4/17/2018

SINOPSIS Live Episode 10 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 9 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 10 Part 2

Tiba-tiba 2 orang dalam 1 motor mengambil tas Hye Ri. Hye RI mengejarnya, hingga terjatuh. Kemudian, 1 pengendara motor datang lagi dan meminta rekannya mengembalikan tas Hye Ri dan menyebut Hye RI lebih seksi denga pakaian biasa. 


“Kau Man Yong, kan?” tanya Hye Ri pada pria berhelm full face itu. Tapi pria itu menjawab bukan dan meninggalkannya. Hye RI yang khawatir, kemudian menghubungi ‘Mentor Tua’.


Sam Bo belum sempat menjawab telepon dari Hye Ri, karena pengendara motor yang sama menyerangnya. Sam Bo berhasil menarik orang berjaket merah yang duduk di belakang dan berusaha melepas helmnya. Tapi pengendara yang duduk di depan berhasil menendang Sam Bo.


Pengendara kedua datang. Orang berjaket merah mengeluarkan sebuah semprotan dari tas yang dibawanya dan menyemprotkannya ke wajah Sam Bo.


Sambil menahan perih di matanya, Sam Bo berhasil membuka helm orang berjaket merah itu yang ternyata adalah seorang perempuan.


Pengendara kedua merekam aksi mereka menginjak dan menendang Sam Bo. “Kau bilang ke ayahku, kan? Sakit kan rasanya dihajar?” kata pria yang kemungkinan besar adalah Man Yong.


Setelah Sam Bo terkapar tidak berdaya, barulah mereka meninggalkannya begitu saja. Sam Bo yang babak belur, kemudian berusaha bangkit dan meraih ponselnya yang kembali berdering.


Sam Bo: “Apa?!”
Hye Ri: “Anda baik-baik saja? Aku ada di jalan dan hampir dirampok. Tapi menurutku ini ulah Man Yong.”
Sam Bo: “Kau baik-baik saja?”


“Tentu saja. Apa mereka menyerang Anda?” tanya Hye Ri. Sam Bo bilang ia baik-baik saja, lalu menutup ponselnya. Sam Bo benar-benar kesakitaan. Ia lalu melihat wajahnya yang babak belur melalui kamera depan.


Sang Soo berpegangan erat-erat. Ia tidak mengerti apa yang terjadi pada Yang Chon sampai tergesa-gesa dan kesal seperti itu.


Kyung Mo membuka sebuah pintu yang sebelumnya dirantai gembok, tapi di ruangan tu tidak ada siapapun. “Dimana Lee Joo Yeong?” tanyanya.


Para penjudi itu dibawa masuk ke mobil patroli yang kemudian membawa mereka ke Kantor Polisi. Tidak lama kemudian, Yang Chon dan Sang Soo datang. “Kau datang,” kata Detektif Jang yang kemudian menyuruh detektif Jo kembali ke kantor, sedangkan dia menyusul Yang Chon.


Detektif Jang memberitahu Yang Chon bahwa Jang Mi memerintahkan mereka untuk mengintai kasus prostitusi itu dan ternyata pelakunya adalah Joo Yeong. “Bukti apa yang mendukung Lee Joo Yeong datang kesini hari ini?” tanya Yang Chon dingin.


Myung Ho bilang 7 orang pria termasuk Joo Yeong datang ke tempat itu selama mereka mengintai. “Siapa yang melihatnya?” tanya Yang Chon. Han Pyo menjawab bahwa dia, Kyung Mo, Myung Ho, Detektif Jang dan Jo melihatnya. “Tapi kalian tidak bisa menangkap Lee Joo Yeong?”


Yang Chon melihat sekeliling dan menemukan noda darah milik orang yang tadi disekap. Myung Ho bilang sebelumnya ada ahli bedah yang kalah ratusan juta won dan ribut akan melaporkannya ke  Polisi, jadi mereka menyerang dan menyanderanya.


Yang Chon pergi ke ruangan lain. Han Pyo menduga Joo Yeong melarikan diri lewat jendela. “Kalian tunggu disini,” kata Yang Chon.


Yang Chon mengecek jendelanya dengan seksama. “Tidak ada jejak kaki yang keluar. Juga tidak ada tanda-tanda ada orang memanjat tembok. Ada debu di jendela. Apa maksudmu dia melarikan diri tanpa menyentuh debu di jendela? Memangnya dia hantu?” kata Yang Chonyang kemudian pergi ke ruangan lainnya.


Yang Chon membalik meja dan Kyung Mo bertanya apa yang sedang dilakukannya. “Aku ingin memastikan apa Joo Yeong tadi kemari. Jika orang lain yang mengatakannya aku akan ragu, tapi yang melihatnya adalah orang sepertimu dan Myung Ho. Tidak ada jejak keluar! Jadi, dia bisa terkubur di bawah tanah atau terbang ke langit,“ kata Yang Chon yang menghentakkan kakinya ke lantai dan menusuk langit-langit dan tongkat lap pel.


