3/27/2018

SINOPSIS Misty Episode 11 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 11 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 4

Eun Joo datang ke pemakaman kakak Baek Dong Hyun. Sebenarnya Bae Dong Hyun tidak berniat memberi tahu Eun Joo soal kematian kakaknya karena dia pikir Eun Joo sudah cukup menderita, tapi Eun Joo mengetahuinya dari obrolan di grup. Dong Hyun tampak sangat sedih, selain karena kematian kakaknya juga karena dia menyesali apa yang dilakukannya pada Hye Ran.

“Maafkan aku. Maafkan aku, Eun Joo. Seharusnya aku tidak... Seharusnya aku tidak melakukan itu demi Jae Young. Tapi karena adikku... Karena adikku membutuhkan biaya rumah sakit. Go Hye Ran mungkin kaya. Jadi, kukira dia akan membayarku sebanyak yang kumau jika kubilang aku tahu perbuatan mereka di Thailand.  Karena itu, aku melakukannya. Aku sungguh minta maaf, Eun Joo.”

“Jangan menangis. Ini bukan salahmu, Dong Hyun. Ini bukan salah siapa-siapa. Ini hanya karena kita lemah. Aku kehilangan suami dan bayiku. Tapi tidak ada yang bersalah kepadaku. Aku terluka, dan sangat menderita. Tapi tidak ada yang meminta maaf kepadaku. Ini sangat tidak adil dan aku begitu marah hingga membuatku gila. Tapi tidak ada seorang pun yang memihakku. Semua orang menjalani hidup seakan tidak terjadi apa-apa dengan yakin, seakan itu sudah seharusnya. Lalu kenapa kamu harus meminta maaf? Kamu tidak bersalah kepadaku. Kenapa kamu meminta maaf? Jangan menangis. Mari jangan menangis. Jangan menangis, Dong Hyun. Jangan menangis, Dong Hyun.”

Mereka berdua menangis, dan Eun Joo menggenggam tangan Dong Hyun untuk saling menguatkan.


Hye Ran terbangun saat tengah malam untuk mengambil minum, di atas meja dia melihat tumpukan surat. Dia mengambil sebuah surat dari Kejaksaan Wilayah Seoul, dia membacanya sambil sesekali melihat ke dalam kamar. Dari kaca dia bisa melihat Tae Wook masih tertidur pulas.


Dae Woong mengomel pada Pak Jang karena Hye Ran sudah kembali ke mejanya seperti semula. Pak Jang tidak menjawab, dia terus mengamati Hye Ran yang sedang berkemas, Hye Ran juga melihat Pak Jang yang sedang mengamatinya.

“Apa yang terjadi? Dia tiba-tiba kembali. Bagaimana bisa seperti ini?”


Pak Jang tampak kecewa saat dia tidak bisa menemui Wakil Presidir. Seorang petugas mengatakan dia sedang menghadiri rapat penting, Pak Jang diminta untuk menuliskan pesan di buku tamu agar mereka bisa menyampaikan pesannya, tapi Pak Jang menolak dan akan datang lagi lain kali.


Tanpa mentap Hye Ran, Pak Jang bertanya apakah Hye Ran menerima tawaran Wakil Presdir. Hye Ran mengatakan lambat laun itu akan terjadi.


Flashback. Hye Ran bersedia menerima tawaran Wakil Presdir dengan satu syarat. Kangyool harus menangani kasus Hye Ran dan harus memenangkannya.


Song Nak Joon menghubungi Kang In Han tentang syarat yang diajukan Hye Ran. Kang In Han mengatakan dia menerima syarat itu. Setelah menutup telepon, Kang Ing Han bergumam kalau Go Hye Ran orang yang licik.

Pak Jang bertanya pada Hye Ran meyakinkannya kalau dia tidak akan menyesalinya. Hye Ran mengatakan dia tidak akan menyesal dan tidak punya pilihan lain di situasi ini.

Pak Jang: “Jika kamu mendesakku, aku tidak akan main-main.”

Hye Ran: “Aku tahu. Jadi, aku mempersiapkannya dengan baik. Aku akan berjuang lebih serius daripada sebelumnya.”


