3/20/2018

SINOPSIS Mother Episode 15 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 4

Hye-na mengendap-endap, keluar dari gedung teater... badannya yg mungil, membuatnya berhasil melewati penjaga tanpa ketahuan~


Soo-jin dan ibunya, duduk berdampingan di ayunan. Mereka membicarakan Yoon-bok, yg pastinya masih sangat dirindukkan oleh Soo-jin.. namun Soo-jin sadar, bahwa Yoon-bok harus melanjutkan hidup.. dengan jalan yg terpisah dengannya..


Kemudian, Young-shin mengingat momen-momen di masa lalu, ketika Soo-jin masih kecil dan duduk di ayunan ini bersama dengannya~


“Ibu ingin minta bantuan padamu. Bantuan yang agak sulit. Tapi kamu harus melakukannya. Karena ini mungkin permintaan terakhir Ibu...”

“Bantuan apa?”

“Temuilah Jung Jin Hong. Ibu sudah bilang ke dia, kalau kau akan menemui dia”

“Apa?”


“Ibu tidak pandai berbohong, jadi Ibu mau jujur saja denganmu. Ibu sudah meminta ibu kandungmu datang kemari, dengan baik-baik. Ibu hanya tidak ingin kamu berada di dekat sini. Pergilah jalan-jalan yang jauh dari sini. Ibu juga tidak ingin melakukan ini. Ibu tidak mau, tapi... Ibu perlu menyelesaikan urusanku sebelum Ibu meninggal”


Dengan bermodalkan sebuah peta, Hye-na berjalan sendirian menuju stasiun kereta. Tak ada, sedikit pun ekspresi ketakutan yg tersirat pada wajahnya.. Gadis kecil ini, dia berjalan dengan berani.. demi menemui ibunya..


Bu Nam datang menemui Young-shin, mereka pun berbicara berduaan dalam kamar.

“Terima kasih sudah datang.”

“Apa maksudmu? Akulah yang harus berterima kasih. Aku sudah lama ingin memberi hormat padamu. Tapi aku terlalu malu...”


“Aku penasaran, orang seperti apa kamu... Dan mirip siapa mata, hidung, dan bibir Soo Jin. Serta sifatnya yang keras kepala. Dan kepribadiannya yang dingin dan ambisius. Kecerdasannya, dan kepandaiannya...” 

“Pasti sangat berat bagimu melewati semuanya.. Sekali lagi, aku ingin mengatakan terima kasih...”

“Kau tak perlu terima kasih padaku karena aku telah membesarkan anak sendiri. Jujur, aku ingin minta bantuan, karena itulah aku memintamu datang...”


Soo-jin bertemu dengan Jin-hong, dia menceritakan segala hal yg terjadi pada Yi-jin dan Hyun-jin.. dan juga tentang perasaannya, “Aku penuh penyesalan. Sewaktu aku menghabiskan waktu dengan Yoon Bok... Aku selalu memikirkan Ibu. Dan memikirkan pasti dia menangis karena aku. Dan apa beratkah yang dia alami atau membuat dia kesal. Saat aku menyuruh Ibu untuk mengikhlaskanku, merelakanku dan aku bilang ke dia aku tidak membutuhkannya Ibu tetap mengharapkan kehadiranku. Dia tidak mau membiarkanku pergi sedikit pun dan selalu mendukungku. Sekarang, saat aku melihat Ibu... Ketika aku melihat ibuku yang seperti singa betina yang selalu penuh dengan energi yang berapi-api.. namun sekarang melemah, sakit-sakitan.. Rasanya seperti itu semua salahku...”


Young-shin.. meminta Bu Nam untuk kembali menjadi ibunya Soo-jin, karena dirinya sadar betul bahwa hidupnya telah sangat dekat pada kematian, “Aku merasa sangat kasihan pada anak-anakku. Tapi aku tiba-tiba berpikir... walaupun aku mati, Soo Jin-ku, setidaknya, masih bisa punya seorang ibu...”


“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu kalau aku mengatakan ini, tapi Soo Jin sudah dewasa sekarang, jadi menurutku dia tidak membutuhkan seorang ibu lagi. Dia dan aku cuma bersama sebentar... tapi kamulah yang benar-benar membesarkan anakmu menjadi pribadi yang hebat. Alasan aku tinggal dekat tempat tinggal dia, adalah karena aku tidak punya tujuan setelah aku bebas dari penjara. Bukan karena agar aku bisa berhubungan dengan Soo Jin.”


“Kalian berdua sangat mirip. Setelah mendengarmu berbicara, aku jadi mengerti. Jujur... Aku iri padamu. Aku menginginkan seorang anak sejak aku masih muda. Tapi itu tidak berhasil. Satu-satunya penyesalanku dalam hidup... ialah aku tidak melahirkan Soo Jin-ku. Dan orang yang membuatku iri... adalah orang yang melahirkannya. Aku yakin kalian berdua akan bertemu setelah aku meninggal. Karena kalian berdua terikat oleh ikatan terberat di dunia. Jadi, biarlah kalian berdua bertemu karena aku memintamu seperti itu. Hanya itu cara agar perasaanku bisa tenang. Lagi pula, aku telah menikmati saat-saat paling berharga dalam hidup Soo Jin... dan aku hanya menyerahkan sisanya padamu...”


“Aku... membawakan sesuatu. Kupikir lebih baik aku memberikannya padamu, daripada kusimpan sendiri...” ucap Bu Nam, yg kemudian memberikan beberapa pakaian dan foto Soo-jin ketika masih kecil, sebelum terpisah dengannya...


Dan sontak, hal tersebut membuat Young-shin tak kuasa menahan tangisnya T_T


Bebreapa saat kemudian, Soo-jin pulang dan melihat Young-hin tengah duduk.. dia potong rambutnya oleh Bu Nam.


“Hubungi Jae Beom, suruh dia datang makan malam disini. Ibu ingin semua orang bisa berada di sini hari ini...” pinta Young-shin pada Soo-jin


Hye-na telah duduk dalam kereta.. dia tersenyum bahagia, sembari meneguk sekaleng kopi late di tangannya~


Di kediaman Cha Young-shin, semua orang terdekatnya berkumpul untuk makan malam bersama. Tak ada rasa sedih.. semuanya tertawa, sambil bernostalgia kejadian-kejadian di masa lampau...


Bu Nam sempat membahas foto Soo-jin, yg sengaja dia ambil di tukang foto sebagai kenang-kenangan terakhirnya. Soo-jin sangat jarang tersenyum, tapi kala itu.. dia mau tersenyum di hadapan kamera..


Young-shin memuji satu per-satu putrinya yg menurutnya, memiliki kelebihannya masing-masing. Salah satunya, Yi-jin yg paling pandai memasak.. maka ibu berpesan, jika suatu saat nanti.. Yi-jin memasak makanan lezat ini, untuk orang-orang banyak, terutama anak-anak, “Karena ibu tahu.. bahwa kamu, sangat senang melakukannya..”


Dan Soo-jin, tiba-tiba dia memuji Jae-bum ahjussi.. yg selama ini, telah di anggap sebagai ayah untuk mereka. karena tanpanya, mereka tak akan lengkap..


Karena hari semakin larut, Young-shin bilang dirinya lelah dan ingin beristirahat. Dia pamit dan tersenyum pada yg lainnya.. kemudian meminta Soo-jin untuk mengantarnya, ke kamarnya~
Advertisement


EmoticonEmoticon