3/27/2018

SINOPSIS Misty Episode 11 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 11 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 12 Part 1

Hye Ran pulang ke rumah dan melihat Tae Wook sudah menyiapkan makan malam. Dia mengatakan sedang memanggang daging lalu membuka wine untuk mereka. Hye Ran tidak mengatakan apapun, dia langsung duduk dan meminum winenya tanpa merespon Tae Wook yang menyodorkan gelasnya untuk bersulang.


Tae Wook meminta Hye Ran untuk tidak menyewa pengacara lain, hanya karena Hye Ran mencemaskan Tae Wook. Hye Ran memotong ucapan Tae Wook tanpa memandangnya.
“Aku sangat membenci ibuku. Aku selalu dibodohi oleh pria dan cinta. Tapi dia tetap memercayai mereka. Selama hidupnya, dia menangis dan menunggu para pria yang tidak akan kembali untuknya itu. Aku berjanji kepada diriku tidak akan seperti ibuku. Jadi, aku yakin dalam pernikahan ini karena aku tidak akan mencintaimu.”


Hye Ran lalu memandang Tae Wook dan mengatakan dia sekarang tidak merasa yakin lagi. Tae Wook tidak mengerti maksud Hye Ran.

“Ayo bercerai, Tae Wook. Aku kasihan kepadamu, dan hatiku sakit karena kamu. Jika ini yang namanya cinta, Tae Wook, kurasa aku mencintaimu. Jadi, mari kita akhiri di sini.” Hye Ran pergi sambil menahan air matanya.


Di dalam kamar Hye Ran merasakan kepalanya sakit lagi, dia duduk dan melihat Tae Wook sudah meniapkan bungan dan hadiah untuknya. Kotak perhiasan itu berisi sebuah kalung dengan liontin berbentuk kunci, Tae Wook menuliskan pesan “Aku mencintaimu.” Hye Ran membacanya sambil menangis.


Hye Ran semakin terisak saat membayangkan kata-kata yang membuatnya ingin bercerai dengan Tae Wook yang sudah disakitinya. Ibu mertuanya ingin dia meninggalkan Tae Wook, karena Hye Ran sudah merubahnya menjadi pria booh. Lee Yeon Jung mengatakan Hye Ran memanfaatkan suaminya sendiri demi menarik simpati orang. Sedangkan Myung Woo mempertanyakan apakah Hye Ran benar-benar mencintai Tae Wook.


Tae Wook duduk terpaku, dalam hatinya dia bertanya kenapa mereka berdua selalu memiliki waktu yang tidak bertepatan.


Pak Jung terengah-engah masuk ke ruangan, dengan nafas yang tidak beraturan dia memberi tahu Tae Wook kalau ada saksi yang melihat Kevin Lee tewas.


Flashback. Pak Jung menemui seorang pria di pengadilan yang memberitahunya kalau ada yang bersaksi melihat Kevin Lee tewas.


Tae Wook bertanya pada Pak Jung apa benas saksi itu melihat Hye Ran membunuh Kevin Lee.
“Ya, dia sudah 20 tahun menjadi temanku. Dia dekat dengan manajer di kantor Jaksa Byeon. Itu yang dia katakan.”
“Kamu yakin dia menyaksikan adegan pembunuhannya?”
“Ya, dia sungguh melihatnya. Aduh, napasku mau habis.” Pak Jung masih berbicara dengan terngah-engah.


Hye Ran menelepon Song Nak Joon untuk bertanya kenapa tidak ada telepon dari Kangyool, padahal persidangan tinggal seminggu lagi.
“Jangan panik. Aku sudah bicara dengan CEO Kangyool. Jangan khawatir, tunggulah sebentar. Kamu si Hebat Go Hye Ran. Kenapa kamu tidak sabar?”
“Persidanganku kurang dari sepekan.”
“Baiklah. Aku akan menghubunginya lagi, jadi, tunggulah.”


Saat itu Song Nak Joon sedang berada bersama Kang In Han, dia bertanya apa yang direncanakan Kang In Han.

“Kami sudah mempersiapkannya dengan sempurna. Tidak, lebih dari sempurna. Kali ini, kita tidak akan kehilangan Go Hye Ran.” Ucap Kang In Han dengan wajah licik.


