3/20/2018

SINOPSIS Mother Episode 15 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 2

Mungkin banyak yg bertanya, mengapa setelah bebas dari penjara.. Soo-jin tak pernah menemui, atau bahkan menelpon Hye-na?

Ternyata.. hal tersebut karena hukuman yg dia terima. Hakim, dengan tegas melarangnya untuk berhubungan dengan Hye-na atau pengasuhnya sepanjang masa hukumannya, yakni selama satu tahun enam bulan..


Cha Young-shin pulang kerumahnya. Dia tak ingin melanjutkan kemoterapi atau perawatan apa pun di Rumah Sakit, dan berpesan untuk tidak dilakukan tindakan CPR ketika dirinya tiba-tiba mengalami kondisi yg kritis.


Yi-jin tak setuju akan hal itu.. dia bersikeras, meminta ibunya untuk tidak menyerah. Namun yg lainnya, terlihat pasrah.. karena mereka sadar, bahwa semua tindakan medis itu hanyallh upaya untuk memperpanjang usia dengan cara yg menyiksa,

“Jadi? Maksud kalian semua, kalian mengkikhlaskan keadaan Ibu? Aku sih tidak bisa! Aku akan selamatkan Ibu! Aku akan memakai cara apa pun untuk menyelamatkanya!!!!” tegas Yi-jin


“Ibu sudah putuskan kalau Ibu akan mati di rumah ini. Ibu tak mau mati di ICU yang rasanya seperti lemari penyimpanan. Ibu tak suka tatapan orang-orang yang bekerja di rumah sakit. Tidak ada satu orang pun yang jujur di sana.  Wajah mereka yang prihatin mengingatkan Ibu pada wajah para pekerja department store. Ibu hanya ingin mati di rumah sendiri sementara Ibu masih bisa berpikir jernih. Bisakah Ibu melakukannya, putriku?” papar Young-shin, yg seketika membuat Yi-jin tak kuasa menahan air matanya


Beberapa saat kemudian, tinggallah Soo-jin yg menemani ibunya sembari membacakan dongeng.

Dengan sura lemahnya, Young-shin berpesan: “Soo Jin-aaa, Saat Ibu mati...  pergilah ke ibu kandungmu.  Dan urus Kartu Keluarga-mu, supaya kamu terdaftar sebagai anaknya.  Dan jika Ibu jadi kamu, Ibu akan berganti nama, menjadi Nam Soo Jin....”

“Apa maksud Ibu?”


“Sudah Ibu bilang, 'kan?  Ibu berjanji, akan melepaskanmu, jika ibu kandungmu muncul. Karena Ibu sadar...  kamu bukanlah putri Ibu. Ibu merasa kamu juga begitu... selama ini, ibu pikir Ibu sangat mencintaimu.  Tapi sebenarnya, Ibu hanya bersikap egois dengan memikirkan diri ibu sendiri.  Jadi, pergi... Pergilah... dan anggaplah semuanya tak pernah terjadi. Seolah-olah kamu tak ditelantarkan...  atau menelantarkan siapapun.  Kamu harus hidup seperti itu”

“Aku Kang Soo Jin.  Dan ibu adalah ibuku. Aku belum pernah tidak menjadi putrinya Ibu. Ibu juga tahu, bahwa sikapku selama ini...  membuatku gagal menjadi dewasa.  Tolong jangan mengusirku, Bu. Beri aku kesempatan...”

“Kamu mengatakan ini...  karena merasa kasihan bila Ibu sekarat begini. Tapi mendengar kamu berkata begitu, setidaknya membuat hati ibu menjadi lega”


Berpindah ke panti, terlihat Hye-na yg tengah mengisi buku hariannya, yg kali ini berisi cerita tentang seorang temannya yg bernama Tae-hwa,


“Tae Hwa umurnya enam tahun. Dia tak bisa bicara dengan orang asing. Kakaknya meninggal tiga bulan lalu, dan dikuburkan di perbukitan. Suatu hari, Tae Hwa diusir dari rumahnya saat ia hanya mengenakan pakaian dalam... jadi dia duduk di depan warung kimbap sambil menangis Dan Ahjumma warung itu melihatnya dan bertanya kepadanya ‘Nak, kenapa menangis, Kamu lapar? ...’Aku mau makan daging babi goreng. Aku mau makan kimbap. Aku mau makan Tteokbboki’... Itu semuanya, merupakan hal yang ingin Tae Hwa katakan. Tapi ternyata, dia tidak bisa .mengatakannya, dia hanya bisa menangis Tapi untungnya, ahjumma itu memberinya makanan daging babi goreng dan kimbap, dan tteokbboki. Dan dia melaporkannya ke polisi, jadi dia pun datang ke panti ini  Tae Hwa akan segera diadopsi Jadi dia selama ini latihan bicara. Karena bisa gawat bila tak lancar bicara dengan orang tua barunya. Aku tidak mau diadopsi. Aku tak mau membiarkan ini terjadi Kalaupun iya, aku tak mau mengatakan apa pun sampai aku mati”


Tiba-tiba, Tae-hwa mengajak Hye-na ke sebuah tempat yg sepi, kemudian dia memberikan seluruh uang tabungannya, “Semoga kamu berhasil..” ucapnya


“Terimakasih.. aku akan berusaha..” jawab Hye-na sambil memeluknya erat


Ketika sendirian, Hye-na membuka komputer dan melihat harga tiket, dari Moryoung menuju Seoul~


Kemudian, ketika kelasnya tengah berlangsung.. tiba-tiba, Hye-na mengacungkan tangan, dan bilang bahwa dirinya ingin memiliki sebuah peta,

“Peta? Baiklah.. bu guru akan membelikannya untukmu..”