“Mustahil dia tidak ada di sini!” kata Yang Chon lalu mengecek dinding. “Hanya ada satu pintu keluar. Berhenti berasumsi dan telusuri seluruh gedung ini!” Semua orang langsung bergerak termasuk Kyung Mo.


Sang Soo menemukan handle pintu yang seharusnya tertutup spanduk. Ia menyimpulkan bahwa itu berarti ada orang yang membuka pintu itu. Ia masuk ke ruangan itu. “Sebelah sini,” kata Sang Soo dan semua orang langsung menuju ke arahnya.


Mereka semua mencari ruangan yang ditemukan Sang Soo. Sang Soo lalu melihat saluran ventilasi udara, lalu membukanya dengan hati-hati. “Oh Yang Chon-ssi,” panggilnya.


Yang Chon menghampiri Sang Soo dan melihat Joo Yeong bersmebunyi di saluran ventilasi itu. “Hyung,” kata Joo Yeong ketakutan. Napas Yang Chon memburu menahan amarah.


Yang Chon menarik Joo Yeong keluar dan menghajarnya. Rekan-rekannya berusaha menahan Yang Chon tapi tidak berhasil. Yang Chon berhasil melepaskan pegangan mereka, lalu menghajar Joo Yeong lagi. Ia benar-benar marah, sedih, dan kecewa. 


Kyung Mo menghajarnya karena bisa emmbuat seluruh divisi mereka dihukum. Yang Chon tidak peduli dan malah memukul Kyung Mo. Ia berusaha menghajar Joo Yeong lagi. Rekan yang lain berusaha keras menahannya.


Yang Chon ditahan oleh tiga orang juniornya, sedangkan Detektif Jang berusaha menahan Kyung Mo. Yang Chon akhirnya menyerah dan memilih meninggalkan tempat itu.


Joo Yeong hampir menangis. Mungkin ia sadar kalau telah membuat Yang Chon kecewa lagi.


Ada pasien baru di kamar rawat Ibu Yang Chon. Perawat baru saja keluar setelah mengecek alat bantu pernapasan Ibu. Ayah menyentuh wajah ibu. Tapi kemudian ayah malah melepaskan colokan listrik perlatan medis ibu, lalu pergi sambil menangis.


Di ruang makan, tim lain menatap Yang Chon yang sedang murung dengan heran, tapi mereka tidak mengatakan apa-apa.


Han Pyo membuatkan kopi untuk Yang Chon, lalu pamit pulang. Myung Ho memberitahu Yang Chon bahwa salah satu penjudinya adalah orang yang berkuasa di jaringan prostitusi dan Polisi sudah menemukan buku dengan tulisan tangannya yang bisa dijadikan bukti.


“Apa ada yang terluka? Apa situasinya sudah beres?” tanya Yang Chon. Myung Ho mengiyakan. “Apa peran Joo Yeong dalam hal ini?” Myung Ho bilang Jee Yeong adalah kepala operasi. “Pergilah,” kata Yang Chon ketika Myung Ho ingin menjelaskan lebih jauh.


Kemudian giliran Sang Soo yang datang dan mengatakan bahwa Kyung Mo meminta Yang Chon untuk datang ke ruang interogasi. Yang Chon tidak menjawab. “Inspektur Oh.. Mentor..” kata Sang Soo, tapi Yang Chon menyuruhnya pergi. “Aku akan mengantarmu pulang.” Yang Chon tetap menyuruhnya pergi. Kyung Mo datang.


Kyung Mo: “Pulanglah.”
Sang Soo: “Lee Joo Yeong bukan satu-satunya bawahan Anda. Aku juga bawahan Anda. Sampai nanti.”


Kyung Mo melemparkan kain yang sudah dibasahi dan menyuruh Yang Chon membersihkan darahnya. “Diam saja kau, sialan,” kata Yang Chon. Kyung Mo bilang Yang Chon bukanlah Polisi legendaris, bahkan bukan siapa-siapa. Dia juga bilang kalau Yang Chon bukanlah orang yang bisa diandalan olehnya atau rekan kerja lainnya.


“Kau bahkan bukan suami yang bisa diandalkan oleh Ahn Jang Mi. Kau hanya anak berbadan besar yang mudah marah yang tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali membuat rekan kerja dan istrinya khawatir. Kau sadar itu?” kata Kyung Mo.


Kyung Mo bilang mereka sudah menjadi Polisi selama lebih dari 20 tahun dan sudah melihat Polisi bobrok seperti Joo Yeong berkali-kali dan itu membuat masyarakat meremehkan mereka. Iajuga bilang bahwa Yang Chon beresiko dipecat karena memukuli sesama Polisi. Yang Chon tidak peduli dan memilih pergi.


Advertisement


EmoticonEmoticon