Jaksa Byun berbicara dengan Kang In Han, dia hanya mengatakan kalau akan melakukannya.


Pada rapat rutin News Nine, Hye Ran mengomentari topik yang dipilih Pak Jang. Dana taktis pemerintah sebelumnya oleh Han Ji Won, dan kekerasan pada anak di TK oleh Dae Woong, kedua hal itu membosankan menurut Hye Ran.

“Tahun lalu, kita pernah membahas dana taktis pemerintah. Masyarakat lebih mengetahui hal ini daripada polisi dan kejaksaan. Lalu, masalah di TK kemungkinan hanya eksplorasi tanpa solusi.”

Pak Jang lalu bertanya apakah Hye Ran mempunyai alternatif lain. Hye Ran membeberkan idenya, dia menyebut ketegangan antara rencana pemerintah membangun real estat dengan orang kaya yang ingin tetap tinggal adalah hal yang menarik untuk diberitakan. Pak Jang mau tidak mau menyetujui ide itu, dia meminta mereka menyipakannya dan langsung keluar dari ruangan.


Dae Woong menegur sikap Hye Ran.
“Kamu membuat kami tidak nyaman. Haruskah kamu seperti ini?”
“Jika tidak begitu, aku tidak bisa mengambil posisi itu.”
“Kamu serius? Kamu sungguh ingin mengambil posisi Kepala?”
“Kenapa? Kamu tidak mau bekerja untukku? Kamu ingin kupindahkan ke bagian lain?”
“Memangnya kamu siapa memindahkan aku ke bagian lain? Dia pasti sudah gila.”
Dae Woong berteriak pada punggung Hye Ran yang sedang berjalan keluar dari ruangan.


Han Ji Won tampaknya setuju dengan pendapat Hye Ran. Dia mengatakan jika Hye Ran menggoyahkan posisi Pak Jang maka dia Pak Jang akan kesulitan. Orang-orang di ruangan itu menegurnya, terutama Ki Suk dan Dae Woong. Han Ji Won memberika alasannya mendukung Hye Ran.

“Wanita tidak dilarang menjadi Kepala Biro Laporan. Siapa tahu? Jika Hye Ran berhasil, aku bisa mendapat kesempatan juga.” Lalu dia juga keluar dari ruangan. Sementara orang-orang di ruangan itu bergumama, kalau Han Ji Won juga menyeramkan.


Hye Ran minum bersama reporter Yoon.
“Jujur saja, saat ini aku tidak punya rencana. Aku akan menghadapinya dahulu, dan jika aku melihat jalan keluar, aku akan berusaha meraihnya.”
“Lantas, suamimu? Kamu sungguh akan menceraikannya?”
“Ya.” Hye Ran mengatakannya dengan yakin, tapi di wajahnya tampak ada kesedihan.
“Dia mau? Dia mau menceraikanmu?”
“Sejak hari itu, dia tidak pulang selama sepekan.”
“Kali ini, suamimu pasti sangat terluka.”
“Ini juga lebih baik untuknya.”
“Bagaimana denganmu? Apakah perceraian ini juga baik untukmu?”


Hye Ran pulang ke rumah dan berdiri di ambang pintu ruang kerja Tae Wook. Dalam hatinya dia berkata “Aku tidak yakin soal itu. Aku tidak tahu apakah melepaskannya keputusan yang tepat.”
Hye Ran melihat ponselnya, ada telepon dari Firma Hukum Kangyool.


Hye Ran datang ke Firma Hukum Kang Yool, seorang petugas memintanya untuk menunggu di dalam ruangan sementara pengacaranya akan datang menemuinya. Sambil merenung, Hye Ran mengatakan kalau sebelumnya dia selalu yakin dengan keputusan yang dibuatnya.
“Tapi kali ini, aku ragu. Mampukah aku hidup tanpanya? Tanpa dirinya.”


Seseorang masuk ke dalam ruangan, Hye Ran melihat Tae Wook yang masuk ke ruangan itu. Dia sangat terkejut melihat suaminya ada di sana. Tae Wook memperkenalkan dirinya secara formal.
“Halo. Aku Kang Tae Wook, yang akan menangani kasus Anda.”
Advertisement


EmoticonEmoticon