Soo-jin melakukan kegiatan rutinnya, yakni membacakan buku dongeng disamping Young-shin. Sebelumnya, Hyun-jin telah melakukan hal itu.. tapi Young-shin mengeluhkan, gaya baca Hyun-jin yg seperti tengah membaca berita..


Hyun-jin sendiri, sedang merapikan tanaman dalam ruang kaca. Namun tiba-tiba, dia melihat gundukan tanah yg aneh.. dan ketika digali, terdapat wadah yg diatasnya bertuliskan ‘Rahasia Terbesar: Jangan Dibuka’


Hyun-jin duduk di ayunan, perlahan.... dia membuka wadah tersebut, yg isinya tersimpan beberapa kaset serta selembar berkas surat adopsi, yg berisi ‘Nama anak: Baek Yi-yeon, Nama orang tua kandung: tidak ada, Nama orang tua adopsi: Cha Young-shin’


Dalam kamarnya, Hyun-jin memutar kaset yg disimpan dalam wadah tersebut. Isinya, adalah video dokumenter ketika Young-shin membawa pulang seorang bayi dan memperkenalkannya sebagai adik Soo-jin~


Dibawah, Yi-jin baru saja menyelesaikan masakannya. Dia pun memanggil para kakaknya untuk turun. Tapi, karena tak ada yg menyahut, makanya dia menghampiri mereka satu persatu,


Yi-jin masuk ke kamar ibunya, “Ayo makan siang...” ajaknya. Tapi ibunya bilang, Soo-jin booleh pergi seusai membacakan cerita untuknya,


Berikutnya, Yi-jin berjalan menuju kamar Hyun-jin, yg masih menonton film dokumenter kehidupan Cha Young-shin,..


Video itu direkam, tepat pada hari ulang tahunnya Soo-jin kecil, yg berharap bayi tersebut bisa menjadi bayi ibunya yg sesungguhnya, “Aku tak mau Yi Jin, diadopsi sepertiku. Aku mau dia menjadi putri kandung Ibu. Kalau suatu saat, bayi ini tahu ibu kandungnya menelantarkannya, bagaimana...” papar Soo-jin

“Kamu khawatir dia akan kesulitan seperti dirimu? Baiklah. Anggap saja Yi Jin ini anak yang Ibu lahirkan. Tidak ada yang tahu kecuali jika kita mengatakan sesuatu. Kamu bisa rahasiakan semuanya?” tanya Young-shin


Pada waktu yg bersamaan, Yi-jin datang dan dia melihat serta mendengar apa yg terjadi dalam rekaman itu, “Ini Apa?!? Kamu dapat video itu, darimana?! Siapa bayi itu? Dia bukan aku!”


Bergegas,, Yi-jin kembali masuk ke kamar ibunya dan mencecar mereka dengan beragam hal, untuk mempertanyakan maksud dari video serta berkas adopsi yg baru saja dia lihat, “Apa selama ini..., kalian bersenang-senang? Bagaimana kalian bisa mempermainkan orang seperti ini?”


“Yi-jin bukan seperti itu.. aku yg telah meminta ibu untuk melakukannya.. Karena aku tak mau kau berakhir sepertiku. Setelah aku syuting program TV dengan Ibu... semua orang mengasihaniku, tidak peduli ke mana aku pergi. Aku tidak mau kau berakhir seperti itu. Aku ingin melindungimu lebih dari orang lain.” jelas Soo-jin, “Kupikir aku bisa melindungimu selamanya...” tambahnya

“Tapi ini tak melindungiku, Unni! Ini membuatku sakit hati!” tukas Yi-jin


Young-shin meminta yg lain untuk keluar, karena dia hanya ingin berbicara empat mata dengan Yi-jin. Namun Yi-jin menolak, “Tidak, kalian tetap di sini! Ibu jelaskan saja, semuanya di depan mereka. Dan jangan katakan kalau aku putri kandung Ibu karena aku dibesarkan Ibu. Katakan yang sebenarnya. Aku tak mau dibodohi seperti orang bodoh lagi!” teriaknya

Dalam kondisinya yg lemas, Young-shin mencoba untuk menjelaskan perasaannya, “Sejak Ibu pertama melihatmu... Ibu langsung menganggapmu sebagai putriku. Apa Ibu tak berhak menjadi ibu kandungmu... karena Ibu tidak melahirkanmu?”


“Yi-jin aaa... peganglah tangan ibu. Kita pegangan tangan dan bicaralah seperti sebelumnya, ya? Kemarilah, putriku.” pinta Young-shin


Namun Yi-jin menolak, dan langsung pergi dengan membawa wadah berisi rasahasia tentang adopsinya~


Advertisement


EmoticonEmoticon