3/06/2018

SINOPSIS Mother Episode 12 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 12 Part 3

Berbekal senter di tangan masing-masing, detektif berjalan menelusuri setiap ruangan dalam panti. Mereka meliihat beberapa kardus makanan, serta barang dan perkakas milik Seol-ak..


Ketika Soo-jin dan Jin-hong telah berhasil keluar dari ruang bawah tanah, Seol-ak siuman.. dia mengampil palu-nya lalu berjalan ke atas.


Melihat kehadiran detektif, Seol-ak tanpa ragu langsung menghajar dan hendak menghantamnya dengan palu. Namun, Detektif Chang muncul di waktu yang tepat. 


Sempat melakukan tembakan peringatan, tapi tak digubris. Akhirnya detektif Chang melumpuhkan Seol-ak, dengan cara menembakkan peluru tepat ke arah kakinya.


Dalam kondisinya yg pincang, Seol-ak berlari kembali menuju ruang bawah tanah. Disanya dia bersembuyi, dengan mengunci dirinya dari dalam~


Menyadari kalau Hye-na telah pergi, maka detektif Chang bergegas mengejarnya. Dia pun meminta juniornya untuk berjaga di tempat ini, hingga tim bantuan datang...


Dalam kondisi perdarahan yang cukup hebat, Seol-ak terduduk lemas di lantai. Matanya berkaca-kaca, dia melihat tali merah yg telah dia gantung dan langsung melemparkan bola bisbol miliknya sambil bekata, “Kubilang jangan tinggalkan aku disini sendirian!”


Dalam perjalanan, Soo-jin mengelus pipi Hye-na, lalu memeluknya erat sambil berkata: “Ibu datang terlambat yaa.. maaf.. ibu sungguh minta maaf..”


Dengan tergesa-gesa, Jin-hong mengatakan ada tas darurat dii bagian belakang mobil, dia pun meminta Soo-jin untuk memegang tas tersebut.


Setelah teringat momen-momen bersama dengan ibunya dulu, Seol-ak berkata pada dirinya sendiri, “Jangan menangis.. kau tak pantas untuk menangis..”


Dia mengeluarkan pemantik api dari dalam sakunya. Beberapa saat, dia hanya memerhatikannya.. lalu kemudian dia lemparkan benda tersebut dalam kondisi menyala.. tepat ke arah jerigen bensin berada..


Dalam waktu singkat, api mulai membara.. awalnya kecil, hingga akhirnya membesar, dan membakar seisi ruangan..


Seol-ak terdiam pasrah, dan dalam benakanya dia berkata: “Andaikan.. ibuku masih hidup... jika dia hidup kembali.. aku akan menjadi anak yang baik, bersih, pendiam dan tak pernah menangis. Aku akan bisa mengerjakan semuanya dengan baik. aku pun, ingin menjadi anak yang berbakti..”


Beberapa saat kemudian, polisi serta pemadam kebakaran tiba di TKP...


Bersamaan dengan itu, terlihat Ja-young yg tengah merapikan pakaiannya. Ponselnya berdering, ada pesan masuk dari Seol-ak yg isinya: ‘Maafkan aku, Ja-young aaa..’


“Oppa? Apa yang terjadi..” keluh Ja-young, yg kemudian menepon Seol-ak namun ponselnya tak aktif..


Tiba-tiba terdengar suara orang yang menggedor pintu, dan masuklah beberapa orang polisi yg langsung menunjukkan surat perintah penangkapan kemudia memborgol tangan Ja-young..


Detektif Chang menerima laporan dari juniornya. Ternyata, Seol-ak telah melakukan bunuh dirii di TKP,

“Hye-na bagaimana?”

“Kurasa, Kang Soo-jin telah membawanya dan melarikan diri..”

“Kalau begitu, dia pasti masih hidup..”


Polisi bekerjasama untuk mengejar mobil yang dikendarai oleh Jin-hong dan setelah menemukannya, mereka langsung melakukan pengejaran. Dengan sengaja, Jin-hong memacu mobilnya, dan dia baru berhenti setelah menabrak pembatas jalan..


Anehnya.. karena setelah diperiksa, detektif Chang tak menemukan orang lain di dalam mobil tersebut~~


Berita mengenai penculikan Hye-na dan kematian Seol-ak, ditayangkan diseluruh TV Nasional. Young-shin yang menontonnya, langsung panik dan khawatir akan kondisi Soo-jin..


