3/27/2018

SINOPSIS Misty Episode 12 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 12 Part 3

Eun Joo menemui Detektif Kang untuk melaporkan Baek Dong Hye yang menghilang dan tidak bisa dihubungi sejak kemarin.


Baek Dong Hye mengintai Hye Ran yang berada di depan kedai makan.


Tae Wook masih berada di dalam kedai, dia tidak melanjutkan makannya. Saat akan sedang menuang soju, Detektif Kang meneleponnya.


Baek Dong Hye mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Hye Ran yang sedang menyeberang jalan. Pada saat yang tepat Tae Wook menyelamatkan Hye Ran yang hampir ditabrak oleh Baek Dong Hye.


Hye Ran tampak terpukul, sementara it Baek Dong Hye melarikan diri.


Tae Wook mengantar Hye Ran pulang, dia meminta Hye Ran untuk berangkat kerja bersamanya. Besok Tae Wook akan menjemput Hye Ran dan juga mengantarkannya pulang setelah kerja. Hye Ran menolak ajakan Tae Wook, tapi Tae Wook tidak menggubrisnya.
“Sampai jumpa besok pagi, Bu Go. Selamat malam.”


Dengan menahan emosi, Tae Wook datang ke sebuah cafe menemui Detektif Kang dan Eun Joo. Dia bertanya pada Detektif Kang apa yang terjadi.
“Seperti yang kukatakan di telepon, manajer Kevin Lee, Baek Dong Hyun...”
“Aku bertanya kepadamu kenapa dia mengancam istriku.”
“Dia percaya kalau Bu Go membunuh Kevin Lee. Karena itu...”


Tae Wook segera beralih ke Eun Joo dan menuduhnya kalau itu adalah tipu dayanya.
“Kamu memfitnah dan mengancam Hye Ran. Kamu bahkan ke kantornya dan mempermalukannya. Sekarang, kamu menyuruh orang untuk mengancamnya?!”
“Dengar, Pak Kang. Aku meneleponmu untuk mencegah hal itu terjadi. Aku menemui Detektif Kang karena kamu mengabaikan teleponku.”
“Kenapa tiba-tiba kamu mencemaskan Hye Ran?!”
“Aku bukan mencemaskannya. Aku mencemaskan Dong Hyun. Semua akan berakhir saat Hye Ran terbukti bersalah di pengadilan. Jika Dong Hyun bertindak bodoh, malah dia yang akan disalahkan.”
“Kamu pikir aku akan kalah di persidangan?”
“Kudengar ada seorang saksi. Sehebat apa pun kamu sebagai pengacara, kamu tidak bisa membalikkan keadaan di situasi seperti ini.”
“Aku akan meminta surat perlindungan terhadap Dong Hyun besok pagi. Jika dia mencoba mengancam kami lagi dengan cara yang tidak lazim, akan kulaporkan dia atas tindakan pemerasan.”


Setelah kembali ke kantornya, Detektif Kang masih terbayang saat Tae Wook berbicara dengan Eun Joo.
“Kamu pikir aku akan kalah di persidangan?” mungkin menurutnya ada sesuatu dibalik ucapan Tae Wook.


Pak Jung sedang asik bernyanyi dan berjoget dengan seorang temannya di sebuah karaoke. Dia harus menghentikan aksinya saat Tae Wook menghubunginya.


Pak Jung keluar dari ruangan untuk berbicara dengan Tae Wook. Tae Wook bertanya apakah Pak Jung sudah menemukan informasi tentang saksi itu.
“Dia biasanya tidak menutupi rahasia begini, tapi dia belum memberitahuku apa pun. Jaksa Byeon pasti memintanya merahasiakan itu. Dia terus bercerita tentang kehilangan pekerjaan. Dia juga tidak berhenti bernyanyi selama dua jam. Aku harus bagaimana?”
Tae Wook hanya diam mendengar Pak Jung yang kebingungan.


Dari depan sebuah mini market Myung Woo mengintai Baek Dong Hye yang sedang bertransaksi di kasir.


Myung Woo lalu masuk ke mini market itu dan berpura-pura membeli sesuatu. Tapi Baeok Dong Hye melihatnya dari kaca. Lalu Dong Hye berujar kalau dia lupa membeli kimchi. Dong Hye menunduk di balik rak dan saat Myung Woo lengah dia keluar dari mini market.


