4/28/2018

SINOPSIS Live Episode 12 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 12 Part 3

Detektif Jang memberitahu Jang Mi bahwa 2 tahun lalu ada korban perkosaan di dekat Gunung Somyeong dan korban baru memberitahu ibunya 1 tahun kemudian. Berkat dukungan keluarga, korban dapat mengatasi traumanya, tapi semalam ia diperkosa lagi dekat  Gunung Baekun.


Jang Mi bilang label nama yang sebelumnya diambil oleh pelaku bisa dijadikan cara bagi pelaku untuk menemukan korbannya lagi. Detektif Jang prihatin karena ada 2 serangan dalam 1 hari dengan total 3 orang korban.


Detektif Jang bilang korban dibunuh karena menghubungi Polisi melalui aplikasi 112 dan berkat aplikasi itu pula korban dapat cepat ditemukan. Ia lalu menerima telepon bahwa ibu Kyung Mi dan Kyung Jin ditangkap atas percobaan pembunuhan. Jang Mi lalu menghubungi Han Sol.


Han Sol merekomendasikan Yang Chon untuk bergabung bersama Tim Khusus Jang Mi untuk kasus perkosaan itu. Sam Bo datang dan disusul oleh Min Seok yang berlari mengejar mereka. Mereka bertiga tampak panik setelah menerima pesan dari Jong Min.


Tidak jauh di depan mereka, Jong Min memanggil mereka semua dengan ceria. Ternyata Jong Min ingin memberikan kejutan bahwa putranya sudah lahir.


Terlihat seorang bayi yang lucu dan tertulis di datanya bahwa dia adalah anak So Mi dan Jong Min. “Nak, ini ayah. Buka matamu. Semua paman disini datang melihatmu,” kata Jong Min.


Min Seok lalu menghubungi Kyung Mo bahwa anak Jong Min lahir dan tidak ada hal darurat yang terjadi. Rekan-rekan Jong Min tampak sangat senang melihat keponakan baru mereka. Jong Min mengajukan cuti dan melarang mereka menghubunginya walaupun ada kasus. Tapi Sam Bo berpesan agar lain kali Jong Min tidak mengirim pesan ke chatroom darurat, karena itu membuat orang lain khawatir.


Sam Bo bilang ada yang menua dan ada juga yang lahir. Han Sol bilang ada yang sakit dan akan mati., tapi kehidupan baru akan tetap lahir. Han Sol sebenarnya bicara tentang dirinya sendiri.


Sang Soo bertanya bagaimana cara Jung Oh membujuk Kyung Jin. Jung Oh bilang dia bersimpati kepada Kyung Jin dan bicara sebagai sesama wanita. Sang Soo bilang ia sekarang mengerti kenapa Yang Chon sangat serius dalam bekerja dan kenapa dulu dia menekankan rasa tanggung jawab saat melatih di akademi.


“Kau tidur? Teleponlah aku kalau belum tidur,” Jung Oh membaca pesan dari Myung Ho. Ia menyimpan ponselnya dan mengajak Sang Soo bergandengan tangan.


Sang Soo menanyakan alasannya. Jung Oh bilang ia hanya ingin melakukannya saja karena kejadian yang terjadi tadi. Sang Soo memasukkan tangan Jung Oh ke dalam kantong jaketnya dan masih yakin bahwa Jung Oh akan tertarik padanya.


Jung Oh lalu menarik tangannya untuk menjawab ponselnya. “Kyung Jin, kenapa?” tanyanya khawatir. Kyung Jin bilang ayahnya berusaha menyerang adiknya sehingga ibunya tidak punya pilihan lain. Ia meminta Jung Oh menolong mereka. “Apa maksudmu? Kyung Jin.. Kyung Jin!”


Mereka lalu melihat Kyung Jin, Kyung Mi dan ibunya berada di dalam mobil patroli dan sebuah mobil ambulance ada di belakangnya.


Yang Chon datang ke kantor Jang Mi untuk memulai penyelidikannya bersama Tim Khusus Jang Mi. Dijelaskan bahwa saat kejadin CCTV merekam 17 orang yang kemungkinan adalah pelakunya dan hanya ada 1 orang dengan jaket biru dan masker kuning sesuai keterangan korban.


