3/13/2018

SINOPSIS Mother Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 14 Part 3

Hye-na tengah menulis buku diary-nya, tapi tiba-tiba datanglah kepala panti yg duduk dihadapannya dan bertanya: “Bisakah ceritakan sedikit tentang saat kau tinggal dengan ibumu? Apa ibumu pernah memukulmu?”

Hye-na tak mau menjawabnya, apalagi sebelumnya dia dipersilahkan untuk tidak menceritakan apa pun, jika memang tak ingin menceritakannya.


“Ibu paham kamu tak mau membicarakannya. Tapi ibumu, akan disidang dan bu guru perlu tahu, apakah jika dia pernah memukulmu atau jika dia pernah mencoba untuk meyakitimu..”

“Kalau aku bicarakan apa ibuku akan dihukum?”

“Yah, tergantung dari apa yang kamu ceritakan.”

“Aku... tak ingin menceritakan apa pun..”

“Kamu pasti khawatir Ibumu akan dihukum karenamu. Tapi... kalau tak mau cerita apa pun, maka ibumu akan dibebaskan tanpa dihukum sama sekali. Dan nanti... kamu harus tinggal bersamanya lagi. Kau mau seperti itu?”


Berpindah ke ruang persidangan Ja-young, disana ada bu Guru Ye-eun yg tengah memberikan kesaksiannya. Namun sayang sekali, kesaksiannya tak terlalu kuat di mata hukum karena dia tak pernah melihat tindakan KDRT secara lansgung dan hanya via rekaman suara yg diberikan Soo-jin.

Berikutnya, adalah giliran ibunya Won-hee yg memberikan kesaksian. Sebelum berbicara,  lebih dulu.. rekaman pembicaraannya dengan Seol-ak diperdengarkan pada seluruh hadirin,


Untuk memperjelas kronologisnya, dia rela menceritakan insiden kelam yg membuat putranya sampai meninggal, “Lee Seol Ak... nyaman bermain bersama anakku. Dia melempar bola pada anak berusia lima tahun yang malang... Dan pernah suatu saat Won Hee dipukuli dengan bola bisbol tepat di matanya dan membuatnya mendapat 10 jahitan atau lebih. Dokter bilang dia mengalami patah tulang orbital. Pada saat itu, aku bilang pada dokter di UGD, jika Won-hee sedang berjalan melewati taman bermain dan terkena lemparan bola bisbol. Aku yakin hal serupa terjadi pada Hye Na juga. Dia mungkin bilang dia terkena bola di jalan. Itu sebabnya gendang telinganya pecah...”


“Yang Mulia! Saksi sedang mencoba menyangkut pautkan ke masalah yang sama sekali tidak relevan!” sanggah pengacara Ja-young


Tapi kemudian, ibu Won-hee tetap melanjutkan ceritanya, “Untuk datang kesini, banyak hal yg ku korbankan. Tak apa, jika aku sampai diselidiki polisi, karena tindakanku yg telah membiarkannya mati begitu saja. Yang jelas.. ada satu hal yg benar-benar ingin kutanya pada Ibunya Hye-na..”


“Kau tahu, 'kan? Kau tahu apa yang Lee Seol Ak lakukan pada Hye Na. Kau tahu itu semua?” tanyaya

“Aku... tahu tentangmu. Pacarku pernah menyinggung namamu padaku. Katanya anakmu terlalu berisik dan membuatmu kerepotan dan kau bahagia setelah anakmu mati. Dan, melihat dirimu sekarang kau memang kelihatan lebih bahagia.” Jawab Ja-young dengan begitu tenang


Saksi berikutnya adalah Cha Young-shin. dia menunjukkan foto Hye-na ssat disekap yg dikirim ke ponselnya untuk minta tebusan sebesar 500 juta won, “Lihatlah foto itu! Tangan dan kakinya diikat! Dan lihat ekspresi anak itu! Mereka berdua (Ja-young dan Seol-ak) telah menghancurkannya secara emosional. Jika memang tak aada niat untuk membunuh anak itu, kenapa mereka sampai mengirimkan foto mengerikan itu padaku?!”


Ja-young berdiri, lalu berteriak mengajukan pembelaannya, “Itu karena kalian semua menyakitiku! jadi aku ingin membalasnya! Semua yang kalian inginkan terpenuhi namun, kalian mengambil satu-satunya yang kumiliki. Ketika aku datang ke depan rumahmu untuk membawa Hye Na... Hye Na, yang keluar dari mobil yang bagus, di depan rumah yang bagus, mengenakan baju bagus tidak menggerakkan satu otot pun bahkan saat aku memohon padanya untuk pulang ke rumah bersamaku, ibunya! Apa ibu yang tidak punya uang tak berhak membesarkan anak daripada ibu yang kaya?”


“Hye Na bukan milikmu! Sebaliknya, malah tidak ada anak yang menjadi barang ibu mereka. Kau tidak berhak menertawakan Kang Soo Jin, putriku. Ibu macam apa yang menyiksa anaknya sendiri sebagai pion untuk membalas dendam? Kau bahkan tak lebih suci dari seekor binatang!” tegas Young-hin yg kemudian langsung terkapar pingsan, tak sadarkan diri


Melihatnya, sontak membuat seluruh anggota keluarga Young-shin berlari menghampirinya.. termasuk Hyun-jin. 


