lalu pergi lagi. Pria mabuk itu marah dan akan menyerang pria itu.


Jung Oh menghalangi pria itu, tapi Jung Oh malah terlempar dan kepalanya membentur dinding. Pria mabuk itu mengangkat kursi dan berusaha memukulkannya ke pria tadi.


Tangan Jung Oh terluka terkena pecahan gelas. Pria mabuk akhirnya terjatuh dan lawannya menendangnya. Istri pria mabuk berusaha melerainya, tapi istrinya itu juga terlempar.


Istri pria mabuk mengambil pecahan botol. Sementara itu, suaminya sedang dihajar habis-habisan. Sang istri mengacungkan botolnya dan siap memukulkannya ke kepala lawan suaminya.


Jung Oh mengambil pisau kejutnya dan menembakkannya ke dada wanita itu.


Wanita itu terjatuh dan kepalanya terkena pecahan beling di lantai. Suaminya langsung mendekat dan mengkhawatirkan keadaan istrinya. “Sayang! Sayang, bangun!”


Nam Il datang dan sangat terkejut melihat apa yang terjadi.


“Apa yang kau lakukan?! Hah?!” tanya pria itu dengan marah pada Jung Oh. “Istriku sedang hamil!” Ia lalu berusaha membangunkan istrinya lagi. “Bayi kita yang malang.”


Jung Oh shock.
Advertisement


EmoticonEmoticon