Myung Woo mengejar Dong Hye melalui gang-gang sempit. Dia akhirnya bisa meraih Dong Hye dan memukulnya hingga terjatuh, mereka berkelahi Myung Woo pun terjatuh dan ponselnya terlempar. Dong Hye melihat ponsel Myung Woo yang menyala karena ada panggilan masuk, Dong Hye bisa membaca nama Kang Tae Wook di layarnya.


Myung Woo menarik kerah baju Dong Hye, dan saat Myung Woo lengah Dong Hye menghantam kepala Myung Woo dengan sebuah batu lalu melarikan diri.


Dengan pelipis yang berdarah, Myung Woo mengambil ponselnya dan berbicara dengan Tae Wook.


Pak Jung mengendarai mobil Tae Wook untuk menjemput Hye Ran, di depan rumah ada sebuah taksi yang sedang menunggu. Pak Jung lalu memberikan uang kepada sopir taksi itu dan memintanya untuk pergi.


Pak Jung lalu memberitahu Hye Ran kalau Tae Wook memintanya untuk menjemput Hye Ran karena Tae Wook harus menemui Jaksa Byun yang hanya ada waktu pagi ini.
“Dia pergi menemui Jaksa Byun?”
“Ya, tampaknya ada saksi, tapi dia tidak mau terbuka. Pengacara Kang ingin menemuinya untuk mengorek informasi. Baiklah, ayo. Aku akan mengantarmu ke stasiun penyiaran dengan selamat.”


Kang Tae Wook berada di kantor Jaksa Byun, dia berusaha memperoleh informasi mengenai saksi yang akan dihadirkan di persidangan.
“Kudengar ada saksi mata. Aku ingin tahu kenapa dia tidak ada dalam daftar saksi.”
“Kamu hebat mengumpulkan intel. Padahal, kami sudah berusaha agar informasinya tidak bocor. Tapi sepertinya kabar itu sudah sampai ke telingamu.”
“Siapa saksi mata itu?”
“Kamu akan bertemu dengannya di persidangan. Kenapa buru-buru? Kamu tahu tidak ada gunanya memiliki saksi mata jika tidak bisa membuktikan pernyataan saksi itu, bukan? Karena itu, saat ini, aku sangat sibuk. Aku harus memastikan pernyataan saksi itu sempurna secara objektif dan subjektif supaya berguna untuk kami.”
“Tidak perlu repot mengungkapkan kebenaran. Kamu hanya perlu membuktikannya.”
“Lalu, kamu berhasil membuktikan kebenaran yang kamu maksud itu? Bukankah kamu berusaha menutupi kebenarannya?”
“Kamu bisa membagi informasi orang itu.”
“Ayolah. Aku belum menyebutkan soal saksi mata itu secara resmi. Wajar jika aku tidak bisa memberitahumu informasi pribadinya.”
“Taktik macam apa yang kamu gunakan?”
“Entahlah. Lihat saja betapa serunya nanti.”


Pak Jang sudah mengetahui kalau kejaksaan mempunyai saksi mata. Tapi Hye Ran mengajukan naskah  berita kalau itu adalah kebohongan.
“Kejaksaan malu karena menahan tanpa surat perintah. Mereka berniat menjatuhkan aku sampai mendakwaku. Mereka bisa saja membuat skenario itu.”
“Lalu, apa rencanamu?”
“Kejaksaan sudah bekerja sama dengan tempat itu. Ayo cari tahu cara yang mereka ambil untuk menenangkan media dalam laporan penyidikan 70 menit.”
“Tujuan akhir kejaksaan adalah membuktikan kamu bersalah. Walaupun gagal, mereka sangat mampu menjatuhkanmu. Mereka akan lebih memojokkanmu daripada kamu mempermalukan mereka. Jadi, kamu tidak peduli soal melaporkan prosesnya di TV?”
“Sudah kusampaikan kepada Anda. Aku sudah jatuh. Aku tidak akan rugi apa pun. Tidak ada lagi yang perlu aku takutkan.”
“Tidak! Aku tidak akan mengizinkan rencana ini! Media harus objektif dan adil. Jika media memihak dan kehilangan keseimbangan, masa depan media akan hancur. Ingat itu.”
“Apa pun yang Anda katakan, aku akan tetap melaporkannya.”
“Kubilang, tidak.”
“Akan kulaporkan.”
“Kamu berusaha keras menghancurkan dirimu sendiri. Kalau begitu, silakan! Berbuatlah sesukamu!”


Lee Yeon Jung yang sedang lewat di depan ruangan Pak Jang lalu menguping perdebatan antara Hye Ran dan Pak Jang.
Advertisement


EmoticonEmoticon