Hye Ran berpapasan dengan Lee Yeon Jung dan tidak berniat menyapanya. Lee Yeon Jung lalu memanggil Hye Ran yang melewatinya, dia berbasa basi kalau sudah lama tidak bertemu Hye Ran. Dia juga mengatakan tentang rumor kalau Hye Ran akan menggantikan Pak Jang, Hye Ran berpura-pura terkejut Lee Yeon Jung sudah mendengar kabar itu.

“Kamu luar biasa. Kamu didakwa atas pembunuhan, tapi ingin merebut posisi kepala.”
“Jaksa Byeon Woo Hyun juga luar biasa. Tapi sayangnya, kali ini dia akan terkena masalah.”
“Hei, Go Hye Ran.”

“Dia menahan orang tidak bersalah tanpa surat perintah selama 48 jam. Dia tidak bisa menemukan bukti. Dia mungkin malu. Dia mungkin ingin menutupinya dengan menyeretku ke pengadilan. Bukannya aku tidak mengerti dia. Tapi bukankah memalukan jika menempel terus seperti ini?”

Lee Yeon Jung lalu berbicara di dekat telinga Hye Ran.

“Itu yang ingin kukatakan kepadamu. Memanfaatkan suami untuk menarik simpati orang tidaklah bagus. Sekarang, jarang melihat suamimu tidak menangis. Dia terpaksa melakukannya karena malu akan pendapat orang. Orang akan menggosipkan itu jika orang lain menangani kasusmu. Segala macam rumor soal Kevin Lee dan istrinya tersebar ke mana-mana. Dia harus menutup telinga dan membela istrinya sambil berpura-pura tidak tahu dan berusaha menjadi suami yang baik. Bukankah itu sangat menyedihkan? Dari awal, aku sudah menduga, tapi kamu memang licik. Betul, bukan?”


Tae Wook datang terlambat ke kantor, Pak Jung bertanya apakah dia sudah mendengar kabar terbaru. Tampaknya Tae Wook tidak tahu apa itu. Pak Jung menunjukkan kepada Tae Wook, di situs pengadilan ada jadwal persidangan Hye Ran dengan kasus kematian Kevin Lee.

“Tapi Jaksa Byeon tampaknya akan memproses dakwaan itu. Pihak pengadilan pasti sudah mengirim surat pemberitahuan. Istri anda sungguh tidak mengatakan apa-apa?”


Hye Ran sedang merenungkan ucapan Lee Yeon Jung dan berbagai kejadian yang dialaminya, saat itu Tae Wook meneleponnya Hye Ran enggan menerima telepon itu tapi akhirnya dia berbicara.

“Tadi, aku mengecek situs pengadilan. Byeon Woo Hyun...”
“Aku tahu.”
“Kenapa tidak memberitahuku? Persidangannya dua pekan lagi.”

“Aku tidak mau kamu mengambil kasus ini. Aku sudah menyewa pengacara lain. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Sudah dahulu. Aku sibuk.”


Baek Dong Hyun berada di rumah Eun Joo. Eun Joo sudah menyiapkan makanan untuknya, tapi Dong Hyun hanya menggerakkan sendok saja, tidak bersungguh-sungguh memakan makanannya. Eun Joo lalu memberikan sebuah amplop.

“Ini seharusnya cukup untuk biaya hidupmu sementara. Aku juga sudah memberi tahu pihak agensi tentang kamu. Ayo, makanlah.”


Eun Joo lalu masuk ke kamar membereskan barang-barang yang disiapkan untuk bayinya. Dia memasukkan pakaian bayi ke dalam sebuah kotak sambil berbicara pada dirinya sendiri.

“Jangan khawatirkan aku. Aku akan hidup dengan baik. Tidak, akan kupastikan aku hidup dengan baik. Aku akan berusaha seolah-olah aku baik-baik saja dan hidup dengan baik sampai akhir. Jadi, jangan khawatir.”

Sementara itu Baek Dong Hyun tidak melanjutkan makannya, dia hanya diam sambil menahan tangis.


Saat Eun Joo keluar kamar dia tidak melihat Dong Hyun. Ternyata Baek Dong Hyun diam-diam pergi tanpa membawa uang yang diberikan Eun Joo. Dari kejauhan, Myung Woo mengamatai Dong Hyun yang keluar dari rumah Eun Joo sambil menangis.
Advertisement


EmoticonEmoticon