4/17/2018

SINOPSIS Live Episode 10 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 10 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 11 Part 1

Di ruang rapat, para mentor menonton video ketika Sam Bo berteriak kesakitan, karena dipukul dan ditendang. Mereka merasa tidak tega melihatnya. Yang Chon mengatakan bahwa Yoo Man Yong mengirimkan video itu kepada teman-temannya untuk menyombongkan diri.


Han Sol menduga bahwa pelaku lainnya lebih muda dari Man Yong. Min Seok mengatakan bahwa yang saat itu ditangkap memang lebih muda, karena memanggil Man Yong dengan sebutan sunbaenim.


Kyung Mo menyarankan agar kasus itu diserahkan pada divisi lain. Jong Min menolak, karena jika diserahkan pada detektif, maka kasus Sam Bo pasti akan diabaikan karena ada kasus lain. Ia bilang jika di Amerika, kejahatan memukuli Polisi bisa dipenjara selama berpuluh-puluh tahun.


Min Seok: “Kita tangani saja sendiri. Ya? Ini bukan orang lain yang dipukuli. Tapi Sam Bo hyungnim! Kita tangani saja ini.”
Nam Il: “Kadiv..”
Myung Ho: “Kita saja yang tangani ini.”


“Kita semua setuju, tapi apa kau benar-benar ingin kami mengikuti prosedur?” tanya Yang Chon pada Kyung Mo. Kyung Mo akhirnya menyerah dan menerima kasus itu. Myung Ho mengkhawatirkan anak bimbing dan junior mereka. Nam Il berpendapat bahwa mereka tidak perlu dilibatkan karena khawatir kalau karir dan hidup mereka akan terancam.


Jong Min bilang mereka tidak akan berhasil tanpa bantuan anak bimbing dan junior. Min Seok lalu menyuruh Jong Min pulang, karena istrinya akan segera melahirkan. “Serahkan saja ini padaku,” kata Han Sol.


Sam Bo datang semua orang langsung terdiam. Sam Bo menutuplayar laptopnya dan bertanya apakah Yang Chon senang karena sudah mempermalukannya di depan semua orang. “Tidak,” jawab Yang Chon. Han Sol menyuruh Sam Bo keluar. 


Kyung Mo bilang itu bukan hanya balas dendam, tapi anak-anak itu akan meragukan otoritas Kepolisian. Min Seok bilang mereka mengerti perasaannya. “Mana mungkin kalian paham?” kata Sam Bo sedih. “Mana mungkin kalian paham perasaanku?! Apa kalian pernah dihajar oleh  bocah? Apalagi... di usiaku ini. Karena aku lemah. Apa kalian pernah dihajar oleh bocah karena kalian sudah terlalu tua?!”


Setelah Sam Bo pergi, Han Sol meminta Min Seok untuk menyuruh Hye Ri menemani Sam Bo ke gym dan suruh semua bawahan ke ruang rapat.


Setelah menunjukkan video penyerangan Sam Bo, Yang Chon berkata, “Apa yang kusuruh kalian lakukan, jika divisi kita diselidiki karena menangani kasus ini?” Sang Soo bilang mereka akan berkata tidak mau berpartisipasi, tapi dilarang untuk tidak mematuhi perintah, jadi mereka terpaksa melakukannya.


Nam Il: “Siapa yang memerintahkan kalian?”
Jung Oh: “Mentor kami.”
Min Seok: “Siapa yang memerintahkan kalian semua?


Junior+anak bimbing: “Kami akan mengatakan kami diperintahkan oleh mentor kami!”
Myung Ho: “Kalian boleh keluar.”


Han Sol bertanya bagaimana dengan nasib para mentor. Jong Min bilang itu urusan mereka. Yang Chon menyarankan agar Han Sol sebagai Kadiv yang bertanggung jawab atas perintah itu. Han Sol setuju dan menyuruh mereka pulang. Han Sol lalu keluar ruang rapat lebih dulu.


