3/25/2018

SINOPSIS Mother Episode 16 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 16 BAGIAN 4 SELESAI


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live

Dalam perjalanan, Hye-na terus diam.. hingga membuat, calon ibunya berkata: “Hye-na.. Mulai sekarang, datanglah ke rumah kami setiap akhir pekan. Kamu bukan tipe anak yang mudah dekat dengan orang, bukan? Aku juga begitu. Mari kita berteman pelan-pelan, ya?”


Hye-na hanya diam.. dia tak menagtakan apa pun dan malah memberikan secarik kertas..


Sesaat kemudian, mereka kembali ke panti. Calon ibu Hye-na, mengembalikan Hye-na sambil berkata: “Aku... sepertinya tidak bisa (mengadopsinya)”


‘...Tolong jangan bawa aku. Aku sudah punya ibu. ...’, begitulah kalimat yg terlutis dalam kerta tersebut,


“Saya, menyukai sosok Hye Na. Tapi saya rasa, saya malah menyulitkan dia..”


Bu panti termenung, dia kemudian menghampiri Hye-na yg tengah menyendiri dalam kamar dan langsung bertanya: “Hye Na.... Siapa ibumu? Kamu bilang ke orang yang seharusnya menjadi ibu barumu... kalau kau punya ibu, bukan? Siapa nama ibumu?”

“Kang Soo Jin”

“Begitu rupanya. Kamu sangat menyukai Ibu Kang Soo Jin, ya. Tapi... Orang yang seharusnya menjadi ibu barumu juga orang yang sangat baik. Dia mempersiapkan banyak hal agar bisa menjadi ibumu. Kamu tetap tidak mau pergi?”


“Aku hanya ingin tinggal disini..” ucap Hye-na yg tak kuasa menahan tangisnya 

“Kenapa? Agar kamu bisa menunggu ibumu? Kalau-kalau Ibu Kang Soo Jin datang menjemputmu?” tanya bu Panti

Hye-na tak bisa memberikan jawaban, dan dia lansgung memeluk ibu panti dengan sangat erat..


Sendirian, Bu Panti membaca buku karangan Hyun-jin, tepatnya bagian yg menceritakan insiden kekerasan yg menimpa Hye-na...


[Kasus anak bernama Kim Yoon Bok... di mana nama anak itu diganti menjadi Kim Yoon Bok ...dimana menjadi kasus yang diperhatikan kepolisian selama 50 hari ...yang menarik minat publik pada isu penganiayaan anak yang sering terjadi di masyarakat kita. Orang yang mencoba menculik Kim Yoon Bok, yaitu Kang Soo Jin... diinterogasi selama kesaksian terakhirnya kenapa dia tidak minta bantuan polisi, atau pihak berwenang lainnya. Atas pertanyaan itu, dia menjawab, 'Hye Na harus segera dilindungi. Dan aku tidak ingin Hye Na harus menjelaskan apa yang terjadi padanya berkali-kali, pada orang asing. Dan yang penting lagi, saya ingin... Saya ingin memeluk anak itu.. sesegera mungkin dan selama mungkin. Jika saya harus memutar kembali waktu saya tetap akan meraih tangan anak itu dan melarikan diri lagi’]


Setelah membacanya, bu panti menengok Hye-na yg sekarang telah tertidur lelap. Dia tersenyum melihatnya.. kemudian, berikutnya dia langsung menelpon Soo-jin.


“Aku akan mempertimbangkannya”

“Terima kasih”

“Tapi, kamu tidak boleh gagal. Hye Na selama ini menunggumu. Dia tidak pernah memanggilku ‘Ibu’ sekali pun. Dan sepertinya dia selalu sangat berhati-hati, memastikan agar dia tidak pernah memanggilku ‘Ibu’... Itu jadi beban buatku, makanya aku ingin mencari orang tua barunya”

“Maafkan aku. Hye Na... mungkin juga tahu bagaimana perasaanmu. Mungkin itu karena dia merasa sangat kasihan padamu”

“Tolong jangan sampai Hye Na kecewa lagi. Aku takkan bisa mengatasinya, kalau dia kecewa lagi”

“Terima kasih. Aku akan melakukan sebisaku... dan akan berhasil”

“Kalau begitu, bisakah kau membawa Hye Na selama 3 hari 2 malam minggu depan, habis itu memulangkan dia lagi ke sini? “


Keesokan paginya, So-jin menjemput Hye-na.. mereka nampak bahagia, terlihat dari senyuman yg merekah di wajahnya.


“Aku sudah membungkus makanan ringan untuknya, jika dia nanti muntah selama perjalanan... Dan pastikan sikat gigi sebelum tidur..” tutur Bu Panti, yg sepertinya sangat berat untuk melepas Hye-na


Hye-na berjalan pergi, tapi tibat-tiba langkahnya terhenti. Dia kembali menghampiri bu panti, dan memeluknya.. sambil berkata: “Terima kasih... Ibu...”


Sontak saja.. hal itu, membuat Bu Panti, tak kuara menahan tangis haru-nya..


