3/20/2018

SINOPSIS Mother Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 3

Hye-na menggambar jalan di petanya, kemudian di malam hari.. dia mengepak barang-barangnya dan menghitung uangnya,


“Aku punya peta. Dan aku tahu caranya. Aku sudah mengemasi tasku dan aku Cuma butuh sedikit uang lagi. 29.000 Won dikurangi 14.000 Won sama dengan... hmmm, Mungkin butuh sekitar 20.000 won lebih. Bagaimana aku bisa dapat uang segitu?” gumamnya pelan


Sendiiran, Yi-jin duduk di ruangan gelap.. meminum alkohol, sambil menonton rekaman video dokumenter, ketika dirinya masih kecil.. dirawat dan dimaja oleh Soo-jin serta ibunya.


Tanpa dia sadari, perlahan air mata mulai metes membasahi pipinya. Dia kemudian, berjalan ke kamar anaknya dan berbaring disampingnya..


Esok paginya, Yi-jin telah berada di rumah ibunya. Seakan tak terjadi apa pun dia memasak untuk yg lainnya, seperti biasa..


Dia membuatkan sup ikan untuk Young-shin, “Aku masih marah. Aku marah pada Ibu... juga marah pada Unni. Dan marah pada diriku...” ujarnya
“Maaf..” ucap Young-shin, “Kamu tahu Ibu jarang minta maaf, 'kan? Tapi Ibu minta maaf... Maaf karena telah menyakitimu” tambahnya


“Aku selalu khawatir kalau aku gagal jadi putri Ibu. Itu sebabnya... aku berharap jika aku putri kandung Ibu...”

“Semua momen yg membuat Ibu bangga ketika melihatmu tumbuh dewas, Ibu ingat semuanya. Saat kamu pertama memanggilku ‘Ibu’, Melihatmu saat lomba main piano... tanpa gugup sama sekali. Ibu sangat gugup hari itu sehingga Ibu minum obat penenang. Dan si kembar... Saat kau bersikeras ingin melahirkan secara normal... setelah sudah terlalu lama mengandung. Mengingat hal itu membuat Ibu sedih bahagia..”


“Yi-jin, peluklah ibu.. Rahasiakan ini dari kakakmu, kalau sebenarnya Soo Jin tidak pernah membuat Ibu sebahagia itu sebelumnya. Kalau Ibu tak memilikimu... bagaimana Ibu bisa bertahan selama bertahun-tahun seperti ini? Juga, di keluarga kita hanya kamulah yang paling mirip dengan Ibu...”


Anak-anak dari panti, pegi keluar karena ada acara meonton di bioskop. Mereka semua telihat begitu bahagia.. di awal, Hye-na pun tertawa bersama dengan mereka..


Tapi, ketika semua anak fokus pada film-nya.. Hye-na malah memanfaatkan kesempatan itu, untuk melarikan diri~


Hyun-jin menemui ibunya, dia duduk disampingnya lalu dengan tenang, dia bertanya: “Bu.. Aku juga, bukan putri kandung ibu, ya?”


Sontak tangis Young-shin pecah, “Kamu sudah tahu semuanya?”


Hyun-jin malah tersenyum, lalu mengatakan: “Begitu rupanya. Tapi, asalkan Ibu tahu... hal itu, sama sekali tak penting bagiku. Karena kami bertiga... menerima banyak kasih sayang dari Ibu sewaktu kami tumbuh besar...”


“Kau tak mau tahu siapa orang tua kandungmu?”

“Tidak. Aku... menjadi putri Ibu dan menjadi adiknya kakakku, aku sudah senang dalam kondisi yg seperti itu. Jika... aku bisa terus hidup begini, aku tidak----”

“Jae-beom ahjussi, selalu ada untuk kita.. dia sangat baik pada kita.. Dan semua itu berkatnya sampai Ibu bisa membesarkan kalian bertiga..” ungkap Young-shin


Namun, Hyun-jin memotong pembicaran mereka sampai disini saja. Dia bilang, dia tak ingin mengetahui semuanya secara langsung. Biarlah.. secara pelan, seiring waktu berjalan, dia mengetahui hal yg lainnya~


Soo-jin memenui Jae-bum yg keliahtannya tengah menangis seorang diri, “Ahjussi, kenapa?”

“Ibumu... memanggil Hyun Jin. Dia akan memberitahunya. Hyun Jin itu... aku kasihan padanya. Jika dia tahu kalau aku ini ayahnya dia pasti sangat malu. Bagaimana nanti dia melanjutkan hidup?”


“Memangnya hidup Ahjussi memalukan? Kamu melakukan segalanya dan berbuat apa pun demi keluarga kami!”

“Aku... tidak pernah menganggap Hyun Jin sebagai putriku. Maksudku, dia sama sekali tidak mirip denganku! Dia sangat pintar, dan begitu baik. Cuma memperhatikannya dari kejauhan saja... itu sudah cukup bagiku. Ah, aku harus bagaimana? Apa aku pergi dari rumah ini saja, atau... aku hidup seperti ini saja?”

“Ini memang memakan waktu lama... tapi dia akan mengerti dan menerimanya.”


“Soo Jin. Tolong bantu Hyun Jin-ku. Tolong bantu dia... supaya dia tidak terlalu syok...” pinta Jae-bum dengan suaranya yg lirih


Berikutnya, Soo-jin langsung menemui Hyun-jin yg tengah menyendiri dalam kamarnya,

“Apa Unni... juga telah mengetahuinya?”

“Sedikit....”


Jadi dulu, ketika Soo-jin masih kecil.. Jae-bum ahjusii selalu mengantar dan menjemput Hyun-jin untuk bermain bersama dengannya. hingga suatu hari, ibu bilang.. Hyun-jin adalah adiknya, dan mereka harus mengatakan hal itu kepada orang lain..


“Kurasa Ahjussi... kesusahan membesarkanmu sendirian. Jadi Ibu memberitahunya kalau kamu harus dibesarkan oleh kami semua. Dan saat kamu masih di TK... kamu secara resmi menjadi adikku. Aku senang, karena kamu anak yg sangat cantik... Aku bahkan bangun tengah malam untuk melihatmu. Kami semua sangat mencintaimu. Kami mencintaimu karena dirimu dalah kamu... dan tidak peduli kamu anaknya siapa..” papar Soo-jin yg kemudian betanya, “Apa kamu kecewa?”


“Tidak. Aku baik-baik saja. Karena aku sama dengan kakakku. Aku hanya... merasa tak nyaman pada Ahjussi. Dia mengantarku ke sekolah dan menjemputku tiap pagi dan malam... dan saat aku diwisuda, dia sangat bahagia. Dan ketika aku kerja di kantor surat kabar... Ahjussi menangis. Ahjussi akan selalu melakukan segalanya di hari ulang tahunku, tapi aku tak suka hal semacam itu. Dan secara tak sadar, sepertinya aku memang telah menyadari, bahwa aku adalah orang yg sangat penting untuknya.. Namun, aku tak bisa buru-buru menyebutnya ‘ayah’.. Tolong katakan pada ahjussi, kalau aku ingin hubungan diantara kami tetap berjalan biasa, seperti sebelumnya..” ungkap Hyun-jin
Advertisement


EmoticonEmoticon