3/27/2018

SINOPSIS Live Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 4 Part 4

“Kembalilah bekerja,” kata Kyung Mo kepada para bawahannya. Ia kemudian berusaha menenangkan dirinya dengan membaca berkas, namun tidak berhasil. Ia membanting berkas itu.


Pria berambut putih memukul kepala Han Sol dengan buku. Pria satunya meniup alat tes kadar alkohol dan menunjukkan bahwa angkanya 0,03 dan itu berarti di batas normal dan tidak pantas ditahan.


Pria itu menyebut Han Sol sudah menyalahgunakan kekuasaannya. Han Sol berkata bahwa mereka berdua ditangkap karena menolak mengikuti tes kadar alkohol dan baru meniup alat itu dua jam setelah penangkapan.


Pria itu melemparkan alat tesnya, lalu menampar Han Sol. Ia bilang bahwa tadi ia dalam perjalanan menemui Perdana Menteri. Ia bilang meremehkan dirinya yang anggota kongres berarti meremahkan semua warga negara. Ia mendorong-dorong kepala Han Sol dengan jarinya.

Ada sebuah alat dengan lampu berwarna merah di dalam jaket Han Sol. Han Sol memintanya berhenti membawa-bawa warga negara.


Pria tadi ingin menampar Han Sol lagi, tapi tidak jadi. Pria berambut putih menggebrak meja dan berkata, “Kalau aku tidak berhenti, kau mau apa?!” Ia mencengkeram kerah Han Sol dan memukulinya.


Para mentor mendengarkan kejadian itu dan merasa sangat kesal. Yang Chon dan Jong Min akan bergerak, namun Kyung Mo mendahului mereka dan masuk ke ruang rapat.


Kyung Mo menyuruh kedua anggota kongres itu pergi diam-diam dan mereka akan mengabaikan kejadian itu. Pria pengemudi bertanya siapa Kyung Mo. Han Sol lalu berkata, “Warga.. tidak akan memberikan hak pilih mereka untuk kalian, jika mereka tahu perilaku kalian seperti ini. Jadi tolong berhenti bicara soal mereka untuk membela diri.”


Pria pengemudi akan memukul Han Sol lagi, namun kali ini ia melawan dan berkata kalau anggota kongres itu ditangkap karena menolak melakukan tes kadar alkohol. Pria berambut putih akan menyerang Han Sol, tetapi Kyung Mo melumpuhkannya dan berkata bahwa pria itu ditangkap karena menghambat proses penegakan hukum.


Setelah membacakan hak-hak tersangka, kedua polisi senior itu mengatakan, “Kalian dapat membuat surat pernyataan, tapi kalian tidak perlu melakukannya!”


Yang Chon tertunduk mendengarnya.


Tim forensik sudah datang untuk memeriksa TKP.


Jung Oh dan beberapa Polisi lain juga sudah berjaga di luar komplek perumahan. Jung Oh masih tampak shock.


Myung Oh lalu keluar dan memberitahu kalau mereka akan menemuk para mentor untuk membahas kasus pembunuhan itu. Nam Il menolak untuk ikut serta. “Aku akan ikut,” kata Jung Oh lalu masuk ke mobil patroli.


Han Pyo merasa Jung Oh masih panik karena itu adalah kasus pembunuhan pertamanya. Jadi ia menyarankan agar besok Jung Oh tidak perlu ikut. “Dia harus menghadapinya jika dia ingin menjadi Polisi. Menghindari kasus tidak akan ada gunanya,” kata Myung Ho.


Jung Oh menyetir mobil untuk kembali ke Kantor Polisi. Nam Il terlihat sudah tertidur lelap, karena sangat lelah.


Di ruang ganti, tampak beberapa Polisi sudah berganti pakaian dan akan pulang. Tapi Sang Soo masih berdiri tegak dengan seragamnya. Ada yang mengatakan ‘sampai jumpa besok’ dan ada juga yang bilang ‘sampai jumpa 2 hari lagi’.


Jong Min menyuruh Sang Soo pergi. Ia bilang bukan salah Sang Soo jika Han Sol dipukuli. Sang Soo tidak bergerak sedikitpun. Jong Min pergi dan di ruang ganti hanya tersisa Sang Soo dan Yong Chan.


Sang Soo: “Maafkan aku, Pak.”
Yang Chon: “Buat apa minta maaf? Menahan anggota kongres?”
Sang Soo: “Aku hanya mengikuti protokol... Aku minta maaf.”


