3/04/2018

SINOPSIS Mother Episode 11 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 10 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 11 Part 2

Menyadari bahwa Hye-na telah dibawa pergi, Soo-jin bergegas mengendarai mobil Bu Nam untuk mengejar truk yang dikendarai Seol-ak.


Bu Nam panik.. dia tak mengerti apa yang sebenarnya tejadi, dan hanya bisa menatap kepergian Soo-jin, sambil berteriak memanggilnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Beberapa saat, Soo-jin memacu mobilnya di jalanan.. namun dia tak berhasil menemukan Seol-ak dan malah mengalami sebuah kecelakaan.


Mobilnya masuk kedalam selokan, karena menghindari seorang pejalan kaki yang hampir tertabrak olehnya.


Sementara Seol-ak sendiri.. sekarang tengah memarkirkan truk-nya di sebuah tempat yg entah dimana itu berada. Dia turun, kemudian masuk kedalam bagian belakang mobilnya..


Disana, kondisi sangat gelap dan terdapat berbagai macam perkakas. Dia pun membuka sebuah koper hitam, yang didalamnya terdapat Hye-na yang terbaring dalam kondisi mulut yg dibekap oleh lakban.


Lakban tersebut, dia lepas.. dan perlahan Hye-na membuka matanya, “Paman, sekarang jam berapa?” tanyanya dengan suara lesu

“Kenapa? Kau harus pergi ke suatu tempat?”

“Kami seharusnya, pergi naik perahu jam 11.30..”

“Begitu ya? Sepertinya, kalian berencana untuk pindah ke luar negeri..”

“Jadi, sekarang kami tak akan bisa pergi ‘ya?”

“Iya..”


Hye-na lalu bertanya, “Kita akan pergi kemana? Menemui ibu?”

Enggan menjawabnya, Seol-ak malah beranya balik mengenai kalung yg dikenakan Hye-na, “Darimana kau mendapatkannya?”

“Ini punyaku..”

“Kamu tak memiliki benda ini, saat pergi dari rumah.. kamu mencurinya?”

“Nenek yang memberikan ini padaku..”


Lebih jelasnya, Hye-na mengungkapkan bahwa nenek yg dia maksud adalah neneknya Yoon-bok.

“Maksudmu wanita tua itu? Aktris Cha Young-shin?” tanya Seol-ak

“Iya..” jawab Hye-na

“Kenapa wanita itu memberikan benda mahal ini kepadamu?” tanya Seol-ak

“Karena.. ini adalah benda yg sangat berharga, yaitu kalung keberuntungan..” jawab Hye-na, “Nenek mendapatkan kalung ini dari ibunya. Bagi nenek, orang yg paling berharga adalah ibunya Yoon-bok yg menganggapku sebagai orang yg paling berarti dalam hidupnya...”


“Kamu merasa dirimu berharga.. terhadap mereka, yg bukan siapa-siapa untukmu?” tanya Seol-ak sambil tersenyum meremehkan

“Ibunya Yoon-bok.. juga tidak dilahirkan oleh nenek tapi dia dianggap seperti anak kandungnya sendiri...” ujar Hye-na

“Tapi Ibu kandungmu.. mengatakan kalau dia tak mau membesarkanmu, bahkan sampai membuangmu ke tempat sampah! Lantas kau pikir, kamu orang yg berharga untuk mereka?” tanya Seol-ak

“Iya..” jawab Hye-na dengan sangat yakin


Beberapa saat tak sadarkan diri, Soo-jin akhirnya bangun.. dia mencoba untuk membuka pintu mobilnya, namun agak sulit. Untunglah, ada seorang warga yg melihat dan langsung membantunya.


Pria itu agak aneh, dia bertanya dengan nada memaksa tentang kepada siapa Soo-jin melaporkan insiden ini. Dan dengan gugup, Soo-jin menjawab, kalau dirinya baru saja menelpon pihak asuransi~


Ja-young mabuk.. dia berjalan pulang dalam kondisi yang sempoyongan. Tiba-tiba, ada telpon masuk dari Seol-ak, yang lansgung mengajukan sebuah pertanyaan untuknya: “Seandainya.. ada orang yg menculik Hye-na dan minta tebusan, bahkan mengancam untuk membunuh Hye-na jika tak diberi uang.. kira-kira,, berapa nominal yg akan kamu berikan pada si penculik?”

Jawaban Ja-young agak mengejutkan: “Memangnya, menjadi seorang ibu adalah tindakan kriminal? Kenapa aku harus membayar tebusan? Aku tak akan memberikan uang sepeser pun untuknya?!”


Setelah mendengar jawaban itu, Seol-ak langsung menceritakan rencananya.. yakni menculik Hye-na, demi mendapatkan uang tebusan dari keluarga Soo-jin.

“Oppa.. kenapa kamu membawa Hye-na.. Itu’kan tugasnya polisi?!” keluh Ja-young

“Aku tak bisa membiarkannya.. karena dia mengetahui sedikit info tentangku..” jawab Seol-ak, “Tentang mantan kekasihku dan anaknya..”


Pokoknya, Seol-ak menyuruh Ja-young untuk melakukan semuanya sesuai dengan instruksinya. Namun JA-young bertany-tanya, memang mereka mau memberikan uang demi menebus Hye-na yg bukan siapa-siapa untuk mereka?

“Pasti iya.. karena mereka adalah tipe orang yg merawat anak-anak seperti Hye-na..” jawab Seol-ak


Masuk kedalam truk, Seol-ak langsung memaparkan rencananya, yakni mengancam keluarga Soo-jin dengan mengirim foto Hye-na, “Kamu harus menelpon mereka, lalu minta tebusan 500 juta won yg dikirim besok pagi. Dan bilang saja.. kalau mereka tak mau melakukannya, maka Hye-na akan mati sambil menangis memanggil nama Soo-jin..”

“Bagaimana jika aku menolak?” tanya Ja-young


“Aku mengenalmu.. kamu tak akan menolak permintaanku. Jadi lakukanlah saja.. karena dengan uang itu, kita bisa pergi ke luar negeri dan tak pernah kembali kesini! Kalau memang tidak mau, yausdah.. kamu bisa tinggal berdua dengan Hye-na seperti sebelumnya..” papar Seol-ak sambil menaruh ponselnya didekat Hye-na

Sambil terisak, Ja-young malah bertanya: “Oppa.. kamu tak mungkin menelantarkanku ‘kan?”

“Aku ingin kamu bahagia.. kamu bilang, kamu bahagia ketika kita pergi ke pantai seperti waktu itu ‘kan..” jawab Seol-ak

“Seandainya.. kita tak mendapatkan uang itu, apa yg akan kamu lakukan pada Hye-na?” tanya Ja-young

Seol-ak malah bertanya balik: “Kamu inginnya bagaimana?”


“Oppa.. sudah kubilang, Hye-na itu telah meninggal.. aku serahkan semuanya padamu dan tak perlu menceritakan semuanya secara detail kepadaku. Karena aku.. tak ingin mengetahuinya..” papar Ja-young yg seketika membuat Hye-na bergetar menahan tangisnya


Setelah telponnya ditutup, Seol-ak mengambil foto Hye-na untuk dikirimkan pada keluarga Soo-jin.


Detektif Chang dan juniornya datang ke RS untuk menemui Jin-hong. Dia diminta menjelaskan hubungannya dengan Soo-jin..


Dengan jujur, Jin-hong menceritakan kronologis kejadian hari ini.. dimulai dari hilangnya Yoon-bok hingga Soo-jin yg sempat tinggal di apartemennya untuk beristirahat.

Tetapi ketika ditanya, apakah dia tahu perihal tindakan Soo-jin yg telah menculik Yoon-bok.. Jin-hong menyatakan, bahwa itu adalah rahasia pasiennya yg tak bisa dia ceirtakan pada siapa pun.. karena itu lah janjinya sebagai seorang dokter.

“Anak itu dalam bahaya! Kau harus jujur dihadapan polisi!”

Dengan begitu tenang, Jin-hong memaparkan pendapatnya tentang Soo-jin yg sangat perhatian terhadap Yoon-bok, bahkan jauh lebih perhatian dibanding ibu lain yg pernah bertemu dengannya.

“Melindungi seorang kiriminal adalah tindakan berat yg bisa membuatmu diseret kedalam sel tahanan! Bukankah anda masih ingin menjadi seorang dokter? Jadi, sekali lagi kutanya.. Kang Soo-jin ada dimana?”


Tiba-tiba, ponsel Jin-hong berdering.. ada telpon dari Soo-jin yg kebetulan masih menggunakan ponsel milik mendiang ibunya. Jin-hong berusaha terlihat biasa saja.. dia mengangkat telpon tersebut, “Bu.. nanti kutelpon balik..” ucapnya santai

Karena detektif terus bertanya tentang keberadaan Soo-jin, Jin-hong menjealskan bahwa diirnya tak mengetahui hal tersebut, “Aku tak bertanya, dia akan pergi kemana.. karena aku takut, momen seperti ini akan terjadi, yg membuatnya berada dalam bahaya karenaku..”


Dalam perjalanan pulang, Detektif Chang minta juniornya untuk memeriksa seluruh CCTV disekitar kediaman Jin-hong. Tapi lagi-lagi, juniornya berkomentar mengenai pendapatnya seputar sosok Soo-jin yg menurutnya adalah orang baik.

Masih sama seperti sebelumnya, detektif Chang tak suka dengan spekulasi tersebut. Malahan, dia sampai membentak juniornya, untuk tidak pernah lagi mengatakan hal serupa dihadapannya!


TKP kecelakaan Soo-jin telah didatangi oleh petugas asuransi yg mengurus semuanya. Disana, ada pula Bu Nam yg menemaninya dengan ekspresi penuh kekhawatiran~


Soo-jin menelpon Jin-hong dan menceritakan semuanya.. termasuk kecurigaannya terhadap sosok Seol-ak yg telah menculik Hye-na. Dia pun memintanya untuk segera berangkat menuju lokasi yg terdeteksi oleh GPS yg telah dipasang oleh temannya pada truk milik Seol-ak.


Anehnya.. truk tersebut, hanya diam di tempat yg sama selama 2 hari. Jin-hong menganggap hal tersebut sebagai taktik Seol-ak, “Dia telah merencakanakan semuanya dengan matang. Dia menggunakan mobil yg berbeda, suppaya Hye-na tak langsung mengenalinya..”

Untuk memastikannya sendiri, maka Soo-jin tetap mengajak Jin-hong untuk bertemu di lokasi GPS terlacak untuk yg terakhir kalinya~


Foto Hye-na yg tengah disekap dikirimkan ke ponsel Jae-bum ahjussi yg kebetulan tengah berada di rumah Young-shin. Dia termenung.. bingung mesti berbuat apa.. Yi-jin bertanya kenapa, namun Jae-bum tak menjawabnya dan langsung pergi menemui Young-shin setelah membaca pesan dari Ja-yong yang ingin berbicara dengannya.


Sendirian dalam kamar, Young-shin melihat foto tersebut kemudian berbicara dengan Ja-young via telpon. Dia dibuat murka.. dengan sikap Ja-young yang tanpa rasa bersalah, minta uang tebusan jika ingin Hye-na selamat,


“Dasar perempuan gila! Sekarang aku mengerti, kenapa Soo-jin melakukan semua ini!” ujar Young-shin

“Kang Soo-jin.. dia bertingkah sama sepertimu. Bertingkah ‘sok baik dengan cara mengambil anak orang lain!” tukas Ja-young

“Aku akan melaporkanmu pada polisi!” tegas Young-shin

“Silahkan saja.. laporkan jika anda ingin Hye-na mati! Aku tak tahu, kemana pacarku membawa Hye-na pergi.. yg jelas, ketika anda melapor polisi, maka aku akan memberitahunya dan dia akan membunuh Hye-na! Jadi.. melaporkan hal ini pada polisi, sama saja dengan membunuh Hye-na!” papar Ja-young


Young-shin marah.. dia berteriak histeris, “Dasar wanita jalang!?” umpatnya


Teriakannya terdengar hingga luar, dan tentu saja.. itu membuat Yi-jin panik. Dia menggedor pintu, “Bu.. kenapa? Ada apa? Kumohon buka pintunya?!” teriaknya
Advertisement


EmoticonEmoticon