3/21/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 16 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 16 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 15 Part 3

Setelah berciuman, Soo Ho dan Geu Rim berjalan-jalan sambil bergandengan tangan. Para pengunjung yang kebetulan ada disana melihat mereka dan merasa ingin tahu. Ada pula yang mengambil foto mereka dengan ponsel.


Geu Rim bertanya apakah Soo Ho pernah berjalan sambil bergandengan seperti itu sebelumnya. Ia senang karena ia adalah orang pertama yang melakukan itu bersama Soo Ho dan ia juga orang pertama yang melihat Soo Ho menangis.


Soo Ho bilang ia membuat Geu Rim banyak menderita karena perlakuan para reporter dan penggemar. “Berkat kau, aku jadi tahu rasanya difoto dimana-mana. Aku menyukainya,” kata Geu Rim. Soo Ho tersenyum dan mempererat genggamannya. “Ah, satu hal lagi. Aku tahu tempat dimana kau bisa menghabiskan waktu.”


Geu Rim lalu mengajak Soo Ho ke ruang tidur pegawai di Kantor KBC. Ia menyuruh Soo Ho agar tidak berisik dan mengecek apakah di dalam ada orang.


Setelah memastikan keadaan aman, Geu Rim mengajak Soo Ho masuk dan menyuruhnya tidur disana. “Disini?” tanya Soo Ho ragu. Geu Rim bilang tempat tidur itu membeirkan keajaiban ketika mereka merebahkan kepala. Ia menyuruh Soo Ho segera tidur karena, Soo Ho pasti sudah lama tidak tidur, sedangkan dia sendiri akan mengedit naskah karena tidak lama lagi siaran dimulai.


Soo Ho: “Bagaimana dengan aku?”
Geu Rim: “Apa?”
Soo Ho: “Apa?”
Geu Rim: “Apa?”


Dan akhirnya mereka berbaring bersama dalam satu tempat tidur. Geu Rim bertanya bagaimana jika mereka ketahuan. “Jika kita ketahuan, apa kau akan dipecat dari pekerjaanmu?” tanya Soo Ho. Geu Rim ragu tentang itu. “Jika tidak, tidurlah bersamaku selama dua jam.”


“Dan.. aku ingin siaran langsung, bukan rekaman,” kata Soo Ho smabil mulai memejamkan matanya. Geu Rim bertanya untuk memastikan. “Ya, aku akan melakukan siaran radio.” Geu Rim mengerti. Ia setuju  untuk tidur dan bangun bersama nanti.


Geu Rim meletakkan tangannya di lengan Soo Ho dan menepuk-nepuknya untuk membantunya tidur. Dan perlahan, ia pun mulai tidur.


Lee Gang datang ke studio dan terkejut melihat Geu Rim dan Soo Ho sudah ada disana. Geu Rim mengatakan bahwa Soo Ho ingin melakukan siaran langsung. Lee Gang bertanya apakah Soo Ho baik-baik saja setelah konferensi pers itu. Soo Ho menganggukkan kepalanya.


Hun Jung masuk dan protes, “Ayolah! Kalian bilang kita akan memainkan siaran rekaman?” Lee Gang bertanya kenapa Hun Jung berisik sekali. “Maafkan aku.” Lee Gang lalu mengajak mereka semua bersiap.


Lee Gang menghampiri Soo Ho di dalam booth siar, “Kau siap? Kau akan memimpin hari ini. Tidak ada yang di-setting.” Soo Ho bilang ia tahu itu dan Lee Gang tertawa. “Soo Ho, pertama kali aku membawamu sebagai DJ kami, aku menginginkan keuntungan dari popularitasmu. Aku ingin banyak orang yang mendengarkan radio. Aku penasaran berapa banyak orang yang akan mednengarkan siaran radio yang dilakukan oleh JI Soo Ho. Tapi sekarang, popularitas dan imej mu bukan lagi menjadi masalah. Aku hanya mengyukaimu apa adanya.”


“Kenapa kau memberitahuku itu?” tanya Soo Ho. Lee Gang tertawa dan berkata kapan lagi ia bisa mengatakan hal seperti itu jika bukan di jam 4 pagi. Ia meminta Soo Ho bersiap.


“Orang banyak membicarakanku akhir-akhir ini, bukan? Cerita tentang keluargaku dan tentangku. Setelah menunjukkan kepada semua orang siapa diriku sebenarnya, aku akhirnya mendapatkan ketenangan,” kata Soo Ho membuka acara Radio Romance.


Sambil mendengarkan siaran Soo Ho, Nyonya Nam memberikan surat cerai kepada Tuan Ji.


Soo Ho bilang setiap kali ia melepas topengnya, ia merasa dikelilingi oleh hal-hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. “Ini pertama kalinya aku mencintai seseorang dan juga pertama kalinya aku dicintai oleh seseorang.”


“Aku juga menangis...”


“Dan tersenyum  untuk pertama kalinya.””