Yang Chon menyebut Sang Soo tidak tahu apa-apa dan Sang Soo tidak bisa menjadi Polisis ejati jika terus begitu. “Kau mau mengakhiri karirmu sebagai Poliis?” tanya Yang Chon lalu pergi.


Sang Soo melepaskan jaketnya, lalu membantingnya. “Padahal dia yang selalu menyuruh agar mengikuti buku panduan,” gerutunya. Ia lalu mengambil jaketnya, tapi pikirannya masih kacau. “Aish!” Ia membanting jaketnya lagi.


Sang Soo lalu duduk dan mengatur napasnya.


Di ruang ganti wanita, Hye Ri mengeluh bahwa yang lain hanya mendapat kasus sederhana dan yang lainnya selalu mendapat kasus penting. Ia juga merasa iri karena Jung Oh mendapat kasus pembunuhan.


Jung Oh sendiri terlihat sangat terpukul. Ia masih mengingat saat kejadian penemuan mayat itu. Ia lalu memakai jaketnya dan bersiap pulang.


Keesokan harinya, ketika Myung Ho dan Han Pyo baru pulang patroli, para senior terlihat pulang bersama. Mereka bahkan tidak menjawab sapaan Myung Ho sama sekali.


“Kenapa mereka murung sekali?” tanya Han Pyo. Myung Ho tidak menjawab dan masuk ke kantor lebih dulu.


Para senior ternyata makan dan minum bersama. Myung Ho dan Han Pyo juga menyusul mereka. Kyung Mo bertanya apakah Komisaris Polisi benar-benar membebaskan kedua anggota kongres itu. Han Sol mengatakan bahwa ketika kedua orang itu keluar dari Ruangan Komisaris, mereka menampar pipi Han Sol dan berkata agar Han Sol fokus saja pada pekerjaannya dan menyebutnya sialan.


Kyung Mo sangat kesal, “Augh..Mereka itu, benar-benar!” Min Seok memberikannya kotak tissue, dan Kyung Mo melemparkannya untuk melepaskan emosinya.


Myung Ho menyarankan agar Han Sol melaporkan kejadian itu kepada Pusat Hak Asasi Polisi.


Jong Min terkejut mendengarnya.


Sam Bo bilang ia sudah tidak tahan lagi dan akan pergi. Tapi Min Seok menahannya dan berusaha menenangkannya. Sam Bo akhirnya duduk lagi. “Apa kita harus benar-benar menghadapi omong kosong ini? Apa kita harus tetap bekerja di Kepolisian?!” tanya Sam Bo.


Yang Chon bilang ada CCTV dan mereka bisa mengirimkannya kepada media. Ia bilang tidak seharusnya mereka membiarkan kedua anggota kongres itu menginjak harga diri mereka. Yang Chon bilang ia yang akan bertanggung jawab dan jika itu berjalan lancar maka mereka bisa mmberi pelajaran kepada anggota kongres itu. Dan jika tidak berjalan lancar, dia bersedia jika pangkatnya diturunkan lagi.


“Ide yang bagus juga,” kata Kyung Mo ketika mendengar Yang Chon berkata siapa yang peduli jika dia menjadi brigadir.


Jong Min berkata bahwa mereka sudah mengambil semua rekaman CCTV saat mereka keluar. Mereka menduga anggota kongres sudah tahu database mereka.


Han Sol: “Tentu saja. Orang-orang itu sangat teliti.”
Kyung Mo: “Kau dengar itu, kan?”
Yang Chon: “Hyungnim, biarkan aku menangani ini. Aku ada kenalan di Komisi Kepolisian. Juga...”
Myung Ho: “Jika kita semua memberikan pernyataan.”
Han Sol: “Kalian dengarkan ini.”


Han Sol memperdengarkan rekaman di ponselnya. “Jaksa Wilayah Jeong pun sampai menelepon. Jad aku bisa apa?!” Han Sol bilang Jaksa Jeong dari Kejaksaan Seoul Barat pun terlibat. Ia lalu menjalankan rekamannya lagi. “Kejaksaan tidak akan mendakwa mereka walau kita mengajukan tuntutan. Kita bahkan tidak punya wewenang menuntut mereka!” Han Sol bilang itu mungkin akan bermanfaat suatu hari nanti.