Dalam perjalanan, Hye-na bertanya: “Bu, kita mau kemana?”

“Rumah Ibu dan Nenek Kelingking”

“Nenek Kelingking sudah jadi ibunya Ibu lagi?”

“Iya, Dan Ibu juga... akan berusaha menjadi ibunya Yoon Bok lagi”


“Oh ya, Bu? Kalau begitu, ada tempat yang perlu kita datangi dulu”


Hye-na mengajak Soo-jin, ke tempatnya mengubur kotak rahasia. Dia mengeluarkan kotanya, lalu tersenyum sambil berkata: “Kukira aku tidak akan bisa menemui Ibu lagi”


Berikutnya, mereka pergi ke panti yg dikelola Yi-jin. Disana.. Hye-na mendapatkan sambutan hangat dari seluruh anggota keluarga yg telah sengaja berkumpul menunggu kedatangannya..


Setelah bermain-main, mereka makan bersama.. masakan uatan Yi-jin,

HYE-NA: “Ini sangat lezat, Bibi. Aku juga ingin menjadi koki dan membuat makanan lezat, sama seperti Bibi. Bagaimana aku bisa membuat makanan lezat seperti ini?”

YI-JIN: “Metodenya sangat sederhana. Kamu hanya harus makan banyak makanan lezat. Kamu harus naikkan berat badan. Makan yang banyak, ya”


“Tapi, Yoon Bok. Bukannya kamu bilang sebelumnya kalau kau ingin jadi penata rambut?” goda Bu Nam


“Bukannya ingin jadi peneliti burung? Kamu bilang ingin belajar burung, seperti Ibu..” tambah Soo-jin


“Yah... aku ingin menjadi semuanya..” ujar Hye-na


“Kalian berdua, ingin jadi apa?”

“Aku ingin menjadi seorang pianis seperti Ibu”

“Aku ingin menjadi... seorang ayah... Ayah saja”

“Ya, itu juga bagus”


“Tapi aku... sepertinya sudah menjadi apa yang aku inginkan” ucap Hye-na

“Apa itu?” tanya Soo-jin

“Yoon Bok... Seorang anak yang makan omelete dan daging babi goreng setiap hari. Bersama dengan keluarganya..” papar Hye-na dengan bangganya


Keesokan harinya, Hyun-jin membantu Soo-jin untuk membuat video yg menjelaskan situasinya..


Dengan tenang, Soo-jin bercerita: “Ada orang di luar sana... yang beranggapan seseorang harus melahirkan anak dulu, baru bisa jadi ibu. Tapi seorang wanita bisa menjadi ibu. saat dia mengorbankan semuanya untuk seorang anak. Tapi karena ibu Hye Na tidak bisa membesarkan seorang anak... dan aku membutuhkan Hye Na, dan Hye Na membutuhkanku. adalah alasan kenapa aku begitu mudah memiliki hubungan istimewa dengannya”


Video tersebut, disiarkan di TV nasional dan semua orang yg menonton, langsung dibuat haru karenanya.


Selain Soo-jin, Yi-jin pun ikut menceritakan kisahnya: “Seumur hidupku... kukira aku anak kandung ibuku. Tapi, ternyata ibuku tidak melahirkanku. Sebaliknya, dialah yang memilihku. Dan bagi ibuku, aku adalah anak kandungnya. Dan kenyataan itu tidak membuatku merasa kalau aku bukan putrinya”


Bu Nam, sebagai ibu kandung Soo-jin.. juga ikut memaparkan perasaannya: “Kurasa dia (Young-shin)membesarkan Soo Jin jauh lebih baik dari aku. Aku tidak bisa membesarkan Soo Jin... tapi kalau Soo Jin punya anak, aku ingin sama-sama membesarkannya. Kurasa menghabiskan waktu seperti itu dengan mereka berdua, akan menyembuhkan bekas luka yang masih kumiliki dari tahun-tahun sebelumnya..”


Berikutnya, Bu Panti juga ikut berkontribusi, berbagi cerita yg dia tahu tentang Hye-na: “Hye Na itu anak yang penyayang. Hye Na menulis ini. Dia bilang dia sudah memiliki seorang ibu, yaitu Kang Soo-jin. Tidak ada orang tua yang bisa menang melawan anak-anak mereka. Aku tidak punya pilihan selain mengakui itu. Aku percaya bahwa seorang anak juga bisa memilih orang tuanya. Belum lama ini, Hye Na mengubur sebuah kotak rahasia. Dia mengubur harapan bahwa ibunya, Soo Jin datang menjemputnya.. di tanah yang gelap... Tapi belum lama ini, ketika Kang Soo Jin mengajukan permohonan mengadopsi Hye Na.. Hye Na pun mengeluarkan kotak itu dari dalam tanah..”


Terakhir, Hye-na sendiri yg menceritakan bagaimana perasaannya. Hyun-jin bertanya: “Kenapa kamu ingin menjadi anak Ibu Soo Jin?”

