3/27/2018

SINOPSIS Misty Episode 11 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Misty Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Misty Episode 11 Part 3

Detiktif Kang terus makan mi tanpa berhenti untuk berbicara dengan juniornya yang bertanya kenapa Detektif Kang begitu meragukan Hye Ran dan apa alasannya.

“Sebenarnya, aku juga penasaran soal hal itu. Anda selalu memercayai intuisi Anda, tapi tidak pernah terobsesi. Bagaimana kalau Anda menyudahinya sekarang? Apa Anda mendengarkan?”

Telepon berbunyi, Detektif Kang berhenti mengunyah hanya untuk menyuruh juniornya menjawab telepon.


Telepon itu dari seseorang yang mencari Detektif Kang Ki Joon untuk membuat pengakuan.


Wakil Presiden JBC, Song Nak Joon bertemu dengan Kang In Han untuk membicarakan masalah yang sedang mereka hadapai setelah Jung Dae Han tertangkap karena kasus prostitusi remaja.

Song Nak Joon: “Go Hye Ran sungguh mengalahkan kita saat ini. Dia pikir pers adalah semacam kekuatan. Dia sombong.”

Kang In Han: “Sebenarnya, lebih baik begini daripada terungkap saat periode pemilu.”

Song Nak Joon: “Benar. Lagi pula, Anggota Kongres Jung sedang sibuk mengurus urusan negara. Dia mengambil peluang ini untuk beristirahat.”

Kang In Han: “Kau harus tetap mengurus keluarga.”

Song Nak Joon: “Ya. Dan Go Hye Ran...”

Kang In Han: “Jang Gyu Seok. Tangani dia juga. Kamu harus melakukan itu untuk menghentikan Go Hye Ran.”

Song Nak Joon: “Tapi tidak mudah untuk mengurus Pak Jang. Dalam tahap awal pemerintahan terkini, dia terdegradasi ke pekerjaan sepele, tapi kita memanggilnya kembali karena tidak ada yang lebih baik.”

Kang In Han: “Ada pepatah, air harus mengalir. Air akan keruh jika berhenti mengalir.”

Song Nak Joon: “Lalu setelah membuang Kepala Jang, siapa yang akan kita pilih untuk menggantikan posisinya?”

Kang In Han: “Go Hye Ran. Ruang berita akan memahaminya.”

Song Nak Joon: “Barusan kau bilang Go Hye Ran? Dia sangat ingin mengejar kita, tapi kau mau dia yang menjabat?”

Kang In Han: “Biarkan dua harimau saling berebut mangsa. Biarkan dua harimau saling berebut mangsa. Jang Gyu Seok dan Go Hye Ran. Siapa yang akan menang jika mereka saling bertarung? Bukankah itu akan menjadi pertarungan yang seru untuk dilihat?”


Hye Ran bertanya kepada Song Nak Joon kenapa dia menawarkan posisi Pak Jang kepadanya. Song Nak Joon beralasan dia ingin meminta Hye Ran berhenti berurusan dengan Anggota Kongres Jung Dae Han dan jangan membuat masalah lagi setelah itu.

“Apa CEO Kang In Han menyuruh Anda melakukan itu?”

“Pak Jang telah terlalu lama menduduki jabatan itu. Dan aku telah berpikir kami membutuhkan manajemen baru di ruang berita.”

“Bagaimana dengan Pak Jang? Dia bilang apa?”

“Dia belum mengetahui hal ini. Tidak ada gunanya juga. Go Hye Ran. Aku tahu ambisimu. Jabatan Kepala Biro Laporan dan selanjutnya, jabatan Direktur Utama. Aku bisa menjanjikan itu kepadamu. Itu artinya... kita harus bekerja sama mulai sekarang.”


Pak Jang memimpin rapat rutin News Nine, dia beberapa kali melihat ke arah kursi Hye Ran yang ksong. Dia sama sekali tidak bertanya kenapa Hye Ran tidak datang. Di akhir rapat, Pak Jang menugaskan mereka semua untuk membuat liputan eksplorasi berdurasi 70 menit. “Munculkan ide baru yang belum pernah kita coba. Kalian semua mendengar itu? Munculkan ide baru.” Lalu Pak Jang keluar dari ruang rapat.


Pak Jang menghampiri Hye Ran yang sedang memandangi meja tempatnya siaran, lalu bertanya apakah Hye Ran merindukan tempat itu. hye Ran tidak yakin soal itu. Pak Jang bertanya apa yang dikatakan Wakil Presdir saat Hye Ran menemuinya. Hye Ran memberitahu kalau dia ditawari jabatan yang diduduki oleh Pak Jang saat ini, dan dia akan memikirkan tawaran itu. Menurut Pak Jang, Song Nak Joon sedang memainkan kartu dan berusaha menipu Hye Ran dengan jabatan kepala. Hye Ran pun mengetahui hal itu. Mereka berdua bicara dengan santai seolah-olah tidak persaingan di antaranya.

