4/03/2018

SINOPSIS Cross Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Cross Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Cross Episode 15 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Cross Episode 15 Part 3

Setelah mengobrol dengan dokter Lee, akhirnya In-kyu bersedia untuk mendonorkan darahnya..


Di kantor polisi, Son-sajang bertemu lagi dengan pengacaranya. Kali ini, dia minta bantuan untuk dijualkan seluruh saham miliknya.

Sebagai gantinya, Son-sajang menjajikan pengacaranya akan mendapatkan ‘komisi’ yg nominalnya, sesuai dengan pekerjaan yg dia lakukan.


Ji-in mendapat telpon dari suster yg merawat dokter Son, yg mengabarinya bahwa saat ini.. dokter Son telah sadar.


Sekarang ini, dokter Son sendiri.. tengah ditemani oleh dokter Lee, yg berusaha untuk menghiburnya.. tapi tetap saja, dokter Son masih merasa terpukul dengan seluruh fakta mengenai donor ilegal yg didapatkannya.


Tak lama kemudian Ji-in tiba.. dia mengutarakan keinginannnya untuk berbicara empat-mata dengan dokter Son.. dan dokter Son setuju akan hal itu, maka dia meminta dokter Lee untuk kelluar, meninggalkan mereka berdua.


Dokter Lee menemui ayahnya, dan langsung berkata: “Bukankah Kau pernah memberitahuku, Ayah? Kalau Aku harusnya tidak malu dengan sikap pengecut, Aku harus malu karena ketidakmampuan. Kau akhirnya melihat hasil... dari sikap pengecutmu itu?”

“Jika Aku tidak melakukan apa yang sudah kulakukan... Aku tidak akan sampai ke posisi ini”

“Apa memang pentingnya posisi itu?”

“Tidak gunanya tapi... Aku hanya tidak ingin Kau untuk melewati kesulitan yang aku alami”

“Tidak, jangan gunakan Aku sebagai alasan! Kau berada di posisi itu karena keserakahanmu sendiri. Itu sebabnya Kau membuat pilihan itu... di hari itu. Aku tidak pernah berharap banyak darimu. Aku hanya ingin mendengar... "Kerja bagus.", "Aku percaya padamu.".. Hanya itu yang ingin kudengar..”

“Maafkan Aku...”

“Jika Kau benar-benar tulus dari lubuk hatimu demi kebaikanku... serahkan dirimu ke penjara. Tolong akui kejahatanmu... maka Aku tidak akan malu punya Ayah sepertimu.”


Ji-in meminta bantuan dokter Son, untuk bersedia melakukan biopsi.. supaya bisa membantu In-kyu mengakhiri kasus terkait ayahnya, yg selama ini dia usahakan dengan semampunya.


Dokter Son tak menjawab iya atau tidak.. tapi setelah Ji-in pergi, dia lasngung berjalan sendirian menuju ruangan tempat  dia bisa melakukan biopsi.


Atas bantuan pengacaranya, Son-sajang berhasil mendapatkan hak penangguhan penahanan. 


Dalam tahanan kepolisian, Hyung-bum hanya diam dan berppikir.. akhirnya, dia merencanakan sesuatu dengan cara memanfaatkan kondisinya bahkan dengan sengaja, dia menggaruk-garuk lengannya dengan sangat keras..


Dokter Son memberitahu Ji-in, bahwa dia telah melakukan biopsi dan tinggal menunggu hasil, yg bisa lansgung dicocokkan dengan In-kyu.


“Dokter Son.. Terima kasih banyak.Untuk membuat keputusan yang sulit...” ucap Ji-in


Dokter Son menerima telpon dari ayahnya, yg memintanya turun ke basement karena dia telah menunggunya disana, sembari memegang dua buah passpor.


Sesampainya disana, Son-sajang langsung mengutarakan niatannya untuk membawa dokter Son pindah ke luar negeri bersama dengannya saat ini juga.

Namun dokter Son menolak, karena dia sadar betul. Bahwa ayahnya telah mealkukan kejahatan yg benarbenar melukai banyak orang termasuk putrinya sendiri.

“Jantung seorang pria yang meninggal karena aku... ada di dalam diriku! Ayah tahu betapa sengsaranya Aku karenamu?”


Ketika dokter Son ingin turun, ternyata mobilnya sengaja dikunci. Dia pun tak bisa berbuat apa-apa karena Son sajang, lansgung memacu mobilnya pergi..


Ji-in memberitahu In-kyu, mengenai biopsi yg telah dilakukan dokter Son..


In-kyu kemudian mendatangi tempat biopsi, untuk melakukan pengecekan terhadap dirinya. 


Stelah itu, dia mampir ke kamar dokter Son. Tapi anehnya, disana tak ada siapa pun...


In-kyu segera menelpon JI-in, namun dia pun tak mengetahui apa-apa, atas menghilangnya dokter Son ini..
Advertisement


EmoticonEmoticon