“Karena dia adalah ibuku. Ibuku, yang paling kusayangi, dan aku bersyukur karenanya”


Sebagai penutup, Soo-jin berkata: “Aku sama seperti ibu lainnya. Layaknya ibu yg melahirkan anak, sesuatu yang serupa pun, terjadi di hatiku. Aku bisa mengorbankan hidupku demi Hye Na... an aku merasa kami punya ikatan batin. Dan juga... layaknya seorang anak yg dilahirkan... seorang ibupun telah terlahir beramaan dengannya...”

[... Satu bulan kemudian ...]


Hye-na dan Soo-jin berlarian di pesisir pantai, dibawah kawanan burng-burung yg tengah terbang berimigrasi.


“Ibu! Ibu sekarang sudah jadi ibuku?” teriak Hye-na

“Ya, putriku!..” jawab Soo-jin dengan bangga


Mereka duduk berdua.. di tengah ilalang, tempat yg sama persis dengan tempat yg dulu pernah menjadi tempat pertama kalinya Hye-na mencurahkan segala keluh-kesahnya keapda Soo-jin, untuk yg pertama kalinya..


“Apa Ibu kasihan padaku saat pertama kali melihatku?”

“Tidak, Ibu malah berpikir, ‘Ah, jadi anak lain seperti aku benar-benar ada!’,...”

“Tapi, sebenarnya.. aku sangat kasihan pada ibu...”

“Kenapa?”

“Ibu takut pada anak-anak”

“Jadi kamu tahu hal itu?”


“Saat Ibu membacakan buku itu (yg waktu Soo-jin pertama kali bawa Hye-na ke rumahnya, setelah lihat Hye-na duduk sendirian di pinggir jalan), Aku pun berpikir, bahwa seorang anak yang memiliki ibu sepertimu, pasti sangat bahagia memilikimu sebagai seorang ibu...”

“Ibu juga begitu. Ibu tahu kalau kamu menyukai buku itu. Dan kamu sangat ingin pergi melihat burung juga. Karena itulah... untuk pertama kalinya, Ibu berpikir bahwa seorang ibu yang punya anak sepertimu pasti sangat bahagia”

“Semuanya terasa seperti dulu. Saat itu, aku tidak tahu apa arti perkataan itu ....‘Saat burung mulai terbang menuju Mesir, mereka sebenarnya sudah berada di Mesir’...”

“Sekarang kamu sudah tahu apa artinya?”


“Sewaktu aku dalam pelarian dengan Ibu... kupikir tidak masalah jika aku tidak bisa pergi ke Islandia. Karena, asalkan  aku bersama Ibu... aku merasa seperti sudah berada di Islandia...”


“Bu, aku ingin menulis sepucuk surat. Kepada Hye Na yang dulu”

“Apa yang ingin kamu tulis?”

“Hye Na.... Jangan menangis. Kamu juga bisa bahagia. Aku akan memelukmu. Aku baik-baik saja sekarang...”


“Ibu baik-baik saja sekarang?”

“Iya.. Ibu bahagia sekarang. Dulu, Ibu... tidak pernah menyangka Ibu akan menjadi seorang ibu. Dan Ibu tidak pernah menyangka Ibu akan bertemu ibu kandungku lagi. Ibu tidak pernah menyangka, Ibu akan memeluk ibuku yang membesarkanku tanpa rasa penyesalan. Tapi Ibu benar-benar bahagia sekarang”

“Kurasa seseorang bisa memiliki begitu banyak ibu yang berbeda..”

“Tentunya.. Ibu saja punya tiga ibu, termasuk Bu Clara”


“Berarti... Ibu Hye Na juga ibuku, bukan?”

“Apa kamu memikirkan Ibunya Hye Na?”

“Aku tidak memikirkan hal-hal jelek. Karena aku bukan Hye Na lagi. Tapi... Kuharap ibunya Hye Na juga bisa bahagia. Karena aku sudah bahagia sekarang. Melegakan, bukan?”

“Iya.. Karena kita sudah bahagia sekarang...”


===] THE END [==

Terimakasih banyak, untuk seluruh readers yg udah setia mengikuti perjalanan Soo-jin dan Hye-na bersama dengan writer sinopsis, yg sering banget ngaret postingnya. 

Banyak hal yg bisa kita pelajari dari drama ini, terutama tentang sosok ibu yg tentunya sangat penting kehadirannya dalam hidup kita..

Ada yg sampe nangis bombay? Sama kok.. saya pun begitu, heheheh--- (dahliia)
Advertisement

4 komentar

Seneng coz happy ending,
Semoga g d hye na kecil lgi yg terluka,,
Thanks y min buat sinopsisnyaa,,

Seneng coz happy ending,
Semoga g d hye na kecil lgi yg terluka,,
Thanks y min buat sinopsisnyaa,,

makasih sinopnya min, saya blm sempat nonton tapi wkt baca sinop uda membayangkan adegan dlm film dan buat mata saya perih seperti habis di ditabur bumbu merica..

baca sinopsisnya aja mewek.. thanks buat sinopsisnya..


EmoticonEmoticon