Ja-young yg melihatnya lansgung berteriak, “Wanita itu Reporter Kang Hyun Jin! Kubilang, dia sepertinya telah menerima sogokan dari Kang Soo Jin. Tepi ternyata, Wanita itu adiknya Kang Soo Jin! Anaknya Cha Young Shin!”


Terbongkarnya identitas Hyun-jin, membuat opini publik berputar 360 derajat. Dari asalnya membela Soo-jin, kemudian berubah jadi rasa simpati terhadap Ja-young.


Jin-hong menemui Soo-jin, untuk memberitahukan konsisi Cha Young-shin yg tidak lagi kritis, namun kondisi penyakitnya makin parah.

Berikutnya, dia bertanya mengenai keputusan Soo-jin yg bahkan, ingin melanjutkan persidangan tanpa di dampingi oleh pengacara,

“Itu karena menurutku tidak ada artinya lagi membela diri.” 

“Tapi kau harus bebas dari sini dan menengoki ibumu. Ibumu akan bertahan. Dia akan berusaha untuk bertahan. Tapi dia cukup lemah sekarang. Jadi kau harus kuat, Soo Jin.”


“Ini sangat... berat.”

“Aku tahu.”

“Tidak. Kau tidak tahu.”

“Tapi tetap saja, kau harus lebih kuat...”

“Kau tidak bisa mengerti, Dokter.”


Detektif Chang, mengunjungi panti tempat tinggal Hye-na kemudian berkomentar, “Dia kelihatan bahagia... Sepertinya dia baik-baik saja.”

“Kami juga hampir tertipu karenanya.”


“Maksudnya?”

“Hye-na.. sebenarnya bekas luka di hatinya lebih besar daripada anak-anak lain. Kami sudah bawa dia ke dokter. Hasilnya dia mengalami depresi dan kondisi terkait lainnya karena kegelisahannya. Tapi masalah terbesarnya... Hye Na tidak bisa mengatakan kalau dia kesakitan. Dia menghadapi kenyataan hidupnya, dengan menyangkalnya. Seperti bagaimana orang memaksa diri mereka sendiri memikirkan hal-hal yang mereka sukai kapan pun kita depresi atau sedih. Saat Hye Na pertama kali datang kesini dia bilang dia bukan Hye Na, tapi Yoon Bok. Bisa jadi Hye Na ingin menjadi Yoon Bok selamanya...”


Ketika Hye-na bermain sendirian, detektif Chang menghampirinya.. dia menyimpan tas milik Soo-jin, lalu duduk dissampingnya,

“Ahjussi, siapa?”

“Ada orang yang menyuruhku memberikan tas itu kepadamu”


“Apa ibuku... baik-baik saja?”

“Dia sepertinya sedang memikirkanmu.”

“Aku juga memikirkannya setiap hari.”

“Sebenarnya, paman adalah orang yg menangkap ibumu. Paman melakukannya, untuk bisa menemukanmu..”

“Apa ibuku... akan dipenjara?”

“Kita belum tahu. Karena, dalam persidangan, banyak hal yg dipertimbangkan. Misalnya, kenapa Bu Soo Jin membawamu pergi.... Atau apakah dia berusaha menyelamatkanmu atau tidak. Dan, jika dia mencoba menyelamatkanmu... sebesar apakah bahaya yang kamu hadapi. Apakah hidupmu dalam bahaya atau tidak. Atau jika kamu hanya sedikit kesakitan. Hal-hal itu, hanya kamu dan Bu Soo Jin yang tahu..”


Soo-jin tengah mengahadapi persidangan untuk kasusnya. Disana, ada rekan kerjanya yg tengah memberikan kesaksian.. kita tahu, bahwa dia lah orang yg pertama kali, menyaksikan gelagat aneh Soo-jin yg terlihat begitu gelisah, “Dia akan berangkat ke Islandia, jadi dia meminta bantuanku untuk memeriksa kondisi anak itu..”


Tetapi Jaksa menjatuhkan pembelaan tersebut, dengan mengajukan sebuah pertanyaan: “Jika terdakwa khawatir terhadap anak itu... kenapa dia minta bantuan anda, dan bukannya polisi, untuk mengawasi anak itu? Memangnya anda hebat? Memangnya anda punya banyak waktu luang?”


Tak bisa menjawab pertanyaan itu, dia hanya menegaskan bahwa dirinya sangat yakin.. Soo-jin menculik Hye-na dengan niatan yg baik!


Hakim mempersilahkan pihak Soo-jin untuk melakukan interogasi silang. Namun pengacara Soo-jin, menolak karena Soo-jin memang tak ingin melakukannya, “Mohon maaf, Yang Mulia. Terdakwa sudah merenungkan tindakannya... dan tidak berniat membela diri.”


“Jika dia sangat merenungkan kejahatannya, dia perlu menjelaskan alasan di balik tindakannya!”

“Ya, namun... Dia bilang, dia akan memecat saya jika saya melakukan pemeriksaan silang.”


Selanjutnya, giliran Detektif Chang yg duduk di kursi saksi. Jaksa memaparkan seluruh kesalahan Soo-jin di mata hukum.. dari mulai menculik Hye-na dengan cara membuatnya seolah-olah mati, hingga berencana pergi keluar negeri dengan menggunakan passpor ilegal, “Apakah tindakan itu rasional? Apakah tindakan itu wajar di mata hukum?”

“Tidak..” jawab Detektif Chang dengan ekspresi sedih
Advertisement


EmoticonEmoticon