“Dan tidur nyenyak untuk pertama kalinya.”


“Ini juga pertama kalinya aku menjadi berani demi seseorang.”


“Dan aku mendengar untuk pertama kalinya bahwa jika seseorang memelukmu, maka dia ingin memeluk hidup kita.”


“Itulah kenapa aku ingin mengatakan ini untuk pertama kalinya. Aku juga ingin memeluk kehidupannya.”


Lee Gang dan Hun Jung tampak terharu.


Soo Ho pulang ke rumah dan melihat Jason sedang menyiapkan barang-barangnya dan bersiap pergi. Mereka saling menatap dan akhirnya duduk bersama.


“Aku khawatir dengan senyum palsumu. Kau hidup sambil menyembunyikan perasaanmu yang sesungguhnya. Aku ingin membebaskanmu dari masa lalumu. Jika aku boleh memberikan alasan, aku pikir hal terbaik adalah membuatmu menghadapi ketakutanmu karena kau tersiksa dengan rasa trauma. Aku ingin membantumu sebagai seorang teman dan dokter. Tapi akhirnya seperti ini,” jelas Jason.


Jason: “Apa yang kau butuhkan adalah rasa simpati. Sama seperti apa yang Geu Rim lakukan padamu. Maafkan aku, Soo Ho. Aku merusak kehidupanmu yang sempurna.”
Soo Ho: “Lupakan. Kau bisa pergi.”


Soo Ho akan pergi, tapi Jason berkata, “Sama dengan Nyonya Nam. Dia tidak mau mengecek latar belakang. Dia ingin tahu kau yang sebenarnya. Aku pikir dia mungkin ingin memahamimu.” Setelah mendengarkan itu, Soo Ho pergi ke kamarnya.


Manajer Kang bilang ia selalu berdoa sejak kedatangan Lee Gang lagi ke KBC yaitu ia berharap hari berlalu tanpa ada masalah. “Ada apa? Apa Komisi Penyiaran Korean menelepon?” tanya Lee Gang santai. Manajer Kang bertanya bagaimana Soo Ho bisa tahu. “Apa ini karena aku mengizinkan Soo Ho untuk membuat komentar pribadi? Dan kami membuat banyak masalah?”


Manajer Kang mengangguk putus asa. “Aku akan pergi kesana. Sudah lama aku tidak memakai jas,” kata Lee Gang. Manajer Kang meminta Lee  Gang duduk saja disana dan mengangguk seperti yang ia lakukan. Ia meminta agar Lee Gang tidak marah nanti.


Lee Gang: “Namaste..”
Man. Kang: “Aku percaya padamu. Namaste..”


Soo Ho menemui Nyonya Nam dan bertanya apakah Nyonya Nam sedang melalui masa sulit. Nyonya Nam mengiyakan. “Aku memikirkannya selama beberapa hari terakhir. Pasti berat bagi ibu untuk melihatku. Tapi kenapa dia tidak membuangku saja? Kenapa dia mengubahku menjadi Ji Soo Ho yang sekarang?” kata Soo Ho.


“Aku mengatakannya di hari ulang tahunmu, bukan? ‘Kau bukanlah putraku.’ Setelah mengatakan hal menyakitkan itu, aku juga hidup dengan rasa sakit. Walaupun kau tetap memanggilku ibu, bahkan sampai sekarang. Aku memikirkannya akhir-akhir ini. Walaupun aku menyangkalnya, kau selalu disana,” kata Nyonya Nam.


Di KBC, Nona La mengatakan bahwa Seung Soo tidak pantas berpakaian seperti itu. “Aku akan pergi kencan buta. Dia seseorang yang lembut, tidak seperti kau,” kata Seung Soo. Nona La terkejut


“Kencan buta? Hahahaha... Kau akan kencan buta?” tanya Nona La. DI belakang mereka juga ada Drought dan penulis bando. Geu Rim dan Soo Ho pun datang menuju arah yang sama.


Geu Rim menanyakan keadaan Nyonya Nam. Soo Ho bilang ibunya sudah mulai makan dan pergi keluar. Geu Rim lega mendengarnya.


Melihat Lee Gang berjalan sambil memakai jas, semua orang menatapnya heran dan langsung menyingkir


“Ada apa?” tanya Geu Rim ketika mereka bertemu di lorong. Lee Gang bilang ia akan pergi ke Komisi Penyiaran Korea.


Nona La bilang harusnya Lee Gang selalu berpakaian seperti itu.


“Dia sangat seksi.”
“Itu karena dia tinggi.”
“Apa dia akan pergi kencan buta?”


Geu Rim yang merasa aneh, mengajak Lee Gang bicara. Lee Gang bilang acara mereka membuat banyak masalah, jadi dia harus mengunjungi kantor Penyiaran. Geu Rim bertanya apakah ada masalah yang serius. Lee Gang menyuruh Geu Rim fokus saja pada penulisan naskahnya.


