4/17/2018

SINOPSIS Live Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 3

Di kamar mandi, Han Sol menerima telepon dari Myung Ho yang melaporkan tentang kasus prostitusi ilegal itu. Ia bicara sambil menahan rasa sakit di perutnya. Ia bilang dia sendiri yang akan ditahan, jika Joo Yeong sampai menuntut Yang Chon.


Tiba-tiba istri Han Sol datang dan menunjukkan jas yang akan dipakainya. Han Sol bilang dia tidak peduli apa yang akan dipakainya untuk bertemu mertuanya. Istrinya mengeluh karena Han Sol marah-marah, padahal dia sendiri sudah pusing.


Han Sol kesal karena semalaman istrinya mengajaknya pergi kesana kemari untuk persiapan pernikahan putri mereka, padahal sedang terjadi masalah besar di kantornya. Ia kembali mengeluh perutnya sakit dan menggerutu harusnya istrinya menutup pintu sebelum pergi.


Yang Chon baru saja selesai berganti pakaian. Ia kemudian menjawab telepon dari Jang Mi. “Ini aku. Apa?”


Jang Mi yang sedang ada di rumah sakit memberitahu bahwa untuk saja monitor jantung Ibu Yang Chon terhubung langsung dengan bel darurat rumah sakit, sehingga bisa langsung ditangani. Ia bilang perawat menekan dada ibu dan ada beberapa tulang rusuknya yang patah. Ia berpesan agar Yang Chon tidak mengatakan apa-apa pada ayahnya, dan dia sendiri yang akan menemui ayahnya di rumah.


Song Yi juga ada disana dan dia menawarkan diri untuk menjaga neneknya malam ini. Jang Mi lalu melihat tangan Song Yi yang terluka, tapi Song Yi bilang itu bukan apa-apa.


Yang Chon menemui ayahnya yang sedang membuat layang-layang di rumah sambil menonton TV. Ia melepaskan kabel TV-nya dan membawanya keluar.


Yang Chon membanting TV itu berkali-kali.I= Setelah puas, ia kembali menemui ayahnya.


Ayah bilang jika istrinya bisa bicara, maka istrinya akan meminta Yang Chon membiarkannya mati. Ia bilang ia hanya membuat istrinya sengsara. Yang Chon meminta ayahnya tidak menjenguk ibunya, lalu pergi. Jang Mi baru saja datang.


Jang Mi menghampiri ayah mertuanya yang sangat sedih. Ia menggenggam tangan ayahnya,tapi ayahnya menarik tangannya dan mulai membuat layang-layang lagi.


Yang Chon pergi ke sawah ayahnya dan melamun disana. Ia sangat sedih dan matanya berkaca-kaca.


Di rumah, Sang Soo dan Myung Ho bertanding tinju di Playstation. Pertandingan mereka sangat seru dan akhirnya dimenangkan oleh Sang Soo. “Good play! Good play!” kata Sang Soo lalu tos dengan Hye Ri.


Selanjutnya, Jung Oh berhasil menang dari Hye Ri. Karena terllau gembira, secara tidak sadar ia bersorak sampai berpelukan dengan Myung Ho. “Baguslah. Akan kuambil mobilku, jadi keluarlah,” kata Myung Ho lalu keluar lebih dulu.


Sang Soo: “Apa itu tadi?”
Hye Ri: “Kalian bersentuhan.”
Sang Soo: “Dia pasti playboy.”
Jung Oh: “Lalu kenapa? Aku menyukai dia.”
Hye Ri: “Kau juga player.”
Jung Oh: “Bingo!”


“Aku pulang telat hari ini,” kata Jung Oh yang membuat Sang Soo panik. Sang Soo bertanya Jung Oh akan pergi kemana. “Rahasia.”


“Kau pecundang, kan? Kita juga seharusnya nongkrong bersama saja. Kenapa nongkrong dengan mereka dan melihat hal yang akan membuatmu kesal?” ejek Hye Ri. Sang Soo memintanya berhenti menyebut kata ‘kita’ atau mereka akan... “Pacaran. Lalu kenapa?” tantang Hye Ri.


Sang Soo bilang ia tidak menyukai Hye Ri. Tapi Hye Ri cuek saja dan menghubungi Sam Bo. Ia mengeluh karena Sam Bo tidak juga menjawab teleponnya selama 2 hari terakhir.


Sam Bo sedang mencuci mukanya dan membiarkan saja telepon dari Hye Ri. Dari luar, istrinya berpamitan akan ke rumah Jung Do, putra mereka. Ia juga mengingatkan agar Sam Bo tidak lupa ke dokter. Sam Bo ternyata mengaku ke istrinya bahwa dia menyakiti dirinya sendiri setelah kebanyakan minum.


Sam Bo mengingat saat Man Yong mengancamnya. Ia kemudian mengambil gambar luka yang ada di sekujur tubuhnya.


Di mobil, Jung Oh tidak sengaja melihat foto di dalam sebuah liontin. Myung Ho bilang ia tidak menyadari benda itu masih ada di mobilnya. Ia kemudian menceritakan bahwa ada kecelakaan yang menyebabkannya mereka putus. Ia bilang saat akan menemuinya, pacarnya itu menemukan mobil kebakaran dan berusaha menyelamatkan ibu dan anaknya, tapi mobil itu meledak dan pacarnya meninggal di tempat.