Jong Min bilang jika motor pelaku tidak terdaftar, maka bisa saja itu curian. Min Seok bilang timnya dan tim Jong Min akan mencari kasus pencurian properti yang melibatkan anak di bawah umur. Nam Il bilang ia dan Jung Oh akan melanjutkan kasus pencarian anak hilang dan sambil berpatroli mereka akan mengawasi sepeda motor dan anak laki-laki dengan hidung yang ditindik.


Kyung Mo bilang ia dan Hye Ri akan menemui informan Hye Ri, Seo Jin, dan juga si anak perundung. Myung Ho akan menyiapkan mobil, sedangkan Yang Chon sedang menghubungi Detektif Kim dan menanyakan apakah ada kasus baru yang modusnya adalah sepeda motor dan semprotan lada.


Sang Soo datang dan meminta jam kerja tambahan. Ia menyarankan agar Yang Chon juga menanyakan kasus yang melibatkan anak-anak berusia 10-14 tahun, karena informan Hye Ri juga masih SMP.


Ponsel Sam Bo berdering, tapi ia menyerahkannya pada Hye Ri. “Bilang padanya kalau aku akan pulang terlambat,” kata Sam Bo lalu pergi.


Hye RI menjawab panggilan dari ‘rumah’ itu, tapi sambungannya sudah mati. Ponsel secara otomatis menampilkan daftar panggilan terbaru.


Hye Ri melihat ada panggilan dari ‘anak bimbing terakhirku’. Ia menghubungi nomor itu dan tersambung ke ponselnya sendiri. Ia merasa sedih.


Di ruang gym, Han Sol bertanya apakah Sam Bo memfoto lukanya. Sam Bo mengangguk sedih. Han Sol bilang bahkan orang seperti Yang Chon dan Myung Ho tidak akan tahan dengan semprotan lada. “Jangan mencoba menghiburku,” kata Sam Bo. Han Sol bilang mereka sama-sama tua, jadi tidak akan bisa menghiburnya.


Han Sol bilang mereka yang sudah tua, tidak akan bisa menangani anak-anak muda itu. Tapi jika mereka bersama rekan-rekan yang lain, maka masalah itu akan bisa teratasi. Ia meminta Sam Bo menyerahkan kasus itu kepada para junior. Dan jika Sam Bo tidak mengikuti perintahnya, Han Sol mengancam akan memecat Sam Bo sebulan sebelum upacara pensiunnya. Han Sol merasa perutnya sakit lagi, lalu pergi.


Sam Bo menangis.


Jong Min menunjukkan foto Seul Gi pada seorang pria, tetapi pria itu tidak pernah melihatnya. Han Pyo lalu menunjukkan foto pria berhelm yang menyerang Sam Bo. Pria itu juga bikang tidak tahu.


“Kalau ini?” tanya Seong Jae sambil menunjukkan foto Man Yong. Pria itu tampak mengenalinya, tapi agak ragu. Min Seok merasa pria itu pasti mengenali Man Yong. Jong Min bertanya apa pria itu masih menjual barang curian.


“Tidak, aku tidak menjualnya lagi,” jawab pria itu dengan agak gugup.


Yang Chon bilang ia sudah mendapatkan izin mengemudinya satu minggu lalu. “Baguslah,” kata Sang Soo.


Han Sol menepikan mobilnya, karena perutnya terasa sakit.


Han Sol lalu melihat beberapa anak sedang mengagumi helm dan motor. Ia membandingkannya dengan foto yang ada di dashboard mobilnya. Sambil menahan sakit, ia menghubungi Nam Il dan Jung Oh, dan meminta mereka fokus pada pencarian anak hilang.


Nam Il mengerti. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan pengendara motor dengan kecepatan tinggi melintas di depan mobil mereka.


“Motor itu tidak ada nomor kendarannya,” kata Nam Il. Jung Oh akan menjalankan mobilnya, tapi mendadak mengerem lagi, karena melihat ibu kandung Seul Gi tidak jauh di depan mereka. Ia memutuskan untuk mengikutinya dengan berjalan kaki.