Begitupula dengan Bu Nam.. yang pastinya sangat cemas. Memang dia tak mengatakan apa pun, tapi air mata terus mengalir membasahi pipinya.


Yi-jin yg melapor polisi pun, ikutan cemas.. dia menelpon Hyun-jin, meneceritakan semuanya dan bertanya: “Apakah eonni akan baik-baik saja??”


Jin-hong telah mendapatkan penanganan di RS. Disana ada detektif Chang yang lansgung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan seputar Soo-jin, namun sama seperti sebelumnya Jin-hong memilih untuk diam.

“Jika ana tak mau memberi keterangan, maka anda menjadi komplotan penjahatn dan hukumannya cukup berat!” ancam detektif Chang


Akhirnya, Jin-hong mau bercerita.. “Saat aku masuk ke ruang abwah tanah, pri itu telah membuat Yoon-bok berdiri dengan tali diatasnya. Kang Soo-jin yang duduk di kursi lain, mengalihkan perhatian pria itu. Karena itulah, aku mampu menghantam kepala pria itu dan menyuruh Kang Soo-jin serta Yoon-bok keluar darisana. Jika Kang Soo-jin tidak melacak orang itu dan mengikutinya sampai kesana, dan jika dia tidak mengalihkan perhatian pria itu.. maka sekarang, mungkin anda telah menemukan mayat Yoon-bok disana.. hanya itu saja yg kutahu..”


Berdua.. Soo-jin dan Hye-na berjalan menyusuri hutan yang sangat gelap. Hye-na kelelahan, maka Soo-jin menggendongnya.. padahal terlihat jelas, bahwa dia pun merasa begitu lelah.


Polisi berkumpul untuk mendiskusikan lokasi pelarian So-jin. Mayoritas menduga Soo-jin bersembunyi di rumah kerabat yg berada di sekitar lokasi yg dilalui oleh mobil Jin-hong..


Namun Detektif Chang curiga pada daerah perbukitan dan hutan.. yang nyatanya hanya ada sebuah kuil buddha disana,


Hye-na sadar bahwa Soo-jin meara lelah, maka dia minta diturunkan saja. Tapi Soo-jin bilang, dirinya masih kuat untuk berjalan..

“Bu.. bukankah rasanya, seperti kita berada dalam cerita itu?”

“Maksudmu, cerita tentang anak laki-laki dan perempuan yng tersesat? (Hansel & Gretel)“

“Padahal kukira, bagian yg paling menyeramkan telah usai..”

“Tapi sepertinya, tidak akan berakhir semudah itu..”

“Kita mau kemana, bu?”

“Kamu dengar suara itu? (seperti suara pentungan kayu)”


Hyun-jin menemui atasannya, untuk membeberkan berita yg dia tulis terkait kasuu Hye-na yg sekarang memang sedang hangat diperbincangkan. Dia tak menjelaskan posisinya yg merupakan adik dari Soo-jin, dia hanya mengatakan bahwa berita ini sangat akurat dan bersumber dari keluarga penculik.

Atasannya mempercayai hal tersebut, dan lansgung memintanya untuk mem-publikasi berita itu di halam utama website-nya~


Sungguh miris.. karena dalam ruang interogasi, hal yang membuat Ja-young histeris dan panik adalah keingintahuan-nya tentang kondisi Seol-ak..

Investigator, sampai berkomentar menyebutnya sangat aneh karena tidak peduli atau bahkan penasaran tentang kondisi putrinya sendiri~


Soo-jin sampai di sebuah kuil.. Disana, dia menemui seorang biksu yg tengah beribadah, dia memohon agar diizinkan untuk menginap ditempat ini semalam saja.


“Aku tak tahu situasimu seperti apa, tapi kuil kami tidak menerima Bodhisattva wanita di ruang tamu kami. Karena jika aku membiarkanmu tidur disini, segala macam rumor akan menyebar nantinya...”


“Aku akan bersujud sebanyak 108 kali!” ungkap Soo-jin, “Anda bilang, akan mengizinkanku tidur disini, jika aku melakukannya ‘kan? Karena itu lah yg anda katakan 20 tahun yang lalu..”
Advertisement


EmoticonEmoticon