3/27/2018

SINOPSIS Misty Episode 12 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 12 Part 2

Kang In Han memanggil Tae Wook untuk memberitahunya kalau Hye Ran meminta Kangyool menangani kasusnya. Tae Wook pun menerima tawaran untuk membela Hye Ran.


Sedangkan saat itu Tae Wook masih terbayang saat Hye Ran mengajaknya untuk bercerai. Karena Hye Ran sangat merasa bersalah padanya dan hatinya sakit kerana itu.


Secara resmi Tae Wook memperkenalkan dirinya sebagai pengacara dari Kanyool Law Firm untuk membela Hye Ran. Hye Ran yang masih terkejut melihatnya, bertanya apa yang dilakukan Tae Wook di sana. Tae Wook  mengatakan kalau dia memutuskan bekerja di Kangyool mulai kemarin untuk kasus ini.


Hye Ran melangkah menuju pintu keluar, tapi berhenti karena Tae Wook mengatakan persidangan tinggal lima hari lagi dan sehebat apa pun pengacaranya, tidak ada yang bisa menyiapkan ikhtisar kasus, bukti untuk dihadirkan di persidangan, dan bantahan dalam lima hari. Tapi Hye Ran masih bersikeras menolak.

“Menang atau tidak, ini kasus dan sidangku. Aku yang akan tangani.”
“Ada yang lebih memahami kasus ini daripada aku? Hanya aku pengacara yang bisa menangani kasusmu di firma ini. Dengan kata lain, hanya aku pengacara yang bisa melindungimu.”
“Tae Wook.”
“Aku Pengacara Kang. Tolong panggil aku Pengacara Kang mulai sekarang, Bu Go.”
“Sekarang, apa maumu?”
“Mulai saat ini, aku akan memperlakukanmu sebagai klienku. Sekarang, bisa kita membahas persidangannya?”


Flashback. Tae Wook memberi tahu Pak Jung kalau mulai hari itu mereka bekerja untuk Kang Yool, dan Pak Jung menanggapinya dengan antusias. Tae Wook memintanya untuk mencari tahu lebih banyak informasi tentang saksi mata, lalu mengamankan daftar saksi yang dipilih Jaksa Byeon. Pak Jung sangat bersemangat melakukan tugas dari Tae Wook kali ini.


Hye Ran terkejut setelah mengetahu kejaksaan sudah mempunyai seorang saksi. Dia bertanya siapa orang itu dan apa yang dilihatnya, Tae Wook mengatakan dia belum memiliki informasi tentang itu. Mungkin mereka baru bisa tahu apa yang saksi lihat saat persidangang.
“Ini mungkin akan sulit. Kamu sebaiknya bersiap, Bu Go.”


Detektif Kang sedang makan siang bersama juniornya yang bertanya siapa orang yang akan bersaksi itu. kenapa dia tiba-tiba muncul, sedangkan pada awal kasus ini terjadi tampaknya saksi itu tidak ingin terlibat dalam kasus pembunuhan.

“Sejak awal Anda hanya mencurigai Go Hye Ran. Anda menderita dan dikritik habis-habisan karena hal itu. Sekarang, keadaan berubah drastis. Benar, bukan? “
“sudah ku bilang! Dasar bedebah! Beraninya kalian menghina pengalamanku sebagai detektif. Berlutut di hadapanku, Bedebah!”
“Anda pantas mengatakan itu. Tentu saja.”
“Tapi menyebalkan sekali. Kenapa aku merasa tidak nyaman?”
“Apa yang tidak nyaman? Saksi mata muncul, lalu apa masalahnya?”
“Aku tahu. Tapi... Aku benar-benar merasa tidak nyaman.”


Eun Joo sangat mencemaskan Baek Dong Hyun yang tidak bisa dihubungi. Setelah berulangkali mencoba meneleponnya, akhirnya Eun Joo mengirimkan pesan pada Dong Hyun.
“Dong Hyun, kamu di mana? Jawab teleponnya. Jangan melakukan hal bodoh.”


Pada saat rapat rutin News Nine, Pak Jang memergoki Hye Ran yang sedang melamun lalu menegurnya dan memintanya untuk fokus.


Pak Jang lalu mengatakan kalau Hye Ran tampak makin membantah, Hye Ran mengatakan dia tidak bermaksud seperti itu.

“Kudengar persidanganmu dua hari lagi. Kamu melamun memikirkan persidanganmu? Bagaimana kamu bisa mengambil posisiku jika mencampur urusan kantor dan pribadi seperti ini? Lalu kenapa bagian urusan sosial belum disiapkan?”
“Kami belum menerima data dari polisi.”
“Kalau begitu, Hye Ran, begitu kamu menerimanya, kumpulkan semua data dan serahkan kepadaku.”
Kwak Ki Suk ingin melakukan tugas itu menggantikan Hye Ran, tapi Pak Jang melarangnya karena Hye Ran tidak sedang sibuk dan harus membantu juniornya. Hye Ran pun tidak keberatan melakukannya. Sebelum keluar ruangan, Pak Jang juga meminta Hye Ran menyelesaikan laporan penyidikan 70 menit.