Myung Ho lalu menepikan mobilnya. Ia masih merasa sedih. “Kurasa aku harus memberitahumu tentang Hyun Soo, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Kurasa ini saat yang tepat,” kata Myung Ho yang kemudian mengambil liontin itu dan memasukkannya ke saku celananya. Jung Oh bilang Myung Ho tidak perlu mengatakannya.


Myung Ho mengulurkan tangannya dan Jung Oh menyambutnya. Mereka tersenyum. Jung Oh lalu mengajaknya menonton film komedi dan Myung Ho setuju.


Di ruang gym, Yang Chon masih murung mengingat perkataan ayahnya. Sementara itu, Sang Soo bertanya kenapa Han Pyo mendukung Jung Oh bersamanya dibandingkan Jung Oh bersama Myung Ho. Han Pyo menjawab, “Jung Oh pernah berpacaran dengan temanku, Da Yeong. Lalu dia mencampakkan temanku.” Sang Soo khawatir dan melihat ke arah Yang Chon yang kemudian berkata kalau dia tidak mau tahu. Ia meminta Han Pyo melanjutkan ceritanya.


Han Pyo: “Han Jung Oh itu orang berhati dingin. Temanku tidak pernah bisa melupakannya dan akhirnya dia kuliah di luar negeri. Dia ingin belajar Sastra Korea, tapi dia berganti jurusan.”
Sang Soo: “Pasti ada alasannya.”
Han Pyo: “Maka seharusnya Jung Oh memberitahunya. Temanku bilang Jung Oh tiba-tiba menemuinya dan berkata ‘Aku tidak menyukaimu. Ayo kita putus.’ Kemudian Jung Oh tidak mengangkat teleponnya dan pindah sekolah. Makanya temanku sekarang masih di Inggris. Aku saja tidak cerita padanya kalau aku bekerja bersama Jung Oh. Dia baik-baik saja sekarang, jadi aku tidak mau dia jadi sedih lagi. Mentorku, Myung Ho, butuh orang yang lebih baik dan peduli. Pastikan Jung Oh menjadi milikmu.”


Setelah Han Pyo keluar, Sang Soo bertanya apakah menurut Yang Chon, Jung Oh itu berhati dingin karena menurutnya tidak. “Aku tidak peduli,” kata Yang Chon. Sang Soo bilang Yang Chon harusnya peduli, karena dia adalah anak bimbing nya.


Sam Bo masuk ke ruang ganti dan semua orang langsung menanyakan apa yang terjadi dengan wajahnya. Sam Bo tidak menjawab dan hanya membuka lokernya. Yang Chon menatap Sam Bo dengan heran.


“Hei, ini ruang ganti laki-laki!” kata Nam Il ketika Hye Ri tiba-tiba masuk. Anggota yang sedang mengganti pakaian menjadi panik. “Ini privasi kami.” Tapi Hye Ri tidak peduli dan malah masuk ke dalam. “Hei, Hye Ri.” Yang Chon menyuruh mereka diam dan mengganti saja pakaiannya.


Hye Ri membuka penutup mata Sam Bo. “Kau ini! Aku mabuk dan terjatuh,” kata Sam Bo lalu memakai lagi penutup matanya. Jong Min bilang Sam Bo tidak mungkin kebanyakan minum.


Hye Ri menduga bahwa ada yang terjadi setelah jam kerja Sam Bo berakhir 2 hari sebelumnya. Sam Bo bilang ia hanya mengada-ada. Hye Ri bertanya apa maksud Sam Bo yang menanyakan apakah keadaannya baik-baik saja. Sam Bo pergi dan Hye Ri lalu menyusulnya.


“Pasti ada yang terjadi, kan?” tanya Sang Soo pada rekan-rekannya. Yang Chon meminta mereka percaya saja pada Sam Bo dan meminta mereka agar tidak menambah masalah lagi. Yang lain tetap tidak percaya jika Sam Bo hanya jatuh dan terluka separah itu.


Han Sol meminta maaf pada petugas jaga karena dia datang terlambat. Ia lalu melihat Sam Bo yang akan pergi berpatroli, “Hyungnim, wajahmu kenapa?” Sam Bo melepaskan pegangan Han Sol dan pergi. “Hei, Lee Sam Bo kenapa?”


“Dia bilang dia mabuk dan terjatuh,” kata Kyung Mo. Han Sol bilang seharusnya Sam Bo tidak berpatroli karena mereka harus menjaga nama baik mereka sebagai Polisi.


Yang Chon bilang Sam Bo tidak akan pernah mendengarkan mereka.”Hei, Tuan Tak Bertoleransi. Tutup saja mulutmu. Nama panggilanmu sekarang Tuan Tak Bertoleransi! Karena kau seperti itu? Memangnya kau preman? Walau kau marah, kau mana bisa menghajar rekan kerja,  ” kata Han Sol.


Yang Chon bilang ia akan mulai bertoleransi mulai sekarang, lalu mengajak Sang Soo berpatroli.


“Hei, salam dulu kau,” kata Han Sol pada Sang Soo. Sang Soo memberi hormat sambil jalan. “Salam yang benar.” Sang Soo berhenti dan memberi hormat dengan benar, lalu pergi. “Dasar gila.”
Advertisement


EmoticonEmoticon