“Dan.. ca...ca...” kata Han Sol sambil menunjukkan alat perekam yang ia simpan di balik jaketnya saat menangani anggota kongres. “Haha.. Kamera tubuhku. Aku memindahkan rekaman yang ada disini ke ponselku. Lihatlah.”


Rekaman itu memperlihatkan ketika dua anggota kongres memukuli Han Sol.


Sam Bo dan Min Seol kompak bertanya kenapa mereka menyerah, jika mereka memiliki rekaman itu.


Yang Chon bertepuk tangan dan diikuti oleh beberapa Polisi lainnya. “Karena itu tidak ada gunanya,” kata Yang Chon. “Karena mereka hanya akan mengadakan konferensi pers untuk menundukkan kepala mereka dan minta maaf. Publik akan marah, tapi lambat laun mereka akan melupakannya.”


Kyung Mo: “Kita tidak bisa menyia-nyiakan ini.Kita akan menunggu dan merilisnya di waktu yang tepat.”
Han Sol: “Musim apa yang paling ditakuti anggota kongres? Sebentar lagi ada pemilu. Aku akan merilis ini lewat berbagai situs media sosial dan media televisi!”


Mereka semua bertepuk tangan dan tertawa puas.


“Mantan anggota kongres dan anggota kongres sekarang, Komisaris Polisi, dan Jaksa Wilayah, semuanya akan mampus!” kata Han Sol sambil meletakkan tangannya di lehernya. 


Mereka tertawa lagi dan minum bersama. Han Sol lalu mempertontonkan lagi rekamannya saat dia dipukuli. Ia bilang saat itu, ia berusaha sesopan mungkin pada mereka dan setiap detik berjalan sesuai rencananya.


Kyung Mo tertawa dan berkata bahwa Han Sol pasti bohong dan tidak merencanakan itu. “Kau tahu darimana itu?” tanya Han Sol serius, lalu tertawa lagi. “Tapi pokoknya, dia memukulku cukup keras.” Mereka lalu bernyanyi dan bersulang lagi.


Jong Min dan Myung Ho pulang bersama. Jong Min akhirnya mau bicara padanya, “Kau setia pada atasanmu yang kena pukul, tapi kau mengkhianati rekanmu yang dipukuli.” Myung Ho bilang itu karena atasannya dipukuli tanpa alasan, sedangkan rekannya mengabaikan tugasnya.


Myung Ho: “Sudahlah, lupakan itu. Hanya kau temanku di divisi ini.”
Jong Min: “Berhenitilah bicara dan dengarkan ini.”


Jong Min mendekatkan ponselnya ke telinga Myung Ho. “Apa ini detak jantung bayi?” tanya Myung Ho terkejut. “Apa itu anakmu yang belum lahir?”


“Kau iri, kan? Kemungkinan anak laki-laki,” kata Jong Min lalu mengambil kembali ponselnya dan meletakkannya di telinganya sendiri.


Myung Ho mengejarnya dan menyenggol tubuh Jong Min. “Boleh aku mendengarnya sekali lagi? Sekali lagi saja,” pinta Myung Ho sambil merebut ponselnya.”Wah... detak jantungnya kuat sekali. Aku jadi iri”


“Makanya, menikah sana,” kata Jong Min. Dan hubungan diantara mereka sudah membaik.


Han Sol bertanya apakah Yang Chon tidak akan pulang ke rumah ayahnya. Yang Chon bilang ia akn pulang ke rumah dulu untuk mengambil bajunya. Han Sol bilang dia hanya memberitahukan tentang rekaman itu pada Tim Satu dan melarang mereka untuk memberitahukannya pada tim lain.


Han Sol: “Karena itu memalukan.”
Yang Chon: “Jangan bilang begitu.”
Han Sol: “Aku terlalu takut dipecat, jadi aku tidak bisa cari solusi. Aku mencoba menyembunyikan fakta itu dengan menyinggung soal pemilu. Haha.. Kita berdua tahu, makan mungkin aku merilis rekaman itu, kecuali aku berani mempertaruhkan pekerjaanku.”


“Hidup memang menyebalkan. Aku berharap aku bisa pindah. Setelah aku naik pangkat, aku pasti bisa lepas dari kehidupan sial ini,” ujar Kyung Mo.


Sementara rekan-rekannya tidur, Yang Chon bernyanyi.
Advertisement


EmoticonEmoticon