Setelah Pak Jang keluar, Hye Ran masih terus merenung. Orang-orang di ruangan itu sepeintas memperhatikan Hye Ran yang tidak seperti biasanya.


Dari mejanya yang berdekatan dengan Hye Ran, Dae Woong mengeluhkan suasana kantor yang menjadi tidak menyenangkan.

“Seharusnya dia tidak perlu mencoba hal yang mustahil. Tidak ada yang bisa merebut posisi Kepala.”
“Kamu bicara denganku? Kalau begitu, keraskan suaramu sedikit lagi.” Hye Ran menimpali ucapan Dae Woong sambil lalu.
“Aku hanya bicara sendiri. Ini negara bebas, aku boleh bicara sendiri sesukaku.”
“Kalau begitu, bergumamlah saja dan akhiri. Kamu tahu itu mengganggu jika yang mendengar tidak suka.”
“Baik! Dasar angkuh. Kamu pasti sangat narsis. Terus saja hidup seperti itu. Aku akan hidup sesuai caraku.”


Dari kejauhan, Han Ji Won dan Kwak Ki Suk juga membicarakan Hye Ran. Han Ji Won merasa heran bagaimana bisa Hye Ran mendapat tawaran menjadi kepala, sedangkan dia masih terlibat kasus pembunuhan. Tidak dipecat saja sudah bagus, tapi dia malah mendapatkan promosi jabatan langsung dari Wakil Presdir.

Kwak Ki Suk: “Maksudmu, Wakil Presdir begitu karena takut?” (Jung Dae Han tertangkap) Lalu Hye Ran menerima tawaran itu?”
Han Ji Won: “Jujur saja, aku tidak yakin tentang bagian itu. Dia tidak pernah meminta bantuan dalam apa pun situasi. Bisa salah satunya. Dia begitu putus asa sampai terpaksa meminta bantuan. Atau dia sangat ingin mempermalukan seseorang.”
Kwak Ki Suk: “Mempermalukan seseorang? Siapa?”
Han Ji Won: “Pasti salah satunya. Entah Wakil Presdir atau Pak Jang.”


Hye Ran menghela nafas setelah membaca pesan dari Tae Wook.
“Aku perlu bicara mengenai persidangan. Aku di parkiran rubanah.”
Sementara Tae Wook menunggu Hye Ran, Eun Joo menelepon Tae Wook tapi Tae Wook mengabaikan panggilan itu.


Dari dalam mobilnya, Baek Dong Hyun mengamati Hye Ran yang masuk ke dalam mobil Tae Wook.


Tae Wook mengajak Hye Ran makan malam bersama di sebuah kedai. Hye Ran tidak menyantap makanannya, dia hanya mengamati Tae Wook yang makan dengan lahap. Akhirnya Tae Wook menyadari kalau Hye Ran hanya menatapnya saja tanpa menyentuh makan malamnya.


Tae Wook mengatakan kalau sudah lama mereka tidak makan malam seperti itu, dia bertanya di mana Hye Ran biasa makan malam, apakah di kantin kantor.
“Tae Wook.”
“Kamu pasti jarang makan malam. Selama tujuh tahun, kamu jarang makan malam karena News Nine.”
“Aku akan pergi jika kita tidak membahas persidangan.”


Tae Wook lalu berbicara dengan wajah yang tampak sedih. 
“Jujur saja, awalnya aku mengira itu semua salahmu. Mulai tidak mempunyai anak sampai masalah pernikahan kita. Kukira itu karena kamu hanya memikirkan pekerjaan dan kesuksesan. Aku menyalahkanmu selama tujuh tahun ini. Dengan mengatakan aku mencintaimu, aku mengekangmu atas nama pernikahan. Juga membuatmu menderita karena memaksakan kehendakku. Selain itu, aku kecewa karena kamu tidak memahamiku. Seiring waktu berjalan, perlakuanku kepadamu makin buruk.”
“Apa yang ingin kamu sampaikan?”
“Aku minta maaf atas diriku yang menyedihkan ini.”
“Tidak perlu meminta maaf. Permasalahan kita bukan disebabkan oleh kita berdua. Sejak awal, tujuan kita menikah terlalu berbeda.”
“Katamu ini cinta. Kamu mengatakan itu kepadaku. Katamu kamu mencintaiku.”
“Karena itu aku ingin berhenti.”
“Aku tahu kenapa kamu meminta Kangyool menangani kasusmu. Aku tahu targetmu berikutnya setelah Jung Dae Han. Ayo lakukan bersama.”
“Ini tidak ada hubungannya denganmu.”
“Apa pun yang kamu lakukan, hanya aku yang bisa melindungimu.”
Hye Ran menolaknya, dia mengatakan akan melindungi dirinya sendiri seperti biasanya. Karena apa yang dilakukan Tae Wook tidak akan mengubah apa pun.
“Kita tidak bisa mengubah masa lalu, Pengacara Kang.”
Tae Wook sudah mengetahu hal itu tidak akan merubah apapun, tapi dia masih ingin berusaha menebusnya, semua yang sudah dihancurkannya. Dia meminta Hye Ran memberinya kesempatan.
Advertisement


EmoticonEmoticon