Salah satu detektif mengatakan bahwa dia mengenal daerah itu dan hanya ada satu jalan setapak yang menghubungkan halte bus dan toilet.


Detektif Jang menjelaskan bahwa ukuran jejak sepatu yang ditemukan selalu berbeda di setiap kasusnya. Ia menduga bahwa pelaku ada banyak, tapi Yang Chon bilang bisa saja pelaku hanya ada satu dan memakai sepatu yang berbeda hanya untuk mengecoh, Yang Chon juga menduga kalau pelaku membawa pakaian ganti di ranselnya. 


Detektif Jo bilang di pakaian seragam korban ditemukan keringat pelaku dan hasil DNA-nya sudah ada, tapi tidak ada dalam database kriminal. Ia juga bilang bahwa ada perpustaan di dekat TKP dan pelaku tahu betul bahwa pelajar perempuan sering melalui jalan itu. 


Jang Mi lalu pamit untuk mengurus kasus lain dan meminta Detektif Jang untuk merangkum hasil rapatnya. Yang Chon terus memperhatikan layar dengan sangat serius.


Detektif Jang lalu menunjukkan sketsa wajah pelaku yang memiliki telinga mirip pangsit dan dilihat dari cara berjalannya kemungkinan pelaku adalah orang yang sering berlatih seni bela diri.


Sementara itu, Kyung Mo memberitahu bahwa Yang Chon sedang mengurus kasus pemerkosaan jdai untuk sementara Sang Soo akan bergabung bersama Tim Myung Ho. Han Sol berpesan agar timnya berperan aktif pada kasus pemerkosaan atau pembunuhan. Nam Il dan Sam Bo bertengkar dan Ha n Sol menyuruh mereka diam.


Kyung Mo membawakan kopi tapi Han Sol tidak meminumnya, karena ia mau hidup lama. Kyung Mo menduga Han Sol semakin semangat hidup karena putrinya akan menikah. “Kyung Mo, kau harus menjadi Kadiv disini,” kata Han Sol. Kyung Mo menolak karena dia berencana mau ambil ujian kenaikan pangkat dan kembali ke badan hukum. “Lalu siapa yang akan menjaga tempat ini? Aku juga harus pergi sesegera mungkin agar aku bisa hidup cukup lama lagi.”


Kyung Mo bertanya kemana Han Sol akan pergi, karena Han Sol sangat ingin menjadi Kadiv di Divisi Patroli yang menurutnya adalah divisi penting dan memintanya untuk bekerja disana juga. “Menualah sampai mati disini,” ujarnya lalu pergi.


Han Sol merasa sedih karena penyakitnya, tapi ia tidak mau memberitahukan siapapun tentang keadaannya.


Di ruang ganti, Myung Ho meminta Nam Il memaklumi sikap Sam Bo yang sensitif karena akan segera pensiun. Ia bertanya apa Nam Il ingin bertukar shift, tapi Nam Il menolak. Min Seok juga bilang seharusnya Nam Il merespon saat menerima pesan dari Jong Min. Nam Il membanting pintu lokernya dan pergi. Min Seok lalu menjawab ponsel Nam Il yang tertinggal di dalam loker.


Min Seok: “Ini dengan ponselnya Brigadir Kang Nam Il...”
Penelepon: “Ini dengan Pizza 365?”
Min Seok: “Restoran pizza?”
Myung Ho: “Sepertinya itu salah sambung.”
Penelepon: “Anda kemarin menelepon soal oven Anda yang rusak.”


Nam Il kembali ke ruang ganti dan merebut ponselnya. “Ya. Kemarin aku menelepon soal oven rusak. Teleponlah nomor yang sama, tapi digit terakhirnya diganti dengan nomr 7. Nanti ada seorang wanita yang akan mengangkat telepon,” katanya lalu keluar lagi.


“Apa itu tadi?” tanya Min Seok. Myung Ho mengangkat bahunya menunjukkan kalau dia juga tidak mengerti.


Advertisement


EmoticonEmoticon