“Aku pergi. Dia sudah melotot padaku,” kata Lee Gang sambil melihat ke arah Soo Ho. “Aku yakin semuanya baik-baik saja.”


“Apa kalian bercanda?! Jelaskan arti ‘penyiaran’ kepadaku. Penyiaran adalah untuk orang mengekspresikan diri mereka,” kata Lee Gang yang tidak menepati janjinya kepada Manajer Kang untuk duduk dengan tenang.


Panelis tengah mengatakan bahwa radio bukan mikrofon pribadi Ji Soo Ho. Panelis berdasi merah hati menambahkan bahwa banyak masalah di dalam programnya sendiri. Panelis tengah bicara lagi bahwa radio hanya komunikasi satu arah. Lee Gang berdiri dengan marah sebelum panelis tengah menyelesaikan ucapannya.


“Apa kalian serius?! Radio bukan satu arah! Aku sudah bilang berkali-kali bahwa ini bilateral! Kalian tidak tahu apa-apa tentang radio! Tidak ada alasan bagiku untuk mendengarkan kalian! Jika kalian tidak tahu apa-apa, ambil saja gaji kalian dan tutup mulut!” Lee Gang lalu pergi.


“Astaga, yang benar saja,” keluh panelis ketiga.


Geu Rim sedang mengetik naskah di rumah Soo Ho, tapi sepertinya ia sedang risau. Ia lalu pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


“Ada apa? Kau buntu?” tanya Soo Ho. Geu Rim mengangguk. “Kenapa kau tidak beristirahat selama 30 menit?” Geu Rim menggeleng dan kembali ke laptopnya. Soo Ho mengikutinya lagi.


Soo Ho: “Kenapa kau bekerja sangat keras?”
Geu Rim: “Lee Gang PD-nim, berlari kesana kemari untuk acara ini. Aku juga harus bekerja keras. Aku ingin menulis sesuatu yang sangat bagus.”
Soo Ho: “Apa aku bisa membantu?”
Geu Rim: “Tidak.”


Geu Rim meminta agar Soo Ho membiarkannya fokus. Geu Rim lalu pergi ke kamar Soo Ho dan menutup pintunya.


Soo Ho tidak kehabisan akal. Ia membawakan makanan untuk Geu Rim dan akan mengetuk pintunya.


Tapi ia tidak jadi mengetuk, saat menyadari ia hanya membawakan telur dadar.


Soo Ho lalu kembali lagi ke depan pintu sambil membawakan strawberri dan vitamin. Ia tidak smepat mengetuk dan langsung masuk karena mendengar Geu Rim berteriak. 


Ternyata laptop Geu Rim mati mendadak dan tidak mau menyala lagi. Jadi, semua tulisannya hilang begitu saja. “Jangan khawatir, aku akan memperbaikinya,” kata Soo Ho.


Saat melihat Soo Ho sudah kembali, Geu Rim langsung bertanya, “Bagaimana hasilnya? Apa itu rusak untuk selamanya? Apa aku kehilangan semuanya?” Soo Ho tidak menjawab. “Tidak apa-apa. Aku bisa menulisnya lagi. Itu akan membutuhkan waktu lama, tapi aku bisa melakukannya.”


Soo Ho: “Sudah diperbaiki.”
Geu Rim: “Sudah betul? Benarkah?”


“Kau yang terbaik,” kata Geu Rim lalu memeluk Soo Ho. Soo Ho menagih janji Geu Rim yang akan mengabulkan permintaannya. “Aku akan memberikanmu apapun. Apa itu?” Soo Ho bilang ia akan mengatakannya nanti, lalu memberikan laptopnya pada Geu Rim.


“Apa kau gila? Kau pikir nyawamu lebih dari satu? Mereka memintaku untuk memecatmu! Astaga. Amarahmu itu...” Manajer Kang tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Ia lalu duduk dan berkata lagi, “Hei, mereka bilang mereka tidak mau menunggu sampai kita mengubah jadwal.”


Lee Gang bilang mau bagaimana lagi, karena mereka sudah menghina acara dan juga DJ-nya. “Harusnya kau duduk dengan tenang. Jika kau ingin gajimu atas hal yang kau cintai dibayarkan tepat waktu, kau harusnya tetap tenang!” kata Manajer Kang lagi.


Lee Gang hanya tersenyum. “Bisakah aku melakukan satu siaran terakhir? Aku butuh penutup,” pinta Lee Gang.


Keesokan harinya, Geu Rim tampak terburu-buru karena Lee Gang bilang padanya akan pergi. Ia khawatir tim mereka akan diberhentikan lagi.


Hun Jung bilang tidak masuk akal jika Lee Gang terkena hukuman kedisplinan lagi. Bukannya merespon tentang hal itu, Lee Gang malah memukul kepala Hun Jung dengan kertas karena tidak memilih lagu dengan benar.


Geu Rim lalu masuk ke kantor, “PD-nim, berita tentang apa ini?”
Advertisement


EmoticonEmoticon