Nam Il menghubungi tim yang lain bahwa ia melihat motor tanpa plat nomor menuju Persimpangan Gwanmok, sedangkan dia sendiri mengikuti Jung Oh.


Myung Ho menerima laporan dan akan pergi ke Persimpangan Gwanmok. Ia mengingatkan agar anak-anak di bawah umur itu tidak terluka, atau riwayat mereka akan tamat.


Sang Soo menerima kiriman foto anak bertindik di hidung dari Detektif Kim dan berterima kasih.


Sang Soo lalu menghubungi rekannya yang lain untuk menginformasikan mengenai tersangka yang berma Choi Jin berusia 13 tahun kelas 7 dan punya riwayat kriminal. Ia bilang tinggi tubuh Choi Jin lebih tinggi dibanding anak usianya dan pernah dilaporkan menyemprotkan lada ke teman sekelasnya 3 bulan lalu.


Kyung Mo mengatakan bahwa Seo Jin sudah masuk ke web anak-anak perundung dan sudah mendapatkan bukti bahwa Man Yong yang merencakan serangan itu. ”Artikel yang ditulis Man Yong adalah pemberitahua rekrutmen untuk anak laki-laki umur 10 sampai 14 tahun dan dia menawarkan 100.000 won sehari,” kata Kyung Mo.Ia juga sudah memeriksa nama anak yang menanggapi artikel tersebut dan itu adalah anak yang tadi disebutkan oleh Sang Soo.


Walau sempat terjadi aksi kejar-kejaran, pengendara sepeda motor akhirnya berhasil dikepung oleh lima mobil sekaligus. Semua anggota keluar dari mobil dan minta kedua orang yang ada di motor turun.


Nam Il: “Ketika Anda pulang kerja, Seul Gi pasti disini menunggumu.”
Ibu Seul Gi: “Anak berbakti. Apa yang kiranya terjadi?”


Jung Oh menemukan sebuah jepit rambut di tanah dan meminta ibu kandung Seul Gi melihatnya. “Omo. Aku membelikan ini untuknya. Bagaimana ini? Seul Gi.. Seul Gi, dimana kau?” kata ibu kandung Seul Gi lalu menangis.


“Go Eun. Ada seorang anak bernama Go Eun yang tinggal bersama neneknya, setelah orang tuanya bercerai. Mereka tinggal di dekat sini,” kata ibu Seul Gi.


Ibu Seul Gi pergi menyusuri jalan itu dan mengatakan bahwa ada ruang bawah tanah di sebelah kanan. Ia ingin pergi kesana, tapi Jung Oh melarangnya. Nam Il masuk lebih dulu ke tempat itu.


Pintunya sedikit terbuka, tapi Nam Il tetap mengetuknya. “Bu, Anda ada di rumah?”panggilnya, tapi tidak ada jawaban. “Go Eun..” panggilnya lalu mengetuk pintunya lagi.


Jung Oh meminta ibu kandung Seul Gi yang etrlihat cemas itu agar menunggu sebentar disana, karena dia akan masuk ke tempat itu.


Nam Il dan Jung Oh masuk ke dalam dan mencium bau yang tidak enak. Mereka menemukan Go Eun yang sedang menonton TV. “Kau Go Eun?” sapa Nam Il.


Go Eun tidak menjawab. “Kau kenal Seul Gi?” tanya Jung Oh. Go Eun masih tidak menjawab.


Perhatian Jung Oh kemudian tertuju pada sebuah lemari pakaian yang hampir jebol bagian bawahnya. Nam Il juga melihat hal itu.


Go Eun mulai menangis, lalu Nam Il memeluknya. “Seul Gi bilang dia benci ayahnya! Seul Gi temanku! Seul Gi! Seul Gi!” kata Go Eun.


Jung Oh mendekati lemari itu, lalu membukanya.


“Jung Oh, ada apa?” tanya Nam Il karena Jung Oh hanya berdiri mematung di depan lemari.
Advertisement

1 komentar:

Lanjuttt ep 11 & 12 ny :), makasih :) semangat buat sinopsis ;)


EmoticonEmoticon