“Omong-omong, jika aku mengambil jabatan Anda, apa yang akan Anda lakukan?”

“Aku tidak punya pilihan lain.m  Aku akan melakukan apa pun untuk mempertahankan jabatan ini.”

“Anda tidak mau mewariskannya kepada bawahan Anda dengan hormat?”

“Belum. Aku ingin menduduki jabatan ini selama beberapa tahun lagi. Omong-omong, jangan serakah. Tetaplah di belakangku untuk saat ini. Belum saatnya untuk memunculkan diri. Kamu paham maksudku? Sungguh? Omong-omong, kita ditugaskan membuat liputan eksplorasi durasi 70 menit. Beri tahu aku jika kamu punya ide bagus.”

Setelah Pak Jang pergi, Hye Ran mendapat telepon dari ibu mertuanya.


Ibu Tae Wook meminta Hye Ran duduk dan langsung mengatakan dengan dingin kalau Hye Ran merasa lega setelah membuat Tae Wook masuk TV. Dengan lirih Hye Ran meminta maaf dan menunduk.

“Aku tidak pernah melihat hal memalukan semacam ini. Tersangka pembunuhan dan ditahan tanpa surat perintah. Sungguh memalukan. Ayah mertuamu telah hidup sebagai orang berintegritas seumur hidupnya. Suamimu menolak penawaran bagus dari firma hukum terbaik dan bercita-cita membantu yang lemah sebagai pembela umum. Tapi teganya kamu... Sebagai putri menantu dan seorang istri, teganya kamu menodai reputasi mereka dalam waktu semalam.”

Sekali lagi Hye Ran meminta maaf. Sambil menangis, ibu mertuanya langsung mengatakan kalau dia ingin Hye Ran bercerai dengan Tae Wook. Karena Tae Wook tidak akan meninggalkan Hye Ran jadi Hye Ran lah yang harus meninggalkannya. 

“Kamu membuatnya menjadi bodoh, jadi, cukup. Jika kamu punya hati nurani, lepaskan dia sekarang. Aku tidak membesarkan putraku untuk dimanfaatkan olehmu. Memikirkan putraku saja... Tidak ada lagi yang perlu kukatakan. Tinggalkan dia.”


Tae Wook berbicara dengan Myung Woo di sebuah bar, dia ingin tahu kenapa Myung Woo mendatanginya setelah keluar dari penjara.

“Saat mencintai seseorang, kita menghadapi masa-masa penderitaan karena orang itu. Kukira aku berjuang karena cinta. Tapi aku menyadari sesuatu setelah menghabiskan 19 tahun di penjara. Ternyata, aku tidak berjuang karena cinta. Tapi karena harga diriku yang menyedihkan. Aku ingin tahu kamu berada di posisi mana.”

“Apa maksudnya?” Tae Wook langsung menatap Myung Woo dengan tajam.

“Aku yakin kau memahami maksudku. Saat kita berjuang melindungi cinta, itu bukan lagi cinta. Itu harga diri pria yang menyedihkan.”


Tae Wook datang ke kantor JBC, di depan ruangan Hye Ran dia melihatnya sedang duduk dengan kepala tertunduk. Ucapan Myung Woo kembali terngiang saat Tae Wook memperhatikan Hye Ran.
“Apa yang ingin kamu lindungi saat ini? Hye Ran? Atau harga dirimu sendiri?”


Hye Ran menyadari ada orang yang memperhatikannya, dia menoleh dan terkejut melihat Tae Wook sedang memandangnya. Hye Ran langsung berusaha menutupi apa yang sedang dirasakannya lalu memasang wajah ceria, dia bergegas keluar untuk mengajak Tae Wook ke kafe di lantai 1.


Hye Ran sudah berjalan mendahului Tae Wook. Lalu Tae Wook memanggilnya, Hye Ran bertanya ada apa tapi Tae Wook mengatakan tidak ada apa-apa. Dengan ragu-ragu Tae Wook mengatakan apa yang dipikirkannya.

“Bukan apa-apa, Hye Ran. Dipikirkan seperti apa pun, aku tetap tidak percaya diri. Meski kini kita kembali ke tujuh tahun lalu, aku tetap tidak bisa merelakanmu. Meski telah menjadi suamimu selama tujuh tahun, aku tetap sama. Aku tetap menginginkanmu.”

Tae Wook berjalan menghampiri Hye Ran yang tampak kebingungan, Tae Wook memeluk lalu menciumnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon